- Beranda
- Stories from the Heart
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- Side Story (The Untold)
...
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- Side Story (The Untold)
Thread ini adalah Thread yang ditujukan untuk mengisi kekosongan beberap jeda waktu dan pengalaman yang tidak diceritakan dalam story season 1- akhir, sehingga disini kalian akan menjumpai pengalaman horror, interdimensional, dan lainnya oleh kreator.
The Main Stories :
SEASON 1 Mereka Yang Hidup Dalam Gelap
Selamat menikmati Side Story disini, tanpa perlu prolog langsung cekidot aja
mari kita bercengkrama bersama mereka yang hidup dalam gelap
SIDE STORY INDEX :
Side Story 1 (SS - 1)
Side Story 2 (SS - 2) part 1
Side Story 2 (SS - 2) part 2
Side Story 3 (SS - 3 )
Side Story 4 (SS - 4)
Side Story 5 (SS - 5) Part 1
Side Story 5 (SS - 5) Part 2
Side Story 6 (SS - 6)
Side Story 7 (SS - 7) Part 1
Side Story 7 (SS - 7) Part 2
Side Story 8 (SS - 8) Part 1
Side Story 8 (SS - 8) Part 2
Side Story 9 (SS - 9)
Side Story 10 (SS - 10)
Side Story 11(SS - 11)
Side Story 11 (SS - 11) REMAKE
Side Story 12 (SS - 12)
![MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- Side Story (The Untold)](https://s.kaskus.id/images/2018/02/27/8611989_20180227041403.JPG)
The Main Stories :
SEASON 1 Mereka Yang Hidup Dalam Gelap
Selamat menikmati Side Story disini, tanpa perlu prolog langsung cekidot aja
mari kita bercengkrama bersama mereka yang hidup dalam gelap
SIDE STORY INDEX :
Side Story 1 (SS - 1)
Side Story 2 (SS - 2) part 1
Side Story 2 (SS - 2) part 2
Side Story 3 (SS - 3 )
Side Story 4 (SS - 4)
Side Story 5 (SS - 5) Part 1
Side Story 5 (SS - 5) Part 2
Side Story 6 (SS - 6)
Side Story 7 (SS - 7) Part 1
Side Story 7 (SS - 7) Part 2
Side Story 8 (SS - 8) Part 1
Side Story 8 (SS - 8) Part 2
Side Story 9 (SS - 9)
Side Story 10 (SS - 10)
Side Story 11(SS - 11)
Side Story 11 (SS - 11) REMAKE
Side Story 12 (SS - 12)
Quote:
Diubah oleh bakamonotong 06-07-2018 13:04
1
35.2K
102
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bakamonotong
#21
SS 5 - Gerbang Besar Komplek Prambanan
Mungkin kalian tahu film "Keramat" yang merupakan rekaman kejadian kru film yang mati dan hilang satu persatu, karena fenomena gaib dan perilaku mereka yang kurang sopan. Dimana beberapa mati dan menyisakan 3 orang saja yang selamat dan mendapat trauma. Film aslinya diputar hanya sehari di bioskop kala itu, tapi kemudian ada film baru yang dibuat mirip ,secara kejadian dan lain2 nya. dengna setting yang dibuat serupa oleh film tadi. Dnegna pembawaan yang baik membuat cerita horror dari film itu benar- benar terasa dan membuat merinding. Tapi apa yang kualami adalah hal lain, hal yang kualami saat kemping SMP disana, aku harus bertemu dengan mereka yang menjaga gerbang komplek Prambanan.
Persami (Perkemahan Sabtu Minggu), adalah kegiatan pramuka sekolahku yang diikuti kelas 1 dan kelas 2 SMP saat itu, dimana kami dibagi menjadi beberapa kelompok, disediakan tenda, mendirikan tenda sendiri, juga kami harus memasak makanan sendiri (dimana faktanya banyak saja yang berdagang disana, dan aku mala menghabiskan waktu untuk makan pop mie 4000an di sekitaran bumi perkemahan). Bumi perkemahan kami dekat candi prambanan, tempat yang luas, besar, tapi cukup mengerikan, memberi kesan horror tersendiri, apalgi karena dekat dengan candi, yang notabene menjadi salah satu kerajaan mereka yang ada disana.
Perjalanan di mulai dari SMP kami, naik bis yang disediakan sekolah, bis yang kecil yang panas mirip angkot. Perjalanan menuju komplek perkemahan tidak ada yang menarik, hanya saja ketika aku sudah mencapai bumi perkemahan, aku melihat dua raksasa yang mirip buta (butho), besar, membawa gada, tidak mirip seperti patung gupala, tapi lebih mengerikan, seakan menjaga gerbang bumi perkemahan tadi. Begitu mendekat kulihat 2 buta tadi mengangkat gadanya memberi jalan, yang dimana di mata orang awam tidak terlihat sama sekali. bartu masuk saja sudah ada yang seperti itu menyambut. Keluar dari Bis, bumi perkemahan kami tepat di sisi candi Prambanan, membuatku melihat sebuah gapura emas raksasa disana, seperti pintu masuk, dan di komplek percandian, kulihat candi raksasa berwarna hitam dengan corak emas di bebatuannya, dan beberapa dari makhluk- makhluk raksasa berada disana, seakan menjaga tampat itu, aku yang masih takjub melihat itu, kaget ketika ada seorang raksasa yang menatapku, membuat bulu kudukku merinding, dan sesegera mungkin mengalihkan pandanganku dan bergabung dengan yang lain untuk mendirikan tenda.
Tempat kemah disana sangat nyaman, aku benar- benar tidak mendapat gangguan dari mereka siang itu, padahal biasanya siang pun sudah banyak yang menggangguku, dan beberapa kadang sudah bertengger dekat2 sini, apa mungkin karena 2 penjaga tadi? entahlah. Tapi yang jelas suasana terasa nyaman saja kala itu, membuatku yang mengantuk tertidur di tenda sebentar, dan bukannya tenang aku bermimpi bahwa aku masuk ke dalam suatu kerajaan dan disambut diberi makan dan minum yang mengenyangkanku. Kulihat beberapa mereka yang menjaga disana ikut di dalam perjamuan tadi, dan kulihat mereka disana benar- benar ramah. Seorang dari mereka, yang berdandan seperti raja atau prabu, kemudian menempelkan tangannya padaku, "iki kowe ki ketok e cen takdirmu iso ndelok awak dewe, aku mung iso bekali kowe nggo iki, nek saumpama kowe ngroso susah lan keancem, kumpulne kekuatanmu, fokus neng salah siji tanganmu, yakin, percoyo marang tuhanmu, trus nek wes, kowe iso ngadepi sek ganggu kowe" 9Ini takdirmu katanya bisa melihat kami semua, aku cuma bisa mebekali kamu dengan ini, semisal kamu merasa susah dan terancam, kumpulkan kekuatanmu pada 1 tanganmu, kemudian yakin pada doa ke tuhanmu, kalo sudah kami bisa menghadapi mereka yang mengganggu mereka). Tiba2 kepalaku terasa pening, dan terbangun dari tidurku, membuatku harus keluar dari tneda dan semua terlihat putih silau kala itu, seperti mataku melihat segalanya lebih dari biasanya. Aku pejamkan mataku sekali lagi, mencoba menenangkan diri dan memusatkan konsentrasiku, dan aku melihat lebih jelas, bukan daerahnya, tapi aku melihat lebih jelas perkampungan yang bertumpang tindih di bumi perkemahan ini.
Aku yang masih bingung kerena ada perkampungan ini, kemudian mencoba memfokuskan semau energi dan doaku pada tangan kananku, membuat sedikit bergetar perkampungan itu, membuat beberapa dari mereka melihat ke arahku marah, aku segera mnghilangkan auraku, dan sekali lagi memfokuskan pikiranku pada mataku, dan membuat metaku kemudian meredup dan membautku tenang, membuat perkampungan tadi perlahan menghilang, dan membuat kepekaan ku turun sedikit, hingga akhirnya perlahan aku mengatur untuk melihat mereka, tapi sebatas yang mereka ingin bertemu denganku, walau akhirnya memfokuskan energi pada satu titik ini membuatku lelah, kelelahan, bahkan menyedot energiku. Aku kemudian terduduk, dan mengatur nafas, kembali bangkit dan berkumpul dengan temanku, menikmati acara siang itu, dengan khidmat, tapi ternyata siang yang tidak ada gangguan ini, ibarat calm before a storm, tenang sebelum badai, yang ternyata malamnya adalah malam yang tidak bisa kulupakan, dimana aku harus bertemua dengan mereka yang ada disini, dan tidak semuanya bersifat positif atau putih, bahkan ada yang cukup mengerikan dan menjijikan.
Mungkin kalian tahu film "Keramat" yang merupakan rekaman kejadian kru film yang mati dan hilang satu persatu, karena fenomena gaib dan perilaku mereka yang kurang sopan. Dimana beberapa mati dan menyisakan 3 orang saja yang selamat dan mendapat trauma. Film aslinya diputar hanya sehari di bioskop kala itu, tapi kemudian ada film baru yang dibuat mirip ,secara kejadian dan lain2 nya. dengna setting yang dibuat serupa oleh film tadi. Dnegna pembawaan yang baik membuat cerita horror dari film itu benar- benar terasa dan membuat merinding. Tapi apa yang kualami adalah hal lain, hal yang kualami saat kemping SMP disana, aku harus bertemu dengan mereka yang menjaga gerbang komplek Prambanan.
Persami (Perkemahan Sabtu Minggu), adalah kegiatan pramuka sekolahku yang diikuti kelas 1 dan kelas 2 SMP saat itu, dimana kami dibagi menjadi beberapa kelompok, disediakan tenda, mendirikan tenda sendiri, juga kami harus memasak makanan sendiri (dimana faktanya banyak saja yang berdagang disana, dan aku mala menghabiskan waktu untuk makan pop mie 4000an di sekitaran bumi perkemahan). Bumi perkemahan kami dekat candi prambanan, tempat yang luas, besar, tapi cukup mengerikan, memberi kesan horror tersendiri, apalgi karena dekat dengan candi, yang notabene menjadi salah satu kerajaan mereka yang ada disana.
Perjalanan di mulai dari SMP kami, naik bis yang disediakan sekolah, bis yang kecil yang panas mirip angkot. Perjalanan menuju komplek perkemahan tidak ada yang menarik, hanya saja ketika aku sudah mencapai bumi perkemahan, aku melihat dua raksasa yang mirip buta (butho), besar, membawa gada, tidak mirip seperti patung gupala, tapi lebih mengerikan, seakan menjaga gerbang bumi perkemahan tadi. Begitu mendekat kulihat 2 buta tadi mengangkat gadanya memberi jalan, yang dimana di mata orang awam tidak terlihat sama sekali. bartu masuk saja sudah ada yang seperti itu menyambut. Keluar dari Bis, bumi perkemahan kami tepat di sisi candi Prambanan, membuatku melihat sebuah gapura emas raksasa disana, seperti pintu masuk, dan di komplek percandian, kulihat candi raksasa berwarna hitam dengan corak emas di bebatuannya, dan beberapa dari makhluk- makhluk raksasa berada disana, seakan menjaga tampat itu, aku yang masih takjub melihat itu, kaget ketika ada seorang raksasa yang menatapku, membuat bulu kudukku merinding, dan sesegera mungkin mengalihkan pandanganku dan bergabung dengan yang lain untuk mendirikan tenda.
Tempat kemah disana sangat nyaman, aku benar- benar tidak mendapat gangguan dari mereka siang itu, padahal biasanya siang pun sudah banyak yang menggangguku, dan beberapa kadang sudah bertengger dekat2 sini, apa mungkin karena 2 penjaga tadi? entahlah. Tapi yang jelas suasana terasa nyaman saja kala itu, membuatku yang mengantuk tertidur di tenda sebentar, dan bukannya tenang aku bermimpi bahwa aku masuk ke dalam suatu kerajaan dan disambut diberi makan dan minum yang mengenyangkanku. Kulihat beberapa mereka yang menjaga disana ikut di dalam perjamuan tadi, dan kulihat mereka disana benar- benar ramah. Seorang dari mereka, yang berdandan seperti raja atau prabu, kemudian menempelkan tangannya padaku, "iki kowe ki ketok e cen takdirmu iso ndelok awak dewe, aku mung iso bekali kowe nggo iki, nek saumpama kowe ngroso susah lan keancem, kumpulne kekuatanmu, fokus neng salah siji tanganmu, yakin, percoyo marang tuhanmu, trus nek wes, kowe iso ngadepi sek ganggu kowe" 9Ini takdirmu katanya bisa melihat kami semua, aku cuma bisa mebekali kamu dengan ini, semisal kamu merasa susah dan terancam, kumpulkan kekuatanmu pada 1 tanganmu, kemudian yakin pada doa ke tuhanmu, kalo sudah kami bisa menghadapi mereka yang mengganggu mereka). Tiba2 kepalaku terasa pening, dan terbangun dari tidurku, membuatku harus keluar dari tneda dan semua terlihat putih silau kala itu, seperti mataku melihat segalanya lebih dari biasanya. Aku pejamkan mataku sekali lagi, mencoba menenangkan diri dan memusatkan konsentrasiku, dan aku melihat lebih jelas, bukan daerahnya, tapi aku melihat lebih jelas perkampungan yang bertumpang tindih di bumi perkemahan ini.
Aku yang masih bingung kerena ada perkampungan ini, kemudian mencoba memfokuskan semau energi dan doaku pada tangan kananku, membuat sedikit bergetar perkampungan itu, membuat beberapa dari mereka melihat ke arahku marah, aku segera mnghilangkan auraku, dan sekali lagi memfokuskan pikiranku pada mataku, dan membuat metaku kemudian meredup dan membautku tenang, membuat perkampungan tadi perlahan menghilang, dan membuat kepekaan ku turun sedikit, hingga akhirnya perlahan aku mengatur untuk melihat mereka, tapi sebatas yang mereka ingin bertemu denganku, walau akhirnya memfokuskan energi pada satu titik ini membuatku lelah, kelelahan, bahkan menyedot energiku. Aku kemudian terduduk, dan mengatur nafas, kembali bangkit dan berkumpul dengan temanku, menikmati acara siang itu, dengan khidmat, tapi ternyata siang yang tidak ada gangguan ini, ibarat calm before a storm, tenang sebelum badai, yang ternyata malamnya adalah malam yang tidak bisa kulupakan, dimana aku harus bertemua dengan mereka yang ada disini, dan tidak semuanya bersifat positif atau putih, bahkan ada yang cukup mengerikan dan menjijikan.
johny251976 memberi reputasi
1