Kaskus

Story

hujan.soresoreAvatar border
TS
hujan.soresore
Gadis Bingung dan Pengembara
Gadis Bingung dan Pengembara



Quote:


INDEX

Its freezing outside ...

Merindukanmu juga, sangat merindukanmu

Dan semua itu karena mereka pandir!

Gue Fahrezi

The Barbietch

Sore hari yang dijanjikan

Cerah...?

Rapat Rakyat Indonesia

Seuntai Awan Kecil

Day by day pass away

Well, I Should Say Thanks or Terima Kasih?

Janji sama gue..

Seperti beruang gendut kuning dengan baju merah kekecilan

Penghuni The Gloomy

Ada Rindu di Sepotong Ubi Cilembu

Itu milik Ezra

Gadis Bingung dengan rantai kacamata menjuntai

Ingin Bertemu Cerah

Pelangi di Senja Hari Bulan November

Candu

Hari-hari Bertualang Tanpa Akhir

Hari Hitam Legam

Semesta Bertautan

Dia Hanya Berhenti Bermain

Di Bawah Hujan

Abhipraya



Diubah oleh hujan.soresore 17-02-2018 05:20
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
8.9K
66
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
hujan.soresoreAvatar border
TS
hujan.soresore
#65
Abhipraya


Secepat datangnya, hujan yang sama mendadak hilang. Langit meremang di segala arah, Fahrezi mengulurkan jaket yang secara ajaib kering tersimpan dalam ranselnya. "Lu pake apa?" Cerah menolak halus, tapi diterimanya juga setelah Fahrezi memaksa.

Langit sudah gelap sepenuhnya saat Fahrezi menekuri segelas teh panas di satu warung tenda pelataran monas. Ia berganti kaus oblong yang sembarang dibelinya di toko souvenir, tak jauh dari warung tenda tempatnya kini duduk menunggu Cerah. Tidak lama si gadis bingung muncul dari celah keramaian, tenggelam dalam jaket abu-abu.

"Kenapa sering banget lu senyum randomly gitu kalo lihat gw. Muka gw komedi banget ya," Cerah memajukan bibir.
"Saya mau minta maaf," Fahrezi menjawab cepat.
Cerah tertawa "Somehow ini salah DNA gw lagian".
Fahrezi menggeleng cepat mengeluarkan 'Merdeka 100%' dalam keadaan basah kuyup dari dalam ranselnya.
Pecah tawa Cerah serta merta. Lebih manis dari gula-gula kapas menyublim dalam ruang hati Fahrezi, membujuknya ikut tertawa.

"Gw mau bilang terimakasih," ucap Cerah usai nyaman menempati bangku kayu panjang. Berhadapan ia dengan Fahrezi kini. "Untuk email lu. Cerita si awan kecil. Gw dulu punya temen yang suka banget juga sama cerita itu,"
Fahrezi mengangkat bahu. "Saya juga dapet cerita itu dari temen," ucapnya datar.
"Abhipraya," sebut Cerah. Fahrezi tersentak, menatap tajam si gadis bingung.
"Temen gw itu namanya Abhipraya. Praya. Mentor lebih tepatnya. Dia ngajarin gw mulai dari caranya main bagus sampai caranya main.."
"Bermakna" Fahrezi mengakhiri ucapan Cerah. Disaksikannya kini butiran cairan menggenang di balik kacamata bulat, mengalir sekenanya.
Diubah oleh hujan.soresore 17-02-2018 05:19
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.