Kaskus

Story

orcashop889Avatar border
TS
orcashop889
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)

PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)

Met malem Agan & Sista. Mohon ijin Gan Sis, Ane permisi ijin masuk buat nulis trit di forum ini. Sebelumnya Ane minta maap banget, kalo trit Ane masih berantakan bin gak beraturan. Harap dimaklumi masih newbie. Trit Ane nantinya mungkin akan panjang banget dan bikin capek Agan yang ngebaca. Moga-moga Agan kagak bosen ngikutin yak...Makanya Ane ntar akan bagi dalam beberapa posting.


Dipersilakan yang mau langsung gelar tikar, Gan Sis. Yang jual kacang rebus, kacang goreng, kopi, dan teh panas udah pada keliling.

Spoiler for The Nightmare Crew:

Ane mo bercerita seputar fenomena indigoyang kebetulan mampir pada diri ane sendiri. Cerita ini bener-bener
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
Walaupun Ane sekarang udah cukup berumur, tapi sampe hari ini, peristiwa demi peristiwa misteri yang Ane alami masih melekat erat di kepala.

Buat sebagian Agan Sista, mungkin mempunyai pendapat lain. Enak dong punya bakat indigo. Jadi bisa liat hantu, genderuwo cs, bisa melihat masa depan, dsb. Menurut Ane pribadi, malahan banyak gak enaknya, gan. Hidup rasanya kayak terus dikejar-kejar sesuatu yang gejeh. Merasa terasing dan dianggap aneh oleh lingkungan dimanapun kita berada.

Bagi Agan Sista yang kebetulan juga mengalami hal yang sama, tentunya punya pendapat dan penilaian sendiri. Ane sangat hormati perbedaan pendapat kita, dan Ane juga kagak mau berdebat untuk itu emoticon-Shakehand2

PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
Cerita akan Ane bagi dalam beberapa Part, session, dan Beside Story yang merupakan sumber informasi pendukung. Supaya Agan Sista nantinya kagak bingung dan mudah mencari sisi cerita yang meloncat, ato masih ada hubungannya dengan cerita sebelumnya.

Cerita berdasarkan dari kisah nyata yang benar-benar pernah dialami oleh TS, jadi cerita ini merupakan :
90% Fakta (kejadian masih
terekam kuat di benak TS disertai
beberapa orang saksi hidup)
5% Ingatan TS ( karena kejadian
sudah lama terjadi alias lupa-lupa
ingat)
5% Bumbu Cerita


Dengan berbagai pertimbangan, Ane terpaksa menyamarkan beberapa hal yang berkaitan dengan cerita, yaitu ; nama kota, tempat kejadian, nama orang, detail kondisi tokoh, dan beberapa fakta yang sangat spesifik.
Hal ini semata-mata Ane lakukan demi menjaga perasaan, kesopanan/etika, dan privacy pihak-pihak yang terkait dengan kejadian-kejadian nyata yang Ane alami. Untuk kaskuser yang kebetulan tahu kejadiannya, mohon dengan amat sangat hormat, agar tetap menjaga segala kerahasiaan informasi tersebut.
emoticon-Jempolemoticon-Jempolemoticon-Jempol

PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)


PROLOG
Kota Kecil
Ane dilahirkan kota S, sebuah kota kecil yang terletak di kaki gunung, tepatnya di wilayah Propinsi Jawa Timur. Seingat Ane, kehidupan yang Ane jalani dari bayi sampe umur 4 th lancar jaya aja, gan. Mulus kayak jalan tol ...

Ane juga bersyukur banget sama Allaah SWT, sebab Ane dilahirkan ditengah keluarga yang cukup berada tapi tetap sederhana. Kedua ortu Ane bekerja sebagai PNS dan masih ada pekerjaan sampingan di bidang pendidikan swasta. Jadi konsekwensi yang harus kita terima adalah waktu untuk bisa bersama anak-anak terasa kurang. Tiap hari bisa berkumpul bersama ortu bisa kami lakukan setelah jam 19:00 WIB.

Pada tahun - tahun '70 an masih belum seramai jaman now, gan. Apalagi kami hanya tinggal di kota kecil daerah pegunungan. Saat itu, yang bisa menikmati listrik masih segelintir orang, gan. Kendaraan roda dua, roda empat dan TV masih jarang yang punya.

Alhamdulilaah, keluarga Ane sudah bisa beli sebiji Colt, vespa, dan TV hitam putih (seingat ane merk Crown). Siaran TV pun cuman sebiji doang, yaitu TVRI. Yang ane ingat, siaran dimulai jam 17:00 dan berakhir jam 22:00. Acaranya cuman berita, dialog, dan kalaupun hiburan hanya malam minggu doang, gan.

Spoiler for tv hitam putih (sumber : google):

Bukan cuman itu gan, kota Ane pun jam 20:00 dah pada sepi. Toko dan rumah-rumah udah pada tutup. Jalan raya udah kayak kota hantu.

Spoiler for kabut kota (sumber : google):

Penerangan jalan raya masih pake lampu bohlam warna kuning. Cuman beberapa sudut kota yang diterangi lampu neon panjang. Jaman segitu dinginnya udara pegunungan masih terasa banget. Sering turun kabut kalo malam dan pagi hari. Agan bisa bayangin aja lah, kayak di film-film horror versi Hollywood

Yang paling bikin Ane merinding kalo sudah denger orang ronda malam, gan. Ronda malam biasanya mulai keliling jam 23:00. Suara kentongan bambu yang dipukul berirama terdengar menyeramkan ditengah sepinya malam di kota Ane. Masih ditambah suara lolongan Doki, anjing peliharaan bokap, yang bersahutan dengan anjing tetangga. Bulu kuduk tambah berdiri tegak, gan.

Spoiler for Kentongan bambu (sumber : google):

O,ya dari kecil Ane sudah dibiasakan tidur sendiri, meskipun dalam satu kamar ada kakak-kakak Ane. Tempat tidur Ane kebetulan berada tepat di bawah jendela samping rumah.

Spoiler for Jendela (sumber: google):

Jadi kalo ada orang lewat di samping rumah, pasti akan kedengaran langkah-langkah kakinya. Peronda malam sering banget lewat samping rumah kalo pas keliling. Bikin Ane tambah menggigil bin merinding, gan

Spoiler for kopi plus cangbus:


Part 1. Tamu Tak Diundang
Sebenarnya kehidupan Ane saat itu normal-normal aja.yah,...normal dan biasa, seperti anak-anak seusia Ane lainnya juga. Karena belum bersekolah (waktu itu Ane masih umur 4 tahun lebih), kegiatan Ane dirumah hanya bermain. Kebetulan Ane punya hobby menggambar, gan. Udah banyak banget tembok dan kertas kerja Nyokap yang jadi korban hobby Ane. Akhirnya Bokap membeli papan tulis kayu ( warna item) lengkap dengan kapur 1 box plus penghapus.

Spoiler for Papan Tulis kapur (sumber : google):

Jaman segitu belum ada whiteboard, gan. Jadi kalo selesai gambar, dijamin muka plus tangan Ane penuh dengan debu kapur.

Sampai suatu hari terjadi sebuah peristiwa yang membuat hidup Ane berubah drastis.

Kejadian ini terjadi kurang lebih 2 bulan sebelum Ane mulai masuk sekolah TK kecil.
Dimulai dari sebuah pagi hari yang cerah banget. Ane dah bangun, terus sikat gigi, mandi, sarapan dan menggambar...

Setelah ortu berangkat kerja dan kakak-kakak Ane juga pergi ke sekolah, tinggal Ane dan pengasuh yang ada di rumah. Pengasuh Ane namanya dherah(mungkin singkatan dari budhe Rah ). Seperti biasanya sekitar jam 08:00 dherah pergi ke pasar dan tinggalah ane sendirian di rumah. Seingat Ane, tak lama setelah dherah berangkat, Ane kebelet pipis. Selesai buang hajat di kamar mandi, Ane langsung menuju ke tempat favorit, yaitu papan tulis hitam tersayang....
Namun sesampai di tempat itu, Ane terkejut bukan kepalang.

Papan tulis dan dinding tembok tempat bersandarnya papan tulis kesayangan Ane telah lenyap...!!!

Yang terlihat didepan Ane sekarang adalah semacam pawon (Jawa; ruangan dapur jaman old yang berukuran luas). Ane sontak bingung dan sekilas pikiran Ane meraba - raba dimana Ane sekarang. Salah ruangan, mimpi, ato lagi berimajinasi....

Ruangan dapur tersebut berlantaikan tanah keras, dengan beberapa cagak kayu (Jawa; kayu balok penyangga atap rumah), dan mereka memasak menggunakan angklo (Jawa; tungku yang terbuat dari tanah liat) serta kayu bakar. Terlihat juga peralatan masak yang mereka gunakan masih terbuat dari tanah liat dan kayu.

Spoiler for Pawon Jaman Old (sumber : google):

Di dalam dapur tersebut terlihat banyak sekali orang yang sedang beraktifitas memasak. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan, anak- anak dan hanya terlihat 2-3 laki-laki. Perempuan - perempuan yang ada didapur tersebut rata-rata berumur paruh baya dan memakai kain jarik lurik(Jawa; kain kebaya bermotif). Anak - anak mereka terlihat tidak berpakaian dan sibuk bermain bersama. Beberapa laki-laki terlihat di pojok ruangan sedang sibuk mengangkut kayu bakar dan mengaduk sebuah kuali (Jawa; belanga besar yang terbuat dari tanah liat)

Diantara rasa bingung, takut, heran, dan ingin tahu, Ane cuman bisa berdiri mematung di depan ruangan tersebut. Sampai terlihat salah seorang perempuan terlihat tersenyum dan melambaikan tangan ke arah Ane. Entah apa yang ada di pikiran Ane waktu itu, Ane langsung masuk ke dapur besar tersebut.

Ada sebuah keanehan yang sebenarnya Ane rasakan. Saat di luar ruangan dapur tersebut (jarak ane berdiri dari tembok yang telah berganti dengan ruangan dapur tersebut hanya -/+ 1 meter) sama sekali tidak terdengar keributan ataupun suara-suara aktifitas kesibukan mereka. Akan tetapi setelah Ane masuk, baru Ane bisa mendengar suara-suara alat dapur, canda tawa perempuan dan jerit tangis dari anak-anak yang sedang bermain.

Tunggu dulu.....!!! Masih ada keanehan lagi, gan. Suara-suara tersebut ternyata tidak terdengar langsung di telinga Ane, tapi hanya terdengar di cuping telinga. Ane hanya mendengar suara mereka secara sayup-sayup, seakan suara tersebut berasal dari tempat yang jauh. Suara obrolan para perempuan tersebut juga terdengar semacam gumaman yang tidak jelas.

Ane langsung menghampiri perempuan yang memanggil ane tadi, gan. Terlihat dia sedang sibuk memotong sesuatu. Sambil terus melakukan aktifitasnya, dia mengatakan bahwa mereka sibuk memasak untuk persiapan acara pernikahan. Dengan tersenyum manis (sumpah gan, perempuan tersebut masih terlihat cantik meskipun usianya sudah paruh baya), dia mengelus kepala Ane dan menyuruh Ane untuk segera pulang.

Saat dia berbicara langsung dengan Ane, suara perempuan ini sangat jelas terdengar di telinga. Lembut dan sangat keibuan banget. Terlihat beberapa anak mendekat ke Ane, mungkin mereka ingin mengajak bermain bersama. Tapi segera dihalau oleh beberapa ibu mereka dan menyuruh anak-anak tersebut tidak menghalangi jalan Ane.

Ane hanya perlu berjalan beberapa langkah saja untuk keluar dari ruang dapur besar tersebut ( -/+ 8 langkah). Begitu kaki Ane sampai di ujung ruangan dapur tersebut, Ane disilaukan oleh sebuah cahaya yang sangat terang, gan. Secara reflek, Ane memejamkan mata dan membalikkan badan untuk menghindari silau cahaya tersebut. Disaat itu juga Ane kaget setengah mati. Ruangan dapur tersebut sudah lenyap dari pandangan, dan hanya terlihat tembok dan papan tulis hitam kesayangan Ane.

Bersamaan dengan itu, terdengar suara pintu depan terbuka dan masuklah dherah yang baru saja pulang dari pasar. Dengan rasa takut dan tubuh gemetar, Ane langsung berlari menghampiri dherah yang tentunya menjadi sangat panik melihat keadaan Ane. Dherah berusaha menenangkan Ane dan memberikan air minum agar kondisi ane segera pulih.

Setelah Ane tenang, dherah berusaha bertanya tentang apa yang sebenarnya sudah terjadi. Terus terang, perasaan bingung dan takut saat itu seperti menghalangi Ane untuk menceritakan tentang kejadian tadi. Akhirnya dherah menyerah dan berhenti mencerca dengan pertanyaan - pertanyaan seputar kejadian yang menimpa Ane selama dia pergi kepasar.

Setelah Ane sedikit tenang, dherah mulai masuk ke dapur untuk memulai aktifitas rutin yaitu memasak. Saat itulah Ane kembali menggigil ketakutan dan kebingungan yang luar biasa.

Ane sudah hafal banget dengan segala aktifitas dherah di rumah selama 24 jam. Dan Ane sangat tau banget kalo dherah datang dari pasar berarti jam sudah menunjukkan pukul 10:30...!!! Secara refleks, Ane melihat jam dinding di dapur, dan apa yang sudah Ane sangka memang betul terjadi. Jam dinding tersebut menunjukkan pukul 11:10...

Berarti.......

Berarti, dimana waktu yang hilang dari jam 08:00 saat dherah berangkat ke pasar sampai dengan jam 10:30 bersamaan dia datang dari pasar?? .... Sedangkan Ane mengalami kejadan aneh tersebut hanya dalam hitungan menit saja kok. Mungkin hanya sekitar 2 menit-an sampai Ane menyadari tembok dan papan tulis kayu sudah terlihat kembali.

Sejak saat itulah, Ane selalu bertanya-tanya dan mencoba mencari jawaban tentang kejadian tersebut. Sampai pada akhirnya Ane pasrah, dan kejadian tersebut tetap menjadi rahasia masa kecil yang Ane simpan rapat-rapat hingga Ane dewasa.

BERSAMBUNG


PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story) Prolog dan Part 1. Tamu Tak Diundang
Part 2. Teman Ghaib (session 1) Si Hitam
Part 2. Teman Ghaib (session 2) Berkenalan
Part 3. Si Cantik (session 1) Kemunculan
Part 3. Si Cantik (session 2) Keakraban
Part 3. Si Cantik (session 3) Berpisah
Part 4. Terror Si Two Face
Part 5. Dimandikan Genderuwo
Part 6. Urban Legend (session 1) Kota Mati
Part 6. Urban Legend (session 2) Gentayangan
Part 7. Pasukan Ghaib
Beside Story 1
Beside Story 2
Beside Story 3
Part 8. Perjanjian Berdarah (session 1) Sakaratul Maut
Part 8. Perjanjian Berdarah (session 2) Langit Kembali Membara
Part 9. Sang Hyang Antaboga (session 1) Migrasi
Part 9. Sang Hyang Antaboga (session 2) Lorong Hitam
Part 9. Sang Hyang Antaboga (session 3) Jawaban
Part 9. Sang Hyang Antaboga (session 4) Mendung di Lereng Gunung M
Part 10. Terseret Masa Lalu (session 1) Paduan Suara
Part 10. Terseret Masa Lalu (session 2) Lost in Mall
Part 10. Terseret Masa Lalu (session 3) Memory Yang Tertinggal
Part 11. Cambuk Ghaib (session 1) Bukit Misterius
Part 11. Cambuk Ghaib (session 2) Tirai Ghaib
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)

PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
Diubah oleh orcashop889 20-03-2018 16:22
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
20K
120
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
orcashop889Avatar border
TS
orcashop889
#73
Met malam Agan Sis yang masih nongkrong atau yang baru lewat di trit Cerbung Ane ini. Syukurlah, malam ini Ane masih bisa sempatin selesaikan updates cerita di sela-sela perjalanan pulkam.

Karena Sesi Beside Story sudah selesai sampai di bagian 3, maka Cerita akan kembali lagi pada cerita inti, yaitu Part selanjutnya.

Untuk sekedar mengingatkan kembali pada cerita inti yang terakhir, silakan Agansis cekidot TKP di bawah ini :


Spoiler for Ilustrasi Rumah Angker (sumber asli : google):

Part 8. Perjanjian Berdarah

session 1. Sakaratul Maut
Bencana angin puting beliung yang baru saja melanda kota Ane masih menyisakan banyak pertanyaan besar di kepala Ane. Siapakah para prajurit ghaib pengawal tandu yang terlihat di saat terjadinya angin puting beliung malam itu.

Hari demi hari Ane lalui seperti layaknya bocah yang lainnya. Aktifitas bersekolah, bermain, dan belajar, Ane jalani dengan hati yang senang. Di kelas 5 ini, Ane harus agak sedikit ngebut dalam beberapa mata pelajaran yang terasa semakin sulit.

Suatu hari, Ane dan kakak perempuan Ane kebetulan pulang agak pagi (sekitar jam 09:00) karena para guru di sekolah ada rapat dinas. Kami bisa segera pulang dan bermain, walaupun "judulnya" tetap belajar di rumah.

Sesampainya di rumah, Ane sedikit dikejutkan oleh suasana rumah tetangga yang terletak di belakang rumah Bokap, tepatnya di depan Rumah Punden.

Tampak rumah tersebut sudah ramai dengan para tetangga yang berkumpul, dan terlihat sedikit kepanikan dari wajah mereka. Dari dalam rumah terdengar suara tangisan beberapa orang perempuan, seperti meratapi sesuatu. Sesekali terdengar jeritan dan lolongan kesakitan dari dalam rumah tersebut.

Rumah tersebut milik Bu N, seorang janda paruh baya yang tinggal bersama tiga orang anaknya. Beberapa anaknya sudah berumah tangga sendiri, dan mereka bertempat tinggal di luar Jawa. Anak Bu N yang masih berada di rumah tersebut adalah ; SP yang saat itu berumur 25 tahun, TR yang bersekolah di SMA, dan CI yang masih duduk di bangku SMP.

SP yang merupakan anak sulung Bu N, mempunyai (maaf) kelainan fisik dan mental. Sebenarnya SP orangnya ramah, baik, dan tidak pernah menganggu orang lain. Mungkin karena faktor keterbatasannya saja yang akhirnya membuat dia tidak mempunyai banyak teman. Setiap Ane akan berangkat ke sekolah, selalu terlihat SP yang sudah berdandan rapi sedang duduk di kebun belakang rumahnya (depan Rumah Punden), sambil memberi makan monyet peliharaannya.

Beberapa bulan sebelum kejadian hari itu, Ane sering mendengar SP selalu berteriak-teriak seperti orang yang ketakutan. Baik siang atau malam, teriakan itu terdengar sampai ke rumah Bokap. Pihak keluarga bahkan pernah membawa SP ke Rumah Sakit Jiwa. Setelah beberapa bulan dirawat disana, SP diperbolehkan pulang, setelah dinyatakan sembuh.

Akan tetapi, baru beberapa minggu dia di rumah, setiap malam SP mulai kembali berteriak-teriak ketakutan. Akhirnya, dia dikirim kembali ke Rumah Sakit Jiwa di kota lain, dengan harapan akan sembuh kembali.

Hanya beberapa minggu SP berada disana, SP harus dibawa pulang kembali ke rumah karena sakit. Hampir setiap hari, kami selalu mendengar SP berteriak histeris, seakan-akan sedang didatangi oleh setan. Hingga akhirnya, terjadilah kejadian yang menggemparkan kampung, di hari itu.

Karena saat itu ortu belum pulang dari kerja, maka kami tidak berani untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di rumah Bu N. Tiba-tiba datanglah Budheke rumah Bokap, dan segera mencari keberadaan kami. Dengan tergopoh-gopoh dan raut muka yang sedikit tegang, beliau berpesan pada kami berdua dan dherah, untuk tidak keluar rumah, dan segera menutup dan mengunci semua jendela rumah.

Sesaat sebelum beliau pergi, Beliau seperti mengucapkan beberapa mantera dalam Bahasa Jawa yang Ane kagak ngerti artinya, sambil meniup ubun-ubun Ane dan kakak. Setelah itu, Beliau segera bergegas menuju rumah Bu N. Anehnya, Budhe justru mengambil jalan memutar ke depan rumah, bukan langsung menyeberang kebun Bu N, yang jaraknya lebih dekat untuk sampai ke belakang rumah Bu N.

Spoiler for Ilustrasi Ketakutan (sumber : google):

Tak berapa lama kemudian, jeritan dan lolongan kesakitan SP terdengar semakin hebat terdengar dari arah rumah Bu N. Ane kagak bisa menjelaskan dengan kata-kata untuk menggambarkan bagaimana ngerinya suara jerit kesakitan tersebut.

Spoiler for Ilustrasi Anjing melolong (sumber : google):

Bersamaan dengan itu, Ane baru sadar bahwa suasana di sekitar rumah sangat menakutkan. Dokidan beberapa anjing milik tetangga terlihat selalu memandang rumah Bu N, dan terus menerus melolong dengan suara yang mendirikan bulu roma.

Dari jendela kaca ruang tamu, Ane lihat langit tampak berwarna merah jingga, serta membentuk semacam pusaran di atas kampung Ane. Angin terasa bertiup lebih kencang dan sangat dingin.

Ketika Nyokap pulang dari kerja, Ane baru tahu apa yang sedang terjadi di rumah Bu N. Ternyata SP, anak sulung Bu N sedang berhadapan dengan Sakaratul Maut. Sepanjang siang itu, dari rumah Bu N terdengar jerit kesakitan SP serta ratapan tangis para tetangga yang berada di sana.

Spoiler for Kedatangan Maut (sumber asli : google):

Sekitar jam 14:00, jerit kesakitan SP akhirnya tidak terdengar lagi, dan berganti dengan jerit tangis para ibu yang mendampingi Bu N. Akhirnya SP meninggal dunia di pelukan ibunya yang terus saja meratapi kepergiannya.

Bersamaan dengan itu, tiba-tiba angin bertiup kencang, dan tampak langit di atas kampung ane sedikit demi sedikit mulai berubah menjadi terang. Doki, Anjing milik Bokap tampak gelisah dan mendengking-dengking dan tampak seperti takut akan sesuatu.

Berita tentang kematian SP dengan cepat menyebar di kampung Ane. Berdasarkan rapat kilat anggota keluarga Bu N dan warga, jenasah SP akan dikubur hari itu juga, tanpa menunggu keluarga yang berada di luar kota. Setelah beberapa persiapan dilakukan, sekitar jam 19:00 jenasah SP dikuburkan di pemakaman umum yang letaknya di dekat rumah.

O,ya karena dari kecil Ane memang kagak terlalu takut dengan jenazah orang mati, maka sore itu, Ane bersama beberapa tetangga yang sebaya, ikut membantu bapak-bapak yang mempersiapkan penguburan SP.

Pada saat beberapa warga mengangkat jenasah SP dari tempat tidur untuk diletakkan di panduso(tandu jenazah), sekilas Ane melihat sesuatu yang tidak wajar. Menurut Ane saat itu, kelihatannya SP mengalami sesuatu yang luar biasa saat dia menghadapi Sakaratul Maut.

Entah siapa yang sudah menyebarkan berita tentang kondisi SP di saat Sakaratul Maut dan mengenai kondisi jenazahnya. Yang jelas dalam beberapa minggu, cerita-cerita tersebut sudah tersebar luas di kota Ane.

Yang tetap menjadi pertanyaan bagi warga kampung kami adalah, SP dikenal sebagai pribadi yang baik selama hidupnya, walaupun secara fisik dan mental dia tidak normal. Apa yang menjadi penyebab dia harus menghadapi Sakaratul Maut dengan cara demikian?

BERSAMBUNG

kaskus-image
kaskus-imagekaskus-imagekaskus-imagekaskus-image
kaskus-image
Diubah oleh orcashop889 23-02-2018 23:53
sulkhan1981
sulkhan1981 memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.