- Beranda
- Stories from the Heart
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
...
TS
orcashop889
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)




Met malem Agan & Sista. Mohon ijin Gan Sis, Ane permisi ijin masuk buat nulis trit di forum ini. Sebelumnya Ane minta maap banget, kalo trit Ane masih berantakan bin gak beraturan. Harap dimaklumi masih newbie. Trit Ane nantinya mungkin akan panjang banget dan bikin capek Agan yang ngebaca. Moga-moga Agan kagak bosen ngikutin yak...Makanya Ane ntar akan bagi dalam beberapa posting.
Dipersilakan yang mau langsung gelar tikar, Gan Sis. Yang jual kacang rebus, kacang goreng, kopi, dan teh panas udah pada keliling.
Spoiler for The Nightmare Crew:
Ane mo bercerita seputar fenomena indigoyang kebetulan mampir pada diri ane sendiri. Cerita ini bener-bener

Walaupun Ane sekarang udah cukup berumur, tapi sampe hari ini, peristiwa demi peristiwa misteri yang Ane alami masih melekat erat di kepala.
Buat sebagian Agan Sista, mungkin mempunyai pendapat lain. Enak dong punya bakat indigo. Jadi bisa liat hantu, genderuwo cs, bisa melihat masa depan, dsb. Menurut Ane pribadi, malahan banyak gak enaknya, gan. Hidup rasanya kayak terus dikejar-kejar sesuatu yang gejeh. Merasa terasing dan dianggap aneh oleh lingkungan dimanapun kita berada.
Bagi Agan Sista yang kebetulan juga mengalami hal yang sama, tentunya punya pendapat dan penilaian sendiri. Ane sangat hormati perbedaan pendapat kita, dan Ane juga kagak mau berdebat untuk itu


Cerita akan Ane bagi dalam beberapa Part, session, dan Beside Story yang merupakan sumber informasi pendukung. Supaya Agan Sista nantinya kagak bingung dan mudah mencari sisi cerita yang meloncat, ato masih ada hubungannya dengan cerita sebelumnya.
Cerita berdasarkan dari kisah nyata yang benar-benar pernah dialami oleh TS, jadi cerita ini merupakan :
90% Fakta (kejadian masih
terekam kuat di benak TS disertai
beberapa orang saksi hidup)
5% Ingatan TS ( karena kejadian
sudah lama terjadi alias lupa-lupa
ingat)
5% Bumbu Cerita
Dengan berbagai pertimbangan, Ane terpaksa menyamarkan beberapa hal yang berkaitan dengan cerita, yaitu ; nama kota, tempat kejadian, nama orang, detail kondisi tokoh, dan beberapa fakta yang sangat spesifik.
Hal ini semata-mata Ane lakukan demi menjaga perasaan, kesopanan/etika, dan privacy pihak-pihak yang terkait dengan kejadian-kejadian nyata yang Ane alami. Untuk kaskuser yang kebetulan tahu kejadiannya, mohon dengan amat sangat hormat, agar tetap menjaga segala kerahasiaan informasi tersebut.




PROLOG
Kota Kecil
Ane dilahirkan kota S, sebuah kota kecil yang terletak di kaki gunung, tepatnya di wilayah Propinsi Jawa Timur. Seingat Ane, kehidupan yang Ane jalani dari bayi sampe umur 4 th lancar jaya aja, gan. Mulus kayak jalan tol ...
Ane juga bersyukur banget sama Allaah SWT, sebab Ane dilahirkan ditengah keluarga yang cukup berada tapi tetap sederhana. Kedua ortu Ane bekerja sebagai PNS dan masih ada pekerjaan sampingan di bidang pendidikan swasta. Jadi konsekwensi yang harus kita terima adalah waktu untuk bisa bersama anak-anak terasa kurang. Tiap hari bisa berkumpul bersama ortu bisa kami lakukan setelah jam 19:00 WIB.
Pada tahun - tahun '70 an masih belum seramai jaman now, gan. Apalagi kami hanya tinggal di kota kecil daerah pegunungan. Saat itu, yang bisa menikmati listrik masih segelintir orang, gan. Kendaraan roda dua, roda empat dan TV masih jarang yang punya.
Alhamdulilaah, keluarga Ane sudah bisa beli sebiji Colt, vespa, dan TV hitam putih (seingat ane merk Crown). Siaran TV pun cuman sebiji doang, yaitu TVRI. Yang ane ingat, siaran dimulai jam 17:00 dan berakhir jam 22:00. Acaranya cuman berita, dialog, dan kalaupun hiburan hanya malam minggu doang, gan.
Spoiler for tv hitam putih (sumber : google):
Bukan cuman itu gan, kota Ane pun jam 20:00 dah pada sepi. Toko dan rumah-rumah udah pada tutup. Jalan raya udah kayak kota hantu.
Spoiler for kabut kota (sumber : google):
Penerangan jalan raya masih pake lampu bohlam warna kuning. Cuman beberapa sudut kota yang diterangi lampu neon panjang. Jaman segitu dinginnya udara pegunungan masih terasa banget. Sering turun kabut kalo malam dan pagi hari. Agan bisa bayangin aja lah, kayak di film-film horror versi Hollywood
Yang paling bikin Ane merinding kalo sudah denger orang ronda malam, gan. Ronda malam biasanya mulai keliling jam 23:00. Suara kentongan bambu yang dipukul berirama terdengar menyeramkan ditengah sepinya malam di kota Ane. Masih ditambah suara lolongan Doki, anjing peliharaan bokap, yang bersahutan dengan anjing tetangga. Bulu kuduk tambah berdiri tegak, gan.
Spoiler for Kentongan bambu (sumber : google):
O,ya dari kecil Ane sudah dibiasakan tidur sendiri, meskipun dalam satu kamar ada kakak-kakak Ane. Tempat tidur Ane kebetulan berada tepat di bawah jendela samping rumah.
Spoiler for Jendela (sumber: google):
Jadi kalo ada orang lewat di samping rumah, pasti akan kedengaran langkah-langkah kakinya. Peronda malam sering banget lewat samping rumah kalo pas keliling. Bikin Ane tambah menggigil bin merinding, gan
Spoiler for kopi plus cangbus:
Part 1. Tamu Tak Diundang
Sebenarnya kehidupan Ane saat itu normal-normal aja.yah,...normal dan biasa, seperti anak-anak seusia Ane lainnya juga. Karena belum bersekolah (waktu itu Ane masih umur 4 tahun lebih), kegiatan Ane dirumah hanya bermain. Kebetulan Ane punya hobby menggambar, gan. Udah banyak banget tembok dan kertas kerja Nyokap yang jadi korban hobby Ane. Akhirnya Bokap membeli papan tulis kayu ( warna item) lengkap dengan kapur 1 box plus penghapus.
Spoiler for Papan Tulis kapur (sumber : google):
Jaman segitu belum ada whiteboard, gan. Jadi kalo selesai gambar, dijamin muka plus tangan Ane penuh dengan debu kapur.
Sampai suatu hari terjadi sebuah peristiwa yang membuat hidup Ane berubah drastis.
Kejadian ini terjadi kurang lebih 2 bulan sebelum Ane mulai masuk sekolah TK kecil.
Dimulai dari sebuah pagi hari yang cerah banget. Ane dah bangun, terus sikat gigi, mandi, sarapan dan menggambar...
Setelah ortu berangkat kerja dan kakak-kakak Ane juga pergi ke sekolah, tinggal Ane dan pengasuh yang ada di rumah. Pengasuh Ane namanya dherah(mungkin singkatan dari budhe Rah ). Seperti biasanya sekitar jam 08:00 dherah pergi ke pasar dan tinggalah ane sendirian di rumah. Seingat Ane, tak lama setelah dherah berangkat, Ane kebelet pipis. Selesai buang hajat di kamar mandi, Ane langsung menuju ke tempat favorit, yaitu papan tulis hitam tersayang....
Namun sesampai di tempat itu, Ane terkejut bukan kepalang.
Papan tulis dan dinding tembok tempat bersandarnya papan tulis kesayangan Ane telah lenyap...!!!
Yang terlihat didepan Ane sekarang adalah semacam pawon (Jawa; ruangan dapur jaman old yang berukuran luas). Ane sontak bingung dan sekilas pikiran Ane meraba - raba dimana Ane sekarang. Salah ruangan, mimpi, ato lagi berimajinasi....
Ruangan dapur tersebut berlantaikan tanah keras, dengan beberapa cagak kayu (Jawa; kayu balok penyangga atap rumah), dan mereka memasak menggunakan angklo (Jawa; tungku yang terbuat dari tanah liat) serta kayu bakar. Terlihat juga peralatan masak yang mereka gunakan masih terbuat dari tanah liat dan kayu.
Spoiler for Pawon Jaman Old (sumber : google):
Di dalam dapur tersebut terlihat banyak sekali orang yang sedang beraktifitas memasak. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan, anak- anak dan hanya terlihat 2-3 laki-laki. Perempuan - perempuan yang ada didapur tersebut rata-rata berumur paruh baya dan memakai kain jarik lurik(Jawa; kain kebaya bermotif). Anak - anak mereka terlihat tidak berpakaian dan sibuk bermain bersama. Beberapa laki-laki terlihat di pojok ruangan sedang sibuk mengangkut kayu bakar dan mengaduk sebuah kuali (Jawa; belanga besar yang terbuat dari tanah liat)
Diantara rasa bingung, takut, heran, dan ingin tahu, Ane cuman bisa berdiri mematung di depan ruangan tersebut. Sampai terlihat salah seorang perempuan terlihat tersenyum dan melambaikan tangan ke arah Ane. Entah apa yang ada di pikiran Ane waktu itu, Ane langsung masuk ke dapur besar tersebut.
Ada sebuah keanehan yang sebenarnya Ane rasakan. Saat di luar ruangan dapur tersebut (jarak ane berdiri dari tembok yang telah berganti dengan ruangan dapur tersebut hanya -/+ 1 meter) sama sekali tidak terdengar keributan ataupun suara-suara aktifitas kesibukan mereka. Akan tetapi setelah Ane masuk, baru Ane bisa mendengar suara-suara alat dapur, canda tawa perempuan dan jerit tangis dari anak-anak yang sedang bermain.
Tunggu dulu.....!!! Masih ada keanehan lagi, gan. Suara-suara tersebut ternyata tidak terdengar langsung di telinga Ane, tapi hanya terdengar di cuping telinga. Ane hanya mendengar suara mereka secara sayup-sayup, seakan suara tersebut berasal dari tempat yang jauh. Suara obrolan para perempuan tersebut juga terdengar semacam gumaman yang tidak jelas.
Ane langsung menghampiri perempuan yang memanggil ane tadi, gan. Terlihat dia sedang sibuk memotong sesuatu. Sambil terus melakukan aktifitasnya, dia mengatakan bahwa mereka sibuk memasak untuk persiapan acara pernikahan. Dengan tersenyum manis (sumpah gan, perempuan tersebut masih terlihat cantik meskipun usianya sudah paruh baya), dia mengelus kepala Ane dan menyuruh Ane untuk segera pulang.
Saat dia berbicara langsung dengan Ane, suara perempuan ini sangat jelas terdengar di telinga. Lembut dan sangat keibuan banget. Terlihat beberapa anak mendekat ke Ane, mungkin mereka ingin mengajak bermain bersama. Tapi segera dihalau oleh beberapa ibu mereka dan menyuruh anak-anak tersebut tidak menghalangi jalan Ane.
Ane hanya perlu berjalan beberapa langkah saja untuk keluar dari ruang dapur besar tersebut ( -/+ 8 langkah). Begitu kaki Ane sampai di ujung ruangan dapur tersebut, Ane disilaukan oleh sebuah cahaya yang sangat terang, gan. Secara reflek, Ane memejamkan mata dan membalikkan badan untuk menghindari silau cahaya tersebut. Disaat itu juga Ane kaget setengah mati. Ruangan dapur tersebut sudah lenyap dari pandangan, dan hanya terlihat tembok dan papan tulis hitam kesayangan Ane.
Bersamaan dengan itu, terdengar suara pintu depan terbuka dan masuklah dherah yang baru saja pulang dari pasar. Dengan rasa takut dan tubuh gemetar, Ane langsung berlari menghampiri dherah yang tentunya menjadi sangat panik melihat keadaan Ane. Dherah berusaha menenangkan Ane dan memberikan air minum agar kondisi ane segera pulih.
Setelah Ane tenang, dherah berusaha bertanya tentang apa yang sebenarnya sudah terjadi. Terus terang, perasaan bingung dan takut saat itu seperti menghalangi Ane untuk menceritakan tentang kejadian tadi. Akhirnya dherah menyerah dan berhenti mencerca dengan pertanyaan - pertanyaan seputar kejadian yang menimpa Ane selama dia pergi kepasar.
Setelah Ane sedikit tenang, dherah mulai masuk ke dapur untuk memulai aktifitas rutin yaitu memasak. Saat itulah Ane kembali menggigil ketakutan dan kebingungan yang luar biasa.
Ane sudah hafal banget dengan segala aktifitas dherah di rumah selama 24 jam. Dan Ane sangat tau banget kalo dherah datang dari pasar berarti jam sudah menunjukkan pukul 10:30...!!! Secara refleks, Ane melihat jam dinding di dapur, dan apa yang sudah Ane sangka memang betul terjadi. Jam dinding tersebut menunjukkan pukul 11:10...
Berarti.......
Berarti, dimana waktu yang hilang dari jam 08:00 saat dherah berangkat ke pasar sampai dengan jam 10:30 bersamaan dia datang dari pasar?? .... Sedangkan Ane mengalami kejadan aneh tersebut hanya dalam hitungan menit saja kok. Mungkin hanya sekitar 2 menit-an sampai Ane menyadari tembok dan papan tulis kayu sudah terlihat kembali.
Sejak saat itulah, Ane selalu bertanya-tanya dan mencoba mencari jawaban tentang kejadian tersebut. Sampai pada akhirnya Ane pasrah, dan kejadian tersebut tetap menjadi rahasia masa kecil yang Ane simpan rapat-rapat hingga Ane dewasa.
BERSAMBUNG

PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story) Prolog dan Part 1. Tamu Tak Diundang
Part 2. Teman Ghaib (session 1) Si Hitam
Part 2. Teman Ghaib (session 2) Berkenalan
Part 3. Si Cantik (session 1) Kemunculan
Part 3. Si Cantik (session 2) Keakraban
Part 3. Si Cantik (session 3) Berpisah
Part 4. Terror Si Two Face
Part 5. Dimandikan Genderuwo
Part 6. Urban Legend (session 1) Kota Mati
Part 6. Urban Legend (session 2) Gentayangan
Part 7. Pasukan Ghaib
Beside Story 1
Beside Story 2
Beside Story 3
Part 8. Perjanjian Berdarah (session 1) Sakaratul Maut
Part 8. Perjanjian Berdarah (session 2) Langit Kembali Membara
Part 9. Sang Hyang Antaboga (session 1) Migrasi
Part 9. Sang Hyang Antaboga (session 2) Lorong Hitam
Part 9. Sang Hyang Antaboga (session 3) Jawaban
Part 9. Sang Hyang Antaboga (session 4) Mendung di Lereng Gunung M
Part 10. Terseret Masa Lalu (session 1) Paduan Suara
Part 10. Terseret Masa Lalu (session 2) Lost in Mall
Part 10. Terseret Masa Lalu (session 3) Memory Yang Tertinggal
Part 11. Cambuk Ghaib (session 1) Bukit Misterius
Part 11. Cambuk Ghaib (session 2) Tirai Ghaib





Diubah oleh orcashop889 20-03-2018 16:22
anasabila memberi reputasi
1
20.1K
120
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
orcashop889
#49
Part 6. Urban Legend
Spoiler for Sunyi (sumber : google):
session 2. Gentayangan
Malam setelah Mbak K dimakamkan, Doki(anjing peliharaan bokap) dan beberapa anjing tetangga terdengar melolong terus saling bersahutan. O,ya, di kampung Ane, yang memelihara anjing ada 4 warga. Rata-rata alasan kami memelihara anjing karena faktor keamanan. Saat itu masih sangat rawan terjadi pencurian di kota kami.
Suasana saat itu terasa sangat sepi dan angin bertiup agak kencang. Padahal malam itu masih sekitar jam 20:30, akan tetapi seakan-akan tidak terdengar sama sekali suara kehidupan di luar rumah. Malam yang sedikit aneh....menurut Ane. Bahkan malam itu tidak terdengar sama sekali warga yang berkeliling untuk meronda malam...!! Tampaknya semua orang sudah terlelap tidur di rumah masing-masing.
Keesokan harinya, warga kampung digemparkan oleh sebuah berita yang sangat menakutkan. Beberapa warga bersama RT dan RW terlihat sudah berada di depan rumah untuk melapor ke Bokap, bahwa tadi malam mereka mengalami kejadian yang menakutkan. Mereka semua mengaku bahwa pintu rumah mereka diketok-ketok dari luar oleh seseorang. Dan setelah pintu dibuka, terlihat Mbak K sudah berdiri di depan pintu rumah mereka. Ada juga yang mendengar dengan jelas, suara Mbak K yang memanggil-manggil nama mereka dari luar rumah.
Dasar kota kecil, Ibarat sendok di rumah jatuh, suaranya nyampe juga ke satu kota. Apalagi jaman segitu, Orang se-kota hampir pada kenal semua.
Sesampainya Ane di sekolah, ternyata berita tentang arwah Mbak K yang bergentayangan sudah terdengar di mana-mana. Orang-orang di pasar, di toko, dan di jalan, ramai menceritakan hal yang sama. Ternyata yang mengalami hal serupa bukan hanya warga kampung Ane saja. Teman-teman Mbak K, relasi ortu Mbak K, dan beberapa orang kampung lain juga mengalaminya. Rata-rata yang mengalami adalah orang-orang yang mengenal dekat dengan Mbak K. Hal tersebut tentu membuat orang-orang yang mengenal Mbak K semasa masih hidup menjadi ketakutan.
Dan mulai hari itu, semua menjadi berubah saat malam mulai menjelang di seluruh penjuru kota ane. Setelah Adzan Maghrib berkumandang , semua toko dikota Ane buru-buru tutup, Tidak satupun terlihat toko yang buka. Sempat Ane lihat ada satu toko yang tetap buka seperti biasanya sampai jam 20:00. Tapi beberapa hari kemudian, toko tersebut ikut-ikutan tutup setelah Maghrib tiba. Rumor yang beredar saat itu, toko tersebut didatangi seorang pembeli perempuan yang membayar dengan menggunakan bekas kapas orang mati.
Ada juga berita yang menyebutkan, ada orang yang dicegat oleh Mbak K ketika naik motor dan minta diantar sampai ke rumahnya. Begitu sampai tujuan, ternyata rumah tersebut berubah menjadi pemakamam umum tempat dimana Mbak K dikubur. Saking banyaknya cerita-cerita horror yang beredar luas di masyarakat, Ane sampe kagak tau mana yang real mana yang hoax....
Kota mati, mungkin itu julukan yang tepat untuk situasi kota Ane saat itu. Setiap malam kota kami sangat sunyi. Bahkan sama sekali tak terdengar tukang bakso, sate, dan tukang mie klontong yang tiap malam selalu berkeliling menjajakan dagangan mereka Sering terdengar lolong anjing yang bersahutan seakan memberi tanda adanya kehadiran tamu dari dunia lain. Berhari-hari selalu terdengar rumor baru tentang kedatangan arwah Mbak K. Di pasar rumor tersebut tentu menyebar sangat cepat, hingga akhirnya sampai juga ke beberapa kecamatan dan desa sekitar kota kami.
Spoiler for Gentayangan (sumber asli : google):
Ane sendiri saat itu belum begitu paham dengan berbagai macam gosip yang beredar di masyarakat kota. Jaman segitu, kabar tersebar hanya dari mulut ke mulut. Tentu saja, media penyebaran gosip terbesar dan tercepat adalah pasar. Di pasar gosip berkembang dengan bumbu-bumbu yang kadang dilebih-lebihkan atau dikurangi.
Rumor tentang Mbak K yang dijadikan tumbal pesugihan oleh keluarganya berkembang tanpa bisa dikendalikan. Bagi mereka, tidak penting apakah berita tersebut benar atau salah. Padahal, kabar tersebut bisa saja dihembuskan oleh orang-orang yang mempunyai tendensi tertentu kepada keluarga pengusaha sukses tersebut Wallahualam....
Suatu malam, entah malam keberapa dari hari kematian Mbak K. Saat itu, jam masih menunjukkan di sekitar angka 20:00, akan tetapi suasana di luar rumah sudah sepi sekali. Ane masih mengerjakan beberapa PR yang belum Ane selesaikan. Bokap dan kakak-kakak Ane sudah tidur sejak sore tadi. Ane lihat Nyokap juga tertidur di meja kerjanya. Sepertinya beliau terlalu capek untuk menyelesaikan beberapa laporan keuangan organisasi yang di ikuti beliau. Tampak kertas-kertas laporan juga masih berserakan di atas meja kerja beliau.
Sebenarnya Ane sudah beberapa lama menahan ingin buang air kecil, tapi karena ingin cepat -cepat menyelesaikan PR, maka Ane masih menunda keinginan untuk ke toilet. Tetapi saat itu rasanya Ane sudah tidak tahan lagi, maka Ane mencoba membangunkan Nyokap untuk mengantar Ane ke kamar mandi. Mungkin karena terlalu capek, ternyata Nyokap sama sekali tidak terbangun meskipun Ane sudah berusaha menbangunkannya.
Padahal toilet di rumah Ane masih berada di dalam rumah induk. Tetapi untuk menuju ke sana, Ane harus melewati ruang makan dan dapur yang besar. Maklum, kala itu bagian tengah dan belakang rumah Ortu masih bangunan kuno. Biasanya kalau Ane takut ke toilet, Ane lebih memilih untuk buang air keci di parit depan rumah.
Dengan hati-hati Ane membuka pintu depan dan berjalan menuju ke parit depan rumah. Ketika akan membuka pintu pagar rumah, Ane baru meyadari bahwa jalan di depan rumah benar-benar sangat sunyi. Tidak ada seorangpun yang terlihat lewat, bahkan Ane pun tidak mendengar suara jangkerik satupun. Suasana malam itu benar-benar mencekam. Sebenarnya Ane saat itu sudah akan kembali ke dalam rumah, akan tetapi, Ane pikir toh buang air kecil cuman sebentar aja, nanggung kalo balik lagi.
Sampe di depan parit, Ane segera membuka celana dan dengan segera melaksanakan hajatan Ane. Ditengah perjalanan Ane kencing, tiba-tiba seluruh bulu kuduk di badan Ane berdiri. Tangan dan kaki ane gemetar, dan badan rasanya seperti hilang tenaga. Jantung Ane mungkin berdegup dua kali lebih kencang saat itu. Ane melihat sesosok manusia berbalut kain putih sedang menuju ke arah Ane....!!!!
Spoiler for Ilustrasi hantu (sumber : google):
Ane tidak tahu harus berbuat apa. Kaki Ane rasanya seperti dibebani berton-ton batu sehingga tidak bisa digerakkan untuk lari masuk ke dalam rumah. Kerongkongan rasanya seperti tercekat saat Ane akan mencoba baca-baca doa. Dan sejujurnya, saat itu Ane pun menjadi lupa semua doa yang pernah di ajarkan oleh guru di sekolah dan di TPA masjid.
Saat itu, Ane bener-bener pasrah menunggu apa yang akan terjadi. Sosok berkain putih tersebut terlihat semakin mendekati Ane dengan cepat. Ane kurang tahu apakah dia berjalan atau melayang pada saat itu. Yang jelas, Ane yakin bahwa sosok itu bukan manusia. Dan pikiran Ane langsung teringat dengan hantu Mbak K yang dikabarkan masih bergentayangan di kota kami.
Dan ketika jarak kami sudah semakin dekat....
Benar...!!! Kekhawatiran Ane menjadi kenyataan. Di depan Ane, Mbak K lah sosok berkain putih tersebut. Kain putih yang ternyata adalah kain kafan pembungkus mayat Mbak K terlihat sudah kotor dan penuh bercak-bercak coklat. Kepala Mbak K tidak terlihat dibungkus kafan, sehingga Ane masih bisa mengenalinya. Dalam hati, Ane sudah membayangkan dia bakalan mencekik Ane sampai mati.
Wajah Mbak K sangat Ane kenali dengan baik. Setiap pagi, ketika dia berangkat ke sekolah bersama teman-temannya, dia selalu menyempatkan diri untuk menyapa setiap tetangga yang dilewatinya. Dengan senyum dan sapaan yang khas, setiap orang pasti akan sangat mengenalinya dengan baik.
Sedangkan Mbak K yang sedang berdiri di depan Ane terlihat sedikit berbeda. Parasnya sangat pucat, rambutnya yang pendek sedikit berantakan. Pandangan matanya kosong dan kelihatan sedih. Akan tetapi, Ane melihat wajah Mbak K terlihat bersih. Dia tidak menengok ke arah Ane sama sekali. Ternyata dia hanya melewati Ane saja, dan menghilang dalam sekejap ketika sampai di pertigaan dekat rumah Ortu.
Ane seakan baru tersadar dari sebuah kejutan yang hebat. Ane segera membereskan celana dan lari sekencangnya masuk ke dalam rumah. Tidak peduli dengan pintu pagar yang belum tertutup, Ane langsung membanting pintu ruang tamu, dan segera menguncinya dengan tergesa-gesa. Rupanya Nyokap terbangun mendengar bantingan pintu depan tersebut, dan buru-buru menghampiri Ane yang masih menggigil ketakutan.
Ketika Nyokap bertanya tentang apa yang telah terjadi. Tapi Ane sama sekali tidak mengatakan bahwa Ane baru saja bertemu dengan Mbak K di depan rumah. Ane diam karena takut kalau arwah Mbak K sewaktu-waktu akan membalas dendam kalau menceritakannya pada Nyokap.
Setelah Ane dikasih minum air putih oleh Nyokap, Ane disuruh segera tidur. Tetapi, malam itu Ane benar-benar tidak berani tidur sendirian. Akhirnya, Ane nekad tidur di kamar kakak laki-laki Ane, yang sudah tidur terlebih dahulu sejak sore tadi.
Anehnya, keesokan harinya Ane sama sekali tidak merasa takut lagi dengan segala macam cerita tentang arwah Mbak K yang menghantui kota kami. Bahkan menurut Ane saat itu, cerita dan rumor tersebut terlalu berlebihan, dan sengaja disebarkan untuk menakut-nakuti semua orang. Buktinya, arwah Mbak K sama sekali tidak mengganggu Ane, sewaktu memerlihatkan diri di depan Ane tadi malam.
Setelah 40 hari sejak kematian Mbak K dan arwahnya menghantui kota Ane, akhirnya berakhir sudah ketakutan orang-orang tersebut. Beberapa toko sudah mulai buka seperti biasa, pedagang makanan sudah mulai berkeliling menjajakan dagangannya, dan orang-orang juga sudah berani keluar malam hari. Lama kelamaan rumor tersebut menghilang dengan sendirinya ditelan waktu.
Dan sampai hari ini, peristiwa tersebut masih menjadi "urban legend" yang menakutkan bagi warga kota kami.
Diubah oleh orcashop889 23-02-2018 23:47
sulkhan1981 memberi reputasi
1