Kaskus

Story

bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"

Mereka yang Hidup Dalam Gelap, merupakan suatu true stroy, real story atau semacam itu tentang Arda, ketika di season 1 Arda menyajikan pada anda bagaimana dia bertahan dan berhadapan serta bertemu dan mengenal mereka, maka di season 2 ini arda akan mengantarkan kalian menuju dalamnya cerita tahap lanjut, dimana dia harus berhadapan dengan mereka, menguji apa yang telah dia pelajari, dan menjadi seorang yang menjembatani antara 2 dunia.

90% horror dengan bumbu hiperbola dan cerita drama, cinta, dan cerita persahabatan, memberikan kepada pembaca kesan tentang apa yagn dialami penulis.

Quote:


Quote:


selamat menikmati season 2 dari cerita ini, semoga kalian menyukai, jangan lupa cendol, juga share and like nya

ig : @bakemonotong
twitter : @Ardahakimotong


Welcome to my Second Season of Story


INDEKS :

Quote:



NITIPSSSS :
Quote:

Diubah oleh bakamonotong 22-06-2018 09:53
Suminten.Avatar border
anasabilaAvatar border
meqibaAvatar border
meqiba dan 2 lainnya memberi reputasi
3
56.2K
212
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
#24
Part III - Paniki (Kelelawar)

Perjalanan yang harus kutempuh saat itu cukup jauh, perjalanan dari SMA Negri disana, dan harus menuju sebuah daerah yang menjadi tempat tinggalku sementara selama disana. Aku dijemput oleh Kiky, kakak angkatku disana, dengna motor jup**** nya berwarna sedikit keemasan, dia menjemputku, berdua dengan membawa koper dan ransel ku, kasihan sebenarnya melihat dia harus membantu dan menjemputku dengan beban begini, tapi ya bagaimana lagi, dia tidak mau naik mobil dan memilih motor saja. Aku hanya menurut saja, melalui jalan- jalan gelap menuju rumah disana. Kurasakan jauh perjalanannya, dan cukup memakan waktu, wah bagaimana dengan kalau ke sekolah, jaraknya minta ampun seperti ini, belum lagi Kiky bilang kalo sekolah masuknya jam 6 sudah disana dan jalanan macet, membuatku sedikit panik membayangkan buru- burunya pagi hari disana.

"Hati- hati ya sayang di perjalanan, kalo dah sampe kabarin aku", kulihat pesan di HPku, yang sedari tadi kumatikan dan lupa kunyalakan. "Iya ini uda sampe yang, aku mau mandi, terus ada acara lagi sama walikota sini", jawabku cepat, kemudian menaruh HP dan menuju kamar mandi dibawah. Saat itu aku masih berpacaran dengan Dee, sebelum akhirnya putus, dan kamarku diposisikan di lantai 2, dengan alasa kayu yang jika diinjak berderit, membuatku sedikit parno, tapi akhirnya santai juga karena kayunya kuat. Air disana cukup dingin, membasuh diriku maghrib- maghrib kemudian sholat, membuatku menggigil setengah mati, dinginnya tida ksebanding dengan Kaliurang, disini jika siang panas, dan malam angin dingin ibarat AC yang menusuk tulang2 mu. Tapi suasana sejuk terasa pada pagi hari, yang membuatku menikmati fajar di Manado.

Daerah tempat ku tinggal adalah di Paniki, yang berarti Kelelawar, dari sana aku jam 8 harus mendatangi undangan walikota demi menyambut kami anak pertukaran pelajar, bersama beberapa guru dan anggota osis dari masing- masing sekolah yang kami tempati. Disana kami dijamu untuk makan lagi, padahal baru saja kami makan siang jam 3 saat dijemput di bandara dan makan di sebuah restoran pinggir laut, kini kami harus makan lagi di sebuah tempat yang disediakan oleh Walikota saat itu, ditemani beberapa pejabat dari jogja dan Manado. Kenyang dan kalap, itu yang dilakukan oleh beberapa dari kami, yang melihat beberapa menu menarik disana. Penampilan yang kami latih akan ditampilkan disana, memperlihatkan budaya jogja oleh kami, dan aku? hanya kejatah memotret, kami juga sempat menyanyikan beberapa lagu, mulai dari Gambang Suling hingga lagu nasional seperti Tanah Airku. Dengan aransemen yang kami ubah dan sesuaikan, diiringi oleh suara gitar yang dimainkan Alfon, seorang musisi diantara kami (yang kini sepertinya lebih sukses di bidang musiknya), dan tabuhan jimbe / Djembe oleh Hasfi (kini menjadi youtuber dan sudah merilis single lagu, semoga tetap sukses kawan). Sungguh suasana khidmat dan menyenangkan disana. Hingga acara berakhir pukul 11 Malam, dan kami kembali pulang bersama orang tua asuh atau kakak asuh kita masing- masing.

Jika di Pulau Jawa hampir setiap kota memiliki jalan "Ring Road" yang memutari kota dan menghubungkan antar daerah, Manado juga memiliki RIng Road yang melewati beberapa hutan belantara, yang sekarang sudah menjadi lebih bagus dan terang jalannya, namun pada 2010 masih terkesan gelap dan "angker". Ring Road disini benar- benar antar hutan, dan gelap, membuat RIzky sedikit berhati2 saat melewati daerah sini, mungkin saat berangkat tadi masih banyak lalu lalang kendaraan, tidak terlalu mengerikan, tapi kini jam sudah menunjukkan hampir jam 12 Malam, dan sangat mengerikan harus melewati daerah ini, bukan hanya karena makhluk halus, tapi juga begalnya. Memang gelap dan disini aku banyak melihat beberapa siluman dari hutan- hutan disana, terutama siluman kera yang berkepala manusia, atau manusia bertubuh hewan, hingga beberapa ular yang besar nya sbatang pohon kelapa, melilit pohon disana, dan kepalanya menjuntai ke jalan seakan mengawasi mereka yang melalui jalan itu.

Sar dan Abah saat itu ikut denganku, membawa mereka memang riskan, karena ini bukan daerah jawa lagi, tapi sudah diluar pulau, tapi mereka tetap tenang, apapun yang terjadi selama belum mebahayakanku, mereka tidak akan keluar. Energiku juga tidak sekuat saat di jawa sehingga aku tidak berani melakukan ngerogo sukmo atau astral projection.=, karena takut resiko di tanah baru malah membuatku makin celaka. Tapi malam itu benar- benar setidaknya aku harus memancarkan sedikit auraku, sekuat mungkin, untuk menjaga mereka mendekat padaku. Sehingga aku tidak harus diganggu dan mengganggu mereka. Aku sangat amat kelelahan saat itu, ketika sampai rumah karena harus tetap menjaga auraku selama di hutan tadi. Segera aku masuk kamar, dan tiduran, tapi sial, ternyata di Manado pun gangguan ini masih ada, dan menyerang indigo- indigo sepertiku.

Sesosok kuntilanak, atau entah wanita berbaju hitam melayang di kamarku saat aku tidur-tiduran, membuatku kaget dan terbangun, kemudian aku melemparkan bantalku ke arahnya, dan menembusnya, "ASU!" teriakku, yang mmbuat kiky mengetok kaamrku dan menanyakan ada apa. "ndak apa2 ki, kita cuma kaget jo", kataku dengna sok2an berbahasa Manado, Kiky yangbingung mengiyakan saja dan meninggalkanku. Kulihat si Baju Hitam sudah tidak ada, aku ambil algi bantal dan mencoba tidur, ketika memiringkan wajah menatap lemari dengan kaca, jelas kulihat ada kaki dibelakangku, membuatku panik, apa salahku lagi coba, baru dateng uda diganggu. Bodo amat pikirku, lalu aku berbalik dan menatap sang pemilik kaki tadi. si Kunti Baju Hitam. Aku kemudian terduduk, kulihat kunti ini tidak berniat untuk menyerang ataupun menakut2 i ku, tapi sepertinya dia sudah lama disitu dan ingin berkenalan saja. Aku kemudian menatapnya, wjaahny mengerikan, bukan karena hancur, tapi baru kali ini aku melihat wanita bertaring seperti ini. Kunti ini kemudian duduk bersimpuh, kemudian membuka telapak tangannya, seakan menawarkanku untuk menyambut tangannya. Aku sambut saja tangannya, dan kemudian, aku tiba2 sekali lagi berpindah tempat. Aku liaht daerah ini dulunya adalah hutan belantara, berhubung memang Paniki terletak di dataran tinggi pegunungan. Kulihat si Baju Hitam terbang menuju angkasa dan berubah menjadi kelelawar hitam raksasa, terbang dan menghilang dalam malam.

AKu yang masih takjub tadi terdiam berpikir, wah gila! legenda vampir lokal apa gimana, pikirku, dan kulihat beberapa manusia menyerang Kelelawar raksasa tadi, melempari batu, memanah dan menombakinya, membuatnya terbang menjauh, dan ada satu panah yang mengenainya, panah yang sudah dimantarai, membuatnya terjatuh ditanah, berubah kembali menjadi si Baju Hitam, dan kemudian di masukkan dalam suatu wadah oleh tetua disana. Sekali lagi waktu berjalan cepat, aku berpindah lagi, dan aku melihat, ada 2 makhluk lain disana, didalam sebuah bangunan kayu, dua makhluk yang terikat lehernya dan kulihat si Baju Hitam dikeluarkan, dan diikat dibatasi oleh suatu pagar gaib. Membuatnya mengerang kesakitan saat menyentuh pagar gaib tadi dan hanya bisa terdiam. Pertama kalinya bagiku melihat makhluk halus di beginikan, begitu2 mereka makhluk ciptaan Allah, dan bukan berarti manusia yang lebih sempurna bisa memperbudak mereka.

Tunggu dulu, tidak mungkin cerita ini berakhir saat Baju hitam diikat, tapi pasti ada apa2 nya, kan dia sekarang bebas dan bisa menunjukkan ini padaku. Kemudian aku mendekat ke arah pagar gaib tadi, dan benar saja tembus. Aku kemudian melihat si Baju Hitam masa sekarang ada di sebelahku, dan membawaku menjelajahi masa lagi, masa dimana terjadi pertempuran antara 2 ras manusia, si penangkap Baju Hitam, Dukun Rakno, sebut saja begitu, dia menyerang beberapa penjajah portugis dan belanda disana dengan kekuatannya, mengirimkan pasukan gaib untuk menyerang mental beberapa pasukan disana. membuat mereka tersakiti seperti santet, dan tidak hanya si baju hitam, tapi ada beberapa makhluk lain yang terbang disana, menyerang mereka, melewati bawah kaki mereka, serangan gaib yang kuat membuat beberapa pasukan penjajah tunggang langgang, hingga satu orang Sniper menembak si Dukun tepat di kepala, tapi bukannya mati, dukun tadi baik2 saja, Hingga akhirnya si Dukun kena suatu peluru nyasar yang mengenai jimat di dadanya, membuatnya terpental, dan satu peluru lagi yang melesat menembus dadanya, membuat muncratan darah dimana- mana, dan membuat dia mati, seketika semua ikatan gaib pada makhluk2 disana lepas, benar- benar hilang. Dan si Dukun mati, membuat beberapa kekuatan pasukan disana kalah, karena tenaga gaib mereka kalah, hingga pasukan lokal tergusur mundur. Aku yang takjub bak menikamti film perang ini secara mendadak di tarik si Baju Hitam, kembali ke jaman sekarnag, kembali ke kamarku, kulihat si Baju hitam berkata "saya sudah lama disini, saya sudah tahu manusia- manusia sepertimu yang bisa melihat dan mengatur kami, saya hanya menegaskan, kami tidak ingin kalian perintah, dan selama kamu baik disini aku juga tidak akan mengganggumu", katanya yang kemudian Sar keluar dan melihat Baju Hitam, dan menggeram, mereka sepertinya berbicara dalam batin, membuat si Baju Hitam kemudian mundur dan pergi, sepertinya negosiasi mereka berjalan lancar, dan sejak saat itu, walau aku melihat Baju Hitam di daerah rumahku atau beberapa dari Mereka disana, tidak sekalipun mereka menyerang dan menggangguku, membuatku nyaan disana. Tapi bagaimanapun juga, aku memasang pagar gaib di kamar, sehingga tidak begitu terusik oleh mereka yang berupa arwah penasaran.

Hari pertama sekolah aku datang awal, lalu menuju kelasku di lantai 2, kelas IPA 4 SMA tersebut. Sepi saat aku sampai sekolah, berhubung mataku minus bodo amat, aku ambil temapt duduk di baris kedua, yang aku duduki kemudian aku sambil menggambar di binderku saat itu. Hingga datang beberapa teman ke kelas, membuatku canggung, dan parahnya lagi sebelahku kenapa harus wanita. membuatku makin salah tingkah saja. Debora (Oya), teman duduk ku yang mengajari bahasa manado, aku smepat berkenalan dengan banyak orang disana, perempuan maupun laki2, Brilliany Tumbel (Bril), Elsa Kairupan (Elsa), Newfriend (Newfren, btw ini namany emang gini), Adit, Ramdhani (dhani), George Kevin (kevin), dan beberapa teman lain yang memiliki keunikan dan kenakalan masing- masing. Mulai dari yang mengajariku bahasa manado secara sopan, mengumpat, bahkan bahasa2 jorok, yang dimana terjadi pertukaran budaya bahasa kotor disana, seperi aku diajari umpatan (cuk*, lamu, bisae dan lain2), aku juga mengajari bahasa seperti (AS*, Janc*k, dan lain2) membuat pertuakran umpatan adalah hal yang lumrah dan membuat ku dekat dengan mereka ,terutama cowo2 disana.

Hari senin, hari pertama kami, aku, alfon, merla ditarik ke lapangan upacara, dan disana kami harus berkenalan dengan mereka, Alfon yang lancar sudah berbahasa Manado dalam satu hari berkenalan dg bahasa Manado, aku dengan jawa, dan Merla dengan bahasa Indonesia. Membuat mereka bersorak sorai ketika aku bilang "hobi memasak", dan yang berujung sat akna perpisahan dengna teman sekelas, ada acara di villa mili kseorang teman kelas disana, dan aku dipaksa memasak. Perkenalan itu membuat ku, Alfon, dan Merla menjadi bak artis, di kelas semua mengerubungiku, bukan karena aku ganteng, tapi karena aku ditukar dengan entah ikan cakalang mungkin, dan disana aku sedang berbagi oleh2 pada teman sekelas dan guru yang mengajar. Bahkan membawa beberapa teman dari kelas lain datang ke kelas itu, dan berkenalan denganku, hingga aku berkenalan dengan seseorang yang sampai sekarang menjadi sahabat baikku, yang semapt menjadi "pacar" terus putus, dan berkawan, Larasati Dwi Prasetyo (Aya), teman terbaik yang isinya hanya ngompori "jomblo aja enak", padahal sendirinya punya pacar.

Seperti sekolah pada umumnya, disana sekolah juga memiliki beberapa makhluk penunggu, dan yang aku heran, raksasa mirip gendruwo disana, memiliki kulit yang coklat tidak gelap hitam, dan anehnya, raksasa seperti ini bertengger di atap sekolah. Seperti mengawasi jika ada apa2 ditengah sekolah. ada lagi beberapa kunti yang sliwar sliwer, kadang aku melihat mereka tertawa berubah menjadi anak sekolahan disana, dan berbaur, tidak ada yang sadar siapa mereka disana. padahal beberapa kejadian barang hilang disana pelakunya adalah mereka yang iseng, mengganggu anak- anak sekolah. Ada beberapa makhluk yang seperti bayangan berjalan di antara dinding2 kelas, merayap dalam bayangan anak2 disana, yang kadang jika ada yang terpleset, biasanya si bayangan ini mengisengi dengan menyenggol kakinya. Membuatku tertawa melihat beberapa polah usil makhluk disini, tapi anehnya sekolah ini tidak memiliki aura negatif mirip sekolahku, membuatku sedikit nyaman walau banyak dari mereka yang menampakkan diri, tapi tidak sekalipun ada interaksi berlebihan mereka padaku, sehingga tidak terllau menguras energiku.
============================================================================================

Jadwal sekolah saat itu senin - jumat masuk jam 6 pagi pulang jam 12 siang

Senin - rabu dengan baju seragam abu2 putih
Kamis Batik
Jumat dengan baju seragam khusus/ bebas, dan tiap jumat ada kebaktian bagi yang Kristen dan Kathoilik
dan bagi yang minoritas (Islam, maupun agama lain) melakukan doa bersama di ruang kelas yang disediakan.

==============================================================================================
johny251976
kemintil98
regmekujo
regmekujo dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.