Kaskus

Story

bomtwoAvatar border
TS
bomtwo
Life Always Spinning
Quote:

Quote:

Quote:


Spoiler for Rules:


PROLOG

Perkenalkan nama gw Een (umur 27 tahun sekarang) cowok tulen dan gak melambai (catat), gw berasal dan asli dari sebuah Kota yg menjadi Ibukota provinsi di Pulau Kalimantan. Gw anak ke 2 dari 3 bersaudara, kakak gw cowok dan jarak umur kami terpaut hampir 10 tahun, sedangkan adik gw cewek terpaut 3 tahun dgn gw. Kata orang gw ini anak pungut, itu di karenakan muka gw dgn kakak dan adik gw yg jauh banget bedanya karena kakak gw ganteng dan tinggi sedangkan adik gw cantik dan mungil, apalagi Mama gw juga cantik jdi semakin kentara klo gw ini terkesan anak pungut.

Gw di takdirkan sebagai cowok yg mempunyai berat badan berlebih a.k.a padat berisi (bilang aja gendut) di tambah tinggi badan gw yg cuma 167cm berasa banget gw kayak kingkong, tapi gw gak masalah karena walaupun gw gendut bagi orang gendut gw itu beda karena tubuh gw yg padat gak melar air doank seperti orang gendut kebanyakan...

Cerita ini akan berawal saat gw masuk SMA ditahun 2004, masa di mana gw mengenal cinta, konflik anak muda dan yg pasti konflik kehidupan gw sendiri.


Spoiler for Q & A:


Spoiler for Mulustrasi:


Spoiler for Side Story:


Spoiler for Index:
Polling
0 suara
Siapakah yang akan menjadi pacar Een sampai lulus SMA
Diubah oleh bomtwo 10-05-2018 03:27
tien212700Avatar border
samsung66Avatar border
pulaukapokAvatar border
pulaukapok dan 10 lainnya memberi reputasi
9
290.8K
2.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
bomtwoAvatar border
TS
bomtwo
#2050
Part 55





Helm pun gw genggam dengan erat, mimik wajah gw pun sangat kentara aura ketidaksukaan akan kedekatan mereka dan itu nampak sudah terbaca oleh Linda. Dirinya pun bergegas menghampiri gw sebelum gw sampai di posisi mereka ngobrol tadi lalu mengajak gw untuk segera menuju ke arah si macan dan pergi dari situ.

Sebelum gw dan Linda benar benar pergi, sekali lagi gw arahkan sorot mata ke tempat Reza berdiri dan nampak sebuah senyuman sinis terpampang dari bibirnya. Darah gw pun mendidih tapi karena saat ini Linda sudah berada di jok belakang si macan, gw urungkan niat untuk menghajarnya saat itu juga.

Gw bukan sok jagoan mau main pukul orang sembarangan, tapi dari gelagat Reza udah ketahuan kalo dia emang mau ngerusak hubungan gw dengan Linda. Posisi Linda pun gabisa gw salahkan karena dia dengan Reza sudah lama saling kenal dan berteman.

Mungkin yg harus gw lakukan saat ini adalah meminta Linda untuk menjauh dari Reza dan sebisa mungkin mengurangi kontak kontak yg gaperlu. Mungkin gw bakal kalian cap sebagai cowo egois karena sangat protektif kepada Linda sedangkan gw bisa leha leha dengan cewe lain selain Linda.

Gw akuin itu semua, tapi ini soal harga diri laki laki, tak semudah itu bisa di takar dengan logika logika percintaan yg mengagung agungkan kesetiaan.

Gw dan Linda pun sudah sampai di rumahnya, awalnya gw pun berniat untuk langsung pulang karena ingin segera ketemu kasur kemudian tidur. Tapi belom sempat si macan gw nyalakan kembali, Linda menyuruh gw untuk mampir dulu. Kebetulan gw juga mau ngomong soal Reza, akhirnya gw turutin ajakan nya.


Quote:



Jam sudah menunjuk kan pukul 16.45 wita, itu artinya Ayah dan Ibunya Linda bentar lagi sampe rumah. Mayan bisa sebatang dulu gw ngerokok sambil nunggu Linda kelar bikinin gw minum.

Hampir 10 menit Linda akhirnya balik lagi ke teras rumahnya sambil membawa nampan berisikan 2 gelas es sirup warna merah. Dia pun lalu menaruhnya di meja yg memisahkan tempat duduk kita.

Rokok pun gw matikan lalu gw ambil segelas es sirup lalu meminumnya langsung habis ga bersisa. Linda pun cuma bisa tersenyum melihat cara minum gw barusan.


Quote:



**


Tak terasa waktu sudah menunjuk kan pukul 17.20 wita ketika gw selesai menghabiskan satu piring kecil puding cokelat buatan Ibunya Linda. Gw pun lalu berinisiatif izin pulang ke Linda karena gw juga belom ada pulang kerumah.

Linda pun mengiyakan lalu masuk ke dalam rumah memanggil kedua orangtuanya biar gw bisa pamitan ke mereka. Tapi sekali lagi, cuma Ibunya Linda yg mau menemui gw.

Setelah pamitan dengan ibunya Linda, gw pun menuntun si macan keluar dari halaman rumahnya Linda. Gw pun sudah duduk di atas si macan lalu mengenakan helm dan sebelum gw pulang terlebih dahulu gw berpesan ke Linda perihal si Reza.


Quote:



¥¥-*-¥¥



Keesokan paginya gw dan Linda sudah sampai di sekolahnya. Dia pun lalu pamit untuk masuk kedalam. Baru aja gw mau pergi dari situ ada seseorang yg memanggil gw berdiri di depan warung rokok samping sekolahnya Linda.

Gw yg kenal dengan orang tersebut pun lalu menghampirinya terlebih dahulu. Ketika gw baru aja turun dari si macan dirinya langsung memukul tangan kiri gw dengan cukup kencang.


Quote:



Jadi sosok yg memanggil gw tadi itu adalah Ronald, temen gw semasa SMP dulu. Dia orang walau terkenal slengean dan pemberontak waktu masih SMP, tetap memiliki nilai akademis yg di atas rata rata. Makanya ga heran kalo dia bisa masuk di sekolahnya Linda yg merupakan sekolah favorit dan bergengsi di kota gw.

Selain itu, Ronald ini juga seorang keturunan chinese, tapi semenjak SD sampai SMA dia selalu bersekolah di sekolahan umum bukan sekolah khusus untuk keturunan suku mereka ( no offense )yg banyak tersebar dikota gw.

Gw juga yakin, si Ronald lah yg megang pengaruh di sekolah ini, soalnya dari dulu dirinya suka bener berantem dan pernah duel juga dengan gw dan cuma sama dia lah diri gw bisa babak belur ketika duel satu lawan satu ( Kalian bayangin aja, gw yg tingginya cuma 167cm berhadapan dengan Ronald yg tingginya kira kira 182cm dengan bobot badan yg setara dengan gw ). Jadi yaa habis gw di bonyokin sama dia walau dirinya juga bonyok, tapi tetap lebih parah gw bonyoknya.

Tapi semenjak kita duel itu hubungan pertemanan kita mulai terjalin baik walau ga lengket lengket amat. Dulu gw dan dia juga pernah saling bantu ketika berantem dengan musuh yg jumlahnya lebih banyak. Kalian bayangin aja gimana rasanya bertarung dengan duo kudanil menggunakan tangan kosong, sudah pasti musuh yg badan dan kekuatan pukulan nya lebih kecil menjadi tak ada apa apanya walau mereka 3x lipat lebih banyak dari kami berdua. Bantingan adalah salah satu teknik berantem yg kami sukai karena kekuatan fisik yg memadai di diri kami berdua. Kalo ibarat di WWE RAW & Smackdown, gw sama Ronald ini bagaikan Brock Lesnar ( Gw ) dan Braun Strowman ( Ronald ).


Spoiler for Penampakan Gw dan Ronald:


Quote:



**

Setibanya di sekolah dan memarkirkan si macan, gw pun mulai berjalan menuju area dalam sekolah. Baru aja gw keluar dari pintu masuk parkiran tiba tiba di depan gw berhenti sebuah motor Satria pake F warna hitam yg dikendarai sepasang kekasih yg amat sangat gw kenal.

Sang wanita pun turun dan berdiri di samping kiri pintu masuk parkiran lalu sang lelakinya mengarahkan motornya ke dalam area parkiran. Gw yg sedikit canggung pun akhirnya memilih untuk berjalan melewati dirinya yg nampak tak menghiraukan keberadaan gw.

Entah jin mana yg merasuki gw saat itu, gw beranikan diri untuk menyapanya ketika posisi gw tepat berada di depan nya.


Quote:



Gw akui kesalahan yg udah gw buat saat menjalani hubungan dengan Sonya sangatlah besar dan itu terbukti dari reaksinya yg tidak menanggapi sapaan dari gw. Tapi menurut gw, tidaklah baik kalo terlalu lama memendam amarah juga dendam karena di masa mendatang hal tersebut bisa menjadi tembok yg memisahkan keinginan untuk memulai kembali perasaan cinta yg terkubur lama.

"Jangan pernah membanting pintu, siapa tahu kita harus kembali"

Jujur, gw baru nemu pepatah dari Don Heroldini pada tahun 2016 lalu tapi inti dari makna pepatah itu udah gw jalankan semenjak gw masih umur belasan tahun.

Makna yg terkandung dari pepatah tersebut menginginkan kita sebagai manusia harus bisa menjaga relasi baik dengan sesama walaupun dulunya kita pernah di sakiti, di kecewakan dan dikhianati. Karena hidup dengan sesama manusia, suatu saat kita pasti akan membutuhkan bantuan dari mereka, tak peduli dulunya mereka pernah menyakiti, mengecewakan dan menghianati kita.


Karena masih ada waktu 15 menit sebelum bel pelajaran pertama berbunyi, gw putuskan untuk menuju kantin sekedar memesan segelas susu hangat tawar sambil di barengin nyebats di belakang kantin.

Ketika sudah memasuki area jalanan kantin, dari kantin no 2 nampak Dilla sedang bercengkrama bersama teman teman wanitanya. Saat diri gw sedang menoleh kearah mereka, salah satu temen Dilla memberikan kode kepada Dilla bahwa gw sedang memandangi dirinya sambil berjalan menuju kantin no 1. Dilla pun lalu menoleh menatap ke arah gw dan nampak sebuah senyuman terlempar dari bibir indahnya yg seketika membuat hati gw bergetar dan juga membuat langkah kaki gw terhenti.

Sekali lagi, entah jin apa yg merasuki gw saat itu, gw beranikan diri untuk menatap dirinya lekat lekat walau banyak pasang mata di seluruh kantin sekolah gw yg memandang aneh kepada gw. Dilla yg melihat gw bersikap seperti ini langsung menghampiri gw yg masih diam berdiri menatapnya.


Quote:


Lanjutan
vvv
Diubah oleh bomtwo 18-02-2018 02:36
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.