Kaskus

Story

palinglembutAvatar border
TS
palinglembut
Where the fvck are you?
Where the fvck are you?

Spoiler for summary:





Diubah oleh palinglembut 14-03-2018 02:29
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
7K
55
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
palinglembutAvatar border
TS
palinglembut
#20
5.25


Himeno-san melihat ke arah gue sewaktu gue mengeluarkan botol 500 mL dari dalam tas laptop. Dahinya berkerut, tapi dengan bahasa indonesia yang fasih sekalipun masih terdengar aksen jepang. Dia berkata, “ Pak Aldi sedang diet, ya? “

Gue tertawa sopan. “ Iya, supaya nggak laper mata sayanya “

Himeno-san tersenyum tipis, tapi kelopak matanya yang monolid membentuk garis tipis lalu membelalak sebentar melihat ke seluruh penjuru ruangan dan membuang muka.

Gue menyesap protein shake itu dengan harapan bahwa minuman ini membuat gue nggak tertarik sama sekali dengan sushi di conveyor belt yang sedari tadi menari-nari datang dan meninggalkan gue.

Meeting rasa-rasa ‘gathering’ ini membuat gue membayangkan hal-hal yang berbau jorok. Sehingga gue menaruh botol protein shake gue diantara kepitan paha, jikalau sesuatu yang tidak diinginkan terjadi dan membuat gue semakin tegang. Gue, tentu saja, memikirkan Mira dan dengan tubuhnya yang unatainable tanpa melalui usaha yang keras―nyaris mendekati ke tubuh orang yang memiliki anoreksia. Dengan badan yang seperti biola, dengan lingkar pinggang yang mungkin kurang dari 21 cm, gue menyukai sensasi ketika tangan gue ditaruh di atas pinggangnya atau diatas pinggulnya. Mungkin karena gue menyukai sesuatu yang fragile, entah itu psikis dan fisik. Makanya gue tertarik banget ke Mira saat tahu dia berhasil menurunkan berat badannya disaat dia menyapa gue di Sports station.

Nggak banyak yang terjadi dalam dua jam belakangan, dan selintas terpikir di otak untuk meninggalkan acara yang entah kenapa nggak maju-maju ke arah yang produktif. Sehingga gue memasang ekspresi serius sambil melihat ke proyektor, sementara kepala gue berada di dalam kamar hotel 207, menggerayangi Mira.

Tapi ternyata, dengan kejadian ini gue menyadari satu hal. Bahwa sekalipun gue meniduri sahabatnya, nggak sekalipun kepala gue berhenti tertambat pada Mia.
*

Diubah oleh palinglembut 20-02-2018 17:03
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.