Kaskus

Story

okarin89Avatar border
TS
okarin89
ANDAI - Cerita Fiksi Time Travel Bersambung
ANDAI - Cerita Fiksi Time Travel Bersambung


Salam untuk semua penghuni Kaskus khususnya semua penghuni SFTH emoticon-Shakehand2 emoticon-Shakehand2 emoticon-Shakehand2


Mohon izinkan Okarin membuat cerita bergenre Fiksi Futuristik ya. Ceritanya ini bersifat Fiksi jadi tidak perlu ditanyakan dan diperdebatkan ya.


Jika suka ya tolong beri cendol supaya semangat. Moga-moga nggak kentang ya karena ceritanya lumayan njelimet.


Jika suka dengan cerita Okarin tolong beri Okarin cendol yang banyak ya en rate bintang lima supaya Okarin tambah semangat nulisnya. emoticon-Peace



Spoiler for Prolog:



CHAPTER INDEX


DAFTAR GARIS DUNIA


DAFTAR GARIS WAKTU


CHAPTER 1 : YA GITU DEH !


CHAPTER 2 : TITIK PERTEMUAN


CHAPTER 3 : HAH !!!!!!!


CHAPTER 4 : WAKTU YANG BERJALAN MUNDUR


CHAPTER 5 : ADA APA DENGAN RALINE ?


CHAPTER 6 : PESAWAT YANG JATUH BAGIAN 1& BAGIAN 2


CHAPTER 7 : MEMBUAT MESIN WAKTU SEBENARNYA 1 BAGIAN 1 & BAGIAN 2


CHAPTER 8 : KEINGINAN TERDALAM JULIE BAGIAN 1 , 2 , 3 , 4 , 5 , 6 , 7 , 8 , 9 , 10 , 11 ,12 ,13


Diubah oleh okarin89 17-08-2019 20:45
duychildAvatar border
bukhoriganAvatar border
bonita71Avatar border
bonita71 dan 13 lainnya memberi reputasi
8
71.2K
427
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
okarin89Avatar border
TS
okarin89
#22
CHAPTER 6 - PESAWAT YANG JATUH BAG 1
Laboratorium Masa Depan Lantai 2 pada hari Kamis Tanggal 17 Januari 2075 pukul 08:00 WIB.


“Sebuah benda misterius berbentuk mirip pesawat UFO yang jatuh di area Monumen Nasional membuat heboh warga sekitar yang tinggal di sekitar area Monumen Nasional. Menurut penuturan salah satu warga yang kebetulan ada di situ tidak begitu jauh dari tempat kejadian tepat sekitar pukul 2 dini hari melihat sebuah objek tidak dikenal mirip dengan Pesawat UFO yang jatuh secara tiba-tiba dari langit di sekitar area Monumen Nasional dan mengakibatkan bunyi dentuman yang sangat keras. Untuk saat ini POLRI dengan dibantu beberapa personel TNI telah mengamankan tempat jatuhnya objek misterius tidak dikenal diduga mirip Pesawat UFO yang jatuh dari langit secara tiba-tiba dengan garis polisi. Kombes. Pol. Hendro Yuwono menghimbau semua awak media yang meliput dan warga sekitar untuk menjauh dari objek misterius tidak dikenal yang diduga mirip UFO supaya tim KNKT, Tim Forensik POLRI, dan TIM Forensik TNI, dapat menyelidiki objek misterius yang diduga mirip UFO itu dengan leluasa. Demikian Kilasan Berita Mengabarkan. Nantikan Kilasan Berita Lainnya Satu Jam Dari Sekarang !. Saya Naurah Syihab. Terima Kasih dan Sampai Jumpa !”, seru News Anchor TNC (Trusted News Center) yang bernama Naurah Syihab dengan penuh antusias dalam mempresentasikan berita jatuhnya objek misterius tidak dikenal yang diduga mirip dengan pesawat UFO, seraya menekan tombol untuk menampilkan rekaman liputan berita jatuhnya objek misterius tidak dikenal yang diduga mirip UFO; lalu menekan tombol untuk menampilkan kesaksian salah satu warga sekitar yang kebetulan ada di sekitar tempat kejadian mengenai jatuhnya objek misterius tidak dikenal yang diduga mirip UFO itu; dan kemudian menekan tombol untuk menampilkan himbauan dari Kombes. Pol. Hendro Yuwono untuk semua awak media dan warga sekitar untuk menjauhi objek misterius tidak dikenal yang diduga mirip UFO itu supaya Tim KNKT; Tim Forensik POLRI; dan Tim Forensik TNI, yang bekerja menyelidiki objek misterius mirip pesawat UFO dapat bekerja dengan leluasa dan tidak terganggu.


“Ada apa rin ?”, tanya Sarmin yang kebetulan pada Rabu Malam tepatnya tanggal 16 Januari 2075 izin untuk menginap di situ, dengan penuh antusias pada Garin, seraya mengambil satu softdrink dingin dari kulkas.


ELO NGAPAIN NGGAK PAKE CELANAAAAA !!!!!”, pekik Garin dengan sangat terkejut pada Sarmin yang pada saat itu hanya mengenakan kaos ketat putih saja tanpa memakai celana sama sekali, seraya menutupi kedua matanya dengan kedua telapak tangannya.


“Celana gue kotor rin en gue nggak punya celana ganti rin !”, seru Sarmin apa adanya pada Garin, seraya membaca teks berita berjalan mengenai jatuhnya objek misterius tidak dikenal mirip pesawat UFO secara tiba-tiba dari langit yang jatuh di area Monumen Nasional.


“Super Mini ternyata hihihi ! Ganteng-ganteng tapi super mini hihihi ! Masih mending gueh ternyata hihihi !”, seru Seno pada dirinya sendiri, seraya menoleh ke arah Sarmin, dan kemudian tidak berselang lama ia kembali melanjutkan penulisan laporan Uji Coba prototipe Mesin Waktu yang ke-8 yang akan digunakannya sebagai bahan kajian pembuatan Mesin Waktu.


NEH PAKE !!!!!”, pekik Garin penuh antusias pada Sarmin, seraya melemparkan baju kemeja; celana panjang; dan daleman ke arah Sarmin yang tepat mengenai wajah Sarmin.


PARAAAAAH LOE RIN !!!!!”, pekik Sarmin dengan nada agak kesal pada Garin, seraya mengambil daleman Garin yang dilemparkan ke arahnya, lalu memakainya, lalu memungut celana panjang Garin yang dilemparkan ke arahnya, lalu memakai celana panjang itu secara perlahan, lalu mengambil baju kemeja Garin yang ada di dekatnya, lalu membuka beberapa kancingnya, lalu memakai kemejanya setelah membuka beberapa kancingnya, dan kemudian mengancingi kembali beberapa kancing bajunya yang dibuka.


“Ada apa nih sepertinya heboh banget ?”, tanya Yaya yang baru saja datang dengan rasa penasaran pada Garin karena mendengar pekikan suara Garin yang cukup terdengar dari lantai basement, seraya membaca teks berita berjalan mengenai jatuhnya objek misterius tidak dikenal seperti UFO secara tiba-tiba dari langit yang jatuh di sekitar Monumen Nasional yang terus diberitakan terus-menerus.


“Kami sedang bahas pesawat yang jatuh di Monas ya !”, jawab Garin sekenanya pada Yaya untuk menutupi tragedi Sarmin Si Super Mini, seraya terus melihat layar iPhone SVnya selalu menunggu pesan dari Raline, lalu melihat ke arah Sarmin yang tiba-tiba muncul, dan kemudian mulai bertanya pada dirinya sendiri apakah Sarmin itu Raline karena keduanya sangat berbeda di mana Raline itu sangat pemalu sementara Sarmin itu pribadi yang cuek dan tidak tahu malu.


“Apakah ada yang mau ke sana ?”, tanya Yaya penuh antusias pada Garin; Seno; dan Sarmin, seraya menunggu jawaban dari ketiganya karena dirinya juga ingin ke sana namun agak malas kalau hanya sendiri.


TENTUNYA GUE SEBAGAI ILMUWAN TERKENAL INDONESIAAA !!! HAHAHAHAHAHA !!!!!! HAHAHAHAHAHA !!!!!!”, jawab Garin dengan over pede dan penuh berapi-api pada Yaya, seraya menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuk tangan kanannya.


JIS !!!Kambuh Lagih !”, seru Seno pada dirinya sendiri, seraya mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi pada Yaya.


“Eloh gimane Super Mini ?”, tanya Seno pada Sarmin, seraya menoleh ke arah Sarmin.


“Oh loe nanya gue no ! Gue juga mau ke sana !”, jawab Sarmin sekenanya pada Seno, seraya menampilkan wajah bingung mengapa ia dipanggil dengan sebutan “Super Mini”.


“Agen Palelio Javanicus melaporkan ! Mesin waktu yang dicuri oleh sekte misterius ORIKEL telah kembali ! Saya dan ketiga agen lainnya sedang menuju tempat jatuhnya mesin waktu tersebut. Mohon bala bantuan untuk mengamankan mesin waktu tersebut !”, seru Garin dengan panjang lebar entah dengan siapa ia berbicara, seraya menempelkan HP Nokia jadul pada daun telinga kanannya.


“Maklumin ajah Super Mini !”, seru Seno pendek pada Sarmin, seraya beranjak dari tempat duduknya.


“Kok loe manggil gue Super Mini no ?”, tanya Sarmin dengan rasa penasaran yang tinggi pada Seno, seraya berjalan mengikuti Seno; Yaya; dan Garin menuju lantai basement.


“Suatu hari nanti eloh akan mengerti min !”, jawab Seno sekenanya pada Sarmin, seraya tersenyum menyeringai ke arah Sarmin.


“Sebenarnya apa yang kalian omongin sih ?”, tanya Yaya agak penasaran pada Seno, seraya memandang ke arah Seno.


ITU NAMA SUPER RAHASIA SARMIN DALAM MENYELAMATKAN DUNIA ! HAHAHAHAHAHA !!!!!! HAHAHAHAHAHA !!!!!!”, jawab Garin asal dengan penuh berapi-api pada Yaya, seraya tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya hingga jatuh berlutut.


Toko Buku Pak Dharma pada hari Kamis Tanggal 17 Januari 2075 pukul 07:23 WIB.


“Permisi Pak !”, seru seorang pria berkacamata memberikan salam pada Pak Dharma yang terlihat baru datang dan keluar dari mobilnya.


“Apa ada yang bisa Bapak bantu ... Nak ?”, tanya Dharma dengan nada bijak, seraya melangkahkan kakinya menuju Toko Bukunya, dan kemudian membuka pintu Toko Bukunya secara perlahan.


“Saya butuh pekerjaan Pak ! Saya sedang mencari ayah saya yang hilang tapi di tengah jalan saya kehabisan uang !. Oleh karena itu saya membutuhkan pekerjaan !”, seru pria berkacamata itu dengan panjang lebar pada Pak Dharma, seraya menaiki sebuah tangga kayu menuju lantai 2.


“Tetapi saya saat ini tidak membutuhkan karyawan Nak !”, seru Dharma pelan pada pria asing berkacamata itu, seraya menuju ruang kantornya yang ada di lantai 2 untuk sekedar menaruh tas.


“Tolonglah Pak ! .Tolong !”, seru pria berkacamata itu dengan nada memelas pada Pak Dharma, seraya bersujud di kaki Pak Dharma.


“Siapa namamu ... nak ?”, tanya Dharma pelan pada pria asing berkacamata itu, seraya mengangkat tubuh pria berkacamata itu.


“Kenji Nogawa !”, jawab Pria berkacamata itu penuh antusias pada Pak Dharma, seraya membetulkan kacamatanya dengan jari telunjuk dan jari tengah tangan kanannya.


“Baiklah Nak Kenji Nogawa !. Bapak menerima Nak Kenji untuk bekerja di sini !”, seru Dharma pelan pada Kenji Nogawa, seraya menepuk pundak Kenji selama dua kali.


“Terima Kasih Banyak Pak !”, seru Kenji dengan wajah yang terlihat sumringah pada Pak Dharma, seraya membungkukkan badannya di hadapan Dharma untuk mengucapkan rasa terima kasihnya.


“Saya Dharma Sena ! Kamu boleh memanggil saya Pak Dharma atau Pak Sena !”, seru Dharma memperkenalkan dirinya pada Kenji, seraya mengulurkan tangan kanannya pada Kenji untuk bersalaman.


“Apa jobdesk saya Pak Dharma ?”, tanya Kenji dengan penuh antusias pada Pak Dharma, seraya melihat sebuah foto Pak Dharma dengan setelan jas bermerek sementara di sebelahnya foto mirip Pak Dharma dengan gaun merah menyala super mini yang terlihat sangat mahal dalam sebuah pigura kayu berukir.


“Tugas Nak Kenji !. Jaga Toko Buku Bapak sekaligus bersih-bersih Toko Buku Bapak !. Jam kerjamu dari jam 8 pagi hingga pukul 5 sore !. Untuk gaji, Bapak hanya sanggup gaji kamu 9 juta sebulannya !. Nak Kenji bisa tinggal di sini jika tidak punya tempat tinggal ada satu kamar kosong di lantai 2 !”, seraya mengambil pigura dari foto yang dilihat oleh Kenji, dan kemudian menyimpannya ke dalam tas kerjanya.


Teras Toko Buku Pak Dharma pada hari Kamis Tanggal 17 Januari 2075 pukul 08:17 WIB.


“Selamat Pagi Pak Dharma !. Karyawan baru ya Pak ?”, sapa Garin dengan penuh antusias pada Pak Dharma, dan kemudian bertanya pada beliau mengenai seseorang yang penampilannya kurang lebih hampir sama dengan Seno yang terlihat tengah sibuk mengepel lantai, seraya menoleh ke arah Seno dan membandingkan penampilan antar keduanya.


“Iya Nak Garin ! Kalian berempat hendak kemana ?”, jawab Pak Dharma pendek pada Garin, dan kemudian bertanya pada Garin; Seno; Sarmin; dan Yaya hendak pergi kemana karena sepengetahuan dirinya mereka tidak pernah pergi bareng, seraya membunyikan bel sebanyak tiga kali.


“Ada apa Pak ?”, tanya Kenji dengan agak penasaran pada Pak Dharma, seraya menghampiri Pak Dharma.


“Bapak mau memperkenalkan kamu sama yang sewa gedung sebelah Bapak !. Ini Nak Kenji Nogawa !. Bekerja pada Bapak untuk mencari bapaknya yang hilang !”, jawab Pak Dharma antusias pada Kenji, dan kemudian memperkenalkan Kenji pada Garin; Seno; Yaya; dan Sarmin, seraya memasukkan bel kecil ke dalam kantong celana sebelah kanannya.


GUE GAAARIN CHONDRO !!!. ILMUWAN TERKENAL INDONESIA !!!!!. HAHAHAHAHAHA !!!!!!. HAHAHAHAHAHA !!!!!!”, pekik Garin dengan penuh berapi-api memperkenalkan dirinya pada Kenji, seraya meletakkan telapak tangan kirinya dengan posisi ibu jari tepat di tengah dada, dan kemudian menolakkan tangan kanannya ke belakang.


“Maafin kakak gueh ya ! Dia kebanyakan makan micin !”, seru Reno pelan pada Kenji, seraya merekatkan kedua telapak tangannya meminta maaf pada Kenji mengenai omongan ngaco kakaknya.


“Kenji Nogawa !”, seru Kenji pelan pada Garin, seraya menerima uluran tangan kanan Garin, dan kemudian tersenyum melihat tingkah Garin dan Seno yang terlihat cukup lucu.


“Gueh Seno !. Adiknya bocah pemakan micin yang tadi !”, seru Seno pelan pada Kenji sambil menyindir kakaknya, seraya melihat ke arah Garin yang terlihat garuk-garuk kepala, dan kemudian mengulurkan tangan kanannya pada Kenji untuk bersalaman.


“Kenji Nogawa !”, seru Kenji pendek pada Seno, seraya menerima uluran tangan kanan Seno.


“Gue Yaya Hamisha ! Loe mau lihat pesawat mirip UFO yang jatuh di sekitar area Monas ndak ... Ken ?”, seru Yaya dengan penuh antusias memperkenalkan dirinya pada Kenji, dan kemudian bertanya padanya apakah dia bisa ikut bersama mereka melihat pesawat mirip UFO yang jatuh di sekitar Monas, seraya mengulurkan tangan kanannya untuk berkenalan.


“Kenji Nogawa !. Maaf untuk saat ini saya sedang kerja !”, seru Kenji memperkenalkan dirinya dengan nada terdengar agak kaku pada Yaya, dan kemudian menjawab pertanyaan Yaya, seraya merekatkan kedua telapak tangannya menerima pertemanan dari Yaya karena agak alergi bersalaman dengan makhluk yang namanya “CEWEK”.


“Gue Sarmin Saputra !”, seru Sarmin dengan antusias pada Kenji, seraya mengulurkan tangan kanannya pada Kenji.


“Kenji Nogawa !. Mohon maaf semuanya !. Saya harus melanjutkan pekerjaan saya !”, seru Kenji sekenanya pada Sarmin, dan kemudian pada Garin; Seno; Yaya; dan Sarmin, seraya menerima uluran tangan Sarmin, lalu merekatkan kedua telapak tangannya pada Garin; Seno; Yaya; dan Sarmin sebagai simbol permohonan maaf karena harus segera melanjutkan pekerjaannya, dan kemudian mengambil ember dan kain pelnya untuk mengepel lantai 1 dan lantai 2 Toko Buku Pak Dharma.


“Jadi kalian berempat hendak ke tempat jatuhnya UFO yang ada di area Monas ya !”, seru Pak Dharma pada Garin; Seno; Yaya; dan Sarmin, dengan penuh antusias, seraya mengawasi Kenji yang terlihat ulet dan rajin.


“Iya Pak Dharma !. Karena kami semuanya adalah ilmuwan yang dibutuhkan di sana !”, seru Garin dengan asal pada Pak Dharma, seraya meletakkan kedua tangannya di belakang kepalanya.


MAAFIN KAKAK SAYA PAK DHARMA !!!. DIA KEBANYAKAN MICIN !!!”, pekik Seno pada Pak Dharma meminta maaf atas omongan ngaco kakaknya, seraya menyumpal mulut Garin dengan tangan kanannya sekuat tenaganya, dan kemudian membawanya pergi dari situ secepatnya dengan Yaya dan Sarmin mengikutinya dari belakang sambil menggeleng-gelengkan kepala mereka melihat tingkah laku konyol dari keduanya.


Area Tempat Jatuhnya Pesawat, Hari Kamis Tanggal 17 Januari 2075 pukul 08:50 WIB.


“Untuk sementara kita masih menyelidiki objek misterius yang diduga sebagai UFO ini apakah terkait dengan aksi terorisme atau tidak !. Berulang saya himbau untuk yang tidak berkepentingan segera menjauh dari objek aneh ini karena sampai sejauh ini masih diselidiki apa terdapat bom atau tidak !. Cukup ya rekan-rekan media semua !”, terang Kombes. Pol Hendro Yuwono dengan panjang lebar pada semua awak media yang berasal dari TNC; TNX; RITV; RSTV; CNN; INC; dan beberapa portal berita, seraya meneguk beberapa teguk air putih yang disajikan pada sebuah gelas kristal berukuran sebelum melanjutkan keterangannya.


“Apa masih lama rin ?”, tanya Sarmin yang pundaknya terasa sakit dinaiki Garin, seraya berusaha menahan berat tubuh Garin sekuat tenaganya.


SAAABAR !!!. SAAARMIN !!!. APA YANG KITA LAKUKAN INI UNTUK INDONESIA !!!. HAHAHAHAHAHA !!!!!!. HAHAHAHAHAHA !!!!!!”, jawab Garin dengan berapi-api pada Sarmin, seraya mengambil beberapa foto pesawat mirip UFO itu dengan menggunakan iPhone SV miliknya yang sudah diperlengkapi fitur Infinity bukan Infinity Stones ya.


“Nasibmu Super Mini !”, seru Seno pelan pada Sarmin, seraya menggelengkan kepalanya.


JANGAAAN GOYANG-GOYANG RIN !!!. BERAAAT TAU !!!”, keluh Sarmin pada Garin.


AYO SAAARMIN KAMU BISA !!!”, pekik Yaya menyemangati Sarmin.


HEY SIAPA DI SANAAA ?!! ”, tanya Kombes. Pol Hendro Yuwono yang secara kebetulan melewati area tersebut menjadi penasaran mendengar suara-suara aneh yang muncul di sekitar area pepohonan yang dekat dengan Jl. Silang Monas Tenggara, seraya berjalan perlahan mendekati sumber suara.


APA YANG KALIAN LAKUKAN DI SINI ?!! INI AREA TERTUTUP BUAT UMUM !!!”, tanya Kombes. Pol Hendro Yuwono pada Garin; Seno; Yaya; dan Sarmin.


KAAAAAAABUR !!!!!!!”, pekik Garin secara refleks dan tiba-tiba pada Seno; Yaya; dan Sarmin sehingga membuatnya jatuh terguling, seraya berdiri kembali setelah beberapa menit, dan kemudian lari 1000 bayangan menuju Labnya diikuti oleh Seno dan Yaya.


WOY !!!. TUNGGUIN GUE !!!”, pekik Sarmin pada ketiganya yang sudah kabur duluan meninggalkan dirinya, seraya berjalan pelan-pelan karena punggungnya tertimpa tubuh Garin.



Diubah oleh okarin89 20-03-2018 19:58
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.