Kaskus

Story

bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP

Halo sahabat penikmat kaskus, setelah membaca beberapa trit horor kaskus yang menarik, dan tentang indigo, saya berencana untuk sharing apa yang saya alami hingga saat ini, sebuha pengalaman seorang penulis, semoga kalian bisa menikmati segala tulisan yang saya tuangkan dalam trit horror ini, semoga menemani malam2 kelam kalian, jangan lupa sekililing kalian selalu ada MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP
----
Sebuah kisah tentang bagaimana seorang anak bernama ARDA yang menjadi seorang "indigo", kisah penuh drama, cinta, dan 90% horor, dan bagaimana seorang anak biasa, "bersahabat" dengan MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP

Kisah yang dituliskan adalah kisah yang dialami oleh beberapa orang, mulai dari penulis, dan teman- teman nya, merupakan suatu kejadian nyata yang dialami, namun mungkin akan dibumbui dengan kesyahduan bumbu bumbu penulisan cerita yang sedikit hiperbola

Let's Just Enjoy The Story ( jangan lupa di subscribe dan kasih like, cendol, asal jangan bata merah )

Cerita akan di update paling lambat 2 hari sekali, dan jam update nya pagi berhubung ane pagi kerja sekalian untuk update awal jam kantor hehe

jangan lupa follow Instagram : @bakemonotong
twitter : @ardahakimotong

Quote:



Quote:


Quote:


Quote:
Diubah oleh bakamonotong 22-06-2018 09:51
mmuji1575Avatar border
G.FaustAvatar border
kemintil98Avatar border
kemintil98 dan 7 lainnya memberi reputasi
8
53.2K
135
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
#15
Part VII - Aku Sang Pembuat Masalah, Aku Yang Kalian Benci

Aku di cap sebagai pembuat masalah semenjak aku memecahkan kaca kelas dengan bola basket, seakan mereka menuduhku sengaja melakukan hal itu agar menjadi sensasi. Bodoh, ya begitu pikirku, kalian bodoh jika berpikir aku berniat begitu, terang saja, siapa yang ingin memecahkan kaca kelas tanpa sebab tak jelas seperti itu. Namun tetap saja, aku di cap sebagai pembuat masalah, belum juga aku ketahuan makan snack fugu (mungkin hanya angkatan tua yang tahu). dan dihukum oleh guru bahasa Indonesia ku sekaligus wali kelas ku, sebut aja Bu Siti (nama samaran). di soraki teman2 sekelas, di cap pembuat masalah, membuatku makin muak saat menjalani masa sekolah. Dan ini adalah alasan kenapa mereka seperti menjauhi diriku, karena tak mau terlibat seperti aku yang bermasalah pada sikapku, dan ini juga yang menjadikan kesempatan bagi mereka, untuk masuk ke dalam tubuhku, dan membuat onar.

Hingga saking cueknya mereka pada ku, aku sendiri malasa berinteraksi dengan teman- temanku, mungkin hanya sebagian saja teman yang aku dekat, dan itupun tidak begitu dekat. Aku penuh dengan dendam dan benci pada mereka, seakan aku ingin membunuh mereka yang selalu memandang sebelah mata dan meremehkan ku, ntah karena aku tak bisa olahraga selain renang, dan tak bisa apa2, pintarku juga hanya level menengah di sekolah itu. Hingga suatu kesempatan emas sebenarnya datang, er.. beberapa kesempatan emas untuk membunuh teman- temanku. Seperti di awal, kasus celana sobek, ya itu awal yang membuatku ingin membunuh temanku yang paling membuatku jengkel saat itu, hanya bermodal tinggi, tapi tetap saja hampir menangis saat ditodong pisau, dan hingga aku teringat kala itu, tawa bahagia sesosok hitam di ruang PKK yang jarang digunakan dan jarang dinyalakan lampu, tawany jelas, walau wujudny hanya hitam tak menentu, dia tertawa senang, saat melihat aku marah, hingga dia tepat berada di depanku saat akan membunuh temanku, berdiri tepat di depanku, aku melihat kakinya, hingga ia berjongkok, memperlihatkan seringai nya, dan memberitahuku, "temanmu ini pantas mati", ya aku juga semapt berpikir begitu hingga akhirnya aku dipisahkan oleh guru BK, dan si sosok tadi menghilang, dan kulihat dia kembali berada di pojokan ruang PKK, memandangku, sambil menjulurkan tangan, menggoyangkannya seakan, "kemarilah, ikut denganku saja".

Kasus lain adalah aku hampir membuat temanku mati tercekik, dan kali ini aku beanr- benar dalam kondisi hampir tak sadar dengan apa yang aku lakukan, seakan tubuhku dikendalikan aku yang lain. sebut saja si korban dengan nama kristan(nama samaran), hal sepele sebenarnya, hanya karena bermain di gundukan pasir, membuat sesuatu hal yang nostalgic saat SD (ya memang aku merasa itu mainan yang bocah sekali dilakukan oleh anak SMP kelas 7), dan itu membuatku senang, berhubung saat itu ulangan TIK ( Teknologi Informasi dan Komputer) atau apalah, dan itu membuatku dan teman2ku yang selesai mengerjakan ujian bermain2 di lapangan sekitar sekolah, ad yang bermain biola, dan ya bermain hal lain, hingga satu sisi, muncul ide bodoh seseorang untuk mengikat temanku di tiang bendera sekolah dengna tali katrol bendera, dan kristan ini lah sang korban. Kami bermain mengikat kristan disana, ya aku juga ikut2an hingga tanpa sengaja kristan yang memberontak menendang ku dan mengumpati aku "RA SAH MELU2 KOWE, CAH RA JELAS"(Gak usah ikut2 kamu anak aneh). dan membuatku emosi, memuncak, marah, hingga aku mencekik dia dengan tali bak di film- film, dan membuat dai kehabisan nafas, mulai membiru, dan aku melihat diriku melakukan itu, benar- benar badanku, tapi aku kembali pada satu dimensi gelap dan melihat si hitam ruang PKK disitu menempel pada tubuhku, aku yang ketakutan tak bisa apa- apa, berteriak supaya didengar, tapi sepertinya nihil, hingga aku melihat si hitam terlempar, begitu juga badanku, seketika sadar, pipiku membiru sakit, hingga aku sadar temanku memukul pipiku, membuatku sejenak tersadar, namun aku segera meloncat menyerang dia, berusaha memukuli nya, namun ketika hantaman pertama kena, Guru TIK kami sudah datang , melerai dimana kondisiku masih berontak dan menghajar temanku. hingga aku ditarik keruang BK, berhardapan dengan guru BK, diundang juga teman2ku sebagai saksi, dan akhirnya kami kembali ke kelas, guru BK memarahi kami semua, SATU KELAS kena marah guru BK hanya karena aku, wow! what an achievement I got there. Daan hal ini membuat ortuku dipanggil ke sekolah, lagi dan membuatku menambah catatan poin kenakalan ku, hingga aku hampir dikeluarkan walau belum genap 1 tahun sekolah.


Kasus yang lebih sepele adalah aku yang saat itu masih di kelas 7 (gila! setahun banyak masalah kan), aku memukul kepala temanku dengan papan alas kertas ujian. ya, karena hal sepele. dihina saja dan aprahnya dihina dengan di ciee ciee, di jodoh2kan yang membuatku marah, tak mengontrol diriku. Awalnya aku hanya menjenguk seorang teman perempuan yang sakit, bersama temanku, berhubung rumahnya dekat, kami menjenguknya dengan bersepeda, ya dia sakit, tapi ya tidak parah, hanya demam tinggi dan tidur di rumah seharian, basa basi sebentar kami disana, hingga jam menunjukkan pukul 4 sore, dan aku bersama temanku memutuskan pulang, lalu aku memutuskan langsung pulang ke rumah tanpa main ke tempat temanku lagi. hingga esoknya di sekolah, ntah bagaimana kabar itu beredar, hingga semua menjodoh2kan aku dengan cewe yang sakit tadi, sedang aku yang saat itu terlalu labil, mudah tersinggung masih mencoba menahan diri (masih berusah sabar atas kasus terakhir), hingga ada seorang wanita sebut saja tyas(nama samaran) dia sebenarnya bertanya tentang kondisi teman yang sait, namun diembel2i "kamu perhatian da sama dia" dan membuatku seketika marah, melihat dia, dengan tatapan marah, dan tanpa bicara aku mengambil alas kertas ujian, ku hantamkan tepat di kepalanya, keras hingga papan kayu itu retak, tyas menangis kencang, membuat teman2ku memandangku makin benci, bodo amat dengan hal itu aku keluar kelas, tapi di cegat temanku dan menarikku kembai, dia membalikan badan, mendorongku terjatuh, sambil yang lain meneriaku aku "lanang kok ngono karo wadon"(laki2 kok gitu sama perempuan). "lanang koyo banci e we asu!"(laki kok kaya banci e kamu! anji**!). membuatku makin amrah dan mengobrak abrik kelas, Hingga datang para guru- guru dan meleraiku, membuatku dipulangkan dari sekolah, dan membuat ortuku harus datang dan mengemis supaya aku tetap bisa sekolah disana. Hingga seorang guru BK menyuruhku latihan beladiri untuk melampiaskan semua emosi dan amarah dalam diriku, ya memang berefek, membuatku lebih tenang. Namun, ada hal yang aku belum sebutkan, si jail di ruang kelas ku adalah yang di part sebelumnya aku ceritakan di ruang kelas dekat jalan, ya, dia yang merasukiku kali itu, membautku dapat mengagkat meja sekolah, dan membantingnya, membuatku dapat memporak porandakan isi kelas seakan barang- barang tadi enteng, hingga ketika aku mulai sadar dan bisa mengendalikan diriku, aku mulai menyesal dan bertanya kenapa semudah ini tubuhku diambil alih, apa akan begini terus, apa yang harus kulakukan.

johny251976
kemintil98
regmekujo
regmekujo dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.