- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#1923
PART 73
Seperti yang sudah sudah,, aku dan kang paijo and the gank pun berkeliling untuk memantau kondisi desa ku ini.. Sebab yang kami takut kan bukan lah makhluk tak kasat mata,, tetapi maling yang suka nyuri ternak penduduk..
Rumor yang beredar,, sapi penduduk desa sebelah amblas saat mereka sedang tertidur lelap.. Dan ini aneh menurut ku.. Sebab pasti atau hewan itu pasti akan berisik kalau Berinteraksi dengan orang yang baru ditemui nya..
Kecuali mulut sapi tersebut disilet sampai mengeluarkan darah.. Jadi si sampai pasti gak berisik karena menjilati darah yang menetes keluar dari mulutnya. (bukan maksud untuk mengajari salah satu trik maling sapi.)..
Atau dengan cara menyirep yang punya rumah.. Jadi pemilik rumah akan terlelap dalam tidurnya dan tak sadar kalau hal buruk telah menimpa dirinya.. Poin terakhir ini lah yang begitu mengusik pikiran ku..
Saat sedang berkeliling,, kang paijo yang berjalan paling depan,,.? Tiba-tiba saja berhenti dan meminta kami untuk sembunyi di balik batang pohon asem yang besar..
Dengan hati hati kami pun mengendap endap mendekati kawanan pencuri yang lagi asyik menaikkan sapi ke atas truk.. Karena Sedang sibuk dengan aktivitas nya,, kawanan tadi pun tidak sadar dengan kehadiran kami yang kini sudah ada di dekat mereka..
Pertempuran yang sengit pun tak terelakkan.. 5 orang di sisi ku, melawan 4 orang dewasa di sisi musuh dengan menggunakan senjata tajam.. Namun karena kami telah diisi dengan ajian kebal setiap malam satu suro,, tebasan kawanan pencuri tadi hanya seperti cubitan kecil..
Kawanan pencuri tadi pun terperangah dengan lawan yang saat ini dihadapi nya.. Jujur kawanan pencuri tadi juga memiliki ilmu kanuragan.. Namun sayang mereka menggunakan nya untuk berbuat kejahatan..
Kawanan pencuri tersebut pun hanya pasrah mendengar ucapan dari ku.. Sebab saat ini muka mereka sudah tak berbentuk lagi.. Penuh dengan lebam serta bengkak karena dipukuli kang paijo dkk.. Sebab aku sendiri hanya merapalkan ajian benteng diri tanpa memberikan serangan balasan..
Setelah puas menghajar kawanan pencuri tadi, aku pun meminta kang paijo untuk memanggil bapak bapak yang ada di pos ronda. Sementara kang japrik sendiri aku minta untuk menghubungi babinsa yang sedang bertugas di desa kami..
Tak selang beberapa lama,, bapak bapak bersama pak lurah pun datang dan mengamankan kawanan pencuri tadi.. Selain itu babinsa yang datang belakangan bersama petugas kepolisian mengucapkan banyak terima kasih karena telah berhasil meringkus kawanan pencuri ternak yang begitu meresahkan warga..
Setelah urusan selesai..? Aku pun bergegas pulang ke rumah untuk lekas tidur.. Dan karena terlalu capek karena bertarung dengan kawanan pencuri tadi, tanpa terasa diriku telah larut dalam indah nya mimpi..
Kami bertiga pun berjalan bersama menuju kantin.. Dan saat dijalan, kami berpapasan dengan shinta serta firman beserta kanaya dan Cindy yang keliatan nya dari ruang osis..
Melihat kama jalan bertiga,, mereka pun akhirnya ikut kami juga pergi ke kantin..
Dan saat sampai di kantin, aku pun bertemu dengan Reni serta Stephanie yang sudah lebih dulu berada di sana. Tanpa menunggu aba aba,, aku pun bergabung dengan Reni serta Stephanie.. Begitu pula dengan Rudi dan Mbak dina..
Mendengar ucapan ku pagi itu,, semua cewek yang ada di situ pun terlihat tersenyum dengan angan angan masing-masing di benak nya..
Sementara aku sendiri lebih memilih menyantap nasi Pecel yang sudah disiapkan oleh ibu kantin..
Semua yang ada disitu(kecuali Reni dan Stephanie) pun terlihat diam menunduk mendengar ucapan terakhir dari ku.. Terlihat sekali wajah mereka yang malu sampai tak berani melihat ke arah ku atau membantah argumen ku lagi..
Karena memang saat aku pertama kali bertemu Rudi, itu adalah saat yang apes untuk nya .. Sebab aku mengirim nya ke rumah sakit dan dia harus menginap disana selama dua hari..
Sedangkan Shinta serta Kanaya terlihat angkuh serta menjaga jarak saat pertama kali bertemu dengan ku..
Tapi itulah kehidupan,, apa yang akan kita tanam..? Maka itulah apa yang akan kita tuai kelak..Jadi ibaratnya kalau kita menanam kebaikan, maka kebaikan pula yang akan kita dapat..
Meski semuanya tidak akan berjalan semudah yang kita ingin kan.. Sebab,, rumput akan ikut tumbuh manakala kita menanam padi.. Namun jangan harap padi akan tumbuh manakala rumput yang kita tanam..
Jadi jangan harap mendapat kebaikan dari orang lain bila keburukan lah yang selalu kita tanam...
Setelah selesai membayar sarapan yang tadi aku makan,, aku pun menyusul Rudi serta mbak dina yang lebih dahulu masuk ke dalam bus.. Belum juga sarapan hanya alibi mereka agar bisa mengekor kemana pun aku pergi..
Sebab mereka berdua hanya duduk saja di kantin tanpa sekali pun memesan makanan atau minuman..
Bus pun berangkat kembali ke lokasi ldks setelah semua siswa yang berpartisipasi sudah naik di atas ny..
Quote:
Seperti yang sudah sudah,, aku dan kang paijo and the gank pun berkeliling untuk memantau kondisi desa ku ini.. Sebab yang kami takut kan bukan lah makhluk tak kasat mata,, tetapi maling yang suka nyuri ternak penduduk..
Rumor yang beredar,, sapi penduduk desa sebelah amblas saat mereka sedang tertidur lelap.. Dan ini aneh menurut ku.. Sebab pasti atau hewan itu pasti akan berisik kalau Berinteraksi dengan orang yang baru ditemui nya..
Kecuali mulut sapi tersebut disilet sampai mengeluarkan darah.. Jadi si sampai pasti gak berisik karena menjilati darah yang menetes keluar dari mulutnya. (bukan maksud untuk mengajari salah satu trik maling sapi.)..
Atau dengan cara menyirep yang punya rumah.. Jadi pemilik rumah akan terlelap dalam tidurnya dan tak sadar kalau hal buruk telah menimpa dirinya.. Poin terakhir ini lah yang begitu mengusik pikiran ku..
Saat sedang berkeliling,, kang paijo yang berjalan paling depan,,.? Tiba-tiba saja berhenti dan meminta kami untuk sembunyi di balik batang pohon asem yang besar..
Quote:
Dengan hati hati kami pun mengendap endap mendekati kawanan pencuri yang lagi asyik menaikkan sapi ke atas truk.. Karena Sedang sibuk dengan aktivitas nya,, kawanan tadi pun tidak sadar dengan kehadiran kami yang kini sudah ada di dekat mereka..
Quote:
Pertempuran yang sengit pun tak terelakkan.. 5 orang di sisi ku, melawan 4 orang dewasa di sisi musuh dengan menggunakan senjata tajam.. Namun karena kami telah diisi dengan ajian kebal setiap malam satu suro,, tebasan kawanan pencuri tadi hanya seperti cubitan kecil..
Kawanan pencuri tadi pun terperangah dengan lawan yang saat ini dihadapi nya.. Jujur kawanan pencuri tadi juga memiliki ilmu kanuragan.. Namun sayang mereka menggunakan nya untuk berbuat kejahatan..
Quote:
Kawanan pencuri tersebut pun hanya pasrah mendengar ucapan dari ku.. Sebab saat ini muka mereka sudah tak berbentuk lagi.. Penuh dengan lebam serta bengkak karena dipukuli kang paijo dkk.. Sebab aku sendiri hanya merapalkan ajian benteng diri tanpa memberikan serangan balasan..
Setelah puas menghajar kawanan pencuri tadi, aku pun meminta kang paijo untuk memanggil bapak bapak yang ada di pos ronda. Sementara kang japrik sendiri aku minta untuk menghubungi babinsa yang sedang bertugas di desa kami..
Tak selang beberapa lama,, bapak bapak bersama pak lurah pun datang dan mengamankan kawanan pencuri tadi.. Selain itu babinsa yang datang belakangan bersama petugas kepolisian mengucapkan banyak terima kasih karena telah berhasil meringkus kawanan pencuri ternak yang begitu meresahkan warga..
Setelah urusan selesai..? Aku pun bergegas pulang ke rumah untuk lekas tidur.. Dan karena terlalu capek karena bertarung dengan kawanan pencuri tadi, tanpa terasa diriku telah larut dalam indah nya mimpi..
Quote:
Kami bertiga pun berjalan bersama menuju kantin.. Dan saat dijalan, kami berpapasan dengan shinta serta firman beserta kanaya dan Cindy yang keliatan nya dari ruang osis..
Melihat kama jalan bertiga,, mereka pun akhirnya ikut kami juga pergi ke kantin..
Dan saat sampai di kantin, aku pun bertemu dengan Reni serta Stephanie yang sudah lebih dulu berada di sana. Tanpa menunggu aba aba,, aku pun bergabung dengan Reni serta Stephanie.. Begitu pula dengan Rudi dan Mbak dina..
Quote:
Mendengar ucapan ku pagi itu,, semua cewek yang ada di situ pun terlihat tersenyum dengan angan angan masing-masing di benak nya..
Sementara aku sendiri lebih memilih menyantap nasi Pecel yang sudah disiapkan oleh ibu kantin..
Quote:
Semua yang ada disitu(kecuali Reni dan Stephanie) pun terlihat diam menunduk mendengar ucapan terakhir dari ku.. Terlihat sekali wajah mereka yang malu sampai tak berani melihat ke arah ku atau membantah argumen ku lagi..
Karena memang saat aku pertama kali bertemu Rudi, itu adalah saat yang apes untuk nya .. Sebab aku mengirim nya ke rumah sakit dan dia harus menginap disana selama dua hari..
Sedangkan Shinta serta Kanaya terlihat angkuh serta menjaga jarak saat pertama kali bertemu dengan ku..
Tapi itulah kehidupan,, apa yang akan kita tanam..? Maka itulah apa yang akan kita tuai kelak..Jadi ibaratnya kalau kita menanam kebaikan, maka kebaikan pula yang akan kita dapat..
Meski semuanya tidak akan berjalan semudah yang kita ingin kan.. Sebab,, rumput akan ikut tumbuh manakala kita menanam padi.. Namun jangan harap padi akan tumbuh manakala rumput yang kita tanam..
Jadi jangan harap mendapat kebaikan dari orang lain bila keburukan lah yang selalu kita tanam...
Quote:
Setelah selesai membayar sarapan yang tadi aku makan,, aku pun menyusul Rudi serta mbak dina yang lebih dahulu masuk ke dalam bus.. Belum juga sarapan hanya alibi mereka agar bisa mengekor kemana pun aku pergi..
Sebab mereka berdua hanya duduk saja di kantin tanpa sekali pun memesan makanan atau minuman..
Bus pun berangkat kembali ke lokasi ldks setelah semua siswa yang berpartisipasi sudah naik di atas ny..
efti108 dan 10 lainnya memberi reputasi
9


