- Beranda
- Stories from the Heart
Gadis Bingung dan Pengembara
...
TS
hujan.soresore
Gadis Bingung dan Pengembara

Quote:
INDEX
Its freezing outside ...
Merindukanmu juga, sangat merindukanmu
Dan semua itu karena mereka pandir!
Gue Fahrezi
The Barbietch
Sore hari yang dijanjikan
Cerah...?
Rapat Rakyat Indonesia
Seuntai Awan Kecil
Day by day pass away
Well, I Should Say Thanks or Terima Kasih?
Janji sama gue..
Seperti beruang gendut kuning dengan baju merah kekecilan
Penghuni The Gloomy
Ada Rindu di Sepotong Ubi Cilembu
Itu milik Ezra
Gadis Bingung dengan rantai kacamata menjuntai
Ingin Bertemu Cerah
Pelangi di Senja Hari Bulan November
Candu
Hari-hari Bertualang Tanpa Akhir
Hari Hitam Legam
Semesta Bertautan
Dia Hanya Berhenti Bermain
Di Bawah Hujan
Abhipraya
Diubah oleh hujan.soresore 17-02-2018 05:20
anasabila memberi reputasi
1
8.9K
66
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
hujan.soresore
#62
Semesta Bertautan
Berhari-hari Fahrezi tidak pergi ke kampus. Dia kemana saja tapi tidak pergi ke tempat yang memungkinkan bertemu Cerah. Sangat ingin sebenarnya melihat ayunan rantai kacamata itu sekali lagi, terlebih senyuman lengkung pelangi sehabis hujan bulan November itu. Lidahnya tapi langsung kelu mengingat email impulsif yang terkirim beberapa malam lalu.
Karenanya, kaget setengah mati Fahrezi saat mendengar suara semanis gulali sore ini. Melongok kilat dari sisi rak buku yang menghalangi dari pelataran toko, itu dia si gadis bingung dengan ransel kebesaran tengah mengobrol akrab dengan Bang Jose pemilik toko buku.
Mencuri dengar obrolan renyah Cerah dengan Bang Jose, jelas sekali si gadis bingung sama seperti dirinya, pelanggan tetap toko buku anomali segala ada di pojokan gedung dewan kesenian itu. Fahrezi tercekat, betapa semestanya bertautan dengan si gadis bingung yang seperti baru jatuh begitu saja dari langit.
Tidak lama berselang si gadis bingung beranjak. Fahrezi mengambil acak beberapa buku lalu menghampiri bang Jose minta dihitungkan. "Lupa aku kau masih di sini. Barusan ada teman mu datang, si Matahari Cerah itu kenapa tak kau sapa," seloroh Bang Jose.
Alis Fahrezi bertautan. "Sok tahu abang, dari mana bisa bilang berteman. Kenal aja hampir-hampir enggak," jawab Fahrezi sekenanya.
"Yah satu kampuslah kalian aku tahu. Selera pun sama. Buku, lagu, film. Semua yang kau borong di sini juga dibelinya. Heran aku anak muda sekarang susah sekali berteman nampaknya," sengit Bang Jose.
Saat Fahrezi tengah membenahi ransel, Bang Jose menepuk mantap punggungnya. "Bukannya aku comblang, tapi kalau kau suka si Matahari Cerah itu ngomonglah sama dia. Kulihat sedih gelap gulita kau sendirian kemana-mana. Dia juga selalu sendirian kelihatannya, bedanya sama kau dia Cerah bikin hati orang lain senang kayak namanya," asap kretek mengepul berkejaran si hadapan Fahrezi.
Diubah oleh hujan.soresore 17-02-2018 05:06
0