- Beranda
- Stories from the Heart
KEGELAPAN YANG DICINTAI - Kisah Horor Ditanah Sulawesi Tengah (Bagian ke 2)
...
TS
penjelajah.hati
KEGELAPAN YANG DICINTAI - Kisah Horor Ditanah Sulawesi Tengah (Bagian ke 2)

Hallo Guys n Girls, Agan dan Aganwati..
Selamat pagi atau siang atau malam, tergantung kapan agan/aganwati baca thread ane ini

cerita ane ini mengisahkan cerita FIKSI HOROR, dengan latar belakang cerita, bertempat di Sulawesi Tengah.
merupakan lanjutan dari trit ane, dari KEGELAPAN YANG DICINTAI - Kisah Horor Ditanah Sulawesi Tengah (Bagian ke 1)
mohon maaf kalau kalimatnya kurang sregg soalnya masih nubiee gann apalagi ini thread pertama ane ..

yang suka ngopi mari kita ngopi yang suka teh juga ok, biar santai perlu minuman yang hangat2.. .tak berlama2 lagi, mari disimak

Mohon Kritik dan Saran Buat ane yang Nubie ini ya.
Oh Iya.. Dimohon kepada para sobat reader agar mengikuti dan mematuhi aturan yang berlaku di SFTH
Quote:
PERINGATAN
Tolong Jangan mempublish dengan sepihak cerita yang dibuat tanpa meminta izin kepada penulis atau tanpa mencantumkan Link yang dikeluarkan dari KASKUS entah untuk alasan komersil maupun tidak.
Hargai karya kami dan jadilah orang indonesia
yang membudayakan kata PERMISI atau TABETerima Kasih.
Tokoh dalam kisah ini :
Rial ziyad leviathan
Ainu muhnadi
Andri darul ikhsan
Ust.Abdillah bin umar (mangge dila)
Afri jalaluddin
Muli
Pak Usman
Ratna (cucunya toma sale)
Toma sale
Anggawi hasim bin umar
Mas sudiman
Raia mega rial dan rayyan putra rial
Rial ziyad leviathan
Ainu muhnadi
Andri darul ikhsan
Ust.Abdillah bin umar (mangge dila)
Afri jalaluddin
Muli
Pak Usman
Ratna (cucunya toma sale)
Toma sale
Anggawi hasim bin umar
Mas sudiman
Raia mega rial dan rayyan putra rial
Quote:
DAFTAR ISI
Kisah bagian ke 2 ini, akan dibagi dalam beberapa Part :
Vuntu, dimana kepalanya?
Tanda di Tengah Malam
Suara Kain Sobek dan Aroma Mayat di Tengah Malam..
Diubah oleh penjelajah.hati 08-03-2018 01:09
0
3.8K
Kutip
11
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
penjelajah.hati
#1
Vuntu, dimana kepalanya?
Vuntu, dimana kepalanya?
Uffhh!...Nalenge (capek) juga bolak balik ke bengkel.. .si yama (nama motorku) masih belum selesai diperbaiki, mesinnya masih ngadat-ngadat itu.. .saya mengeluh soal mesin motor yang lagi rusak, sementara untuk ke bengkel membutuhkan jarak 200an meter untuk ke bengkel terdekat.
Mungkin motormu itu kena penyakit namone (asma) itu harus dibawa ke dokter, andri nyeletuk asal-asalan..
Ahhh kamu juga dri, asal, hehe.. .karena jarang dirawat makanya rusak begitu..balasku
Eh al, tadi diwaktu kamu ke bengkel, ada orang datang ba’undang(mengundang) acara akikah anaknya pak RT, acaranya sore sebentar ba’da ashar. Andri menginfokan.
Pak RT?, kan jarak rumahnya dari sini hanya 100an meter, kita jalan kaki saja ke sana. Motor saya titip dibengkel sekalian diperbaiki sehabis itu barulah kita ke acara.
Setelah beberapa jam kemudian kami mengantarkan si yama ke bengkel terdekat lalu berjalan kaki ke rumahnya pak RT.
Dari rumah menuju ke rumahnya pak RT harus melewati jembatan tua, jembatannya masih terlihat kokoh untuk dilalui. trotoar Jembatan ini menjadi tempat favorit untuk warga terutama generasi mudanya untuk sekedar ngumpul dan nongkrong.
Ketika melewati jembatan, terlihat kerumunan warga dijalanan dan nampak pecahan bodi motor dan sparepartnya berserakan sepertinya baru saja terjadi kecelakaan.
Kami coba berhenti untuk menanyai salahsatu warga yang lalu lalang yakni seorang ibu hamil usia 40an yang lagi menenteng kantung berisi sayuran, sepertinya habis berbelanja.
Tabe Permisi bu, ada kejadian apa bisa ramai begini? Kucoba tanyakan.
Ada kecelakaan tadi, korbannya begal, naik motor warna merah. dia rampas tasnya cewek dijalan jadinya dikejar warga, waktu warga mengejar, begalnya ketakutan dan terus karena terburu-buru dia gas lah motornya kencang-kencang malah menabrak pembatas jembatan..
Jadi bagaimana keadaan begalnya? kutanya.
Begalnya meninggal ditempat..
Inna lillahi.. .kami mengucap..
Andri menunduk mengambil sesuatu yang tergeletak dijalan didekat kakinya.
Terus ini apa? Tanya andri..
Andri memegang benda bulat yang agak basah kemerah-merahan..
Wuaahhh itu b*la mata driii!! Seruku merinding..
Astaghfirullahh...ibu itu juga kaget.
Ouuww mataa!..andri terkaget-kaget sampai terangkat bahunya.
Benda ditangannya terlepas dari genggamannya dan jatuh menggelinding.
Melihat itu petugas medis yang tidak jauh dari kami mendekati kami lalu mengambil b*la mata itu..
Hati-hati kalau lihat apa-apa jangan asal diambil saja.. .ibu itu menegur..
Saya kira serpihan apa tadi bu makanya saya pungut..
Ya sudahlah, saya permisi dulu ya.. ujar ibu itu.
Kamipun melanjutkan perjalanan kami menuju ke rumah pak RT. Selama diperjalanan saya ngomel kepada andri, tentang betapa cerobohnya dia memungut mata tanpa melihat baik-baik apa yang dia pungut karena kutakutkan akibat dari itu..
dikota kecil atau diperkampungan masih seringkali terjadi hal mistis apalagi kalau kita melanggar pantangan adat setempat atau berbuat hal aneh. Sebagai gambaran, kabupaten ini masih berupa kota kecil yang lumayan banyak ditumbuhi pepohonan, perkebunan dan persawahan rakyat dibeberapa tempatnya.

Akhirnya kami sampai dirumah pak RT. Rumah yang lumayan besar serta halamannya luas yang saat ini halamannya dinaungi tenda. Dihalamannya ada beberapa pohon pisang di sisi kiri dan sebuah pohon beringin besar disisi kanannya
Tamu undangan sudah mulai ramai mendatangi acara.
Didepan rumahnya, pak RT dan beberapa orang tampak menyambut hadirin tamu undangan,
Dari kejauhan kulihat disampingnya pak RT ada lelaki yang sepertinya tidak asing lagi. dan saya tahu itu adalah sepupuku yang lalu saya titipkan motorku dirumahnya dikota palu.
Assalamualaikum pak..
Walaikumsalam, eh nak rial andri, silahkan masuk, masuk.. jawab pak RT.
Eehhh yojoo (panggilan utk lelaki suku kaili) serunya kepadaku.. .
mulii.. .eh kenapa ada disini?
Tidak kau tahu kah? Pak RT ini sepupunya kakek mahmuddin, jadi masih kena kakeknya kita juga, biasa dipanggil toma sale.. (toma :bapak/yang dituakan) jawab muli.
Pak RT yang mendengar bercakapan kami langsung menimpali, oh anaknya mahmud kamu nak, saya lihat mirip? Bagaimana kabarnya dibalikpapan?
Iye, Alhamdulillah bapak baik-baik..jawabku..
Alhamdulillah, sudah lama saya tidak ketemu bapakmu, kalau begitu sebentar malam kamu dengan temanmu harus menginap disini, biar sekalian kenalan dengan sepupu-sepupumu, itu anakku.
Iye toma, jawabku.. .andri mengangguk-angguk
akhirnya ketemu lagi kitaa, hee.. .ayo masuk.. . ajak muli
acara ini prasmanan jadi kita langsung makan-makan, ini makanan khas sul-teng, ada makanan uta kelo, uta dada, ada duo sole, ada kaledo, ada juga buahbuahan jeruk, salak.. .muli menjelaskan satu-persatu tetapi belum selesai muli menjelaskan andri sudah mengambil jeruk, mengupas dan memakannya..
drii jorok heyy tidak cuci tangan, ingat apa tadi yang kamu pegang,..jeruk dan darah sudah bercampur ditanganmu..heheheeh
owh..hoekkh, andri memuntahkan jeruk yang sudah terlanjur dimasukkannya ke mulutnya..andri secepatnya mencuci tangan dikobokan. Setelah itu kami makan, dzikir serta tauziah.
Suatu kebiasaan dalam acara diakhir acara ada hiburan musiknya..
Dan saya pun didaulat untuk naik ke panggung kecil yang disediakan didepan rumah, untuk menyanyikan lagu,..lagu yang kunyanyikan adalah lagunya Ari Laso -lirih.
Baguss suaramu Al, puji muli.
Sewaktu turun dari panggung, didepanku tengah berdiri ibu hamil yang kami temui dijembatan sebelumnya.
Saya ratna Dek, ternyata kamu itu anaknya om mahmud ya, saya cucunya toma sale, berarti kita sepupu, kamu adik sepupuku,
Oh begitu kak, lalu saya menyalami ibu itu.
Oh ya menginap saja dulu dirumah ini sekalian kan ngumpul keluarga kita.
Ok iye ka’ jawabku. Setelah beberapa waktu kami berbincang, lalu ka’ratna berlalu katanya ada urusan lain didapur.
Kamipun lalu bersama tamu undangan lainnya berbincang sambil meminum saraba (minuman rempah, susu jahe) yang sudah disediakan. Rasanya bikin plong untuk diminum.
Tak terasa waktu sudah hampir pukul 11 malam, para tamu sudah pada bubar sejak tadi sebelum waktu isya. kami masih saja ngobrol-ngobrol asik didepan rumah sambil main kartu domino,..saya, andri dan muli sementara toma sale yang menemani kami ngobrol sudah masuk untuk istirahat.
Huhh najeko (curang) ini muli, menang terus dia..saya menggerutu.
Wajahku dan wajahnya andri dipenuhi jepitan pakaian, itu ganjarannya kalau kalah, makin sering kalah main domino makin banyaklah jepitan dijepit diwajah dan telinga..
Hahahah kalah jemuran dibandingkan muka, lebih banyak dimukanya kamorang (kalian) itu jepitan dari ditali jemuran makanya jangan melawan jagoan domino..muli senang karena mengalahkan kami.
Heuhh, namango(sok) ini mulii..sahut andri
Harus donk, jawab muli dengan becanda..
Malam ini langit agak mendung disertai angin dingin, begitu sunyi dikarenakan sebagian besar warga sudah terlelap. Hanya suara serangga malam yang silih berganti bersahut-sahutan mengisi kesepian malam yang makin larut..
hei Muli.. .ada kios yang masih buka disekitar sini? Kubertanya pada muli.
Oh ada.. .didekat jembatan,..mau beli apa?
Ini rokok sudah habiss, sementara minumannya, saraba masih siap sedia itu, sambil kutunjuk cerek berisi minuman saraba. Jawabku.
Iya pas juga rokokku sudah mau habis, andri menggoyangkan bungkus rokoknya.
Ok saya temani. ..kata muli.
Setelah membeli 4 bungkus rokok, kami berjalan di jembatan.
Disisi jembatan ada beberapa anak muda yang masih nongkrong.
oh ka’muli, ka’andri dan ka’rial.. .habis dari kios ka’? salahsatu pemuda menyapa kami, tadi siang kami sempat berkenalan dengan pemuda-pemudi didesa ini.
Iyaa kan diliat tadi...mauu rokok? Bilang saja, hehe..jawab muli
Ini rokoknya. Bagi dengan teman-temanmu.. saya memberikan mereka 2 bungkus rokok.
Pemuda itu langsung menundukkan kepalanya hormat sambil mengambil rokok pemberianku..
Makasih banyak ka’..
Sama-sama makasih jawabku..
Oh kakak ganteng yang tadi siang, nongkrong dengan kita-kita ka’, ngobrol-ngobrol..seorang remaja cewek yang cukup cantik menegurku sekaligus menatapku. Ia juga ikut nongkrong bersama pemuda-pemudi itu.
Eh hai ria kan..kucoba sekedarnya.
Kamipun duduk dan membuka obrolan bersama mereka ditrotoar jembatan.
Eh eh anakmuda untuk apa ngumpul disini, sudah tengah malam ini besok sekolah jangn tidur lambat(telat), tiba-tiba seorang bapak membubarkan mereka..
Sampai nanti ka’, Cewek yang menegurku(ria) lalu tersenyum dan pergi
Nak muli, rial andri.. .duduk-duduk saja dulu disini menikmati malam, sahut bapak itu sambil mengeluarkan sebatang rokoknya.
iya pak rusman mari pak. Jawab andri.
Nama bapak itu rusman.
Kamipun duduk ditrotoar jembatan sambil bersandar dipembatas besi disisi jembatannya.
Yang lain sudah bubar, hanya pemuda yang kuberikan rokok serta temannya yang bertahan disitu..
Eh kenapa masih disini?
Besok torang (kami) libur jadi tidak apa-apalah nongkrong biar hanya sebentar om..jawab pemuda itu.
Terserahlah..jawab bapak itu.
Suasana malam dikampung beda dengan dikota, pak rusman itu mencoba membuka obrolan.
Iya pak..dikampung kalau malam tenang, dan udaranya masih sejuk kalau malam. Saya mengatakan pendapatku.
Tapi dikampung yang sunyi begini biasanya ada kejadian mistis, hiii ngeri, andri terlihat agak ketakutan.
Eh tadi sore kecelakaannya mengerikan juga ya..sahut andri lagi..
Husshh jangan bahas pamalii, saya mencoba menghentikan pembahasan mengenai itu.
Iya dri jangan dibahas sahut pak rusman, tentang hantu atau setan itu jarang mengganggu kecuali kita yang membuat keributan atau melanggar adat barulah mereka datang.. ..bulan lalu ada setan kalomba (jin/hantu berwujud kambing) hampir menabrak saya waktu malam saya membuang sampah,..ternyata sampah yang saya buang itu ada sisa-sisa udang dan kelapa..
itu kan pantangan dibuang dimalam hari tapi saya lupa pantangan itu, saya langsung lari masuk kerumah, hha
Untung tidak ditabrak pak..bisa sakit atau mati kalau ditabrak, ckckck..sahutku.
Iya al..sahut bapak itu.
Harus patuh adat setempat dan percaya kepada-Nya. Jadi jangan takut dengan yang begituan.. .kata andri.
Mas~.. .mas.. .apinya mas~,
Tiba-tiba ada seseorang disamping andri memegang sebatang rokok dan meminta api untuk menyalakan sebatang rokoknya.
Andri pun merogoh kantungnya, mengambil korek api gas dari kantungnya. Dan menyalakannya ke arah seseorang disamping andri yang tiba-tiba ikut berbicara
Ini mas api nya, balas andri sembari menyodorkan api dari korek apinya kepada orang disisinya tersebut..
Andri terkaget-kaget sampai korek api terlepas dari tangannya.
Eghh.. .mulutnya tidak adaa.. .hidungnya tidak ada, matanya tidak ada...kepalanya manaa!!
Seru andri sembari melirik ke arah seseorang yang duduk disampingnya yang tadi tiba-tiba muncul.
Seseorang berpakaian kemeja celana panjang, bertubuh agak gempal, tapi kepalanya tak ada sementara lehernya terp*tong agak berdarah-darah..

Vu.. .vuu.. .kata andri.
Vuntu (hantu yang tidak berkepala) teriakku!!.
Pangovaa (larii/kabur) teriak pak usman..
Kami semua lari tunggang-langgang ngeri..
Tiba-tiba andri saat baru berlari langkahnya tertahan..
Ternyata kulihat kerah bajunya dicekal oleh hantu vuntu.
Secepatnya ku gapai dan kutarik tangannya andri, akhirnya kerah andri terlepas dari cengkraman hantu itu.
Hantu vuntu malah menyerangku,
mencekik leherku,
Ekhh, ekhh..
kucoba melepaskannya, mencekal pergelangan tangan makhluk itu
akhirnya terlepas.
Kuberbalik badan, berdiri lalu kembali berlari.
Kami berlari, tetapi hantu itu terus mengejar dibelakang kami.
Langkahnya mencoba mendekati kami.
Kepalaku~.. .ganti kepalaku~.. .hantu vuntu berteriak, suaranya serak memecah heningnya malam.
Pak usman yang diharapkan lebih berani dari kami, ternyata larinya malah lebih kencang dari kami.
Kami berlari menjauhi jembatan, berusaha sejauh mungkin dari makhluk itu.
Heiii jangan kasih tinggal sayaa..teriak pemuda yang tadi kami berikan rokok, ia berlari paling belakang.
Krekk...Bugghh..pemuda itu dicekik lalu dilemparkan vuntu, jauh ke bawah jembatan.
Ayoo turun, kata pak usman.
Melihat itu, tanpa mempedulikan lari vuntu mengejar kamipun bergegas turun ke bawah jembatan.
Berjalan beberapa meter menuruni gundukan tanah disisi ujung jembatan.
Ini senter, kunyalakan senter dari flashlight hp ku..
Air sungai mengalir tenang, disinari rembulan malam membayangi arusnya keemasan.
Mana ya dia.. .senter kuarahkan ke sungai,
Itu dia! Seru andri.
Kami menemukan pemuda itu terkapar disungai tepat dibawah jembatan,
Kami mencoba meraba-raba nadinya.
Syukurlah masih berdetak, hanya pingsan.
Heyy hey bangun din.. .akhirnya dia bangun dari pingsannya.
Ma...mana setan ituu. ..penuda itu sadar tetapi kembali ketakutan..
Tenang.. .ingat Tuhan..ucap pak usman
Pak usman bersama saya langsung membopongnya. Naik menuju sisi ujung jembatan yang ditumbuhi beberapa pohon bambu.
Hantu itu berdiri di ujung jembatan seakan menunggu kami naik.
Kepalaku~.. .ganti kepalaku~..
Hantu vuntu masih saja berteriak dengan suara paraunya, seakan kami yang bertanggungjawab atas nyawanya.
Ku kuatkan hati untuk mendekatinya.
Tabe, apa maksudnya kita mengejar? Aku bertanya padanya.
Vuntu itu menunjuk ke arah andri, sambil berseru
Tangannya, darahku..
Akupun faham.. .
Dri, tanganmu tadi tanganmu yang dikenai darah malah kamu beri air jeruk sewaktu tadi siang kamu memakan jeruk..(adat setempat bahwa pantangan darah orang mati diberi air jeruk) aku mengingatkan andri yang melanggar pantangan adat setempat.
Ohh pantasan.. .seru pak usman.
Maaf le..seru andri, kembali ke duniamu, ini bukan duniamu, tiada maksud kami mengganggu, saya tidak sengaja ini.. .tidak sengaja..andri menggelengkan kepalanay, mencoba berkomunikasi dengan makhluk itu.
Hrmmm.. .vuntu itu menggeram.
Tubuhnya berbayang-bayang, lalu perlahan lenyap seakan ditelan malam.
Sudah, dia sudah pergi, Kita kembali ke rumah masing-masing, soal ini tidak usah diceritakan kepada warga supaya tidak menggemparkan. sahut pak usman.
Kami bertigapun kembali ke rumah toma sale.
Biarlah cerita ini kami simpan rapat-rapat, supaya tidak menimbulkan kecemasan warga yang sering menggunakan jembatan itu untuk berlalu-lalang. kalaupun ada orang lain yang nanti bertemu vuntu cukuplah dia menghindarinya sekaligus membaca doa untuk meminta perlindungan kepada-Nya.
Malam ini kami tidur cukup nyenyak setelah semalam kelelahan berlari menghindari kejaran vuntu.
Bersambung..
Quote:
Uffhh!...Nalenge (capek) juga bolak balik ke bengkel.. .si yama (nama motorku) masih belum selesai diperbaiki, mesinnya masih ngadat-ngadat itu.. .saya mengeluh soal mesin motor yang lagi rusak, sementara untuk ke bengkel membutuhkan jarak 200an meter untuk ke bengkel terdekat.
Mungkin motormu itu kena penyakit namone (asma) itu harus dibawa ke dokter, andri nyeletuk asal-asalan..
Ahhh kamu juga dri, asal, hehe.. .karena jarang dirawat makanya rusak begitu..balasku
Eh al, tadi diwaktu kamu ke bengkel, ada orang datang ba’undang(mengundang) acara akikah anaknya pak RT, acaranya sore sebentar ba’da ashar. Andri menginfokan.
Pak RT?, kan jarak rumahnya dari sini hanya 100an meter, kita jalan kaki saja ke sana. Motor saya titip dibengkel sekalian diperbaiki sehabis itu barulah kita ke acara.
Setelah beberapa jam kemudian kami mengantarkan si yama ke bengkel terdekat lalu berjalan kaki ke rumahnya pak RT.
Dari rumah menuju ke rumahnya pak RT harus melewati jembatan tua, jembatannya masih terlihat kokoh untuk dilalui. trotoar Jembatan ini menjadi tempat favorit untuk warga terutama generasi mudanya untuk sekedar ngumpul dan nongkrong.
Ketika melewati jembatan, terlihat kerumunan warga dijalanan dan nampak pecahan bodi motor dan sparepartnya berserakan sepertinya baru saja terjadi kecelakaan.
Kami coba berhenti untuk menanyai salahsatu warga yang lalu lalang yakni seorang ibu hamil usia 40an yang lagi menenteng kantung berisi sayuran, sepertinya habis berbelanja.
Tabe Permisi bu, ada kejadian apa bisa ramai begini? Kucoba tanyakan.
Ada kecelakaan tadi, korbannya begal, naik motor warna merah. dia rampas tasnya cewek dijalan jadinya dikejar warga, waktu warga mengejar, begalnya ketakutan dan terus karena terburu-buru dia gas lah motornya kencang-kencang malah menabrak pembatas jembatan..
Jadi bagaimana keadaan begalnya? kutanya.
Begalnya meninggal ditempat..
Inna lillahi.. .kami mengucap..
Andri menunduk mengambil sesuatu yang tergeletak dijalan didekat kakinya.
Terus ini apa? Tanya andri..
Andri memegang benda bulat yang agak basah kemerah-merahan..
Wuaahhh itu b*la mata driii!! Seruku merinding..
Astaghfirullahh...ibu itu juga kaget.
Ouuww mataa!..andri terkaget-kaget sampai terangkat bahunya.
Benda ditangannya terlepas dari genggamannya dan jatuh menggelinding.
Melihat itu petugas medis yang tidak jauh dari kami mendekati kami lalu mengambil b*la mata itu..
Hati-hati kalau lihat apa-apa jangan asal diambil saja.. .ibu itu menegur..
Saya kira serpihan apa tadi bu makanya saya pungut..
Ya sudahlah, saya permisi dulu ya.. ujar ibu itu.
Kamipun melanjutkan perjalanan kami menuju ke rumah pak RT. Selama diperjalanan saya ngomel kepada andri, tentang betapa cerobohnya dia memungut mata tanpa melihat baik-baik apa yang dia pungut karena kutakutkan akibat dari itu..
dikota kecil atau diperkampungan masih seringkali terjadi hal mistis apalagi kalau kita melanggar pantangan adat setempat atau berbuat hal aneh. Sebagai gambaran, kabupaten ini masih berupa kota kecil yang lumayan banyak ditumbuhi pepohonan, perkebunan dan persawahan rakyat dibeberapa tempatnya.
Spoiler for perkampungan:

sumber gambar: sinonim
Akhirnya kami sampai dirumah pak RT. Rumah yang lumayan besar serta halamannya luas yang saat ini halamannya dinaungi tenda. Dihalamannya ada beberapa pohon pisang di sisi kiri dan sebuah pohon beringin besar disisi kanannya
Tamu undangan sudah mulai ramai mendatangi acara.
Didepan rumahnya, pak RT dan beberapa orang tampak menyambut hadirin tamu undangan,
Dari kejauhan kulihat disampingnya pak RT ada lelaki yang sepertinya tidak asing lagi. dan saya tahu itu adalah sepupuku yang lalu saya titipkan motorku dirumahnya dikota palu.
Assalamualaikum pak..
Walaikumsalam, eh nak rial andri, silahkan masuk, masuk.. jawab pak RT.
Eehhh yojoo (panggilan utk lelaki suku kaili) serunya kepadaku.. .
mulii.. .eh kenapa ada disini?
Tidak kau tahu kah? Pak RT ini sepupunya kakek mahmuddin, jadi masih kena kakeknya kita juga, biasa dipanggil toma sale.. (toma :bapak/yang dituakan) jawab muli.
Pak RT yang mendengar bercakapan kami langsung menimpali, oh anaknya mahmud kamu nak, saya lihat mirip? Bagaimana kabarnya dibalikpapan?
Iye, Alhamdulillah bapak baik-baik..jawabku..
Alhamdulillah, sudah lama saya tidak ketemu bapakmu, kalau begitu sebentar malam kamu dengan temanmu harus menginap disini, biar sekalian kenalan dengan sepupu-sepupumu, itu anakku.
Iye toma, jawabku.. .andri mengangguk-angguk
akhirnya ketemu lagi kitaa, hee.. .ayo masuk.. . ajak muli
acara ini prasmanan jadi kita langsung makan-makan, ini makanan khas sul-teng, ada makanan uta kelo, uta dada, ada duo sole, ada kaledo, ada juga buahbuahan jeruk, salak.. .muli menjelaskan satu-persatu tetapi belum selesai muli menjelaskan andri sudah mengambil jeruk, mengupas dan memakannya..
drii jorok heyy tidak cuci tangan, ingat apa tadi yang kamu pegang,..jeruk dan darah sudah bercampur ditanganmu..heheheeh
owh..hoekkh, andri memuntahkan jeruk yang sudah terlanjur dimasukkannya ke mulutnya..andri secepatnya mencuci tangan dikobokan. Setelah itu kami makan, dzikir serta tauziah.
Suatu kebiasaan dalam acara diakhir acara ada hiburan musiknya..
Dan saya pun didaulat untuk naik ke panggung kecil yang disediakan didepan rumah, untuk menyanyikan lagu,..lagu yang kunyanyikan adalah lagunya Ari Laso -lirih.
Quote:
Kesunyian ini,
lirihku bernyanyi,
Lagu indah untukmu..
Aku bernyanyi...
Engkaulah cintaku,
Cinta dalam hidupku,
Bersama rembulan........
aku menangis.........
Mengenangmuu,
Sgala tentangmu ooh...Ku memanggilmuu dalam hati.. . liriih..
lirihku bernyanyi,
Lagu indah untukmu..
Aku bernyanyi...
Engkaulah cintaku,
Cinta dalam hidupku,
Bersama rembulan........
aku menangis.........
Mengenangmuu,
Sgala tentangmu ooh...Ku memanggilmuu dalam hati.. . liriih..
Quote:
Baguss suaramu Al, puji muli.
Sewaktu turun dari panggung, didepanku tengah berdiri ibu hamil yang kami temui dijembatan sebelumnya.
Saya ratna Dek, ternyata kamu itu anaknya om mahmud ya, saya cucunya toma sale, berarti kita sepupu, kamu adik sepupuku,
Oh begitu kak, lalu saya menyalami ibu itu.
Oh ya menginap saja dulu dirumah ini sekalian kan ngumpul keluarga kita.
Ok iye ka’ jawabku. Setelah beberapa waktu kami berbincang, lalu ka’ratna berlalu katanya ada urusan lain didapur.
Kamipun lalu bersama tamu undangan lainnya berbincang sambil meminum saraba (minuman rempah, susu jahe) yang sudah disediakan. Rasanya bikin plong untuk diminum.
Tak terasa waktu sudah hampir pukul 11 malam, para tamu sudah pada bubar sejak tadi sebelum waktu isya. kami masih saja ngobrol-ngobrol asik didepan rumah sambil main kartu domino,..saya, andri dan muli sementara toma sale yang menemani kami ngobrol sudah masuk untuk istirahat.
Huhh najeko (curang) ini muli, menang terus dia..saya menggerutu.
Wajahku dan wajahnya andri dipenuhi jepitan pakaian, itu ganjarannya kalau kalah, makin sering kalah main domino makin banyaklah jepitan dijepit diwajah dan telinga..
Hahahah kalah jemuran dibandingkan muka, lebih banyak dimukanya kamorang (kalian) itu jepitan dari ditali jemuran makanya jangan melawan jagoan domino..muli senang karena mengalahkan kami.
Heuhh, namango(sok) ini mulii..sahut andri
Harus donk, jawab muli dengan becanda..
Malam ini langit agak mendung disertai angin dingin, begitu sunyi dikarenakan sebagian besar warga sudah terlelap. Hanya suara serangga malam yang silih berganti bersahut-sahutan mengisi kesepian malam yang makin larut..
hei Muli.. .ada kios yang masih buka disekitar sini? Kubertanya pada muli.
Oh ada.. .didekat jembatan,..mau beli apa?
Ini rokok sudah habiss, sementara minumannya, saraba masih siap sedia itu, sambil kutunjuk cerek berisi minuman saraba. Jawabku.
Iya pas juga rokokku sudah mau habis, andri menggoyangkan bungkus rokoknya.
Ok saya temani. ..kata muli.
Setelah membeli 4 bungkus rokok, kami berjalan di jembatan.
Disisi jembatan ada beberapa anak muda yang masih nongkrong.
oh ka’muli, ka’andri dan ka’rial.. .habis dari kios ka’? salahsatu pemuda menyapa kami, tadi siang kami sempat berkenalan dengan pemuda-pemudi didesa ini.
Iyaa kan diliat tadi...mauu rokok? Bilang saja, hehe..jawab muli
Ini rokoknya. Bagi dengan teman-temanmu.. saya memberikan mereka 2 bungkus rokok.
Pemuda itu langsung menundukkan kepalanya hormat sambil mengambil rokok pemberianku..
Makasih banyak ka’..
Sama-sama makasih jawabku..
Oh kakak ganteng yang tadi siang, nongkrong dengan kita-kita ka’, ngobrol-ngobrol..seorang remaja cewek yang cukup cantik menegurku sekaligus menatapku. Ia juga ikut nongkrong bersama pemuda-pemudi itu.
Eh hai ria kan..kucoba sekedarnya.
Kamipun duduk dan membuka obrolan bersama mereka ditrotoar jembatan.
Eh eh anakmuda untuk apa ngumpul disini, sudah tengah malam ini besok sekolah jangn tidur lambat(telat), tiba-tiba seorang bapak membubarkan mereka..
Sampai nanti ka’, Cewek yang menegurku(ria) lalu tersenyum dan pergi
Nak muli, rial andri.. .duduk-duduk saja dulu disini menikmati malam, sahut bapak itu sambil mengeluarkan sebatang rokoknya.
iya pak rusman mari pak. Jawab andri.
Nama bapak itu rusman.
Kamipun duduk ditrotoar jembatan sambil bersandar dipembatas besi disisi jembatannya.
Yang lain sudah bubar, hanya pemuda yang kuberikan rokok serta temannya yang bertahan disitu..
Eh kenapa masih disini?
Besok torang (kami) libur jadi tidak apa-apalah nongkrong biar hanya sebentar om..jawab pemuda itu.
Terserahlah..jawab bapak itu.
Suasana malam dikampung beda dengan dikota, pak rusman itu mencoba membuka obrolan.
Iya pak..dikampung kalau malam tenang, dan udaranya masih sejuk kalau malam. Saya mengatakan pendapatku.
Tapi dikampung yang sunyi begini biasanya ada kejadian mistis, hiii ngeri, andri terlihat agak ketakutan.
Eh tadi sore kecelakaannya mengerikan juga ya..sahut andri lagi..
Husshh jangan bahas pamalii, saya mencoba menghentikan pembahasan mengenai itu.
Iya dri jangan dibahas sahut pak rusman, tentang hantu atau setan itu jarang mengganggu kecuali kita yang membuat keributan atau melanggar adat barulah mereka datang.. ..bulan lalu ada setan kalomba (jin/hantu berwujud kambing) hampir menabrak saya waktu malam saya membuang sampah,..ternyata sampah yang saya buang itu ada sisa-sisa udang dan kelapa..
itu kan pantangan dibuang dimalam hari tapi saya lupa pantangan itu, saya langsung lari masuk kerumah, hha
Untung tidak ditabrak pak..bisa sakit atau mati kalau ditabrak, ckckck..sahutku.
Iya al..sahut bapak itu.
Harus patuh adat setempat dan percaya kepada-Nya. Jadi jangan takut dengan yang begituan.. .kata andri.
Mas~.. .mas.. .apinya mas~,
Tiba-tiba ada seseorang disamping andri memegang sebatang rokok dan meminta api untuk menyalakan sebatang rokoknya.
Andri pun merogoh kantungnya, mengambil korek api gas dari kantungnya. Dan menyalakannya ke arah seseorang disamping andri yang tiba-tiba ikut berbicara
Ini mas api nya, balas andri sembari menyodorkan api dari korek apinya kepada orang disisinya tersebut..
Andri terkaget-kaget sampai korek api terlepas dari tangannya.
Eghh.. .mulutnya tidak adaa.. .hidungnya tidak ada, matanya tidak ada...kepalanya manaa!!
Seru andri sembari melirik ke arah seseorang yang duduk disampingnya yang tadi tiba-tiba muncul.
Seseorang berpakaian kemeja celana panjang, bertubuh agak gempal, tapi kepalanya tak ada sementara lehernya terp*tong agak berdarah-darah..
Spoiler for dimana:

sumber gambar: anonim
Vu.. .vuu.. .kata andri.
Vuntu (hantu yang tidak berkepala) teriakku!!.
Pangovaa (larii/kabur) teriak pak usman..
Kami semua lari tunggang-langgang ngeri..
Tiba-tiba andri saat baru berlari langkahnya tertahan..
Ternyata kulihat kerah bajunya dicekal oleh hantu vuntu.
Secepatnya ku gapai dan kutarik tangannya andri, akhirnya kerah andri terlepas dari cengkraman hantu itu.
Hantu vuntu malah menyerangku,
mencekik leherku,
Ekhh, ekhh..
kucoba melepaskannya, mencekal pergelangan tangan makhluk itu
akhirnya terlepas.
Kuberbalik badan, berdiri lalu kembali berlari.
Kami berlari, tetapi hantu itu terus mengejar dibelakang kami.
Langkahnya mencoba mendekati kami.
Kepalaku~.. .ganti kepalaku~.. .hantu vuntu berteriak, suaranya serak memecah heningnya malam.
Pak usman yang diharapkan lebih berani dari kami, ternyata larinya malah lebih kencang dari kami.
Kami berlari menjauhi jembatan, berusaha sejauh mungkin dari makhluk itu.
Heiii jangan kasih tinggal sayaa..teriak pemuda yang tadi kami berikan rokok, ia berlari paling belakang.
Krekk...Bugghh..pemuda itu dicekik lalu dilemparkan vuntu, jauh ke bawah jembatan.
Ayoo turun, kata pak usman.
Melihat itu, tanpa mempedulikan lari vuntu mengejar kamipun bergegas turun ke bawah jembatan.
Berjalan beberapa meter menuruni gundukan tanah disisi ujung jembatan.
Ini senter, kunyalakan senter dari flashlight hp ku..
Air sungai mengalir tenang, disinari rembulan malam membayangi arusnya keemasan.
Mana ya dia.. .senter kuarahkan ke sungai,
Itu dia! Seru andri.
Kami menemukan pemuda itu terkapar disungai tepat dibawah jembatan,
Kami mencoba meraba-raba nadinya.
Syukurlah masih berdetak, hanya pingsan.
Heyy hey bangun din.. .akhirnya dia bangun dari pingsannya.
Ma...mana setan ituu. ..penuda itu sadar tetapi kembali ketakutan..
Tenang.. .ingat Tuhan..ucap pak usman
Pak usman bersama saya langsung membopongnya. Naik menuju sisi ujung jembatan yang ditumbuhi beberapa pohon bambu.
Hantu itu berdiri di ujung jembatan seakan menunggu kami naik.
Kepalaku~.. .ganti kepalaku~..
Hantu vuntu masih saja berteriak dengan suara paraunya, seakan kami yang bertanggungjawab atas nyawanya.
Ku kuatkan hati untuk mendekatinya.
Tabe, apa maksudnya kita mengejar? Aku bertanya padanya.
Vuntu itu menunjuk ke arah andri, sambil berseru
Tangannya, darahku..
Akupun faham.. .
Dri, tanganmu tadi tanganmu yang dikenai darah malah kamu beri air jeruk sewaktu tadi siang kamu memakan jeruk..(adat setempat bahwa pantangan darah orang mati diberi air jeruk) aku mengingatkan andri yang melanggar pantangan adat setempat.
Ohh pantasan.. .seru pak usman.
Maaf le..seru andri, kembali ke duniamu, ini bukan duniamu, tiada maksud kami mengganggu, saya tidak sengaja ini.. .tidak sengaja..andri menggelengkan kepalanay, mencoba berkomunikasi dengan makhluk itu.
Hrmmm.. .vuntu itu menggeram.
Tubuhnya berbayang-bayang, lalu perlahan lenyap seakan ditelan malam.
Sudah, dia sudah pergi, Kita kembali ke rumah masing-masing, soal ini tidak usah diceritakan kepada warga supaya tidak menggemparkan. sahut pak usman.
Kami bertigapun kembali ke rumah toma sale.
Biarlah cerita ini kami simpan rapat-rapat, supaya tidak menimbulkan kecemasan warga yang sering menggunakan jembatan itu untuk berlalu-lalang. kalaupun ada orang lain yang nanti bertemu vuntu cukuplah dia menghindarinya sekaligus membaca doa untuk meminta perlindungan kepada-Nya.
Malam ini kami tidur cukup nyenyak setelah semalam kelelahan berlari menghindari kejaran vuntu.
Bersambung..
Diubah oleh penjelajah.hati 04-03-2018 03:13
0
Kutip
Balas