Kaskus

Story

bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- Side Story (The Untold)
Thread ini adalah Thread yang ditujukan untuk mengisi kekosongan beberap jeda waktu dan pengalaman yang tidak diceritakan dalam story season 1- akhir, sehingga disini kalian akan menjumpai pengalaman horror, interdimensional, dan lainnya oleh kreator.

The Main Stories :
SEASON 1 Mereka Yang Hidup Dalam Gelap


Selamat menikmati Side Story disini, tanpa perlu prolog langsung cekidot aja 
mari kita bercengkrama bersama mereka yang hidup dalam gelap

SIDE STORY INDEX :

Side Story 1 (SS - 1)
Side Story 2 (SS - 2) part 1
Side Story 2 (SS - 2) part 2
Side Story 3 (SS - 3 )
Side Story 4 (SS - 4)
Side Story 5 (SS - 5) Part 1
Side Story 5 (SS - 5) Part 2
Side Story 6 (SS - 6)
Side Story 7 (SS - 7) Part 1
Side Story 7 (SS - 7) Part 2
Side Story 8 (SS - 8) Part 1
Side Story 8 (SS - 8) Part 2
Side Story 9 (SS - 9)
Side Story 10 (SS - 10)
Side Story 11(SS - 11)
Side Story 11 (SS - 11) REMAKE
Side Story 12 (SS - 12)

MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- Side Story (The Untold)



Quote:
Diubah oleh bakamonotong 06-07-2018 13:04
1
35.2K
102
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
#25
SS- 5 Prambanan After The Sunset

After the Sunset, mungkin ini yang cocok menggambarkannya, suasana malam prambanan yang mengubah auramistis hangat menjadi sangat mencekam. Sore hari di Prambanan sangatlah indah, sebelum malam datang matahari terlihat oranye menyinari dinding2 candi dan mengaburkan kerjaan jin dibaliknya, tapi tetap saja, membuat keindahan candi terlihat, andai saat itu hp ku bisa untuk memotretnya, pasti sudah kufoto, sayangnya, HP ku sebatas hanya mampu menyenteri sekitar saja, dasar HP jaman dahulu, bisa untuk senter saja sudah keren bagiku.

Malam hari kami lalui dengan acara berkumpul di aula perkemahan, dan menjelaskan detail acara malam itu, dimana kami akan diajak menonton sendra tari Ramayana di komplek Prambanan. Sorak sorai bahagia kami untuk menonton itu, membuat kami bahagia, karena bisa menonton pertunjukkan yang digelar khusus saat purnama, dan saat itu purnama bersinar sangat terang, bulat total dan indah sekali. Perjalanan menuju sendra tari Ramayana tadi kira- kira 15 menit berjalan kaki, melalui sebuah jalan setapak mirip pematang sawah yang menembus ke tempat itu, tepat di depan gerbang masuk untuk menonton. kami dihiting menggunakan alat penghitung seperti stopwatch. Dan akhirnya ketika sudah masuk kami disambut dengan sebuah panggung terbuka megah dengan batu2 struktur candi, membuat kami takjub dan aku yakin sekali kala itu melihat beberapa raksasa duduk dibelakang panggung, sperti menikmati sekaligus menonton acara tersebut. Acara dibagi menjadi 2 babak, satu babak awal cerita dan satu babak akhir cerita, membuat sebuah rangkaian yang spektakuler.

Tarian mereka bena- benar anggun, liak liuk gerak penari membuat indahnya cerita makin nyata, dialog memang sedikit, tapi gerakan, maupun ekspresi mereka sangat mampu menghipnotis penonton untuk masuk ke dalam critanya, tabuhan gamelan juga membuat suasana serta detak jantung mengikuti iramanya. benar- benar sebuah pementasan yang indah. Selain itu bagi kami kaum- kamu pria yang memasuki masa puber, melihat wanita yang menari dan cantik menghipnotis kami, melihat indahnya makhluk ciptaan tuhan itu. Jatuh cinta kami pada paras nya, dan juga jatuh cinta kami pada gerakan tariannya. Sebuah cerita yang ditampilkan dalam tarian dan membuat kami masuk lebih dalam menuju alur cerita tadi.

Ramayana adalah cerita tentang Rama, Shinta dan Rahwana, dimana Rahwana terhipnotis pada kecantikan Shinta, menyamar menjadi kakek2 dan dibawa menuju Alengka, negri dimana dia memerintah dan berisi para raksasa. Cerita perebutan cinta yang penuh dengan darah yang bertumpahan karena peperangan yang terjadi disana, sebuah cerita sejarah jawa yang dilukiskan pada relief candi prambanan. Sedikit mungkin aku akan menceritakan Ramayana pada kalian. Cerita tentang kisah cinta Rama- Shinta, dan pejuang- pejuangnya.

Quote:


Sendra tari Ramayana yang membuat hari tak berhenti terkagum- kagum, dua paruh waktu yang tidak terasa membuatku sangat senang diberikan kesempatan pertama kalinya menonton sendra tari ini, kami sempatkan berfoto dengan para pemeran, yang fotonya di cetak dan dipajang di sekolah. Sebuah pengalaman yang membuatku makin mencintai budaya tari Indonesia. Kami para siswa tidak berhenti mengobrol masalah itu, dan membahas betapa kerennya acara yang kami tonton barusan. Membuat kami lupa waktu dan berbicara dalam gelap malam saat menuju tempat kemah kami, sebagian dari anak laki2 membahas keindahan liuk tubuh dan cantiknya para penari wanita disana. Hingga kami benar- benar lupa, bahwa tempat kami menginap itu cukup mengerikan.

Malam semakin kelam, ketika kami mulai tertidur, satu persatu, aku dan beberapa temanku masih melek, dan terjaga, bermain kartu Yu-Gi dan sambil membuat mie rebus. Aku yang saat itu tidak bermain melihat dua orang wanita menuju toilet, malam2 begini, wah tidak takut ya mereka, hebat, pikirku. Toilet disana cukup mengerikan, sangat amat mengerikan, dan gelap karena minim penerangan. Aku yang kemudian memakan mie yang matang sambil melihat temanku yang bermain kartu dudu kanteng, dan melihat lagi mereka berdua yang dari wc sudah kembali, dan kulihat, satu makhluk seperti anak kecil menebeng pada salah satu dari mereka, membuatku kaget, weh! ada apa ini!, lalu aku coba berdiam dan mengurungkan niat untuk "kepo" lebih jauh lagi, apalagi itu bukan daerahku.

Aku yang kemudian kebelet ke kamar mandipun memaksakan diri ke WC, aku mengajak temanku, tapi mereka tidak ada yang mau, terpaksa aku menunggu mereka selesai bermain yu-gi, dan aku hanya menahan rasa kebelet ku. Hingga aku lihat ada temanku yang masih melek datang menghampiri, cepat- cepat kuajak ke WC untuk menemaniku. Sepanjang perjalanan menuju WC yang berjarak sekitar 200 meter dari tenda aku melihat berbagai makhluk yang bersembunyi dalam gelap malam. beberapa meneliti kami dan beberapa mengikuti kami. Membuatku kaget dan terkejut.

Aku melihat sekilas ketika melewati WC wanita sesosok makhluk duduk dipojokan seperti sedang makan sesuatu, aneh, aku tak peduli makhluk apa itu dan buru2 melakukan ritual BAB yang mendesak, cepat, aku sebenarnya merinding disana, karena cukup mengerikan juga atmosfirnya, apalagi ada sesosok yang daritadi mengintip saat aku membuang hajat, sial, apakah dia hantu masokis yang punya fetish orang boker, membuatku makin tak nyaman dan buru2 membuang hajat.

Kelar membuang hajat, sesegera mungkin aku pergi dari sana, dan kulihat lagi si makhluk ayng berjongkok makan di WC perempuan tadi, aku dan temanku berhenti sejenak, ternyata makhluk ini juga terlihat orleh temanku. kami slaing pandang karena panik, "da, kuwi opo da, geger e bolong"(da itu apa da, punggung nya bolong),

"Aku yo mbuh ki, sundel bolong yak e, kae gek mangan opo yo, kok ketok e anteng" (aku ya gak tau, mungkin sundel bolong, itu lagi makan apa ya, kok sepertinya anteng),

"mbuh kui, tapi ketok e pembalut wedok da, delok kae bentuk e bersayap terus ono bekas geteh, ra mungkin manuk doro kan" (gatau juga, mungkin permbalut cewe da, liat aja bentuknya bersayap, ada bekas darah, gak mungkin burung dara kan)

"yo ra mungkin lah, cuk! de'e mengo rene, cuk! kabur!'( ya gak mungkin lah, bro dia liat kesini, bro, kabur!), tapi nahas, badan gempalku sudah ditinggal temanku yang berlari tunggang langgang meninggalkanku, aku yang berusaha berlari terhenti dan kulihat, si Sundel bolong dengan mulut berdarahnya mendekatiku, aku yang ketakutan terdiam, kulihat si Sundel bolong menjulurkan tangannya berusaha menyekikku, tapi kulihat satu gada raksasa terbang menimpa si sundel bolong, kulihat raksasa penjaga gerbang menghajar nya. membuatnya pergi meninggalkan ku. si Penajga kemudian melihatku dan berkata, "kamu sudah kembali saja, kulihat kamu diberi tanda oleh ***** segera kembali ke tempatmu, dia tidak akan mengganggumu lagi", aku yang masih terdiam perlahan berjalan mundur dan kembali ke Tenda. Kulihat temanku masih mengobrol membicarakan si Sundel tadi, dan aku dengan sigap meloncat dan menendangnya sambil berteriak "A*U!"(ANJI**!), dan membuatnya tersungkur dan kemudian meminta maaf karena meninggalkanku. Jengkel rasanya, entah jika tidak ada raksasa tadi apa yang akan terjadi padaku (saat itu aku masih belum bisa mengendalikan diri). Aku yang masih terbayang ngerinya memutuskan untuk tidur dan menunggu pulang pada pagi esoknya.
Suminten.
johny251976
johny251976 dan Suminten. memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.