~Abdi téh ayeuna, gaduh hiji boneka teu kinten saé na, sareng lucu na ku abdi di erokan, erokna saé pisan cing mangga tingali, boneka abdi~
Spoiler for satu:
Namaku Hani, cerita ini terjadi saat aku masih duduk di kelas 3 SD. Suatu hari ada ujian di kelas, waktu itu ujian bahasa inggris, susah banget. Pas lagi fokus ngerjain tugas, tiba-tiba aku lihat beberapa anak kecil gak pakai baju dan cuma memakai kain putih sebagai celananya. Mereka sedang berlarian di depan koridor kelas dengan sangat berisik. Mereka tertawa-tertawa mengganggu konsentrasiku.
Spoiler for dua:
Beberapa menit kemudian aku melihat gadis kecil sepertiku. Tidak memakai seragam, hanya gaun ungu dengan rambut yang dikepang dua. Sepertinya dia kakak dari anak-anak kecil tadi, tapi bukan. Dia hanya ingin meminjam sapu. Dia masuk ke dalam kelasku begitu saja, menatapku tajam tanpa bicara. Saat itu aku duduk di bangku paling depan dekat dengan pintu. Aku bertanya dengan berbisik kepadanya, apa yang dia inginkan. Dia menjawabku dengan sangat pelan, nyaris tak terdengar dan membuat jengkel karena mengganggu ujianku.
Spoiler for tiga:
Aku pun mengusirnya pergi tapi ia justru menatapku semakin tajam dan....
Dalam hitungan detik, tiba-tiba gadis misterius itu mengesot di bawah kursiku dan membuat jantungku hampir copot. Aku KAGET! Dengan reflek aku melompat ke atas meja, teman-temanku menertawakanku dan aku baru menyadari kalau aku telah berbuat konyol .Tapi setelah ku lihat ke bawah lagi gadis itu pergi entah kemana. Aku pun dihukum di depan kelas dan ujianku pun gagal.
Spoiler for empat:
Anehnya tidak ada satupun dari teman-temanku maupun guruku yang terganggu
Spoiler for lima:
Hari yang sial! Saat istirahat tiba, teman-teman bertanya padaku kenapa aku melompat ke atas meja. Aku menceritakan apa yang aku lihat tapi mereka justru tertawa dan mengiraku tengah bermimpi di siang bolong. Aku sangat kesal, pulang sekolah aku berjalan kaki karena jarak rumah dan sekolah sangat dekat. Aku masih mengumpat di dalam hati. Kenapa yang lain tidak melihat mereka tapi aku bisa?
Spoiler for enam:
Tiba-tiba gadis itu sudah berdiri disampingku dan mengikutiku pulang.
Ia menceritakan tentang hidupnya dalam diam. Aku hanya menyentuh jemarinya yang hangat dan langsung cerita masa lalunya terlihat jelas olehku dengan memejamkan mata
Spoiler for tujuh:
Kami sama-sama tidak memiliki teman dan kesepian, itulah sebabnya ia ingin berteman denganku. Karena saat itu aku masih kecil, aku belum menyadari kalau sosok gadis ini adalah ghaib. Saat aku tengah bermain dengannya, ibu memperhatikanku dan bilang kalau aku sering bicara sendiri. Ibu menasehatiku untuk menghentikan kebiasaan ini. Ibu tidak tahu, ini bukan kebiasaan, aku memang sedang bicara dengan temanku. Temanku yang ibu tak bisa melihatnya.
Spoiler for delapan:
Berbeda dengan ayahku. Ayah mengetahui tentang kebenaraan sahabatku ini. Walaupun begitu, ayah memintaku agar berhenti berteman dengannya karena dunia kami berbeda. Dengan berat hati, aku memintanya pergi. Ada satu benda yang diberikan teman tak terlihatku ini, yaitu gelang. Kami pun sepakat untuk mengubur gelang tersebut di dekat rumahku. Sejak saat itu, aku tidak pernah melihatnya lagi.