- Beranda
- Stories from the Heart
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP
...
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP
Halo sahabat penikmat kaskus, setelah membaca beberapa trit horor kaskus yang menarik, dan tentang indigo, saya berencana untuk sharing apa yang saya alami hingga saat ini, sebuha pengalaman seorang penulis, semoga kalian bisa menikmati segala tulisan yang saya tuangkan dalam trit horror ini, semoga menemani malam2 kelam kalian, jangan lupa sekililing kalian selalu ada MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP
----
Sebuah kisah tentang bagaimana seorang anak bernama ARDA yang menjadi seorang "indigo", kisah penuh drama, cinta, dan 90% horor, dan bagaimana seorang anak biasa, "bersahabat" dengan MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP
Kisah yang dituliskan adalah kisah yang dialami oleh beberapa orang, mulai dari penulis, dan teman- teman nya, merupakan suatu kejadian nyata yang dialami, namun mungkin akan dibumbui dengan kesyahduan bumbu bumbu penulisan cerita yang sedikit hiperbola
Let's Just Enjoy The Story ( jangan lupa di subscribe dan kasih like, cendol, asal jangan bata merah )
Cerita akan di update paling lambat 2 hari sekali, dan jam update nya pagi berhubung ane pagi kerja sekalian untuk update awal jam kantor hehe
jangan lupa follow Instagram : @bakemonotong
twitter : @ardahakimotong
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Diubah oleh bakamonotong 22-06-2018 09:51
kemintil98 dan 7 lainnya memberi reputasi
8
53.4K
135
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bakamonotong
#71
PART XVIII - Karena Dia yang Tak Mampu Bertahan
"Maaf da, aku sibuk, telponnya nanti ya, oh iya buat kartinian kamu yang pesenin baju ya", SMS T padaku, di sore hari itu ketika beberapa kali telponku di rejectnya
"Yauda T, nanti aku cariin bajunya sama ibuku, yauda kalo sibuk, bubye", jawabku
nahasnya, SMS ku tidak dijawab seperti biasanya, ah toh dia sibuk pikirku, seperti apa yang dia katakan tadi. Lalu aku segera keluar dari kamarku dan berkata pada ortuku untuk menyewa 2 baju untuk acara kartinian. Saat itu sekitar 2 bulan aku baru pacaran dengan T, dimana masih hangat2nya jatuh cinta, tapi apa yang kuduga akan bertahan lama ternyata tidak bisa bertahan lama, karena acara hari kartini ini adalah suatu kenangan terburuk dalam hidupku.
"Ini T, aku bawain bajunya buat kartinian", kataku
"Oh iya, makasih da, nanti aku coba dulu di rumah, sorry ya kemaren aku sibuk, gak bisa telponan", kata T
"Iya gapapa, yauda, emang ada acara apaan kemaren?, tanyaku sedikit ingin tahu, toh basa basi ala anak muda.
"Eh iya, err gapapa itu kemaren ada acara sama kakakku...." kata T sedikit gagu, seperti ragu untuk menjawab, tapi emang dasar bodohnya khalayak muda yang dimabuk oleh asmara, maka aku pun tidak mencurigai nya walau jawabanny gagu seperti itu.
"Oh ya uda, gapapa san..." tiba2 guru mata pelajaran pagi itu masuk kelas, membuat semua tiba2 hening "eh gurunya dateng lanjut ntar T", kataku. Dan berusaha menikmati pelajaran pada hari itu, pelajaran pagi dimana Matematika yang diajar oleh Bu Nay (Nama Samaran), membuatku bosan karena harus mengerjakan soal yang notabene mudah, karena mirip pelajaran SMP, bahkan pelajaran SMP ku lebih sulit dari soal miliknya, membuat ulangan dadakan hari itu kuselesaikan dengan cepat, 10 Menit untuk 5 Soal matematika, sehingga sisa waktunya aku gunakan untuk mnggambar saja di buku tulis bagian belakang. Bosan kurasakan kala itu, menggambar juga sisa waktu masih ada 50 menit an, kulihat si T masih mengerjakan seperti kesulitan, dan beberapa teman yang berusaha mencontek, padahal soal seperti itu cukup mudah, hal ini yang mendasari ku memandang rendah mereka, memandang mereka tak mampu untuk mengerjakan soal sesepele ini. Sehingga hal ini juga berefek pada saat ujian semester.
Hari Kartini tiba, saat itu aku cukup sneang pertama kali jadi perwakialn diams diajeng dari kelas, alasan aku ditunjuk, ya karena aku dan T adalah sepasang kekasih kala itu, membuatku harus bersama T, menaiki panggung berdialog dengan juri, bahasa jawa, indonesia, dan inggris. Aku lebih terfokus dengna berdialog bahasa inggris, karena memang dari awal aku lebih mampu berbahasa inggris daripada harus berbahasa jawa halus, dengan riwayat sekolah dulu adalah SMP RSBI, yang sempat menjadi SMP SBI (yang kini dihapuskan sistem nya), dimana mata pelajaran diajarkan dengan bahasa inggris, dan guru2 nya juga mampu berbahasa inggris, sehingga dialog dan ngobrol begitu sudah sering untuk kami.
Acara hari kartini itu cukup lancar, walau akhirnya kami harus kalah, mungkin faktor face, yang lain terlhat menawan, tapi apalah aku, wajah seadanya, nerd, geek, dan sedikit "berisi", membuatku harus kalah dan mundur dari acar tersebut, dan kemudian aku berganti baju, memutuskan untuk berganti baju di lantai satu. Kulihat saat di kamar mandi ku jumpai satu makhluk beridir di pojokan, membuatk u kaget saat masuk dan hampir terjatuh karena berusaha melompat keluar dan posisi menggunakan jarik, sehingga ruang gerak cukup terbatas. Kulihat makhluk itu tertunduk, kemudian aku dekati saja "ada apaan, kok saya baru lihat kamu disini, selama ini saya tidak pernah lihat kamu di sekolah ini?" tanyaku padanya, yang masih saja diam, "halo? kenapa diam saja?" tanyaku lagi, kutunggu sedikit lama, dia tidak menjawab, ah bodo amat, aku berganti baju langsung saat itu, aku kemudian sekalian melakukan hal yang dilakukan oleh manusia, menikmati syahdunya WC sambil melakukan ritual alamiah manusia. Tapi bukannya lega, aku lihat si makhluk tadi menyembulkan kepalanya masuk, "anjing hantu maho!" teriakku kaget, dan membuat si makhluk tadi keluar lagi dari WC, dan mmembuatku sesegera mungkin menikmati ritual ku saat itu, setelah merapikan diri , aku kelaur WC dan menemui makhluk tadi lagi, "maaf aku kaget lihat kamu langsung masuk ke WC gitu", kataku, "aku juga minta maaf, aku baru saja memutuskan untuk berbicara padamu, aku memang bukan penghuni sini, tapi aku juga bukan yang jahat untuk mencelakaimu, aku disini hanya ingin memberitahumu, karena sepertinya kamu satu- satuny yang bisa membantuku," katanya,
":jadi aku harus bantu apa?", "bantu aku, untuk melepaskan ikatan ini" katanya menunjukkan tali yang terpasang dilehernya, "siapa yang melakukan itu?", kataku, "aku sendiri, dulu, tolong aku, kumohon, aku ingin kembali lepas", katanya lagi, kucoba saja dengna cepat aku mengambil talinya dan membuatku terpental.
Sial!, kenapa tidak bisa, malam membuatku terpental, ketika aku mencoba berdiri, apa yang kulihat berbeda, bukannya kamar mandi lagi, melainkan sebuah pohon besar, kulihat seorang pria berdiri disana, memasang tali dan menggantungkan dirinya disana, kulihat secarik surat jatuh dari tangan pria tadi, secarik surat cinta untuk mantan kekasihnya.
membuatku menahan tertawa, kalau dari jaman dulu orang juga galau mirip dengan jaman sekarang, mungkin baginya ini kisah cinta menyedihkan, karena aku belum meraskana apa sakit hati, dan membuatku menyimpan kertas tadi, kemudian kulihat jiwa Sap***** keluar, kemudian gentayangan disitu, berputar2 kadang pergi untuk mencari kekasihnya, hingga menuntun sampai ke sekolah ini. Membuat dia seperti hantu yang linglung diakrenakan buta oleh asmara. Tapi aku tak sadar, bahwa kisah Sap***** adalah sebuah pertanda untukku, hal yang mirip dengan apa yang dialami oleh Sap*****.
=========================================================================
Sekembalinya aku, segera aku keluar dari WC, waktu berjalan lambat di dunia ini, aku sudah berhasil keluar, dan menemui T yang sedang duduk dengan teman2 wanitanya, kemudian aku mendekatinya untuk mengobrol, kemudian dia mengisyaratkan teman2nya untuk pergi, dan si T menatapaku dan berkata, "Arda, ada yang aku mau omongin serius ke kamu", katanya, Aku deg2 an mendengarnya berkata begitu, "Kita putus ya, da, aku uda merasa tidak cocok sama kamu, kita putus ya, maaf", "kenapa? tanyaku? ada apa?" tanyaku, "Sudah gak cocok aja da, maaf, aku harus memilih untuk kita putus, maaf ya", jawabnya yang kemudian melengos pergi.
AKu hanya terdiam, mau menitikkan airmata pun tak mampu, dan aku akhirnya memilih untuk pergi saj dari sana, eklaur dari sekolah dengan alasan sakit dan pulang ke rumah, menahan rasa sakit yang kualami darinya. Hingga besoknya aku tahu dia ternyata dekat dengan si pemain basket se ekskul, dan sudah sering mereka berkontak, hingga aku menjadi korban dari hubungan mereka. Saat itu pertama kalinya aku merasakan sakit hati untuk pertama kalinya, sakit hati yang teramat sangat dan membuatku memilih untuk berdiam diri di kelas selama sisa semester itu, dan aku selalu menganggap mereka sebagai sampah, mereka yang hanya memanfaatkan, menyaktiku, dan tidak menganggapku, aku tidak sekalipun memandang mereka, dan menganggap mereka sampah, layaknya mereka menganggapku sebagai bahan ejekan saja.
"Maaf da, aku sibuk, telponnya nanti ya, oh iya buat kartinian kamu yang pesenin baju ya", SMS T padaku, di sore hari itu ketika beberapa kali telponku di rejectnya
"Yauda T, nanti aku cariin bajunya sama ibuku, yauda kalo sibuk, bubye", jawabku
nahasnya, SMS ku tidak dijawab seperti biasanya, ah toh dia sibuk pikirku, seperti apa yang dia katakan tadi. Lalu aku segera keluar dari kamarku dan berkata pada ortuku untuk menyewa 2 baju untuk acara kartinian. Saat itu sekitar 2 bulan aku baru pacaran dengan T, dimana masih hangat2nya jatuh cinta, tapi apa yang kuduga akan bertahan lama ternyata tidak bisa bertahan lama, karena acara hari kartini ini adalah suatu kenangan terburuk dalam hidupku.
"Ini T, aku bawain bajunya buat kartinian", kataku
"Oh iya, makasih da, nanti aku coba dulu di rumah, sorry ya kemaren aku sibuk, gak bisa telponan", kata T
"Iya gapapa, yauda, emang ada acara apaan kemaren?, tanyaku sedikit ingin tahu, toh basa basi ala anak muda.
"Eh iya, err gapapa itu kemaren ada acara sama kakakku...." kata T sedikit gagu, seperti ragu untuk menjawab, tapi emang dasar bodohnya khalayak muda yang dimabuk oleh asmara, maka aku pun tidak mencurigai nya walau jawabanny gagu seperti itu.
"Oh ya uda, gapapa san..." tiba2 guru mata pelajaran pagi itu masuk kelas, membuat semua tiba2 hening "eh gurunya dateng lanjut ntar T", kataku. Dan berusaha menikmati pelajaran pada hari itu, pelajaran pagi dimana Matematika yang diajar oleh Bu Nay (Nama Samaran), membuatku bosan karena harus mengerjakan soal yang notabene mudah, karena mirip pelajaran SMP, bahkan pelajaran SMP ku lebih sulit dari soal miliknya, membuat ulangan dadakan hari itu kuselesaikan dengan cepat, 10 Menit untuk 5 Soal matematika, sehingga sisa waktunya aku gunakan untuk mnggambar saja di buku tulis bagian belakang. Bosan kurasakan kala itu, menggambar juga sisa waktu masih ada 50 menit an, kulihat si T masih mengerjakan seperti kesulitan, dan beberapa teman yang berusaha mencontek, padahal soal seperti itu cukup mudah, hal ini yang mendasari ku memandang rendah mereka, memandang mereka tak mampu untuk mengerjakan soal sesepele ini. Sehingga hal ini juga berefek pada saat ujian semester.
Hari Kartini tiba, saat itu aku cukup sneang pertama kali jadi perwakialn diams diajeng dari kelas, alasan aku ditunjuk, ya karena aku dan T adalah sepasang kekasih kala itu, membuatku harus bersama T, menaiki panggung berdialog dengan juri, bahasa jawa, indonesia, dan inggris. Aku lebih terfokus dengna berdialog bahasa inggris, karena memang dari awal aku lebih mampu berbahasa inggris daripada harus berbahasa jawa halus, dengan riwayat sekolah dulu adalah SMP RSBI, yang sempat menjadi SMP SBI (yang kini dihapuskan sistem nya), dimana mata pelajaran diajarkan dengan bahasa inggris, dan guru2 nya juga mampu berbahasa inggris, sehingga dialog dan ngobrol begitu sudah sering untuk kami.
Acara hari kartini itu cukup lancar, walau akhirnya kami harus kalah, mungkin faktor face, yang lain terlhat menawan, tapi apalah aku, wajah seadanya, nerd, geek, dan sedikit "berisi", membuatku harus kalah dan mundur dari acar tersebut, dan kemudian aku berganti baju, memutuskan untuk berganti baju di lantai satu. Kulihat saat di kamar mandi ku jumpai satu makhluk beridir di pojokan, membuatk u kaget saat masuk dan hampir terjatuh karena berusaha melompat keluar dan posisi menggunakan jarik, sehingga ruang gerak cukup terbatas. Kulihat makhluk itu tertunduk, kemudian aku dekati saja "ada apaan, kok saya baru lihat kamu disini, selama ini saya tidak pernah lihat kamu di sekolah ini?" tanyaku padanya, yang masih saja diam, "halo? kenapa diam saja?" tanyaku lagi, kutunggu sedikit lama, dia tidak menjawab, ah bodo amat, aku berganti baju langsung saat itu, aku kemudian sekalian melakukan hal yang dilakukan oleh manusia, menikmati syahdunya WC sambil melakukan ritual alamiah manusia. Tapi bukannya lega, aku lihat si makhluk tadi menyembulkan kepalanya masuk, "anjing hantu maho!" teriakku kaget, dan membuat si makhluk tadi keluar lagi dari WC, dan mmembuatku sesegera mungkin menikmati ritual ku saat itu, setelah merapikan diri , aku kelaur WC dan menemui makhluk tadi lagi, "maaf aku kaget lihat kamu langsung masuk ke WC gitu", kataku, "aku juga minta maaf, aku baru saja memutuskan untuk berbicara padamu, aku memang bukan penghuni sini, tapi aku juga bukan yang jahat untuk mencelakaimu, aku disini hanya ingin memberitahumu, karena sepertinya kamu satu- satuny yang bisa membantuku," katanya,
":jadi aku harus bantu apa?", "bantu aku, untuk melepaskan ikatan ini" katanya menunjukkan tali yang terpasang dilehernya, "siapa yang melakukan itu?", kataku, "aku sendiri, dulu, tolong aku, kumohon, aku ingin kembali lepas", katanya lagi, kucoba saja dengna cepat aku mengambil talinya dan membuatku terpental.
Sial!, kenapa tidak bisa, malam membuatku terpental, ketika aku mencoba berdiri, apa yang kulihat berbeda, bukannya kamar mandi lagi, melainkan sebuah pohon besar, kulihat seorang pria berdiri disana, memasang tali dan menggantungkan dirinya disana, kulihat secarik surat jatuh dari tangan pria tadi, secarik surat cinta untuk mantan kekasihnya.
Quote:
membuatku menahan tertawa, kalau dari jaman dulu orang juga galau mirip dengan jaman sekarang, mungkin baginya ini kisah cinta menyedihkan, karena aku belum meraskana apa sakit hati, dan membuatku menyimpan kertas tadi, kemudian kulihat jiwa Sap***** keluar, kemudian gentayangan disitu, berputar2 kadang pergi untuk mencari kekasihnya, hingga menuntun sampai ke sekolah ini. Membuat dia seperti hantu yang linglung diakrenakan buta oleh asmara. Tapi aku tak sadar, bahwa kisah Sap***** adalah sebuah pertanda untukku, hal yang mirip dengan apa yang dialami oleh Sap*****.
=========================================================================
Sekembalinya aku, segera aku keluar dari WC, waktu berjalan lambat di dunia ini, aku sudah berhasil keluar, dan menemui T yang sedang duduk dengan teman2 wanitanya, kemudian aku mendekatinya untuk mengobrol, kemudian dia mengisyaratkan teman2nya untuk pergi, dan si T menatapaku dan berkata, "Arda, ada yang aku mau omongin serius ke kamu", katanya, Aku deg2 an mendengarnya berkata begitu, "Kita putus ya, da, aku uda merasa tidak cocok sama kamu, kita putus ya, maaf", "kenapa? tanyaku? ada apa?" tanyaku, "Sudah gak cocok aja da, maaf, aku harus memilih untuk kita putus, maaf ya", jawabnya yang kemudian melengos pergi.
AKu hanya terdiam, mau menitikkan airmata pun tak mampu, dan aku akhirnya memilih untuk pergi saj dari sana, eklaur dari sekolah dengan alasan sakit dan pulang ke rumah, menahan rasa sakit yang kualami darinya. Hingga besoknya aku tahu dia ternyata dekat dengan si pemain basket se ekskul, dan sudah sering mereka berkontak, hingga aku menjadi korban dari hubungan mereka. Saat itu pertama kalinya aku merasakan sakit hati untuk pertama kalinya, sakit hati yang teramat sangat dan membuatku memilih untuk berdiam diri di kelas selama sisa semester itu, dan aku selalu menganggap mereka sebagai sampah, mereka yang hanya memanfaatkan, menyaktiku, dan tidak menganggapku, aku tidak sekalipun memandang mereka, dan menganggap mereka sampah, layaknya mereka menganggapku sebagai bahan ejekan saja.
regmekujo dan 5 lainnya memberi reputasi
6