- Beranda
- Stories from the Heart
Kesunyian Adalah Sahabat Terbaik ( Reborn )
...
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ucln
#2907
Part 2: Malam Pertama
Gw terkejut bukan main saat Sabrina menampakan wajahnya. Busa sabun menyelimuti tangan dan lehernya. Tapi bukan Prima namanya kalo ga bisa menguasai keadaan..
Gw berdiri didepan tirai kamar sambil memegang hape. Satu persatu orang terdekat gw udah gw kabarin termasuk Virly. Apa dia masih orang terdekat gw? Ya, anggap aja masih, lah..
Setelah selesai menghubungi mereka, gw pun bingung mau ngapain lagi. Sudah lebih dari setengah jam belum juga ada tanda-tanda Sabrina akan menyelesaikan ritual mandinya. Gw juga pengen mandi masalahnya. Sempat beberapa kali terbesit di pikiran gw untuk mandi bareng Sabrina. Lepas semua pakaian dan berlari ke kamar mandi lalu menceburkan diri ke bathtub yang ditempati Sabrina. Tapi... Gw ga punya keberanian untuk itu.
Karena ga ada kerjaan akhirnya gw geser tirai kamar di hadapan gw. Ternyata ada balkonnya. Dan seketika gw terperanjat, bukan karena balkonnya melainkan pemandangan yang terlihat dari atas kamar ini begitu indah. Pemandangan kota di malam hari ini bisa gw nikmati dari sini. Cahaya lampu kota bertaburan sejauh mata memandang.
Gw berdiri diatas balkon sambil menikmati pemandangan kota. Gw mengambil sebatang rokok lalu membakarnya dengan zippo hadiah dari Daniel. Cukup lama gw berdiri di balkon, imajinasi terus berputar di kepala gw. Tiba-tiba banyak ide bermunculan dari otak gw, dari yang logis sampai yang absurd. Mungkin di lokasi seperti ini sangat cocok dijadikan tempat mencari inspirasi. Sepertinya gw bisa jadi seniman atau sastrawan kalo tiap hari nongkrong disini.
Mungkin karena terbuai oleh pemandangan yang eksotis, membuat gw ga sadar ada seseorang yang berdiri dibelakang gw.
Ga butuh waktu lama buat gw membersihkan diri. Namanya cowo pantang mandi lama-lama. Setelah selesai mandi, gw menutupi tubuh hanya mengenakan handuk berwarna putih. Sambil bertelanjang dada, gw keluar dari kamar mandi. Sabrina terlihat duduk didepan meja rias dan sibuk meluluri wajahnya dengan krim pelembab. Di pikir-pikir emang ribet jadi cewe, ga siang ga malam tetep harus perawatan.
Gw berdiri dibelakang Sabrina sambil memperhatikannya beraktifitas. Dan dia berbalik ke arah gw.
Tubuh Sabrina menindih gw dan krim pelembabnya belepotan kena muka gw. Sabrina tertawa saat ngeliat muka gw tapi sesaat kemudian manyun karena mukanya pun jadi acak-acakan. Gw memeluk tubuhnya yang masih berada diatas gw.
Waktu terus berlalu dan kami masih berpelukan diatas kasur. Mata gw terpaku pada jam dinding yang jarum jam nya terus berputar, tiada kata lelah baginya berpacu menemani jalannya sang waktu.
Ini adalah malam pertama (maksud gw malam pertama kami menginjak kota Bandung). Kami berdua menghabiskan malam ini untuk beristirahat di hotel karena besok harinya kami akan sangat sibuk sekali.
Karena kami sudah terlalu lelah seharian diperjalanan, akhirnya kami memutuskan untuk memesan makanan di hotel aja. Kami berdua makan nasi goreng di balkon kamar sambil menikmati udara malam ditemani pemandangan yang menakjubkan. Sabrina mengenakan pakaian tidur model kimono pendek berwarna gading. Dia duduk bersila di kursi sambil menyantap makanannya. Gw mulai kehilangan fokus dan pemandangan diluar sana tak lagi indah karena ada yang lebih menyita perhatian gw. Apalagi kalo bukan paha Sabrina yang terlihat jelas disamping gw. Posisi duduk kami sama-sama menghadap ke luar.
Jam dinding menunjukkan pukul 23.00 dan artinya hari semakin malam. Gw mengajak Sabrina untuk segera tidur. Kondisinya belum benar-benar pulih, dia harus banyak istirahat. Gw menuntunnya ke kasur lalu merebahkan tubuhnya.
Gw merebahkan diri disamping Sabrina. Malam akan terasa indah bila seseorang yang kita kasihi berada dalam pelukan.. Sebuah pelukan kasih sayang yang teramat dalam...
Quote:
Gw berdiri didepan tirai kamar sambil memegang hape. Satu persatu orang terdekat gw udah gw kabarin termasuk Virly. Apa dia masih orang terdekat gw? Ya, anggap aja masih, lah..
Setelah selesai menghubungi mereka, gw pun bingung mau ngapain lagi. Sudah lebih dari setengah jam belum juga ada tanda-tanda Sabrina akan menyelesaikan ritual mandinya. Gw juga pengen mandi masalahnya. Sempat beberapa kali terbesit di pikiran gw untuk mandi bareng Sabrina. Lepas semua pakaian dan berlari ke kamar mandi lalu menceburkan diri ke bathtub yang ditempati Sabrina. Tapi... Gw ga punya keberanian untuk itu.
Karena ga ada kerjaan akhirnya gw geser tirai kamar di hadapan gw. Ternyata ada balkonnya. Dan seketika gw terperanjat, bukan karena balkonnya melainkan pemandangan yang terlihat dari atas kamar ini begitu indah. Pemandangan kota di malam hari ini bisa gw nikmati dari sini. Cahaya lampu kota bertaburan sejauh mata memandang.
Gw berdiri diatas balkon sambil menikmati pemandangan kota. Gw mengambil sebatang rokok lalu membakarnya dengan zippo hadiah dari Daniel. Cukup lama gw berdiri di balkon, imajinasi terus berputar di kepala gw. Tiba-tiba banyak ide bermunculan dari otak gw, dari yang logis sampai yang absurd. Mungkin di lokasi seperti ini sangat cocok dijadikan tempat mencari inspirasi. Sepertinya gw bisa jadi seniman atau sastrawan kalo tiap hari nongkrong disini.
Mungkin karena terbuai oleh pemandangan yang eksotis, membuat gw ga sadar ada seseorang yang berdiri dibelakang gw.
Quote:
Ga butuh waktu lama buat gw membersihkan diri. Namanya cowo pantang mandi lama-lama. Setelah selesai mandi, gw menutupi tubuh hanya mengenakan handuk berwarna putih. Sambil bertelanjang dada, gw keluar dari kamar mandi. Sabrina terlihat duduk didepan meja rias dan sibuk meluluri wajahnya dengan krim pelembab. Di pikir-pikir emang ribet jadi cewe, ga siang ga malam tetep harus perawatan.
Gw berdiri dibelakang Sabrina sambil memperhatikannya beraktifitas. Dan dia berbalik ke arah gw.
Quote:
Tubuh Sabrina menindih gw dan krim pelembabnya belepotan kena muka gw. Sabrina tertawa saat ngeliat muka gw tapi sesaat kemudian manyun karena mukanya pun jadi acak-acakan. Gw memeluk tubuhnya yang masih berada diatas gw.
Quote:
Waktu terus berlalu dan kami masih berpelukan diatas kasur. Mata gw terpaku pada jam dinding yang jarum jam nya terus berputar, tiada kata lelah baginya berpacu menemani jalannya sang waktu.
Quote:
Ini adalah malam pertama (maksud gw malam pertama kami menginjak kota Bandung). Kami berdua menghabiskan malam ini untuk beristirahat di hotel karena besok harinya kami akan sangat sibuk sekali.
Karena kami sudah terlalu lelah seharian diperjalanan, akhirnya kami memutuskan untuk memesan makanan di hotel aja. Kami berdua makan nasi goreng di balkon kamar sambil menikmati udara malam ditemani pemandangan yang menakjubkan. Sabrina mengenakan pakaian tidur model kimono pendek berwarna gading. Dia duduk bersila di kursi sambil menyantap makanannya. Gw mulai kehilangan fokus dan pemandangan diluar sana tak lagi indah karena ada yang lebih menyita perhatian gw. Apalagi kalo bukan paha Sabrina yang terlihat jelas disamping gw. Posisi duduk kami sama-sama menghadap ke luar.
Jam dinding menunjukkan pukul 23.00 dan artinya hari semakin malam. Gw mengajak Sabrina untuk segera tidur. Kondisinya belum benar-benar pulih, dia harus banyak istirahat. Gw menuntunnya ke kasur lalu merebahkan tubuhnya.
Quote:
Gw merebahkan diri disamping Sabrina. Malam akan terasa indah bila seseorang yang kita kasihi berada dalam pelukan.. Sebuah pelukan kasih sayang yang teramat dalam...
khodzimzz dan 4 lainnya memberi reputasi
5
