- Beranda
- Stories from the Heart
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
...
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...
Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
adriantz dan 133 lainnya memberi reputasi
128
2.1M
8K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
juraganpengki
#3192
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar..
Awalnya gw ragu untuk menuruti tantangan si Kakek, namun rasa penasaran akan kelebihan lain yang sosok renta itu miliki, terasa menggelitik hati.. Setelah sebelumnya ia berhasil membuat gw jatuh terjengkang tanpa sentuhan fisik, dan melihat kemampuannya dalam membuat Pagar Gaib serta dapat mengetahui keberadaan Pedang Jagat Samudera di bahu kanan.. Akhirnya, gw memutuskan untuk turun dari atas balai..
Sepasang sepatu Airwa*k hitam gw buka dan mulai melangkah mendekat ke arah si Kakek.. Dalam hati, gw sempat berjanji tidak akan menyerangnya dengan sungguh-sungguh.. Biar bagaimana pun juga, lawan gw kali ini adalah manusia yang sudah cukup berumur..
Gw mulai memasang kuda-kuda yang diawali dengan memutar dua telapak tangan didepan dada.. Lalu, memposisikan kedua kaki hampir sama seperti si Kakek.. Sambil mengatur jalan nafas, gw sudah bersiap dengan kuda-kuda sempurna..
“Lu serang babeh duluan, Tong.. Tapi jangan mewek kalo kena gampar tangan babeh ya” Ejek si Kakek yang membuat gw mengulum senyum dan menganggukan kepala..
Dengan cepat, gw meringsek maju dan melayangkan satu pukulan tangan kanan disusul sabetan tangan kiri.. Bukannya mundur, si Kakek malah ikut maju dan menyongsong kedatangan serangan gw..
TAKK.. PLAKK
Secepat kilat si Kakek menangkis pukulan tangan kanan gw dengan punggung tangan kiri.. Sementara, sabetan tangan kiri ditahannya menggunakan betis.. Melihat serangan awal gw gagal, gw berniat memutar tubuh dan mendaratkan serangan baru..
Tapi, gerakan gw kalah cepat.. Baru saja gw hendak memutar, tangan kanan si Kakek malah merambet kaus yang gw kenakan dan memutar tubuh gw hingga jatuh terpelanting ke kanan.. Sungguh bagi seorang yang sudah lanjut usia, gerakan si Kakek terbilang sangat cepat..
Tak mau kalah, gw langsung bangkit dan mulai menyerang kembali.. Lagi-lagi gw dibuat bingung dengan pola Ilmu bela diri si Kakek.. Seharusnya, ia menunggu dan menahan serangan dari gw.. Tapi, kembali seperti diawal tadi.. Si Kakek malah maju.. Beberapa kali beliau menahan serangan dan balik menyerang gw dengan pukulan tangan dan tendangan kaki yang cepat..
Hasilnya, gw dibuat keblingsatan untuk meladeni Ilmu Bela Diri si Kakek yang selalu menyerang dari jarak sangat dekat.. Hingga gw tidak bisa mengantisipasi gerak serangannya.. Beberapa kali beliau hampir berhasil mendaratkan pukulan dan tendangan, tapi sejauh ini meski terdesak, gw masih bisa menahan.. Sampai pada akhirnya..
PLAKK!!!
Ayunan telapak tangan si Kakek berhasil mendarat di pipi kanan gw dan membuat gw terdorong mundur kesamping.. Sensasi panas perih terasa dipipi yang barusan kena gaplok.. Benar saja ucapan Kakek Tua itu tadi.. Beliau sempat mengejek gw agar jangan sampai menangis jika terkena gamparan tangannya..
Tentu saja gw tidak menangis, yang ada malah semakin menambah rasa penasaran gw akan Ilmu Bela Diri tangan kosong yang barusan dimainkan si Kakek.. Dihadapan gw, si Kakek nampak sedang mengatur nafas nya yang terdengar memburu..
Gw juga letih, tapi beliau terlihat jauh lebih lebih.. Faktor usia memang tidak bisa dibohongi, Bree.. Berbeda dengan golongan Jin.. Semakin tua usia manusia, maka akan semakin mempengaruhi kekuatan fisiknya..
Sambil tersenyum, si Kakek mengacungkan jempolnya ke arah gw.. Melihat itu, gw mengerti bahwa beliau berniat menyudahi permainan barusan.. Lalu, mulai berjalan mengajak gw kembali duduk di atas balai.. Keringat deras terlihat membasahi kening si Kakek, yang langsung masuk ke dalam rumah dan keluar lagi dengan membawa segelas besar air putih..
Gw juga menyeka keringat di dahi dengan lengan kaus dan menghabiskan sisa teh manis yang tak lagi hangat..
“Babeh demen bisa gampar muka lu tadi, Tong” Ledek si Kakek yang gw sambut dengan tawa lepas cukup lama..
Beliau pun tertawa juga untuk beberapa saat.. Lalu, entah mengapa tiba-tiba terdiam dengan sendirinya.. Dari raut wajahnya yang menatap kosong ke arah depan, gw bisa melihat ia sedang mencoba merasakan sesuatu atau melihat sesuatu tak kasat mata..
Gw melemparkan pandangan mata ke depan dengan menggunakan Ajian Tembus Pandang.. Namun, tidak menemukan penampakan apapun disana dan akhirnya menoleh lagi ke arah si Kakek..
“Nama babeh Misar, Tong.. Babeh juga keturunan Ki Suta Dewa sama kaya lu”
Kedua mata gw terbelalak entah untuk yang ke berapa kalinya, mendengar pengakuan si Kakek bernama Babeh Misar, yang menyebut nama Ki Suta dan mengaku salah satu keturunannya..
“Ba.. Babeh juga keturunan Ki Suta?” Tanya gw yang sempat terbata-bata karena masih sangat terkejut..
Babeh Misar sendiri menganggukan kepala sambil mencopot peci kumalnya, dan mengeluarkan sebungkus rokok kretek lagi..
“Kalo kaga salah.. Ki Suta Dewa sempet datengin babeh lewat mimpi.. Ampe tiga kali babeh ngimpi samaan.. Ki Suta Dewa dateng dan nyuruh babeh hari ini sholat Subuh di mesjid tadi.. Dia ngomong nanti babeh bakalan ketemu ama anak muda keturunan dia juga.. Pas babeh liet aura lu, baru babeh tau kalo mimpi babeh nyata” Jelas Babeh Misar diselingi kepulan asap yang keluar dari mulutnya..
Gw tertegun mendengar penjelasan Babeh Misar barusan.. Ternyata, terusirnya gw dari rumah membawa pertemuan antara gw dan salah satu keturunan lain dari Ki Suta.. Luar biasa.. Hidup memang selalu penuh misteri..
“Kalo liet tampang lu nyang cakep, lu pasti nurunin anak Ki Suta Dewa pas dia kimpoi ama anak Raja Jin ya, Tong?” Tanya Babeh Misar yang terdengar seperti hanya sekedar menebak..
“Kata Ki Suta.. Muka saya mirip anaknya yang namanya Jagat Tirta, Beh”
BRAKK..
“Nah, ntuh dia.. Jagat Tirta, babeh lupa namanya” Kata Babeh Misar sambil menggebrak balai bambu tempat kami duduk dengan keras, hingga membuat gw sampai melompat kaget..
Dua gelas berisi air putih setengah dan teh manis yang habis, sampai terguling-guling tumpah membasahi balai.. Sementara, sisa potongan ubi rebus nampak mencelat berhamburan ke atas dan mendarat kembali di atas balai bambu dengan berserakan..
“Nih orang bikin kaget gw mulu dah” Ucap gw dalam batin sambil duduk kembali..
Babeh Misar nampak menghisap lagi rokok kretek yang terselip di antara dua jari, lalu menghembuskan asapnya ke arah wajah gw.. Bau tembakau kretek yang menyengat membuat gw mengibaskan tangan ke depan wajah..
“Beh, dulu Ki Suta pertama kali muncul terus bilang babeh keturunannya, ceritanya gimana tuh? Tanya gw yang berniat mengorek keterangan dari beliau..
“Dulu, pas babeh ngimpi basah begituan ama kembang kampung tenabang, pagi-paginya babeh bangun udah ada di kebon bambu.. Disonoh Ki Suta Dewa nemuin babeh.. Terus babeh dikasih elmu silat ama elmu laen buat lawan kompeni.. Babeh juga dikasih piso pusaka namanya Selir Naga.. Nyang jagain piso pusaka ntuh jin wadon cakep bener, tong” Ucap babeh Misar sambil menatap ke arah pelataran rumah..
Dari mata cekungnya yang berbinar-binar, jelas menandakan bahwa beliau sedang menikmati kilasan-kilasan kejadian masa lalu yang telah dilewatinya.. Tanpa terasa, rokok kretek yang ada diselipan dua jarinya sudah terbakar habis..
Namun, anehnya Babeh Misar seperti tidak merasakan sensasi panas dari bara dipuntung rokok.. Sampai-sampai bara tersebut padam dengan sendirinya.. Baru setelah ia melihat tak ada asap lagi yang keluar dari puntung rokok, Babeh Misar membuang benda tersebut..
“Datengnya Ki Suta Dewa waktu itu, buat nyelametin bangsa kita dari tangan penjajah lewat tangan babeh, tong.. Tangan babeh udah matiin kompeni kaga keitung.. Semua babeh lakuin pake elmu Ki Suta Dewa.. Tapi, sekarang piso Selir Naga ama elmu laen udah babeh pendem dalem tanah.. Pas bini babeh meninggal, babeh janji kaga bakalan make elmu-elmuan dari Ki Suta Dewa lagi.. Kecuali satu elmu nyang emang kaga bisa babeh lepas”
Selesai bicara dibagian ini, gw sempat melihat raut wajah Babeh Misar menunjukkan penyesalan.. Entah apa yang beliau sesalkan.. Padahal mendengar penuturan nya, beliau termasuk salah satu tokoh yang bisa dibilang berjasa demi kemerdekaan.. Khususnya di tanah Betawi.. Apa mungkin murungnya wajah Babeh Misar ada hubungannya dengan kalimat terakhir, tentang satu ilmu yang tidak bisa beliau lepas?
“Satu ilmu yang babeh maksud, apa ilmu silat yang babeh pake buat gampar muka saya tadi? Terus, babeh juga bisa bikin Pagar Gaib, sama bikin saya jatoh dipasar pake pukulan jarak jauh?” Tanya gw mencoba menebak..
Babeh Misar mengulum senyuman dari wajahnya yang sudah dipenuhi kerutan pertanda usia sudah mulai menjelang.. Kemudian menyandarkan punggungnya di dinding bata tak bersemen yang merupakan bagian depan rumah beliau..
“Ilmu Silat nyang babeh pake tadi bukan warisan Ki Suta Dewa, Tong.. Babeh dapet dari temen lama jagoan tenabang.. Namanya Almarhum Bang Sab*ni.. Babeh kenal sama dia pas lagi sama-sama ngelawan kompeni.. Dia pake Ilmu Silat tangan kosong.. Nah, babeh pake ilmu silat dari Ki Suta Dewa.. Iseng-iseng, babeh nantangin Bang Sab*ni buat bandingin ilmu silat babeh.. Sama kaya lu tadi, dia bilang kalo bisa gampar muka babeh, artinya babeh kalah.. Beneran, babeh kalah.. Abis itu babeh ngotot minta diajarin Ilmu Silatnya.. Alhamdulillah, dia ngasih.. Ampe sekarang babeh simpen tuh elmu silat buat jaga diri” Jawan Babeh Misar yang menutup penjelasannya..
Gw termenung mendengar penjelasan Babeh Misar.. Jika Ilmu Silat keren yang membuatnya berhasil menggampar wajah gw tadi, bukan berasal dari Ki Suta, lalu satu ilmu yang tidak bisa ia lepaskan itu apa donk, Bree?
“Lu tau, tong?”
“Kaga, Beh” Sahut gw yang tidak sengaja menyambar kalimat Babeh Misar, padahal belum selesai ia bicara..
JEPRETT!!!
Seketika Kakek Tua berkemeja lusuh itu meraih pecinya dari atas balai bambu dan memukul kepala gw secepat kilat..
“Kaga ada sopannya pisan lu ama nyang tuaan kalo lagi ngomong, maen samber bae” Bentak Babeh Misar ke arah gw, yang meringis menahan sakit sambil mengusap-usap kepala..
Untuk beberapa saat, gw mengucap maaf berkali-kali atas ketidak sengajaan gw yang memotong kalimatnya.. Sementara, Babeh Misar sendiri kembali terlihat mengeluarkan sebatang rokok kretek dari bungkusan coklat, yang teselip dilipatan peci bagian atas..
“Lu tau, tong..” Ucap Babeh Misar kembali mengulang kalimatnya tadi dan sengaja menahan cukup lama, sambil melirik gw yang tersenyum sendiri tanpa mau menyambar omongannya lagi..
“Umur babeh ampir seratus delapan puluh taun” Kata Babeh Misar yang membuat gw tercekat tak percaya..
“Lu boleh percaya boleh kaga.. Nyang pasti, babeh udah lewatin banyak asem garem idup.. Dari lawan kompeni, ampe pernah bantu tentara lawan PKI.. Semua babeh lakuin diem-diem, karena babeh kaga mao di kenal orang.. Babeh kepaksa kudu pindah-pindah rumah udah sepuluh kali, tong.. Semua kudu Babeh lakuin karena takut orang-orang curiga babeh kaga mati-mati.. Babeh juga kaga nenangga (bertetangga).. Babeh idup sendiri abis bini Babeh ninggal.. Babeh kaga punya anak.. Semua ntuh karena babeh salah pilih elmu.. Babeh sempet salah jalan dan nyolong elmu ciptaan Kakek Moyang kita, nyang bikin babeh kaga bisa mati sampe usia babeh pas dua ratus taun”
Kedua mata gw membesar sekaligus bergidik mengetahui kisah kelam Babeh Misar.. Bagaimana mungkin dia bisa mengambil keputusan yang terdengar sangat tidak rasional dengan mencuri Ilmu terlarang Kakek Moyang kami sendiri.. Entah apa nama ilmu tersebut, yang pasti gw sama sekali tidak mau mengetahuinya..
“Ntuh satu elmu nyang kaga bisa babeh lepas tong.. Sampe umur babeh dua ratus taun, pas babeh mati ntuh elmu baru bakalan ilang dewek (sendiri).. Kalo Pagar Gaib, babeh dapet dari Jin Penguasa Gunung Gede.. Ama elmu nyang bisa ngelukain orang laen kaga pake nyentuh badan mah, ciptaan babeh dewek, Tong.. Lu mao babeh ajarin?”
“Mao, Beh.. Sekalian sama Ilmu silat yang keren tadi yak.. Tapi jangan yang ilmu terlarang itu, Beh.. Takut saya soalnya”
Sambil terkekeh, Babeh Misar menganggukan kepalanya dan memberi izin ke gw untuk belajar Ilmu baru darinya.. Sebenarnya, jika hanya satu Ilmu yang boleh dipelajari, gw akan memilih Ilmu silat tadi.. Tapi, mumpung Babeh Misar tidak membatasi, maka gw pun memilih ketiganya.. Yaitu, Ilmu membuat Pagar Gaib, melukai lawan tanpa menyentuh dan Ilmu Silat dari salah satu jagoan betawi tempo dulu..
Babeh Misar sempat mengatakan bahwa ba’da Juhur, beliau akan mulai mengajarkan gw Ilmu silat miliknya yang dipelajari dari jagoan Betawi di masa silam.. Nah, pada malam harinya, baru beliau akan mengajarkan membuat Pagar Gaib pemberian Penguasa Gunung Gede.. Kenapa pilih waktunya malam, karena beliau harus menanyakan sendiri ke yang empunya, tentang boleh tidaknya Ilmu Pagar Gaib itu diturunkan ke gw, Bree..
Sambil terus menceritakan pengalaman hidupnya di masa lalu, Babeh Misar tak sadar sudah kehabisan rokok.. Mau tidak mau, beliau terpaksa harus bercerita dengan mulut asam.. Seperti yang gw rasakan sejak semalam..
Babeh Misar bercerita, kenapa dia nekat mencuri Ilmu terlarang ciptaan Ki Suta.. Semua disebabkan karena pola pikirnya waktu itu, hanya ingin terus berjuang melawan segala bentuk kejahatan meski dengan cara diam-diam, tanpa sepengetahuan orang lain.. Mulia sih, tapi terdengar naif buat gw..
Bahkan, dahulu warga kampung tempat ia pindah untuk kedua kalinya, sempat memberi julukan Bajing Item ke orang sakti yang selalu berhasil membekuk penjahat.. Baik itu pencuri, perampok bahkan begal.. Julukan Bajing Item diberikan karena para penduduk tidak tahu siapa sebenarnya orang yang sering menolong itu, yang tak lain adalah Babeh Misar sendiri.. Pas beliau cerita part ini, ane langsung keingetan Si Pitung Tokoh Jagoan fenomenal dari Betawi pada masa penjajahan Belanda.. Apa jangan-jangan Babeh Misar kenal Bang Pitung yak?
Karena pola pikirnya itu, Babeh Misar akhirnya memberanikan diri untuk mencuri Ilmu terlarang ciptaan Ki Suta dengan bantuan sesosok Jin Penjaga yang tidak mau ia sebutkan namanya ke gw.. Akibat ulahnya tersebut, Babeh Misar harus menerima sangsi, yaitu dikutuk Ki Suta sebagai Kakek Moyangnya sendiri.. Kutukannya tidak lain, ia akan terus hidup sampai usianya dua ratus tahun.. Meski dengan kondisi tubuh yang semakin menua..
Soal, Ilmu Silat pemberian salah satu tokoh jagoan Betawi.. Babeh Misar mengatakan bahwa perbedaan Ilmu Silat nya itu dengan Ilmu silat yang lain, adalah selalu menyerang meski sambil menangkis atau menahan serangan lawan..
Jurus andalannya terletak pada pukulan kedua tangan dan tendangan kedua kaki yang bisa bergerak sangat cepat.. Satu lagi, saat menggunakan Ilmu silat tersebut, kita harus terus berada didekat lawan.. Karena akan membuatnya kesulitan mengantisipasi serangan kita yang tak terduga..
Tak hanya gw yang selalu dibuat terkejut oleh Babeh Misar.. Beliau beberapa kali nampak membesarkan kedua mata cekungnya saat gw menceritakan soal jalan hidup gw.. Dari kemunculan Sekar dan Ki Suta, munculnya ketiga saudara lain yang merupakan sama-sama keturunan Ki Suta, sampai keberhasilan kami melenyapkan Raja Siluman..
Sengaja gw tidak menceritakan perihal Kitab Langit Bagian Matahari yang tersimpan ditelapak tangan kanan.. Sebab, gw menjunjung tinggi wejangan Nyi Mas Galuh Pandita tentang jangan percaya siapapun, terutama orang asing.. Bukan hal mustahil jika sosok Kakek Tua berilmu tinggi yang ada dihadapan gw itu, merupakan salah satu wujud jelmaan musuh utama kami yakni, Braja Krama.. Meski gw belum pernah bertemu sekalipun dengannya dan melihat seperti apa rupa saudaranya Penguasa Gaib Tanah Pasundan.. Tetap saja, gw harus waspada.. Bisa jadi Braja Krama menguasai Ilmu Malih Sukma Raga tingkat sempurna seperti Nyi Mas Galuh Pandita dan Rambe Lantak (semoga dia awet dineraka).. Sorry! Bukan bermaksud kasar.. Tapi, Kalo inget sosok Jin berilmu Rawa Rontek itu, masih suka kesel gw, Bree.. Buat lanjutannya Inshaa Allah, ane apdet lagi besok, Bree.. wkwkwk
dodolgarut134 dan 15 lainnya memberi reputasi
16