Kaskus

Story

orcashop889Avatar border
TS
orcashop889
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)

PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)

Met malem Agan & Sista. Mohon ijin Gan Sis, Ane permisi ijin masuk buat nulis trit di forum ini. Sebelumnya Ane minta maap banget, kalo trit Ane masih berantakan bin gak beraturan. Harap dimaklumi masih newbie. Trit Ane nantinya mungkin akan panjang banget dan bikin capek Agan yang ngebaca. Moga-moga Agan kagak bosen ngikutin yak...Makanya Ane ntar akan bagi dalam beberapa posting.


Dipersilakan yang mau langsung gelar tikar, Gan Sis. Yang jual kacang rebus, kacang goreng, kopi, dan teh panas udah pada keliling.

Spoiler for The Nightmare Crew:

Ane mo bercerita seputar fenomena indigoyang kebetulan mampir pada diri ane sendiri. Cerita ini bener-bener
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
Walaupun Ane sekarang udah cukup berumur, tapi sampe hari ini, peristiwa demi peristiwa misteri yang Ane alami masih melekat erat di kepala.

Buat sebagian Agan Sista, mungkin mempunyai pendapat lain. Enak dong punya bakat indigo. Jadi bisa liat hantu, genderuwo cs, bisa melihat masa depan, dsb. Menurut Ane pribadi, malahan banyak gak enaknya, gan. Hidup rasanya kayak terus dikejar-kejar sesuatu yang gejeh. Merasa terasing dan dianggap aneh oleh lingkungan dimanapun kita berada.

Bagi Agan Sista yang kebetulan juga mengalami hal yang sama, tentunya punya pendapat dan penilaian sendiri. Ane sangat hormati perbedaan pendapat kita, dan Ane juga kagak mau berdebat untuk itu emoticon-Shakehand2

PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
Cerita akan Ane bagi dalam beberapa Part, session, dan Beside Story yang merupakan sumber informasi pendukung. Supaya Agan Sista nantinya kagak bingung dan mudah mencari sisi cerita yang meloncat, ato masih ada hubungannya dengan cerita sebelumnya.

Cerita berdasarkan dari kisah nyata yang benar-benar pernah dialami oleh TS, jadi cerita ini merupakan :
90% Fakta (kejadian masih
terekam kuat di benak TS disertai
beberapa orang saksi hidup)
5% Ingatan TS ( karena kejadian
sudah lama terjadi alias lupa-lupa
ingat)
5% Bumbu Cerita


Dengan berbagai pertimbangan, Ane terpaksa menyamarkan beberapa hal yang berkaitan dengan cerita, yaitu ; nama kota, tempat kejadian, nama orang, detail kondisi tokoh, dan beberapa fakta yang sangat spesifik.
Hal ini semata-mata Ane lakukan demi menjaga perasaan, kesopanan/etika, dan privacy pihak-pihak yang terkait dengan kejadian-kejadian nyata yang Ane alami. Untuk kaskuser yang kebetulan tahu kejadiannya, mohon dengan amat sangat hormat, agar tetap menjaga segala kerahasiaan informasi tersebut.
emoticon-Jempolemoticon-Jempolemoticon-Jempol

PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)


PROLOG
Kota Kecil
Ane dilahirkan kota S, sebuah kota kecil yang terletak di kaki gunung, tepatnya di wilayah Propinsi Jawa Timur. Seingat Ane, kehidupan yang Ane jalani dari bayi sampe umur 4 th lancar jaya aja, gan. Mulus kayak jalan tol ...

Ane juga bersyukur banget sama Allaah SWT, sebab Ane dilahirkan ditengah keluarga yang cukup berada tapi tetap sederhana. Kedua ortu Ane bekerja sebagai PNS dan masih ada pekerjaan sampingan di bidang pendidikan swasta. Jadi konsekwensi yang harus kita terima adalah waktu untuk bisa bersama anak-anak terasa kurang. Tiap hari bisa berkumpul bersama ortu bisa kami lakukan setelah jam 19:00 WIB.

Pada tahun - tahun '70 an masih belum seramai jaman now, gan. Apalagi kami hanya tinggal di kota kecil daerah pegunungan. Saat itu, yang bisa menikmati listrik masih segelintir orang, gan. Kendaraan roda dua, roda empat dan TV masih jarang yang punya.

Alhamdulilaah, keluarga Ane sudah bisa beli sebiji Colt, vespa, dan TV hitam putih (seingat ane merk Crown). Siaran TV pun cuman sebiji doang, yaitu TVRI. Yang ane ingat, siaran dimulai jam 17:00 dan berakhir jam 22:00. Acaranya cuman berita, dialog, dan kalaupun hiburan hanya malam minggu doang, gan.

Spoiler for tv hitam putih (sumber : google):

Bukan cuman itu gan, kota Ane pun jam 20:00 dah pada sepi. Toko dan rumah-rumah udah pada tutup. Jalan raya udah kayak kota hantu.

Spoiler for kabut kota (sumber : google):

Penerangan jalan raya masih pake lampu bohlam warna kuning. Cuman beberapa sudut kota yang diterangi lampu neon panjang. Jaman segitu dinginnya udara pegunungan masih terasa banget. Sering turun kabut kalo malam dan pagi hari. Agan bisa bayangin aja lah, kayak di film-film horror versi Hollywood

Yang paling bikin Ane merinding kalo sudah denger orang ronda malam, gan. Ronda malam biasanya mulai keliling jam 23:00. Suara kentongan bambu yang dipukul berirama terdengar menyeramkan ditengah sepinya malam di kota Ane. Masih ditambah suara lolongan Doki, anjing peliharaan bokap, yang bersahutan dengan anjing tetangga. Bulu kuduk tambah berdiri tegak, gan.

Spoiler for Kentongan bambu (sumber : google):

O,ya dari kecil Ane sudah dibiasakan tidur sendiri, meskipun dalam satu kamar ada kakak-kakak Ane. Tempat tidur Ane kebetulan berada tepat di bawah jendela samping rumah.

Spoiler for Jendela (sumber: google):

Jadi kalo ada orang lewat di samping rumah, pasti akan kedengaran langkah-langkah kakinya. Peronda malam sering banget lewat samping rumah kalo pas keliling. Bikin Ane tambah menggigil bin merinding, gan

Spoiler for kopi plus cangbus:


Part 1. Tamu Tak Diundang
Sebenarnya kehidupan Ane saat itu normal-normal aja.yah,...normal dan biasa, seperti anak-anak seusia Ane lainnya juga. Karena belum bersekolah (waktu itu Ane masih umur 4 tahun lebih), kegiatan Ane dirumah hanya bermain. Kebetulan Ane punya hobby menggambar, gan. Udah banyak banget tembok dan kertas kerja Nyokap yang jadi korban hobby Ane. Akhirnya Bokap membeli papan tulis kayu ( warna item) lengkap dengan kapur 1 box plus penghapus.

Spoiler for Papan Tulis kapur (sumber : google):

Jaman segitu belum ada whiteboard, gan. Jadi kalo selesai gambar, dijamin muka plus tangan Ane penuh dengan debu kapur.

Sampai suatu hari terjadi sebuah peristiwa yang membuat hidup Ane berubah drastis.

Kejadian ini terjadi kurang lebih 2 bulan sebelum Ane mulai masuk sekolah TK kecil.
Dimulai dari sebuah pagi hari yang cerah banget. Ane dah bangun, terus sikat gigi, mandi, sarapan dan menggambar...

Setelah ortu berangkat kerja dan kakak-kakak Ane juga pergi ke sekolah, tinggal Ane dan pengasuh yang ada di rumah. Pengasuh Ane namanya dherah(mungkin singkatan dari budhe Rah ). Seperti biasanya sekitar jam 08:00 dherah pergi ke pasar dan tinggalah ane sendirian di rumah. Seingat Ane, tak lama setelah dherah berangkat, Ane kebelet pipis. Selesai buang hajat di kamar mandi, Ane langsung menuju ke tempat favorit, yaitu papan tulis hitam tersayang....
Namun sesampai di tempat itu, Ane terkejut bukan kepalang.

Papan tulis dan dinding tembok tempat bersandarnya papan tulis kesayangan Ane telah lenyap...!!!

Yang terlihat didepan Ane sekarang adalah semacam pawon (Jawa; ruangan dapur jaman old yang berukuran luas). Ane sontak bingung dan sekilas pikiran Ane meraba - raba dimana Ane sekarang. Salah ruangan, mimpi, ato lagi berimajinasi....

Ruangan dapur tersebut berlantaikan tanah keras, dengan beberapa cagak kayu (Jawa; kayu balok penyangga atap rumah), dan mereka memasak menggunakan angklo (Jawa; tungku yang terbuat dari tanah liat) serta kayu bakar. Terlihat juga peralatan masak yang mereka gunakan masih terbuat dari tanah liat dan kayu.

Spoiler for Pawon Jaman Old (sumber : google):

Di dalam dapur tersebut terlihat banyak sekali orang yang sedang beraktifitas memasak. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan, anak- anak dan hanya terlihat 2-3 laki-laki. Perempuan - perempuan yang ada didapur tersebut rata-rata berumur paruh baya dan memakai kain jarik lurik(Jawa; kain kebaya bermotif). Anak - anak mereka terlihat tidak berpakaian dan sibuk bermain bersama. Beberapa laki-laki terlihat di pojok ruangan sedang sibuk mengangkut kayu bakar dan mengaduk sebuah kuali (Jawa; belanga besar yang terbuat dari tanah liat)

Diantara rasa bingung, takut, heran, dan ingin tahu, Ane cuman bisa berdiri mematung di depan ruangan tersebut. Sampai terlihat salah seorang perempuan terlihat tersenyum dan melambaikan tangan ke arah Ane. Entah apa yang ada di pikiran Ane waktu itu, Ane langsung masuk ke dapur besar tersebut.

Ada sebuah keanehan yang sebenarnya Ane rasakan. Saat di luar ruangan dapur tersebut (jarak ane berdiri dari tembok yang telah berganti dengan ruangan dapur tersebut hanya -/+ 1 meter) sama sekali tidak terdengar keributan ataupun suara-suara aktifitas kesibukan mereka. Akan tetapi setelah Ane masuk, baru Ane bisa mendengar suara-suara alat dapur, canda tawa perempuan dan jerit tangis dari anak-anak yang sedang bermain.

Tunggu dulu.....!!! Masih ada keanehan lagi, gan. Suara-suara tersebut ternyata tidak terdengar langsung di telinga Ane, tapi hanya terdengar di cuping telinga. Ane hanya mendengar suara mereka secara sayup-sayup, seakan suara tersebut berasal dari tempat yang jauh. Suara obrolan para perempuan tersebut juga terdengar semacam gumaman yang tidak jelas.

Ane langsung menghampiri perempuan yang memanggil ane tadi, gan. Terlihat dia sedang sibuk memotong sesuatu. Sambil terus melakukan aktifitasnya, dia mengatakan bahwa mereka sibuk memasak untuk persiapan acara pernikahan. Dengan tersenyum manis (sumpah gan, perempuan tersebut masih terlihat cantik meskipun usianya sudah paruh baya), dia mengelus kepala Ane dan menyuruh Ane untuk segera pulang.

Saat dia berbicara langsung dengan Ane, suara perempuan ini sangat jelas terdengar di telinga. Lembut dan sangat keibuan banget. Terlihat beberapa anak mendekat ke Ane, mungkin mereka ingin mengajak bermain bersama. Tapi segera dihalau oleh beberapa ibu mereka dan menyuruh anak-anak tersebut tidak menghalangi jalan Ane.

Ane hanya perlu berjalan beberapa langkah saja untuk keluar dari ruang dapur besar tersebut ( -/+ 8 langkah). Begitu kaki Ane sampai di ujung ruangan dapur tersebut, Ane disilaukan oleh sebuah cahaya yang sangat terang, gan. Secara reflek, Ane memejamkan mata dan membalikkan badan untuk menghindari silau cahaya tersebut. Disaat itu juga Ane kaget setengah mati. Ruangan dapur tersebut sudah lenyap dari pandangan, dan hanya terlihat tembok dan papan tulis hitam kesayangan Ane.

Bersamaan dengan itu, terdengar suara pintu depan terbuka dan masuklah dherah yang baru saja pulang dari pasar. Dengan rasa takut dan tubuh gemetar, Ane langsung berlari menghampiri dherah yang tentunya menjadi sangat panik melihat keadaan Ane. Dherah berusaha menenangkan Ane dan memberikan air minum agar kondisi ane segera pulih.

Setelah Ane tenang, dherah berusaha bertanya tentang apa yang sebenarnya sudah terjadi. Terus terang, perasaan bingung dan takut saat itu seperti menghalangi Ane untuk menceritakan tentang kejadian tadi. Akhirnya dherah menyerah dan berhenti mencerca dengan pertanyaan - pertanyaan seputar kejadian yang menimpa Ane selama dia pergi kepasar.

Setelah Ane sedikit tenang, dherah mulai masuk ke dapur untuk memulai aktifitas rutin yaitu memasak. Saat itulah Ane kembali menggigil ketakutan dan kebingungan yang luar biasa.

Ane sudah hafal banget dengan segala aktifitas dherah di rumah selama 24 jam. Dan Ane sangat tau banget kalo dherah datang dari pasar berarti jam sudah menunjukkan pukul 10:30...!!! Secara refleks, Ane melihat jam dinding di dapur, dan apa yang sudah Ane sangka memang betul terjadi. Jam dinding tersebut menunjukkan pukul 11:10...

Berarti.......

Berarti, dimana waktu yang hilang dari jam 08:00 saat dherah berangkat ke pasar sampai dengan jam 10:30 bersamaan dia datang dari pasar?? .... Sedangkan Ane mengalami kejadan aneh tersebut hanya dalam hitungan menit saja kok. Mungkin hanya sekitar 2 menit-an sampai Ane menyadari tembok dan papan tulis kayu sudah terlihat kembali.

Sejak saat itulah, Ane selalu bertanya-tanya dan mencoba mencari jawaban tentang kejadian tersebut. Sampai pada akhirnya Ane pasrah, dan kejadian tersebut tetap menjadi rahasia masa kecil yang Ane simpan rapat-rapat hingga Ane dewasa.

BERSAMBUNG


PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story) Prolog dan Part 1. Tamu Tak Diundang
Part 2. Teman Ghaib (session 1) Si Hitam
Part 2. Teman Ghaib (session 2) Berkenalan
Part 3. Si Cantik (session 1) Kemunculan
Part 3. Si Cantik (session 2) Keakraban
Part 3. Si Cantik (session 3) Berpisah
Part 4. Terror Si Two Face
Part 5. Dimandikan Genderuwo
Part 6. Urban Legend (session 1) Kota Mati
Part 6. Urban Legend (session 2) Gentayangan
Part 7. Pasukan Ghaib
Beside Story 1
Beside Story 2
Beside Story 3
Part 8. Perjanjian Berdarah (session 1) Sakaratul Maut
Part 8. Perjanjian Berdarah (session 2) Langit Kembali Membara
Part 9. Sang Hyang Antaboga (session 1) Migrasi
Part 9. Sang Hyang Antaboga (session 2) Lorong Hitam
Part 9. Sang Hyang Antaboga (session 3) Jawaban
Part 9. Sang Hyang Antaboga (session 4) Mendung di Lereng Gunung M
Part 10. Terseret Masa Lalu (session 1) Paduan Suara
Part 10. Terseret Masa Lalu (session 2) Lost in Mall
Part 10. Terseret Masa Lalu (session 3) Memory Yang Tertinggal
Part 11. Cambuk Ghaib (session 1) Bukit Misterius
Part 11. Cambuk Ghaib (session 2) Tirai Ghaib
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)

PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
Diubah oleh orcashop889 20-03-2018 16:22
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
20.1K
120
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
orcashop889Avatar border
TS
orcashop889
#70
Beside Story 3
Rumah Punden
Istilah Rumah Punden atau Rumah Cikal Bakal yaitu rumah dimana para leluhur bertempat tinggal, melahirkan dan membesarkan keturunannya hingga beranak cucu sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, rumah punden harus tetap dijaga dan tidak boleh diperjualbelikan karena hal tersebut merupakan Pamali.

Spoiler for Ilustrasi Rumah Gedek (sumber : google):

Rumah Pundenkeluarga besar kami, dulunya hanyalah sebuah rumah di tepi sungai kecil yang berdinding bambu dan berlantai tanah keras. Rumah tersebut terletak di ujung belakang halaman yang sangat luas.

Tanah halaman tersebut dimanfaatkan oleh leluhur kami untuk ditanami dengan berbagai macam pohon buah. Sampai hari ini, tempat tersebut masih terasa rindang karena beberapa pohon besar masih dipertahankan keberadaannya, walaupun sudah bukan tanah milik keluarga kami lagi.

Rumah tersebut dibangun menjadi rumah tembok pada tahun 1950, dan sampai hari ini, 60% bentuk dan bahan rumah tersebut masih asli. Bahkan, pintu dan jendela masih dipertahankan keasliannya hingga sekarang.

Di rumah punden tersebut, dahulu tersimpan semua benda-benda pusaka milik leluhur yang diwariskan kepada anak cucunya. Bermacam jenis keris, tombak, gandewa (Busur Panah), batuan, dan sebagainya, terkumpul jadi satu dalam sebuah lemari besar di kamar penyimpanan.

Semua kamar berukuran sangat besar, dan terdapat ranjang besi kuno yang terasa sedikit menyeramkan, karena ranjang tersebut dikelilingi dengan tirai tipis untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam.

Spoiler for Ilustrasi Dipan kuno (sumber : google):

Jendela-jendela rumah pun berukuran besar dan terdapat teralis besi yang mirip dengan rumah penjara. Lampu penerangan rumah dan kamar yang masih menggunakan bohlam kuning yang nyalanya sedikit redup. Sehingga, semakin menambah seramnya suasana rumah saat di malam hari.

Di ruang tamu yang berukuran jumbo, tertata rapi dua set furniture kayu bermodel kuno yang terasa semakin antik di jaman now. Di dindingnya tergantung sebuah lukisan diri kakek yang sangat besar. Lukisan tersebut digambar oleh seorang pelukis keluarga dengan menggunakan cat minyak.

Spoiler for Ilustrasi Furniture kuno:

Ketika kami semua masih kecil, jarang sekali ada yang berani berlama-lama berada di ruang tamu tersebut. Apalagi memandang lukisan besar kakek, adalah sesuatu yang sangat menakutkan Lukisan tersebut terasa hidup sekali, dengan mata yang seakan selalu mengikuti kemana pun kami berada. Di dekat lukisan tersebut, terletaklah kamar penyimpanan benda pusaka para leluhur kami.

Bahkan ketika siang hari, ruang tamu tersebut masih terasa sangat menakutkan. Udara di dalam ruang tamu terasa dingin menusuk tulang, walaupun di siang hari. Bahkan sampai hari ini pun, walaupun penerangan di ruang tamu sudah menggunakan lampu neon LED serta jendela-jendela sudah lebih diperbesar lagi, suasana di dalam masih terasa suram.

Dahulu lantai ruang tamu masih berupa lantai semen gosok yang terasa sangat dingin di kaki ketika menginjaknya.

Banyak terjadi kejadian-kejadian ganjil di rumah pundentersebut. Sering sekali di siang hari terdengar suara seorang laki-laki berteriak kulonuwun (permisi untuk bertamu) , akan tetapi begitu kami menuju ke pintu, tidak terlihat sama sekali orang bertamu. Sering juga terlihat kelebat seorang laki-laki jawa yang berdandan seperti orang keraton di ruang tamu, dan hilang entah kemana.

Ada juga seorang perempuan tua bungkuk yang selalu datang lewat samping rumah di siang hari. Saat dia datang, selalu terdengar suara kaki yang diseret, dan terlihat kelebat ujung kepalanya dari jendela samping rumah. Akan tetapi ketika kami mencari keberadaannya di samping rumah, kami tidak pernah menemukan siapa pun..!!!

Semasa Budhe masih hidup, di malam hari Ane sering melihat beiau tampak sedang menemui beberapa orang tamu dalam kegelapan ruangan tersebut. Mereka tampak berbincang sangat akrab, dan terlihat Budhe sangat menghormati para tamu beliau. Anehnya, tidak terdengar suara pintu depan terbuka, ataupun tamu tersebut berpamitan pulang. Hanya sekali saja Ane pernah diperkenalkan oleh Budhe kepada para tamunya.

Malam itu sekitar jam 00:30 Ane terbangun dari tidur karena haus. Kebetulan malam itu Ane menginap di rumah punden karena ortu sedang pergi ke luar kota. Dari ruang tamu yang gelap, Ane mendengar suara Budhe sedang menemui tamunya lagi. Karena diliputi rasa penasaran, akhirnya Ane memberanikan diri untuk mengintip dari celah pintu kayu penghubung ruang tengah dan ruang tamu.

Spoiler for Ilustrasi Mengintip (sumber : google):

Dari keremangan cahaya bulan yang masuk dari lubang angin-angin ruang tamu, Ane melihat tiga orang perempuan paruh baya, dan seorang laki-laki tua sedang bercengkerama akrab dengan Budhe. Sebelum Ane sempat bertanya di dalam hati lebih jauh lagi tentang siapa mereka sebenarnya, tiba-tiba salah seorang perempuan tersebut melambaikan tangan, dan menyuruh Ane untuk mendekat ke mereka.

Tampak Budhesedikit terkejut setelah Ane keluar dari pintu penghubung tersebut. Ane sempat dengar samar-samar, si laki-laki tua tersebut mengatakan (dalam bahasa Jawa halus); " Tak mengapa, toh dia harus secepatnya tahu dan mengenal kami"...

Setelah sungkem (mencium tangan) mereka satu-persatu, Ane dipangku oleh salah satu dari perempuan tersebut. Tidak ada terbesit rasa takut sama sekali ketika Ane dekat dengan mereka. Bahkan ada semacam perasaan nyaman dan aman ketika duduk di pangkuan mereka.

Setelah itu, Budhe mulai memperkenalkan mereka pada Ane. Tapi Ane sudah lupa nama-nama beliau. Mungkin karena Ane masih bocah saat itu. Yang jelas, mereka semua ternyata adalah leluhur-leluhur Ane.

Sampai pada akhirnya, mata Ane terasa sangat berat karena mengantuk, dan akhirnya Ane tertidur di pangkuan mereka. Ketika terbangun di pagi hari, Ane ternyata sudah ada di tempat tidur besar di dalam kamar Budhe.

Ketika Ane mencoba mengingat wajah-wajah para leluhur Ane tadi malam, ternyata ingatan Ane seperti hilang begitu saja. Rasanya, walaupun jarak kami sangat dekat, Ane tidak bisa melihat wajah beliau-beliau dengan jelas.
Bagi kami, semua kejadian di rumah punden akhirnya menjadi sesuatu hal yang biasa.

Lama-kelamaan kami menganggap beberapa penampakan tersebut adalah sahabat bagi kami. Mereka tidak pernah sekalipun mencelakakan salah satu dari kami. Bahkan beberapa kali, mereka menggagalkan usaha orang-orang yang berniat jahat pada keluarga kami. Seakan-akan, kehidupan diantara dua dunia tengah berlangsung secara harmonis di sini

Zona Red
Rumah Punden dan rumah Bokap terletak di Kampung P, yang letaknya masih di dalam kota S. Kampung P hanyalah sebuah dusun kecil yang sampai hari bisa dibilang jarang penduduknya. Masih banyak terdapat lahan kosong yang berupa kebun kosong bertebaran di wilayah ini. Bahkan sampai sekarang, di RT Bokap hanya terdaftar empat orang KK saja.

Spoiler for Peta Wilayah Dusun P (sumber asli : google earth):

Kampung P mempunyai keunikan tersendiri kalau dilihat dari batas wilayahnya. Wilayah dusun ini dibatasi oleh dua buah tempuran(Jawa ; pertemuan 2 aliran sungai) dan berakhir di ujung membentuk satu buah tempuran juga. Sungai pembatas daerah ini sebenarnya airnya tidak terlalu dalam, bahkan bisa dikatakan dangkal. Akan tetapi untuk turun ke sungai harus melewati jalan yang terjal dengan kemiringan hampir 90 derajat.

Ketika Ane masih kecil, di sekitar wilayah sungai ini masih banyak ditemui berbagai macam satwa liar yang hidup di sana. Terkadang, terlihat beberapa satwa liar seperti; Kera dan Macan Rembang (Kucing Hutan) yang turun dari gunung hanya sekedar untuk mencari makan. Berbagai macam ikan hidup di sungai yang mengalir terus sepanjang tahun. Ikan Lele, Wader, Mujahir, Udang sungai, dsb.

Sering Ane temui Musang, Landak, dan Trenggiling hidup di lubang-lubang di sekitar kebun kosong dan sungai. Berbagai macam jenis burung juga selalu datang saat pagi dan sore hari. Suasana di sekitar sungai saat itu terasa sangat sejuk dan damai.

Di wilayah Dusun P, hiduplah satu jenis binatang yang bisa dibilang paling banyak dari sisi jumlah dan jenisnya, yaitu Ular. Ada belasan jenis binatang melata ini yang hidup di sungai dan kebun-kebun kosong di Dusun kami. Jumlahnya??? Jangan ditanya. Bisa dikatakan setiap kita melangkah, selalu ada ular di dekat kita. Di pohon, di pagar, di rumah, di kamar mandi, bahkan terkadang di kamar tidur pun ada.

Spoiler for Ilustrasi Ular (sumber : google):

Walaupun demikian, ada satu keunikan tersendiri mengenai keberadaan reptil yang satu ini. Tidak pernah ada kejadian warga dusun P yang tergigit oleh mereka, bahkan sampai sekarang...!!! Dan kami pun dilarang untuk membunuh mereka. Kami hanya diperbolehkan menghindari atau membuangnya, jika ular tersebut masuk ke dalam rumah.

Menurut orang-orang tua di kota Ane, jaman dahulu orang mengenal daerah kami sebagai Tanah Panas atau Daerah Merah. Hal tersebut disebabkan karena di dusun kami banysk sekali bertebaran makam-makam kuno para tokoh jaman dahulu kala. Bahkan beberapa makam kuno tersebut, sampai hari ini masih ada yang tetap terjaga keutuhannya.

Sebenarnya ada banyak sekali peristiwa aneh yang berkaitan dengan daerah ini, terutama peristiwa yang pernah Ane alami sendiri. Pernah ketika memancing di sungai, Ane mendapat Ikan Lele yang matanya bisa berkedip kedip. Karena takut, ikan tersebut Ane lepas lagi di sungai. Dua hari kemudian, saat memancing lagi, kembali Ane mendapat ikan Lele yang bisa berkedip lagi. Sejak saat itu, Ane berhenti memancing dan hanya mencari udang air tawar di balik batu-batu sungai.

Spoiler for Ilustrasi Ikan Lele (sumber : google):

Ada lagi peristiwa yang terjadi sewaktu Ane berburu burung dengan ketapel. Ane berhasil menjatuhkan seekor Burung Derkuku yang sedang bertengger di atas pohon kelapa. Ketika Ane berhasil menemukan burung sekarat tersebut, betapa terkejutnya Ane saat itu.

Burung tersebut tampak menangis, dan dari matanya keluar air mata yang terus mengalir. Dengan perasaan sedikit takut dan penuh penyesalan, Ane segera mengubur bangkai burung tersebut. Sejak saat itu Ane resmi menggantungkan ketapel kesayangan Ane untuk selamanya....

Kata orang-orang tua dulu, anak-anak kecil harus segera masuk rumah begitu hari sudah menjelang senja (Maghrib). Oleh masyarakat Jawa, waktu tersebut sering dikenal dengan nama Candikala(Ada yang menyebut Sendakala). Dipercaya bahwa Candikala adalah waktu dimana para setan, dedemit, dkk mulai bermunculan untuk menggoda manusia.

Dahulu, waktu datangnya Candikala akan selalu ditandai dengan perubahan warna langit yang menjadi merah jingga kekuningan. Angin terasa tidak bertiup dan suasana menjadi senyap, karena orang-orang mulai masuk ke dalam rumah untuk melaksanakan Sholat Maghrib.

Spoiler for Ilustrasi Candikala (sumber : google):

Saat itu, Ane ingin membuktikan sendiri beberapa cerita tentang larangan tidak boleh berada di sekitar sungai saat Candikala. Katanya, saat menjelang Candikaladatang, dari sungai tersebut akan terdengar suara dari dunia ghaib yang bisa membawa manusia menuju ke alam mereka. Setengah percaya setengah tidak, Ane ingin tahu apakah larangan tersebut benar atau tidak.

Ketika waktu Candikala mulai datang, Ane segera menuju ke sungai yang letaknya tidak jauh dari rumah Bokap. Ane segera menuju ke arah barat sungai, dan mulai mencari tempat di pinggir sungai yang mudah dijangkau. Ane mulai memasang telinga baik-baik. Ane agak bergidik ketika melihat arah hulu sungai. Pohon-pohon di kanan kiri sungai berjejer memayungi sungai menuju ke hulu, terlihat seperti sebuah terowongan panjang yang gelap dan menakutkan.

Spoiler for Sungai Dusun P (sumber : Orcashop):

Tak berapa lama kemudian, apa yang Ane tunggu dan akan buktikan terjadi...!!! Dari arah hulu sungai tiba-tiba sayup-sayup terdengar suara semacam gong, kendang, dan gong kecil ditabuh bertalu-talu. Terkadang suara itu terdengar sangat keras, tapi dengan cepat akan terdengar hanya sayup-sayup. Seakan-akan suara tersebut terbawa oleh hembusan angin dari arah terowongan pohon di sekitar sungai.

Saat Ane semakin menajamkan pendengaran, suara itu hilang entah kemana. Sesekali Ane mendengar suara seperti sorakan orang-orang yang sedang menonton sebuah pertunjukan. Bulu kuduk Ane pun berdiri melihat kenyataan bahwa apa yang diomongin orang-orang tua kami ternyata benar.

Sesaat sebelum Adzan Sholat Maghrib berkumandang, suara-suara tersebut lenyap secara mendadak. Itulah saatnya Ane harus segera pergi dari tempat tersebut. Menurut cerita orang-orang tua keluarga Ane, kalau sampai sesudah Adzan Maghrib masih mendengarkan suara tersebut, maka orang akan terbius oleh suara tersebut. Orang tersebut secara tidak sadar akan mengikuti dan mencari arah asal suara tersebut.

Segera Ane berlari pulang dengan rasa puas dan senang, karena bisa membuktikan kebenaran cerita-cerita orang-orang tua kami.

BERSAMBUNG


kaskus-image
kaskus-image
kaskus-image
Diubah oleh orcashop889 23-02-2018 00:39
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.