Kaskus

Story

gadisgeminiAvatar border
TS
gadisgemini
LIKA-LIKU CINTAKU 18++
Ini pertama kalinya aku nulis, dan tulisanku ini nyeritain tentang lika-liku percintaanku dengan seseorang yang bikin aku ngrasain sakit dan cinta bersamaan.
Tulisan ini didedikasikan buat kita berdua (Aulia dan Putra, bukan nama sebenarnya) untuk memperingati hari jadi kita yg ke- 8 tahun, ehm.

RULES

Berhubung ini pertama kalinya aku nulis (red: bikin cerita) kalo cuma nulis tentunya dari TK aku udah bisa nulis yah gaes, aku minta nih yah :
Kasih kritik dan saran yang membangun demi kelancaran dan kesuksesan aku dalam menulis, eaaa
Jangan kasih komentar yg menimbulkan perdebatan
Like, komen, dan subscribe! (Set dah kayak cenel yutub aje)

Oke langsung aja gelar tiker dan bawa cemilan.
Oya buat yang belum 18++ lewatin aja trit ini. Because ada tulisan tidak senonok nanti. Kalo tetep dibuka aku gak tanggung jawab yaa

Quote:


emoticon-Bettyemoticon-Big Kiss

PART INDEX


PROLOG
PART 1 KENALAN
PART 2 CINTA LAMA BELUM KELAR
PART 3 MY FIRST KISS
PART 4 MASUKNYA PELAKOR
PART 5 NGEDATE PERDANA
PART 6 PERIH

PROLOG


Hai, namaku Aulia. Aku berasal dari kabupaten kecil di Jawa Tengah. Aku murid kelas 8 disalah satu SMP yang tidak terlalu bagus di kabupaten kami. Tapi aku senang, karena disini aku menemukan dia. Dia adalah Putra, murid kelas 9. Dia tinggi, kurus, giginya gingsul, suka memakai celana dibawah pinggang yang panjang dibawah lutut. Itu menjadikan dia sebagai bulan-bulanannya guru BK. Mulai dari sering telat, sepatu dan kaos kaki yang tidak sesuai aturan, sampai ketahuan merokok. Bisa dibilang dia sangat berpengalaman kalau soal hukuman. Semua hukuman sudah pernah dia coba, seperti lari keliling lapangan, push up, squat jump, dan yang paling gila ngabisin rokok satu bungkus dalam waktu 10 menit. Luar biasa kan?
Sedangkan aku, murid biasa-biasa saja tidak terlalu populer, tidak terlalu pintar tapi cukup banyak yang minat emoticon-Big GrinAku tidak senakal Putra, kenakalan yang pernah aku buat adalah tidak mengerjakan PR (itu juga banyak temannya) dan remidi waktu ulangan PKN (yang tidak remidi cuma 3 anak) yang menyebabkan aku dihukum lari keliling lapangan.

Oke segitu dulu ya gaes perkenalannya, lanjut lagi ke part-part selanjutnya. Oya aku belum ini trit bakalan nyampe berapa part. Soalnya ini kejadian dari aku SMP sampe sekarang dan aku jg belun tau gimana akhirnya kisahku dengan Putra. Doakan saja semoga aku dan Putra segera menjadi pasangan halal emoticon-Peluk

PART 1 KENALAN

Q : Dulu siapa yang pertama naksir?
A : Aku
Q : Siapa yang ngajak kenalan duluan?
A : Aku
Q : Gimana cara kenalannya?
A : Ini yang mau diceritain.

Pagi itu aku melihat dia sedang jalan ke arah kantin tentu saja bersama antek-anteknya. Mereka satu geng bisa dibilang cowok-cowok keren yang ada di sekolah kami. Keren karena tampangnya yang lumayan, juga karena terkenal satu sekolah, bukan, bukan karena mereka anggota OSIS atau karena anak guru, atau karena langganan ikut olimpiade sains, haha. Ya, tentu saja karena kenakalannya, hampir tiap minggu ada saja ulah yang mereka lakukan. Tapi itu tidak membuat aku membenci Putra, justru aku semakin suka.

Aku meminta bantuan pada teman sekelasku, namanya Yoga dia tetangga Putra. Bisa dibilang Yoga ini adalah tim sukses untuk hubungan aku dengan Putra. Tanpa dia, aku tidak bisa dapat nomor hpnya. Pasti kalian berpikir Yoga yang memberi nomor hp Putra kan? Tidak. Tadinya iya. Aku minta ke Yoga tapi dia tidak kasih. Katanya aku disiruh minta sendiri saja. Dan yang masih aku geran sampai sekarang. Kok bisa yah? Siang itu aku nyamperin Putra yang sedang asik joget dikerumunan teman-temannya yang lain (waktu itu sedang class meeting dan ada lomba karaoke, pesertanya waktu itu dari kelas 9D, cewek, semok, nyanyi lagu sir gobang gosir hehe)
Aku : Mas Putra, boleh minta nomor hpnya gak?
Putra : Jangan sekarang ya, aku gak hapal nomor hpku
Aku : Ya udah gak papa, aku tunggu ya.
(Gila gak tuh hehe)

Kecewa itu pasti, karena aku sudah menurunkan gengsiku untuk meminta nomor hpnya tapi tidak dapat.
Tapi kecewa itu tidak bertahan lama dong. Siangnya pulang sekolah, sekitar jam 2 siang waktu setempat dia datang kerumahku bareng si Yoga tadi. Dia memberiku selembar kertas kecil yang bertuliskan nomor hpnya dengan tulisan seperti ceker ayam namun masih bisa ku baca.
Putra : Nanti sms aku yah (sambil ngasih kertas itu)
Aku : Oke mas
Putra : Oya nanyi ke pasar malam yuk, kita ketemu disana ya
Aku hanya mengangguk tanda setuju.

Malam harinya aku pergi ke pasar malam yang dia maksud, jalan kaki, pakai celana jeans, kaos, dan jaket mickey mouse berdua sama temanku Lyli, dia juga orang yang berjasa selain Yoga, sekarang dia sudah menikah. Kalau Yoga dia masih gonta-ganti cewek dan sudah berani membawa cewek itu menginap dirumahnya.
Aku bertemu dengan Putra dan mengobrol sambil berdiri di pinggiran permainan ombak banyu (gak tau bhs indonesianya). Dia menggunakan celana jeans, kalau tidak salah kaosnya hitam, dan jaket kotak-kotak (dulu jaket itu berjaya pada masanya).
Apa yang diobrolin kita skip aja. Karena cuma obrolan biasa bukan soal bagaimana agar indonesia terbebas dari narkoba, bukan.

Sekitar pukul 10 malam, bisa kurang atau lebih kami sudah pulang kerumah masing-masing, belum berani menginap berdua waktu itu hehe. Dia sms.
Putra : udah tidur belum li?
Aku : belum mas, kenapa?
Putra : kamu mau gak jadi pacarku? (Aslinya lebih panjang tapi lupa, intinya dia nembak)
Aku : aku belum bisa jawab sekarang mas.

Aku bisa saja langsung bilang iya. Tapi aku ingin liat kesabaran dia nunggu jawaban dari aku.
Hari minggu pagi, hari yang dijanjikan olehku untuk memberinya jawaban.
Kita bertemu di stasiun dekat tempat tinggal kami. Stasiun itu memang ramai setiap minggu pagi, banyak orang jalan-jalan atau pacaran, yang mesum juga ada. Kami duduk di pinggiran rel, aku bersama Lyli dan dia bersama Paijo. Langsung saja kujawab, "aku mau mas jadi pacar kamu" (gak pake acara pelukan atau cium kening atau cium tangan ya). Selang beberapa menit, lampu di rel itu berubah hijau yang berarti akan ada kereta lewat. Entah kereta dari mana dan mau kemana, yang jelas kereta itu beserta isinya, stasiun itu, Paijo, Lyli, orang-orang disitu, kalian semua menjadi saksi hari jadi aku dengan Putra sehari sebelum hari kemerdekaan Indonesia.

Pasti kalian tau kan sesuatu yang instan itu tidak baik, contohnya mie instan.
Iya, hubungan kami cuma bertahan 8 hari. Dia memutuskanku tanpa alasan yang jelas.

PART 2 CINTA LAMA BELUM KELAR

Setalah pacaran cuma 8 hari, kira-kira 6 bulan kemudian aku dan dia CLBK. Selama 6 bulan putus itu hubungan kami baik-baik saja, masih sering sms-an. Padahal dia sudah berpacaran dengan cewek lain, begitupun dengan aku. Dan yang paling aku ingat, setiap dia sms pasti sapaan pertamanya adalah, "selamat pagi/siang/sore/malam mantanku emoticon-Smilie" (gila tu anak, sa ae bikin baper). Sesekali kita juga pernah ketemuan yang tidak disengaja. Gimana tuh? Iya, soalnya si Paijo sama si Lyli mereka jadian. Jadi kalo mereka berdua ketemuan aku ikut buat nemenin Lyli, dan Putra nemenin Paijo. Jadilah aku dan Putra ketemu. Canggung sih. Ketemu sama pacar orang yang posisinya dia mantanku. Kalo ketahuan ceweknya bisa dilabrak aku.

Jadi, setelah 6 bulan itu kita balikan di bulan februari. Bisa dibilang proses balikan itu juga ada campur tangan dari Paijo dan Lyli (makasih kalian, semoga kalian bahagia dengan pernikahan kalian masing2).

Pada waktu kita balikan itu kira-kira 2 hari kemudian aku ikut study tour ke Jakarta sekitar 3 hari. Disana aku pergi ke monas, dufan, lainnya lupa. Namanya juga baru balikan kan pasti aku harus ngasih oleh-oleh dong yah buat Putra. Aku belikan dia kalung couple yang bentuknya lambang jenis kelamin (apa sih istilahnya? Itu loh yang bulet ada anak panah sama tanda plusnya), satu untukku warna pink, dan satu untuknya warna hitam.

Oke, setelah 3 hari aku pulang dari Jakarta. Aku berniat akan memberikan kalung itu pada Putra nanti hari minggu ditempat kenangan kita. Stasiun haha.
Aku : Mas, nanti hari minggu kita ketemuan di stasiun biasa ya
Putra : biasanya juga kan kita ketemu
Aku : tapi ini beda, aku mau ngasih sesuatu
Putra : oke, aku juga mau minta sesuatu hehe

Kira-kira dia mau minta apa yah???? Hmmm

PART 3 MY FIRST KISS

Hari minggu itu, tanggal 14 Maret kalau tidak salah kita bertemu di tempat biasa (stasiun), kita duduk-duduk di pinggiran rel. Seperti biasa, aku bersama Lyli dan dia bersama Paijo.

Aku : aku mau kasih sesuatu buat kamu mas
Putra : Yaudah, disana aja yuk sekalian aku juga mau ngomong

Setelah basa-basi bususk, kami berdua jalan melewati rel kereta itu mencari tempat yang agak sepi, waktu masih sekitar pukul setengah 6 pagi belum banyak orang jalan-jalan, paling cuma ibu-ibu yang mau ke pasar itupun jarang, kebanyakan lewat jalan aspal bukan nerobos lewat rel kereta. Setelah menemukan tempat yang aman da nyaman, pinggirannya itu bukan jalan aspal, seperti kebun milik warga yang jauh dari rumah pemiliknya. Kebun itu ditanami pohon singkong yang sudah tinggi dan daunnya lebat, mungkin sebentar lagi akan panen, entahlah ku tak tau.

Langsung aja nih.
Aku : ini mas aku ada oleh-oleh buat kamu, tapi cuma ini aja (aku kasih kalung itu)
Putra : makasih yah aku suka jadi ngrepotin
Aku : gak ngrepotin kok, oya katanya mau ngomong, soal apa?
Putra : Kamu merem dulu, aku juga punya sesuatu buat kamu
Aku : emang harus merem yah?
Putra : iya dong, kan kejutan, cepetan merem (merem itu tutup mata ya)
Aku : *tutup mata

Cuuupp emoticon-kisssing

Dia cium bibir aku, kaget banget, asli. Berhubung aku belum jago mengingat baru pertama kali, jadi waktu itu aku cuma diam saja sambil menahan dag-dig-dug di jantungku. Dia yang lebih aktif haha, dari bibir perlahan turun ke leher yang membuatku merinding disco. Mengapa waktu itu aku tidak menghindar saja? Bagaimana mau menghindar kalau dia mendekapku erat seakan tak memperbolehkanku menghindar. ya sudah aku pasrah saja, asal dia senang akupun senang.

Setelah kami selesai dengan urursan tadi, kami kembali ketempat semula menemui Paijo da Lyli. Canggung banget setelah kejadian itu, tapi sepertinya Putra menyukainya, cowok didunia ini juga pasti menyukai hal semacam itu. Aku bingung dengan yang aku rasakan, antara takut dan senang. Takut ada orang yang melihat dan senang karena ternyata rasanya kane.

Sekitar pukul 8 pagi, sudah mulai panas akhirnya kami semua pulang. Sesampainya dirumah Putra sms aku.
Putra : makasih ya buat yang tadi emoticon-kiss
Aku : iya sama-sama
Putra : kalo ketemu aku jangan panggil mas dong, nanti kita dikira kakak-adik
Aku : terus panggil apa dong? kan emang kamu kakak kelas aku
Putra : panggil sayang lah kan kamu udah jadi pacar aku
Aku : iya deh nanti aku coba biasain ya sayang

Dia protes dipanggil mas, mintanya dipanggil sayang hihi. Aneh ya rasanya lidahku kaku manggil dia sayang. Tapi sampe sekarang aku sudah terbiasa dengan panggilan sayang itu.

Oya, aku panggil dia "mas" itu karena dia kakak kelas aku yang umurnya diatas aku jadi aku memanggilnya mas putra, jadi bukan seperti istri yang memanggil suaminya dengan sebutan "mas" yaa. Takutnya kalian jijik gitu bacanya.

PART 4 MASUKNYA PELAKOR

Kalo jaman dulu udah ada istilah pelakor, mungkin aku akan menyematkan sebutan itu pada dia yang mencoba mengusik hubunganku dengan Putra, dia bernama Eca. Siswi disalah satu SMK yang berbeda dengan aku dan Putra (disini ceritanya kami sudah lulus SMP). Aku sendiri belum pernah bertemu dengan Eca itu. Jadi aku tidak bisa melabrak dan melempari dia uang seperti yang sedang ramai disosmed, "Nyoh duit nyoh!" (sebenarnya aku juga tak punya uang sebanyak itu). Begitupun dengan Putra, dia juga mengaku belum pernah bertemu dengannya, hanya komunikasi lewat sms saja. Dan aku juga cuma cekcok dengan Eca itu lewat sms. Kalo di video yang sedang ramai itu, si Pelakor hanya duduk, diam, nunduk tapi Eca ini luar biasa. Boro-boro dia merasa bersalah, dia malah melontarkan kata-kata kasar ke aku. Tentu kalian semua tau perempuan kalo sedang ngamuk ke perempuan lain semua kata-kata kasar dan semua yang ada di kebun binatang pasti diabsen satu-satu. Tidak, aku tidak sakit hati dengan kata-kata kasar itu tapi yang membuatku masih terbayang sampe sekarang adalah
(percakapan via sms)
Eca : Eh lu butuh duit berapa sih? Sampe macarin Putra trs gak mau mutusin Putra. Gue bayar nih tapi lu tinggalin Putra
(Dikira aku ini p*****r apa yah)
Aku : Kalo aku macarin Putra karena duitnya aja, aku bisa cari yg lebih dari dia. Silahkan kamu goda dia sepuasmu, dia gak akan berpaling.
Eca : Pasti lah dia mau sama gue, orang gue cantik, modis, model lagi.
Aku : Kalo cantik, modis, model harusnya gampang dong nyari cowok lain yg lebih dari dia, bukan gangguin cowok orang.

Pokoknya aslinya itu percakapan panjang banget, gak sesingkat yang ada diatas dan gak cuma sampe disitu aja. Eca itu tidak cuma mendekati Putra, tapi dia juga mendekati teman-teman Putra, sok akrab gitu deh entahlah dia dapat kontak teman-teman Putra itu dari mana. Aku bangga pada Putra, dia tidak menanggapi sms dari Eca itu, mungkin karena sudah ketahuan aku kali yah. Atau mungkin memang dia ingin menjaga perasaanku.
Sampe sekarang aku tidak tau, Eca itu nyata atau tidak, maksudnya bukan soal manusia atau setan. Tapi orang bernama Eca yang ku maksud itu benar-benar ada atau hanya orang iseng yang mengaku sebagai Eca lalu mengerjaiku dan Putra seperti itu. Bodo amat aku gak peduli. Yang penting sekarang dia udah lenyap. Dan Putra tetap bersamaku sampai sekarang.
Siapapun kamu Eca, kalo kamu beneran ada semoga kamu tak lagi mengganggu kami dan jangan ada lagi orang lain yg kamu ganggu, cukup kami saja.
Kalo Eca itu palsu, siapapun kamu yg menyamar jadi Eca, see? Usahamu dulu sia-sia.

PART 5 NGEDATE PERDANA

LIKA-LIKU CINTAKU 18++

Meski kami bertemu hampir setiap hari, namun itu belum dapat dikatakan ngedate yang sebenarnya. Selama SMP kami belum berani pergi main jauh dari rumah, mentok-mentok hanya di stasiun tadi, itupun kucing-kucingan tidak berani berterus terang ke orang tuaku kalau aku akan bertemu dengannya. Putra juga tidak berani ngapel kerumahku, kalau kerumah cuma sebentar alasannya pinjem buku atau ngerjain tugas, biasalah alasan basi anak sekolahan. Dulu belum ada novel Dilan 1990 jadi tidak bisa ikut-ikutan ide Dilan yang mengaku sebagai utusan kantin untuk memberi tahu ada menu baru kerumah Milea.
Setelah kami SMA, Putra mulai berani main kerumah, tapi tidak sering-sering karena tidak enak. Dia juga sudah berani mengantarku sampai kerumah, tidak menurunkanku didekat jembatan karena takut ketahuan orang tuaku. Pokonya setelah kami SMA hubungan kami makin intens, tidak cuma sekedar cinta monyet. Keluargaku sudah mulai mengenal keluarga Putra begitupun sebaliknya. Tapi yang namanya pacaran tidak mungkin akan semulus itu, ketika orang tua sudah mulai luluh justru kamilah yang bermasalah, mulai dari gangguan Eca sampai gangguan yang lain (akan diceritakan dipart selanjutnya).
Kembali ke acara ngedate, waktu itu hari minggu kalau tidak salah bulan September 2010 tanggalnya aku lupa. Dia mengajakku pergi main ke hutan pinus di dekat tempat tinggal kami. Waktu itu aku tidak berani meminta ijin untuk pergi dengannya, aku bilang akan pergi kerumah teman, karena orang tuaku baru saja mulai luluh aku tidak mau jika orang tuaku keras lagi hatinya karena aku seenaknya pergi bersama Putra.
Akhirnya aku naik angkot sebentar sekitar 3km dari rumah, jarak yang cukup aman, dan aku bayar seribu. Disitu sudah Putra yang sedang menungguku. Dia menggunakan motor thunder atau tidak scorpio warna biru, ganteng banget hehe. Tanpa basa-basi kami langsung jalan menuju hutan pinus itu. Hutan pinus yang sangat luas dan masih sepi, belum dijadikan objek wisata hanya beberapa warga yang kesana untuk mengambil kayu bakar atau angon ternak.
Sesampainya disana kami duduk di gubug kecil yang sedang kosong. Putra memberiku kantong kresek berwarna hitam yang berisi boneka sapi warna pink dan putih terdapat pita di tubuh sapi itu (mungkin dia tidak sempat atau malas membungkus boneka itu dengan kertas kado). Aku memberi nama boneka sapi itu qyuqyu.
Jadi disitulah tempat pertama kalinya kami ngedate, tempat lahirnya qyuqyu juga haha, cuma 2 kali kami kesana. Sekarang kami belum kesana lagi dan tidak tau seperti apa kondisinya saat ini. Semoga saja masih indah seperti dulu belum dirusak oleh tangan-tangan kids jaman now.
Hari sudah mulai sore, kami memutuskan untuk pulang, Putra berniat ingin mengantarku sampai rumah. Tapi hujan sudah mulai turun belum terlalu besar memang, itu hujan pertama yang aku rasakan bersama Putra, itu pertama kalinya kami main basah-basahan karena hujan. Karena hujan yang semakin deras, kami meneduh terlebih dahulu didepan warung yang kebetulan sedang tutup.
Putra : kamu naik angkot aja ya
Aku : tapi kamu gimana?
Putra : ujannya gede, aku takut kamu sakit, aku ga papa udah biasa ujan-ujanan
Aku : beneran kamu ga papa? Tapi aku ga tega
Putra : beneran ga papa, aku yg ga tega kalo kamu ikut aku ujan-ujanan.
Romantis bukan?
Jadilah aku melanjutkan perjalanan kerumah naik angkot, dan Putra dia tetap hujan-hujanan sambil membuntuti angkot yang ku naiki. Aku tidak tega melihat dia basah kuyup seperti itu, namun aku juga hanya bisa menurut kepadanya.
Sampai sekarangpun dia selalu menyuruhku naik angkot kalau kami terjebak hujan dan lupa tidak membawa mantel. Dia tak pernah memberiku bunga, selama 8 tahun baru sekali dia memberiku setangkai mawar merah itupun karena aku yang sedang ngamuk. Dia romantis dengan caranya sendiri seperti yang ku ceritakan tadi.

Diubah oleh gadisgemini 02-03-2018 11:28
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
6.1K
11
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
gadisgeminiAvatar border
TS
gadisgemini
#10
PART 6 PERIH

Quote:

Lanjut ke cerita,

Seiring berjalannya waktu, hubungan kami makin dekat. Aku juga semakin cinta kepadanya bukan hanya sekedar cinta-cintaan anak SMP. Dia juga bilang dia cinta denganku dan kami pacaran sampai menikah. Walaupun itu hanya omongan anak SMA yang masih sangat jauh untuk ngomongin soal pernikahan. Tapi gak tau kenapa setiap dia bilang begitu aku langsung luluh seolah-olah kami akan menikah besok, padahal sampai sekarang tunangan juga belum hiks emoticon-Frown

Mungkin kata-kata cinta dari dia yang membuatku sampai merelakan semuanya termasuk "itu".

Suatu hari dia bilang padaku,
Putra : kamu cinta gak sama aku?
Aku : cinta lah, masa sama pacar sendiri gak cinta?
Putra : kalo cinta boleh dong aku minta itu?
Aku : itu apa? (Pura-pura bego)
Putra : aku pengin kamu jadi milik aku selamanya, aku pengin itu kamu

Beberapa hari kemudian, dia mengajakku main kerumahnya yang sedang sepi karena orang tua dan kakaknya sedang pergi.
Putra : sini masuk kamarku
Aku : (ngikutin dia masuk kekamar)
Putra : kamu siap kan?
Aku : aku takut
Putra : gak usah takut
Selanjutnya hal yang diinginkan pun terjadi.
Dia membuka semuanya, aku malu dan berusahanya menutupinya dengan kedua tanganku tapi dia menepisnya. Hingga dia bisa melihat semua perabotanku dan menjamahnya dari atas sampai bawah. Aku mendesah lirih karena takut jika ada tetangga yang dengar sambil merem melek keenakan. Setelah pemanasan dirasa cukup, dia kemudian mengeluarkan senjatanya dan memaksa masuk kedalam punyaku. Sakit, sangat perih. Aku tak bisa menahannya hingga aku berteriak cukup keras. Lalu dia membungkam bibirku dengan bibirnya sambil terus menyelesaikan urusannya. Sekitar 30 menit kegiatan itupun selesai aku hanya bisa menangis takut dan sakit karena darah yang keluar. Dia pandai sekali menenangkanku dengan kata-kata gombalnya
" Udah kamu jangan nangis, itu ga papa nanti juga darahnya berenti sendiri, nanti kita bersihin ya. Aku gak akan ninggalin kamu kok, karena kamu sekarang cuma buat aku."
Kata-kata itu yang membuatku selalu luluh setiap dia meminta jatah.
Mungkin bagi kalian semua akan menganggap aku ini bodoh, mau merelakan semuanya demi laki-laki yang belum tentu menjadi suamiku nanti. Tapi aku hanya manusia biasa, bukan perempuan yang kadar imannya sangat tebal. Aku hanya manusia biasa yang kadang setan dengan mudahnya menyesatkan pikiranku agar mau menuruti semua maunya.
Aku tau ini bukan perbuatan yang baik, maka dari itu dengan menulis ini semoga kalian terutama perempuan bisa lebih bijak dalam menghadapi permintaan aneh-aneh dari pasangan kalian. Jangan seperti aku yang seperti sudah terjebak dengan Putra, memang aku sangat mencintainya tapi kadang aku juga merasa takut kalau ternyata kita tidak berjodoh, apakah masih ada laki-laki lain yang mau menerima semua kekurangan aku. Walaupun pada saat melakukannya aku tidak pernah kepikiran sampai kesana karena yang ada dipikranku saat itu hanya surga dunia yang sangat nikmat bersama Putra.
Ps : Dia tidak pernah mencoba meninggalkanku setelah kejadian itu.

PART 7 KESALAHANKU

Kalau waktu itu ada Eca yang mencoba mengusik hubungan kami, kali ini giliran Janu. Janu temanku tapi dia lebih tua 1 tahun dariku. Dia kakak kelasku waktu SD, lalu SMP dan SMA kami lain sekolah dan rumah kami berdekatan.
Janu itu pendek untuk ukuran cowok, tidak gemuk juga tidak kurus, hitam manis kayak kecap bangau. Aku mengenal dia dari aku kecil tapi tak pernah main bareng dengannya, namanya juga masih kecil kan malu kalo main sama cowok apalagi kakak kelas. Kami saling mengenal dengan baik karena lebih tepatnya Janu itu mantan temanku, Wulan. Sekarang Janu dekat denganku, alasannya karena waktu itu kami ikut acara karang taruna di desa. Sejak saat itu dia sering menjemputku kerumah jika ada rapat karang taruna. Dari situ kami mulai chat secara intens, waktu itu dia jomblo dan sudah sejak lama putus dengan Wulan kira2 sudah 2 tahunan putusnya.
Lama-lama kami semakin dekat, oya dia punya panggilan sayang untukku yaitu salah satu nama gunung yang indah, karena katanya aku cantik padahal masih banyak banget cewek yang lebih cantik dari aku. Suatu hari dia menyatakan perasaannya, padahal dia sudah tau kalau aku sudah bersama Putra. Tapi karena aku bodoh aku mau menerima Janu. Dan lebih memilih untuk menyakiti Putra.
Sekitar 2 mingguan aku berselingkuh dengan Janu. Selama itu dia tidak pernah minta macam-macam atau berbuat kurang ajar terhadapku, itu yang menjadi nilai plus buat Janu. Dia tidak ingin merusak orang yang dia sayang karena katanya dia punya adik cewek dan dia tidak ingin jika adiknya nanti dirusak juga oleh cowok.
Mungkin karena itulah aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya dengan Janu. Aku tidak mau terlalu menyakiti Putra, dan aku juga tau Janu pasti sakit berada di posisinya sekarang. Aku memutuskan Janu lewat sms karena aku tidak sanggup jika harus bertemunya langsung. Dia sangat legowo dengan keputusanku dia juga bilang, "aku tau kok disini posisi aku yang salah, kalo kamu sayang sama aku, aku tinggalin aku aja dan balik sama Putra"
Setelah perpisahan dengan Janu dan berjanji untuk tetap berteman, esoknya aku datang kerumah Putra. Entah apa yang ada dipikiranku waktu itu, harusnya aku diam saja tidak usah jujur ke Putra toh sekarang aku sudah putus dengan Janu. Tapi tidak, aku harus tetap mengatakannya, karena akan sangat menyakitkan jika Putra tau dari orang lain.
Dengan kekuatan bulan aku mengatakan semua pada Putra, aku mengakui semua salahku. Tapi Putra hanya diam, malah aku yang menangis.
Aku : yang, aku mau jujur sama kamu, sebenernya aku punya salah sama kamu
Putra : salah apa sih?
Aku : aku udah selingkuh sama Janu, selama sekitar 3 mingguan. Tapi aku udah putusin Janu karena aku lebih sayang kamu
Putra : (diam)
Aku : kamu boleh marah sama aku, boleh maki2 aku karena emang aku yg salah
Putra : makasih ya kamu udah jujur, aku maafin kamu kok
Aku : beneran kamu maafin aku? Kamu ga putusin aku?
Putra : gak lah kan kamu udah jujur sama aku, kita bisa mulai lagi dari 0
Waktu itu tidak ada drama marah-marah, lempar piring atau banting kursi. Putra lebih banyak diam, dan aku lebih banyak menangis. Setelah semua selesai, dia mengusap air mataku, mengecupku, selanjutnya hal yang diinginkan terjadi karena waktu itu rumah Putra sepi.
___________________
Sekarang hanya ada Putra, semoga sampai nanti juga tetap hanya Putra dan aku.
Janu, kamu cowok yang baik, semoga kamu bisa selalu menjaga prinsipmu itu. Cowok baik pasti akan dapat cewek baik. Salah satu alasan aku memutuskanmu waktu itu karena perempuan hina sepertiku tak pantas untukmu.
Dan Putra, maaf karena aku dulu pernah menyakitimu bahkan sampai sekarangpun aku masih sering menyakitimu. Tapi bisa kupastikan ribut-ribut kita itu bukan soal laki-laki lain.

Posisi aku nulis sekarang sedang ribut di WA sama Putra, ku biarkan saja chatnya dan aku lebih memilih menyambung trit ini. Kalau saja sekarang kita berada di ruangan yang sama dan kondisi memungkinkan mungkin dia akan merengek padaku dan mati-matian meminta maaf demi meminta "itu" haha. Tidak untuk kali ini Put, karena aku sedang ganti oli.

S E K I A N

PART 8 TEMPAT FAVORIT

kaskus-image

Kira- kira seperti itulah gambaran tempat favorit kami untuk pacaran.
Dulu banget waktu kami masih SMP sekitar tahun 2010an hampir setiap minggu kami main ke kebun teh itu, jaraknya lumayan jauh dari rumah kami. Dari tempat kami tinggal harus menempuh perjalanan selama 1 jam untuk sampai ke pertigaan yang mau masuk ke agro wisata itu. Lalu dari pertigaan kira2 harus menempuh perjalanan 50 km untuk sampai ke gerbang masuk agro wisatanya. Jika ingin naik sampai ke puncak maka kira2 harus naik lagi sekitar 2 jam lebih. Perjalanan itu cukup membuat pinggang pegal dan pantat panas. Kami pergi ketempat itu tidak hanya berdua tapi bersama teman-teman segeng aku. Ada Lyli dengan Tosa, Wulan dengan Fino, Tika dengan Anto, dan juga Ana dengan Heri. Kita semua ramai-ramai main ke agro wisata kebun teh itu. Udara disana sangat dingin, cocok untuk kalian yang ingin berpacaran disana. Dulu waktu kami kesana jalan disana masih banyak yang rusak, dengan samping kanan-kiri jurang, jalan yang menikung tajam serta kadang-kadang kami harus berpapasan dengan truk pengangkut sayur, membuat para cowok-cowok harus ekstra hati-hati dalam membawa sepeda motor mereka. Satu hal yang slalu aku ingat waktu disana adalah saat aku dan Putra duduk berdua di saung (kayak gazebo gitu). Kami menuliskan nama kami berdua di tiang saung itu yang terbuat dari kayu. Alay, memang. Namanya juga anak SMP kan.
Putra : suatu saat nanti kita kesini lagi, berdua. Dan kita liat tulisan ini masih ada atau gak.
Aku : pokoknya kalo nanti kita udah gak bareng2 lagi kita hrs inget kenangan kita dulu disini.

Skip

Karena memang tidak ada kejadian apa-apa disana.
Setelah kami lulus SMP, kami semua bersekolah di SMA yang berbeda-beda, aku dan geng cewek-cewekku sudah mempunyai teman baru, Wulan pindah ke kota sebelah karena ikut orang tuanya yang bekerja disana. Karena sudah beda sekolah dan jarang bertemu, teman-teman cewekku juga sudah putus dengan pacarnya yang biasa kami ngedate rame-rame. Mereka sudah punya cowok masing-masing, yang tidak aku kenal. Jadilah kami semua jarang bahkan tidak pernah ngedate rame-rame lagi. Tinggal aku dan Putra saja yang masih bertahan. Aku juga sudah jarang pergi kesana berdua dengan Putra karena setelah aku SMA aku jadi semakin sibuk, begitupun dengan Putra.
Kira-kira waktu aku kelas 2 SMA, aku dan Putra menyempatkan waktu main lagi ke tempat kenangan kita dulu. Jalannya sudah mulus, tidak banyak lubang di jalan (bukan lubang berjalan), tiket masuknya juga sudah naik yang tadinya 5 ribu / orang sekarang menjadi 10 ribu / orang.
Namun sayang, setelah kami sampai ditempat yang dulu kami menuliskan nama kami sekarang tempat itu sudah tidak ada, saung itu sudah dirobohkan. Aku masih ingat betul disitulah tempat saung itu meski sekarang hanya tinggal pondasinya saja.
Kami sudah menepati janji kami untuk datang lagi kesitu, berdua meski saung itu sudah tidak ada, bukan masalah. Apalah arti saung, apalah arti tulisan nama kami di tiang yang penting kami sampai saat ini masih bersama kan.
Kami melanjutkan perjalanan, naik lagi mencari saung lain untuk beristirahat. Samapi di saung yang dituju hujan turun sangat deras. Membuat tempat itu gelap tertutup kabut. Saat itu hanya ada aku dan Putra. Entahlah kemana perginya orang-orang itu, mungkin mereka menghormati kami berdua yang sedang kasmaran jadi mereka tidak ingin mengganggu kami hehe.
Putra memelukku dari belakang, sangat erat.
Membuat udara yang dingin menjadi hangat. Cukup lama kami berpelukan tanpa sadar hujan sudah mulai reda.
Aku : pulang yuk yang, udah lumayan reda nih
Putra : ya udah yuk pulang takut nanti kesorean

Akhirnya kami pulang sekitar jam 3 sore dengan kondisi jalan yang licin dan hujan rintik-rintik. Saat sedang naik motor bersamanya pasti aku selalu nyanyi-nyanyi sendiri, sampe sekarangpun masih begitu.

Aku jatuh cinta kepada dirinya
Sungguh-sungguh cinta
Oh apa adanya
Tak pernah ku ragu
Namun tetap slalu menunggu
Sungguh aku jatuh cinta kepadanya


Kira-kira seperti itulah lirik lagunya, kalau tidak salah.

Setelah 2 jam lebih perjalanan, dia mengantarku sampai rumah, dia mampir kerumahku. Ku buatkan dia kopi susu kesukaannya untuk menghangatkan badan. Tapi sepertinya kopi susu saja tidak cukup membuatnya hangat. Dia mulai nackal. Karena kondisi rumahku yang sepi, saat itu orang tuaku sedang di toko dan adikku sedang main. Jadilah aku dan Putra melakukannya diruang tamu emoticon-Genit
Untuk situasi seperti ini, takut tiba-tiba orang tuaku pulang kira-kira dia hanya membutuhkan waktu 10 menit.
Aku : kamu udah yang?
Putra : udah sayang, makasih ya
Aku : sama-sama sayang
Putra : udah sore, aku pulang ya
Aku : iya hati-hati ya, kabarin kalo udah sampe rumah.
(Salim cium tangan)
Diubah oleh gadisgemini 08-03-2018 19:31
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.