Kaskus

Story

bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- Side Story (The Untold)
Thread ini adalah Thread yang ditujukan untuk mengisi kekosongan beberap jeda waktu dan pengalaman yang tidak diceritakan dalam story season 1- akhir, sehingga disini kalian akan menjumpai pengalaman horror, interdimensional, dan lainnya oleh kreator.

The Main Stories :
SEASON 1 Mereka Yang Hidup Dalam Gelap


Selamat menikmati Side Story disini, tanpa perlu prolog langsung cekidot aja 
mari kita bercengkrama bersama mereka yang hidup dalam gelap

SIDE STORY INDEX :

Side Story 1 (SS - 1)
Side Story 2 (SS - 2) part 1
Side Story 2 (SS - 2) part 2
Side Story 3 (SS - 3 )
Side Story 4 (SS - 4)
Side Story 5 (SS - 5) Part 1
Side Story 5 (SS - 5) Part 2
Side Story 6 (SS - 6)
Side Story 7 (SS - 7) Part 1
Side Story 7 (SS - 7) Part 2
Side Story 8 (SS - 8) Part 1
Side Story 8 (SS - 8) Part 2
Side Story 9 (SS - 9)
Side Story 10 (SS - 10)
Side Story 11(SS - 11)
Side Story 11 (SS - 11) REMAKE
Side Story 12 (SS - 12)

MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- Side Story (The Untold)



Quote:
Diubah oleh bakamonotong 06-07-2018 13:04
1
35.2K
102
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
#28
SS- 6 Sar dan Abah

Sar dan Abah, 2 kawan yang menemaniku dalam kehidupan ini menghadapi mereka yang hidup dlaam gelap. Kadang merekalah yang mengajariku untuk membaktikan diriku pada Sang Khalik, melatihku tidak hanya secara fisik, tapi juga mental dan spiritual. Aku SMP membatasi diriku dari makan dan hanya makan beberapa makanan saja, dan berpuasa daud selama beberapa bulan, supaya melatih mental maupun fisikku, membuatku sedikit kurus, tapi aku lebih mampu mengatur energi dan mataku. Pernah mendengar orang menyarankan puasa mutih, tapi aku tidak mau, lebih memilih membersihkan diri dengan berpuasa daud dan melatih mentalku perlahan- lahan walau masih saja takut jika bertemu mereka, apalagi yang suka mengagetkan.

Sar adalah harimau putih dari suatu gunung di Sunda sana, dan Abah adalah seorang priyai sunda berwujud kakek2 putih yang menemaniku, mereka baerdua sering menemaniku dalam gelap malamku, Sar biasa tidur di sebelahku, tapi ketika pagi menjelang dia menghilang dan bersembunyi lagi dalam kaki kiriku. Sar memiliki perangai galak, dan mudah emosi an, yang membuatnya bertambah kuat jika amarahku tidak dikontrol, bulunya putih benar- benar putih dengan loreng keemasan pada bulunya, yang menyala bak api ketika marah, api putih yang membakar sekitarnya. Sar sangat menyukai berburu beberapa jin kecil yang menggangguku dan "memakan"nya, tanpa menyisakan apapun. Dan Sar biasanya bertambah sedikit energinya ketika berhasil memakan mereka, lucunya lagi, Sar kadang jika bosan suka berlari- lari sendiri di sekitar rumah, kadang terbang ke atas kemudian meluncur kebawah, menembus lantai, dan kembali kepermukaan dengan menggigit seekor makhluk dan menelannya. Gila! ini harimau liar, bahkan sampai sekarang walau bisa aku kontrol tetap saja masih suka seenaknya sendiri.

Sar berdiam diri di kaki kiriku, cara memanggilnya cukup mudah, aku hanya perlu menyebut nama aslinya tiga kali, dan memusatkan sedikit konsentrasi pada diriku, tapi kadang dia suka muncul tanpa ada yang memerintah, membuat kaki kiriku berdenyut kencang dan kram, memang dia sedikit bermasalah, membuatku sedikit jengkel padanya. Sar tahu sekali hal itu, tapi karena kau menganggap dia sebagai teman, aku tidak bisa memarahinya. Sar memiliki kekuatan yang cukup kuat, bahkan kadang ketika aku pergi dengannya ke Mall, beberapa makhluk penunggu dan "penglaris" barang dagangan disana takut pada Sar, dan pernah ada 1 atau 2 makhluk Wanara dari kaliurang mengikuti Sar selama beberapa hari karena terpesona olehnya, yang membuat sedikit rusuh di rumahku, karena banyak barang yang disembunyikan dan menghilang dari daerah rumahku. Hingga akhirnya Sar mengantar balik para monyet tadi, menuju tempat mereka lagi, di kaliurang.

=====================================================================

Abah adalah sesosok kakek2 tua berjenggot dan baju putih, kadang wujudnya berubah menyerupai togok, atau seperti tokoh pewayangan di jawa, abah memang berasal dari sunda, tapi dia merupakan jin yang memiliki silsilah kuat dengan kerajaan jawa. membuat Abah cukup kuat dan ditakuti mereka yang berada didaerah jawa sendiri. Berhubung abah wujudnya menyerupai kakek2 maka aku panggil saja Abah, padahal sekali aku melihat wujud aslinya, sesosol Raksasa berbaju putih, dengan wajahnya yang terang, memiliki kuku yang besar ditangannya dan ketika marah, rambut putihnya berubah menjadi merah dan membara, benar- benar mengerikan jika harus melihat wujud asli abah, membuatku berpikir dua kali bahkan lebih untuk memerintah abah jika aku di ganggu.

Abah selalu mengikutiku, berdiam ditengkuk leherku, dan membuatku sedikit terbebani di leherku. Abah bersifat dingin, yang menenagkan, berlawanan dengan Sar, kemampuan abah untuk menenangkanku ini cukup kuat, dan membuatku sedikit lebih nyaman jika Abah perlahan mengambil alih alam bawah sadarku. Abah jauh lebih kuat daripada Sar, sendirinya saja sudah memiliki banyak pengikut yang mengikuti jalannya kemanapun Abah pergi, tapi tidak pernah aku lihat Abah berperang dengan menyuruh para anak buahnya. Aku sekali pernah melihat Abah memunculkan pasukannya, WOW! hanya itu yang keluar dari mulutku, beberapa pasukan raksasa, kera2 kecil, dan beberapa harimau yang lebih kecil dari Sar, ada disana. kuat sekali dan banyak, mirip seperti pasukan perang. Dan Abah memiliki suatu baju zirah sendiri, yang benar- benar membuat auranya menguat. benar- benar sangat kuat. Baju zirah dengna jubah emas besar menjuntai, sungguh sebuah keistimewaan yang ada.

==========================================================================

Sar dan Abah, semula adalah jin yang mengikuti kakekku, kemudian kakekku menitipkannya padaku, dikarenakan aku saat itu sering diganggu dan membutuhkan bantuan dari Sar dan Abah. Saat dulu Sar saja yang mengikuti ku, tapi aku tidak sadar akan hal itu sampai Sar yang menceritakan padaku sejarahnya. Kakeku ketika menuju meninggalnya menitipkan Sar dan Abah padaku, cucu pertama dan kesayangannya. Alasan lain selain karena aku butuh bantuan saat itu, ya karena di keluargaku hanya aku yang menuruni bakat dari kaekku ini, bakat yang menjurus pada dunia spiritual seperti ini.

Keluarga ayahku teridir dari 5 Bersaudara, Pakdhe Beben, Ayahku, Om Agus, Tante Neneng, dan Om Ujang, diantara kelima ini hanya ayahku dan Tante Neneng yang mempu dan memiliki bakat spiritual, tapi bapakku tidak pernah melatihnya dan meninggalkannya, tante neneng? memang bisa tapi sangat lemah, yang membuatnya jika terus2an membuka mata batinnya akan sangat lemah. Lalu lahirlah aku, cucu pertama yang diberikan segala kasih sayang dan untungnya (atau sialnya??) memiliki bakat spiritual yang besar, dan membuat kakekku mewariskan 2 penjaga ini padaku. Entah aku harus bersyukur atau tidak, tapi aku hanya bisa menikmati pemberian kakekku, walau mereka menjagaku, bukan aku terus emminta bantuan mereka, tapi tetap hanya pada Allah, dan mereka adalah perantara dari Allah untukku.

"Sar dan Abah, dua makhluk dunia lain yang benar2 setia bersamaku ,sebagai teman, kadang juga sebagai yang menasehatiku, karena toh usia mereka yang sudah ratusan bahkan mungkin ribuan tahun."

Spoiler for Abah:


Spoiler for Sar:
Diubah oleh bakamonotong 08-03-2018 12:15
Suminten.
johny251976
johny251976 dan Suminten. memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.