Kaskus

Story

orcashop889Avatar border
TS
orcashop889
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)

PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)

Met malem Agan & Sista. Mohon ijin Gan Sis, Ane permisi ijin masuk buat nulis trit di forum ini. Sebelumnya Ane minta maap banget, kalo trit Ane masih berantakan bin gak beraturan. Harap dimaklumi masih newbie. Trit Ane nantinya mungkin akan panjang banget dan bikin capek Agan yang ngebaca. Moga-moga Agan kagak bosen ngikutin yak...Makanya Ane ntar akan bagi dalam beberapa posting.


Dipersilakan yang mau langsung gelar tikar, Gan Sis. Yang jual kacang rebus, kacang goreng, kopi, dan teh panas udah pada keliling.

Spoiler for The Nightmare Crew:

Ane mo bercerita seputar fenomena indigoyang kebetulan mampir pada diri ane sendiri. Cerita ini bener-bener
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
Walaupun Ane sekarang udah cukup berumur, tapi sampe hari ini, peristiwa demi peristiwa misteri yang Ane alami masih melekat erat di kepala.

Buat sebagian Agan Sista, mungkin mempunyai pendapat lain. Enak dong punya bakat indigo. Jadi bisa liat hantu, genderuwo cs, bisa melihat masa depan, dsb. Menurut Ane pribadi, malahan banyak gak enaknya, gan. Hidup rasanya kayak terus dikejar-kejar sesuatu yang gejeh. Merasa terasing dan dianggap aneh oleh lingkungan dimanapun kita berada.

Bagi Agan Sista yang kebetulan juga mengalami hal yang sama, tentunya punya pendapat dan penilaian sendiri. Ane sangat hormati perbedaan pendapat kita, dan Ane juga kagak mau berdebat untuk itu emoticon-Shakehand2

PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
Cerita akan Ane bagi dalam beberapa Part, session, dan Beside Story yang merupakan sumber informasi pendukung. Supaya Agan Sista nantinya kagak bingung dan mudah mencari sisi cerita yang meloncat, ato masih ada hubungannya dengan cerita sebelumnya.

Cerita berdasarkan dari kisah nyata yang benar-benar pernah dialami oleh TS, jadi cerita ini merupakan :
90% Fakta (kejadian masih
terekam kuat di benak TS disertai
beberapa orang saksi hidup)
5% Ingatan TS ( karena kejadian
sudah lama terjadi alias lupa-lupa
ingat)
5% Bumbu Cerita


Dengan berbagai pertimbangan, Ane terpaksa menyamarkan beberapa hal yang berkaitan dengan cerita, yaitu ; nama kota, tempat kejadian, nama orang, detail kondisi tokoh, dan beberapa fakta yang sangat spesifik.
Hal ini semata-mata Ane lakukan demi menjaga perasaan, kesopanan/etika, dan privacy pihak-pihak yang terkait dengan kejadian-kejadian nyata yang Ane alami. Untuk kaskuser yang kebetulan tahu kejadiannya, mohon dengan amat sangat hormat, agar tetap menjaga segala kerahasiaan informasi tersebut.
emoticon-Jempolemoticon-Jempolemoticon-Jempol

PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)


PROLOG
Kota Kecil
Ane dilahirkan kota S, sebuah kota kecil yang terletak di kaki gunung, tepatnya di wilayah Propinsi Jawa Timur. Seingat Ane, kehidupan yang Ane jalani dari bayi sampe umur 4 th lancar jaya aja, gan. Mulus kayak jalan tol ...

Ane juga bersyukur banget sama Allaah SWT, sebab Ane dilahirkan ditengah keluarga yang cukup berada tapi tetap sederhana. Kedua ortu Ane bekerja sebagai PNS dan masih ada pekerjaan sampingan di bidang pendidikan swasta. Jadi konsekwensi yang harus kita terima adalah waktu untuk bisa bersama anak-anak terasa kurang. Tiap hari bisa berkumpul bersama ortu bisa kami lakukan setelah jam 19:00 WIB.

Pada tahun - tahun '70 an masih belum seramai jaman now, gan. Apalagi kami hanya tinggal di kota kecil daerah pegunungan. Saat itu, yang bisa menikmati listrik masih segelintir orang, gan. Kendaraan roda dua, roda empat dan TV masih jarang yang punya.

Alhamdulilaah, keluarga Ane sudah bisa beli sebiji Colt, vespa, dan TV hitam putih (seingat ane merk Crown). Siaran TV pun cuman sebiji doang, yaitu TVRI. Yang ane ingat, siaran dimulai jam 17:00 dan berakhir jam 22:00. Acaranya cuman berita, dialog, dan kalaupun hiburan hanya malam minggu doang, gan.

Spoiler for tv hitam putih (sumber : google):

Bukan cuman itu gan, kota Ane pun jam 20:00 dah pada sepi. Toko dan rumah-rumah udah pada tutup. Jalan raya udah kayak kota hantu.

Spoiler for kabut kota (sumber : google):

Penerangan jalan raya masih pake lampu bohlam warna kuning. Cuman beberapa sudut kota yang diterangi lampu neon panjang. Jaman segitu dinginnya udara pegunungan masih terasa banget. Sering turun kabut kalo malam dan pagi hari. Agan bisa bayangin aja lah, kayak di film-film horror versi Hollywood

Yang paling bikin Ane merinding kalo sudah denger orang ronda malam, gan. Ronda malam biasanya mulai keliling jam 23:00. Suara kentongan bambu yang dipukul berirama terdengar menyeramkan ditengah sepinya malam di kota Ane. Masih ditambah suara lolongan Doki, anjing peliharaan bokap, yang bersahutan dengan anjing tetangga. Bulu kuduk tambah berdiri tegak, gan.

Spoiler for Kentongan bambu (sumber : google):

O,ya dari kecil Ane sudah dibiasakan tidur sendiri, meskipun dalam satu kamar ada kakak-kakak Ane. Tempat tidur Ane kebetulan berada tepat di bawah jendela samping rumah.

Spoiler for Jendela (sumber: google):

Jadi kalo ada orang lewat di samping rumah, pasti akan kedengaran langkah-langkah kakinya. Peronda malam sering banget lewat samping rumah kalo pas keliling. Bikin Ane tambah menggigil bin merinding, gan

Spoiler for kopi plus cangbus:


Part 1. Tamu Tak Diundang
Sebenarnya kehidupan Ane saat itu normal-normal aja.yah,...normal dan biasa, seperti anak-anak seusia Ane lainnya juga. Karena belum bersekolah (waktu itu Ane masih umur 4 tahun lebih), kegiatan Ane dirumah hanya bermain. Kebetulan Ane punya hobby menggambar, gan. Udah banyak banget tembok dan kertas kerja Nyokap yang jadi korban hobby Ane. Akhirnya Bokap membeli papan tulis kayu ( warna item) lengkap dengan kapur 1 box plus penghapus.

Spoiler for Papan Tulis kapur (sumber : google):

Jaman segitu belum ada whiteboard, gan. Jadi kalo selesai gambar, dijamin muka plus tangan Ane penuh dengan debu kapur.

Sampai suatu hari terjadi sebuah peristiwa yang membuat hidup Ane berubah drastis.

Kejadian ini terjadi kurang lebih 2 bulan sebelum Ane mulai masuk sekolah TK kecil.
Dimulai dari sebuah pagi hari yang cerah banget. Ane dah bangun, terus sikat gigi, mandi, sarapan dan menggambar...

Setelah ortu berangkat kerja dan kakak-kakak Ane juga pergi ke sekolah, tinggal Ane dan pengasuh yang ada di rumah. Pengasuh Ane namanya dherah(mungkin singkatan dari budhe Rah ). Seperti biasanya sekitar jam 08:00 dherah pergi ke pasar dan tinggalah ane sendirian di rumah. Seingat Ane, tak lama setelah dherah berangkat, Ane kebelet pipis. Selesai buang hajat di kamar mandi, Ane langsung menuju ke tempat favorit, yaitu papan tulis hitam tersayang....
Namun sesampai di tempat itu, Ane terkejut bukan kepalang.

Papan tulis dan dinding tembok tempat bersandarnya papan tulis kesayangan Ane telah lenyap...!!!

Yang terlihat didepan Ane sekarang adalah semacam pawon (Jawa; ruangan dapur jaman old yang berukuran luas). Ane sontak bingung dan sekilas pikiran Ane meraba - raba dimana Ane sekarang. Salah ruangan, mimpi, ato lagi berimajinasi....

Ruangan dapur tersebut berlantaikan tanah keras, dengan beberapa cagak kayu (Jawa; kayu balok penyangga atap rumah), dan mereka memasak menggunakan angklo (Jawa; tungku yang terbuat dari tanah liat) serta kayu bakar. Terlihat juga peralatan masak yang mereka gunakan masih terbuat dari tanah liat dan kayu.

Spoiler for Pawon Jaman Old (sumber : google):

Di dalam dapur tersebut terlihat banyak sekali orang yang sedang beraktifitas memasak. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan, anak- anak dan hanya terlihat 2-3 laki-laki. Perempuan - perempuan yang ada didapur tersebut rata-rata berumur paruh baya dan memakai kain jarik lurik(Jawa; kain kebaya bermotif). Anak - anak mereka terlihat tidak berpakaian dan sibuk bermain bersama. Beberapa laki-laki terlihat di pojok ruangan sedang sibuk mengangkut kayu bakar dan mengaduk sebuah kuali (Jawa; belanga besar yang terbuat dari tanah liat)

Diantara rasa bingung, takut, heran, dan ingin tahu, Ane cuman bisa berdiri mematung di depan ruangan tersebut. Sampai terlihat salah seorang perempuan terlihat tersenyum dan melambaikan tangan ke arah Ane. Entah apa yang ada di pikiran Ane waktu itu, Ane langsung masuk ke dapur besar tersebut.

Ada sebuah keanehan yang sebenarnya Ane rasakan. Saat di luar ruangan dapur tersebut (jarak ane berdiri dari tembok yang telah berganti dengan ruangan dapur tersebut hanya -/+ 1 meter) sama sekali tidak terdengar keributan ataupun suara-suara aktifitas kesibukan mereka. Akan tetapi setelah Ane masuk, baru Ane bisa mendengar suara-suara alat dapur, canda tawa perempuan dan jerit tangis dari anak-anak yang sedang bermain.

Tunggu dulu.....!!! Masih ada keanehan lagi, gan. Suara-suara tersebut ternyata tidak terdengar langsung di telinga Ane, tapi hanya terdengar di cuping telinga. Ane hanya mendengar suara mereka secara sayup-sayup, seakan suara tersebut berasal dari tempat yang jauh. Suara obrolan para perempuan tersebut juga terdengar semacam gumaman yang tidak jelas.

Ane langsung menghampiri perempuan yang memanggil ane tadi, gan. Terlihat dia sedang sibuk memotong sesuatu. Sambil terus melakukan aktifitasnya, dia mengatakan bahwa mereka sibuk memasak untuk persiapan acara pernikahan. Dengan tersenyum manis (sumpah gan, perempuan tersebut masih terlihat cantik meskipun usianya sudah paruh baya), dia mengelus kepala Ane dan menyuruh Ane untuk segera pulang.

Saat dia berbicara langsung dengan Ane, suara perempuan ini sangat jelas terdengar di telinga. Lembut dan sangat keibuan banget. Terlihat beberapa anak mendekat ke Ane, mungkin mereka ingin mengajak bermain bersama. Tapi segera dihalau oleh beberapa ibu mereka dan menyuruh anak-anak tersebut tidak menghalangi jalan Ane.

Ane hanya perlu berjalan beberapa langkah saja untuk keluar dari ruang dapur besar tersebut ( -/+ 8 langkah). Begitu kaki Ane sampai di ujung ruangan dapur tersebut, Ane disilaukan oleh sebuah cahaya yang sangat terang, gan. Secara reflek, Ane memejamkan mata dan membalikkan badan untuk menghindari silau cahaya tersebut. Disaat itu juga Ane kaget setengah mati. Ruangan dapur tersebut sudah lenyap dari pandangan, dan hanya terlihat tembok dan papan tulis hitam kesayangan Ane.

Bersamaan dengan itu, terdengar suara pintu depan terbuka dan masuklah dherah yang baru saja pulang dari pasar. Dengan rasa takut dan tubuh gemetar, Ane langsung berlari menghampiri dherah yang tentunya menjadi sangat panik melihat keadaan Ane. Dherah berusaha menenangkan Ane dan memberikan air minum agar kondisi ane segera pulih.

Setelah Ane tenang, dherah berusaha bertanya tentang apa yang sebenarnya sudah terjadi. Terus terang, perasaan bingung dan takut saat itu seperti menghalangi Ane untuk menceritakan tentang kejadian tadi. Akhirnya dherah menyerah dan berhenti mencerca dengan pertanyaan - pertanyaan seputar kejadian yang menimpa Ane selama dia pergi kepasar.

Setelah Ane sedikit tenang, dherah mulai masuk ke dapur untuk memulai aktifitas rutin yaitu memasak. Saat itulah Ane kembali menggigil ketakutan dan kebingungan yang luar biasa.

Ane sudah hafal banget dengan segala aktifitas dherah di rumah selama 24 jam. Dan Ane sangat tau banget kalo dherah datang dari pasar berarti jam sudah menunjukkan pukul 10:30...!!! Secara refleks, Ane melihat jam dinding di dapur, dan apa yang sudah Ane sangka memang betul terjadi. Jam dinding tersebut menunjukkan pukul 11:10...

Berarti.......

Berarti, dimana waktu yang hilang dari jam 08:00 saat dherah berangkat ke pasar sampai dengan jam 10:30 bersamaan dia datang dari pasar?? .... Sedangkan Ane mengalami kejadan aneh tersebut hanya dalam hitungan menit saja kok. Mungkin hanya sekitar 2 menit-an sampai Ane menyadari tembok dan papan tulis kayu sudah terlihat kembali.

Sejak saat itulah, Ane selalu bertanya-tanya dan mencoba mencari jawaban tentang kejadian tersebut. Sampai pada akhirnya Ane pasrah, dan kejadian tersebut tetap menjadi rahasia masa kecil yang Ane simpan rapat-rapat hingga Ane dewasa.

BERSAMBUNG


PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story) Prolog dan Part 1. Tamu Tak Diundang
Part 2. Teman Ghaib (session 1) Si Hitam
Part 2. Teman Ghaib (session 2) Berkenalan
Part 3. Si Cantik (session 1) Kemunculan
Part 3. Si Cantik (session 2) Keakraban
Part 3. Si Cantik (session 3) Berpisah
Part 4. Terror Si Two Face
Part 5. Dimandikan Genderuwo
Part 6. Urban Legend (session 1) Kota Mati
Part 6. Urban Legend (session 2) Gentayangan
Part 7. Pasukan Ghaib
Beside Story 1
Beside Story 2
Beside Story 3
Part 8. Perjanjian Berdarah (session 1) Sakaratul Maut
Part 8. Perjanjian Berdarah (session 2) Langit Kembali Membara
Part 9. Sang Hyang Antaboga (session 1) Migrasi
Part 9. Sang Hyang Antaboga (session 2) Lorong Hitam
Part 9. Sang Hyang Antaboga (session 3) Jawaban
Part 9. Sang Hyang Antaboga (session 4) Mendung di Lereng Gunung M
Part 10. Terseret Masa Lalu (session 1) Paduan Suara
Part 10. Terseret Masa Lalu (session 2) Lost in Mall
Part 10. Terseret Masa Lalu (session 3) Memory Yang Tertinggal
Part 11. Cambuk Ghaib (session 1) Bukit Misterius
Part 11. Cambuk Ghaib (session 2) Tirai Ghaib
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)

PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
Diubah oleh orcashop889 20-03-2018 16:22
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
20.1K
120
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.8KAnggota
Tampilkan semua post
orcashop889Avatar border
TS
orcashop889
#97
Part 10. Terseret Masa Lalu
Spoiler for Lorong Waktu (sumber : google):

Session 1. Paduan Suara

Tibalah saatnya Ane duduk di bangku kelas 3 SMP dan tibalah waktu yang kami idam-idamkan yaitu jadi senior di sekolah menengah tersebut. Ane juga kebetulan aktif di Organisasi Intra Sekolah (OSIS) dan menduduki jabatan wakil ketua. Saat itu benar-benar membuat Ane semakin bersemangat untuk mencari eksistensi diri di sekolah tersebut.

Seperti anak-anak yang lain pada jamannya, Ane juga tidak mau ketinggalan untuk melakukan hal-,hal yang mereka lakukan juga. Dunia trend di kota pun juga tidak ketinggalan merambah kota kecil seperti kota kami. Apalagi siaran TV dan majalah remaja juga sudah mulai kami kenal sehingga memberikan banyak informasi baru yang bisa kami dapat.

Pada saat itu, trend Jalan-jalan Sore (JJS), trend ngeceng (mejeng), celana baggy, dan sebagainya, sangat digemari di kalangan anak muda. Kami pun tidak ketinggalan untuk mengikutinya dalam mengisi masa remaja yang penuh dinamika.

Ane pun juga mulai mengeksplorasi bakat dan minat Ane pada musik dengan membuat group band pada kegiatan ekstra kurikuler sekolah. Kebetulan saat itu Ane pegang alat drum dan terkadang menjadi lead vocal.

Spoiler for Ilustrasi Drum (sumber : google):

Bikin Gank, adalah salah satu trend yang juga mulai menjamur di kota Ane. Tentu saja Ane dan teman-teman tidak ketinggalan untuk membuat sebuah gank cowok yang beranggotakan teman-teman akrab Ane.

Pada saat itu, gank kami mempunyai anggota yang masing-masing mempunyai talenta yang berbeda. Kami pun mengisi kegiatan gank kami dengan beberapa hal yang lebih positif dan menghasilkan duit. Kami sering ngeband, bikin kaos kelas untuk dijual, dan sebagainya. Misi dan visi kami semua sebenarnya sama, yaitu mencari ketenaran (eksist) sehingga bisa menarik perhatian cewe lebih banyak lagi.

Akan tetapi, memang selalu ada ekses negatif dari dunia pergaulan anak muda. Tapi mungkin juga, karena jiwa muda dan umur-umur segitu pastinya selalu ingin mencoba sesuatu yang baru. Kenakalan remaja pun juga mulai menghampiri kami. Rokok dan minuman keras pun mulai mampir ke tubuh kami, walaupun intensitasnya tidak terlalu banyak.

Ane juga mulai merasakan rasa ketertarikan pada lawan jenis, dan memulai berpacaran dengan seorang adik kelas yang merupakan salah satu "bunga" sekolah Ane. Suatu kebanggaan tersendiri saat itu, ketika bisa mendapatkan pujaan hati yang diperebutkan oleh banyak teman-teman kita.

Suatu hari, ketika Ane bersama teman-teman masih mengikuti pelajaran di kelas, masuklah beberapa orang guru ke dalam kelas. Rupanya guru kesenian Ane akan memilih anak-anak yang akan diikutkan dalam seleksi anggota paduan suara sekolah. Hal ini terlihat mendadak, karena di sekolah kami memang tidak ada ekstra kulikuler ataupun kelompok paduan suara.

Spoiler for Ilustrasi Paduan Suara (sumber : google):

Ternyata, sekolah kami diwajibkan untuk mengirim team paduan suara untuk mengikuti lomba paduan suara tingkat nasional yang akan diadakan di Kota Surabaya. Ane dan beberapa teman satu gank ternyata terpilih untuk mengikuti seleksi tersebut.

Dan akhirnya Ane dan beberapa teman satu gank lolos dalam seleksi dadakan anggota team paduan suara sekolah kami. Kebetulan saat itu Ane masuk dalam klasifikasi suara Tenor. Dan dimulailah sesi latihan yang kami lakukan tiga kali sehari selama seminggu penuh.

Dengan penuh semangat dan tidak mengenal rasa lelah, kami berusaha untuk mencapai target latihan. Hal ini disebabkan pelaksanaan lomba paduan suara tingkat nasional tersebut tinggal beberapa hari lagi. Waktu itu rasanya memang berat, karena disamping jadwal latihan yang padat serta disertai menjaga pola makan dan hidup, kami juga harus tetap mengikuti semua pelajaran yang ada untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian.

Tibalah saatnya kami berangkat menuju medan pertempuran paduan suara di Kota Pahlawan yang merupakan Ibu Kota Propinsi Jawa Timur. Persiapan rasanya sudah fixedsemua, dan kami pun berangkat bersama-sama dengan penuh harapan dan semangat 45. Memang acara lomba paduan suara tersebut diadakan mendekati waktu Perayaan Hari Kemerdekaan RI ke 43.

Setiba di Kota Surabaya, kami ditempatkan di sebuah sekolah yang berada di pusat kota untuk tempat menginap kami. Di tempat itu, ternyata ada beberapa team dari kota lain yang juga ditempatkan di situ. Dan kebetulan sekali, puncak acara Perayaan Hari Kemerdekaan yang akan diadakan di Gedung Grahadi, tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat kami menginap.

Spoiler for Gedung Gelora Pancasila (sumber : google):

Setelah beristirahat, sore hari kami semua dibawa menuju ke Gedung Gelora Pancasila, tempat dimana kami akan berlaga. Gedung tersebut letaknya agak jauh dari tempat kami menginap. Disana kami harus melakukan test suara untuk menyesuaikan dengan kondisi gedung.

Kami pun harus mengantri bersama semua peserta yang mengikuti lomba tersebut, untuk bergantian melakukan test tersebut. Akhirnya kami kembali ke tempat penginapan sudah menjelang Maghrib.

Setelah makan malam, kami pun bersantai dan beristirahat untuk mempersiapkan diri menghadapi lomba esok hari. Saat itu, Ane bersama-sama beberapa teman satu gank nongkrong di depan sekolah tempat kami menginap. Kami menikmati suasana kota yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Maklumlah, anak desa nyampe ke kota. Tentunya hal ini adalah sesuatu yang luar biasa bagi kami.

Spoiler for Ilustrasi Surabaya Malam (sumber : google):

Setelah puas menikmati suasana malam Kota Pahlawan, kami pun kembali ke gedung tempat di mana kami akan tidur. Seingat Ane, ruang kelas tempat kami tidur berada di lantai 2 gedung tersebut.

Ketika berjalan menuju ke gedung tersebut, Ane sempat melihat sesosok orang tua yang memakai sarung sedang berdiri di pojok bangunan gedung sekolah bagian depan. Mungkin karena lelah, Ane pun tidak mempedulikan kehadiran dia. Ane pikir mungkin dia itu Pak Bon sekolah ini.

Kami mengikuti rangkaian lomba paduan suara tersebut dengan penuh semangat dan rasa percaya diri yang penuh. Hal ini dikarenakan, pada lomba tahun lalu, sekolah kami bisa merebut tempat ke 2 juara lomba paduan suara tersebut. Motivasi inilah yang membuat kami tidak gentar menghadapi peserta dari sekolah lain, yang juga tidak kalah hebat penampilannya.

Babak demi babak kami ikuti, dan hasil akhir ternyata memang belum bisa sesuai dengan harapan kami. Dari sekitar 70 group peserta lomba tersebut, kami hanya bisa mencapai prestasi di 10 besar. Hal ini tentu mengecewakan bagi kami, akan tetapi mengingat persiapan dadakan kami yang hanya 10 hari, kami pun bisa memaklumi hal ini.

Spoiler for Gedung Grahadi (sumber : google):

Setelah beramahtamah dan saling memberi selamat kepada semua peserta lomba tersebut, kami harus kembali ke tempat menginap kami untuk mempersiapkan acara terakhir kami esok hari, yaitu Upacara Detik-Detik Proklamasi yang akan diadakan di halaman Gedung Grahadi Surabaya.

BERSAMBUNG


kaskus-image
sulkhan1981
sulkhan1981 memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.