- Beranda
- Stories from the Heart
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP
...
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP
Halo sahabat penikmat kaskus, setelah membaca beberapa trit horor kaskus yang menarik, dan tentang indigo, saya berencana untuk sharing apa yang saya alami hingga saat ini, sebuha pengalaman seorang penulis, semoga kalian bisa menikmati segala tulisan yang saya tuangkan dalam trit horror ini, semoga menemani malam2 kelam kalian, jangan lupa sekililing kalian selalu ada MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP
----
Sebuah kisah tentang bagaimana seorang anak bernama ARDA yang menjadi seorang "indigo", kisah penuh drama, cinta, dan 90% horor, dan bagaimana seorang anak biasa, "bersahabat" dengan MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP
Kisah yang dituliskan adalah kisah yang dialami oleh beberapa orang, mulai dari penulis, dan teman- teman nya, merupakan suatu kejadian nyata yang dialami, namun mungkin akan dibumbui dengan kesyahduan bumbu bumbu penulisan cerita yang sedikit hiperbola
Let's Just Enjoy The Story ( jangan lupa di subscribe dan kasih like, cendol, asal jangan bata merah )
Cerita akan di update paling lambat 2 hari sekali, dan jam update nya pagi berhubung ane pagi kerja sekalian untuk update awal jam kantor hehe
jangan lupa follow Instagram : @bakemonotong
twitter : @ardahakimotong
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Diubah oleh bakamonotong 22-06-2018 09:51
kemintil98 dan 7 lainnya memberi reputasi
8
53.4K
135
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bakamonotong
#13
Part V - Masa Orientasi Siswa
Siswa baru di wajibkan mengikuti masa orientasi siswa, sebuah tulisan yang terpampang paling utama di lampiran untuk orang tua siswa, dengan beberapa aturan basa basi tambahan, seperti menggunakan seragam sekolah, jadwal baju sekolah dan lain- lain. Membaca penjelasan yang tertera membuat ku bersiap- siap untuk hari pertama besoknya.
Senin, hari pertama aku masuk sekolah, hari dimana awal baru akan dimulai, masa orientasi siswa menurutku adlaah hal yang nonsense atau omong kosong, bukan karena orientasinya tapi karena tugas yang harus aku bawa saat awal sekolah, pisang satu sisir lah yang adlalah pisang dan sisir, wortel, kobis, tauge total harga 300 rupiah, sedotan hitam dan tugas nonsense lainnya. Masa ini benar- benar membosankan, mendengarkan ceramah guru, omong2 orientasi dan akhirnya harus memutari sekolah semacam harus thawaf, atau mengenal seluk beluk sekolah.
Saat melakukan keliling sekolah ini aku mulai merasakan kejanggalan yang ada, ya mungkin hal umum yang dialami oleh sebagian besar anak, seperti beberapa kali aku melihat kunti2 yang berdiam di pohon, atau beberapa makhluk kecil berlari dalam perpustakaan, serta beberapa makhluk yang berdiri di pojokan kelas. Hingga satu tempat yang menurutku cukup istimewa adalah lab biologi, tepatnya di belakang lab biologi menurutku, sesosok makhluk besar, yang benar- benar menebarkan aura negatif ketika hari menjelang sore, sesosok makhluk yang selalu berdiri di samping kaca laboratorium biologi, badannya tinggi, sekitar 3 meter, tangannya panjang hingga menyentuh tanah, perutnya sedikit buncit, matanya besar melotot, giginya taring panjang turun hingga ke dagu, dan selalu memberi tatapan benci padaku, seperti membenci pada apa yang ada di dekatku.
Hal ini yang aneh, mereka tidak pernah mengganggu murid di sekolahku saat siang, padahal auranya cukup negatif dan hitam, bahkan hampir membuatku muntah saat awal awal mendaftar dahulu. Namun ketika malam, eksistensi mereka sudah mulai muncul, dan benar- benar mengganggu segala yang ada di sekitarnya.
Siswa baru di wajibkan mengikuti masa orientasi siswa, sebuah tulisan yang terpampang paling utama di lampiran untuk orang tua siswa, dengan beberapa aturan basa basi tambahan, seperti menggunakan seragam sekolah, jadwal baju sekolah dan lain- lain. Membaca penjelasan yang tertera membuat ku bersiap- siap untuk hari pertama besoknya.
Senin, hari pertama aku masuk sekolah, hari dimana awal baru akan dimulai, masa orientasi siswa menurutku adlaah hal yang nonsense atau omong kosong, bukan karena orientasinya tapi karena tugas yang harus aku bawa saat awal sekolah, pisang satu sisir lah yang adlalah pisang dan sisir, wortel, kobis, tauge total harga 300 rupiah, sedotan hitam dan tugas nonsense lainnya. Masa ini benar- benar membosankan, mendengarkan ceramah guru, omong2 orientasi dan akhirnya harus memutari sekolah semacam harus thawaf, atau mengenal seluk beluk sekolah.
Saat melakukan keliling sekolah ini aku mulai merasakan kejanggalan yang ada, ya mungkin hal umum yang dialami oleh sebagian besar anak, seperti beberapa kali aku melihat kunti2 yang berdiam di pohon, atau beberapa makhluk kecil berlari dalam perpustakaan, serta beberapa makhluk yang berdiri di pojokan kelas. Hingga satu tempat yang menurutku cukup istimewa adalah lab biologi, tepatnya di belakang lab biologi menurutku, sesosok makhluk besar, yang benar- benar menebarkan aura negatif ketika hari menjelang sore, sesosok makhluk yang selalu berdiri di samping kaca laboratorium biologi, badannya tinggi, sekitar 3 meter, tangannya panjang hingga menyentuh tanah, perutnya sedikit buncit, matanya besar melotot, giginya taring panjang turun hingga ke dagu, dan selalu memberi tatapan benci padaku, seperti membenci pada apa yang ada di dekatku.
Hal ini yang aneh, mereka tidak pernah mengganggu murid di sekolahku saat siang, padahal auranya cukup negatif dan hitam, bahkan hampir membuatku muntah saat awal awal mendaftar dahulu. Namun ketika malam, eksistensi mereka sudah mulai muncul, dan benar- benar mengganggu segala yang ada di sekitarnya.
regmekujo dan 5 lainnya memberi reputasi
6