Kaskus

Story

juraganpengkiAvatar border
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..

Prolog

Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..

Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)

SIDE STORIES

Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
uang500ratusAvatar border
devanpancaAvatar border
iskrimAvatar border
iskrim dan 132 lainnya memberi reputasi
127
2.1M
8K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
juraganpengkiAvatar border
TS
juraganpengki
#2698

Ajian Segoro Geni...

Tapi, setetes pun gw tidak melihat adanya noda darah.. Baik di mulut dua ekor singa, maupun dari sepasang kaki si pencuri.. Perlahan, gw berusaha menatap ke bagian kaki salah satu pencuri yang sekarang sedang menangis tersedu-sedu.. Ternyata, dua singa itu hanya menggigit celananya saja tanpa menggores kulit sedikit pun..

“Sudahlah, Sekar.. Aku yakin pencuri itu telah jera.. Lebih baik kita pindahkan ia ke penjara sekarang”

“Apa kau yakin, Kang Mas? Kau belum melihat apa yang dilakukan Bayu Barata ke pencuri yang lainnya” Tanya Sekar yang membuat gw digelitik rasa penasaran..

Dalam hati, gw sebenarnya ingin tahu tindakan Bayu Barata.. Namun rasa kantuk terus saja menyerang dan mengalahkan gejolak penasaran.. Bahkan beberapa kali gw menguap dan membuat Sekar tertawa kecil..

“Sebaiknya kau antar aku pulang saja.. Aku lelah dan mengantuk sekali, Sekar.. Pesanku, kalian bawa lah segera pencuri tadi ke penjara”

“Baiklah, Kang Mas.. Tutup lah kembali kedua matamu.. Aku akan membawa mu ke kamar” Jawab Sekar sambil menganggukan kepalanya..`

Setibanya didalam wilayah kekuasaan gw yaitu kamar, hal paling pertama yang gw lakukan adalah merebahkan diri diatas ranjang.. Aaah, nyaman sekali rasanya saat bisa merenggangkan otot diatas kasur empuk.

“Aku akan tidur sejenak, Sekar.. Saat adzan Juhur berkumandang tolong bangunkan aku” Ucap gw ke arah Sekar yang terduduk di atas meja belajar sambil menatap ke luar jendela..

Jin Penjaga gw itu menganggukan kepalanya sebelum gw memejamkan mata.. Sekali lagi gw menguap, lalu perlahan-lahan kesadaran ini pun lenyap berganti benak yang dibuai mimpi..

“Bangunlah, Cah Bagus..”

Sayup-sayup suara merdu terdengar dikedua telinga gw dan membuat dua indera penglihatan gw terbuka sedikit demi sedikit.. Gw langsung tersentak saat mendapati diri sudah tidak lagi berada di dalam kamar.. Melainkan berada di sebuah ruangan sangat indah.. Sejenak, bahu kanan gw memanas sesaat, pertanda Pedang Jagat Samudera bereaksi.. Namun kembali dingin saat tidak merasakan ancaman..

Pandangan gw mulai menyisir seluruh ruangan yang semua dinding nya ditutupi bunga berwarna kuning.. Begitu pula permadani merah yang terhampar dilantai.. Ribuan kelopak bunga berwarna merah muda nampak bertaburan di tengah permadani dan terus memanjang hingga terputus tepat disebuah tabir berwarna hitam..

“Sibaklah tabir hitam itu, Cah Bagus” Ucap seorang wanita dengan suara terdengar merdu dari belakang..

Gw langsung memutar tubuh dan kedua mata ini seketika terbelalak, saat melihat seorang wanita dengan kecantikan luar biasa, sudah melayang persis satu tombak dibelakang..

“Hormat ku, Kanjeng Ratu Kerajaan Laut Utara” Ucap gw sambil menundukkan kepala, teringat ucapan Mendiang Dewi Arum Kesuma yang menyebutkan bahwa junjungan sekaligus Ibunda nya itu tidak suka dipandang langsung oleh sembarang laki-laki..

“Angkat lah kepala mu, Cah Bagus.. Kau boleh menatap ku tanpa harus takut aku akan tersinggung” Jawab Penguasa Gaib Kerajaan Laut Utara..

Sesuai dengan kelimat beliau barusan, gw pun mengangkat kepala dan menatap sosok nya yang nampak sangat cantik dan anggun.. Perlahan, Kanjeng Ratu Penguasa Kerajaan Laut Utara melayang ke samping gw dan menatap kosong ke arah tabir berwarna hitam di hadapannya..

Gw sendiri kembali membalikkan tubuh dan melakukan hal sama dengan beliau.. Yaitu menatap sebuah benda berbentuk kain hitam yang berenda benang emas ditiap ujung sisinya..

“Aku terpaksa menarik sukmamu saat kau tertidur, Cah Bagus.. Karena ada satu hal yang ingin ku tunjukkan kepadamu didalam tabir hitam itu”

Gw menoleh ke arah sosok bermahkota emas dan berbaju warna hijau terang yang ada disebelah, bersamaan dengan rasa penasaran akan maksud ucapan beliau..

Apa yang ingin beliau tunjukin ke gw yah?” Tanya gw dalam hati..

“Seperti ucapan ku tadi.. Sibaklah tabir hitam yang ada dihadapan mu.. Kau sendiri akan melihat apa yang ada didalam” Kata Penguasa Kerajaan Laut Utara, yang telah mengetahui pertanyaan dalam hati ini..

Perlahan, gw melangkah maju dua tombak ke depan dan mengulurkan tangan kanan untuk menyibak tabir berwarna gelap..

SREETT..

Suara kain yang seperti tertarik mundur saat tersibak tangan kanan gw, terdengar jelas ditelinga.. Kedua mata gw seketika terbelalak melihat sesosok tubuh berbaju kuning nampak terbaring tiga tombak dihadapan.. Sesosok tubuh seorang gadis yang terbaring diatas sebuah batu hitam, bertahtakan ribuan bunga-bunga indah beraneka warna..

“Apakah yang terbaring itu jasad Arum Kesuma?” Tanya gw dengan suara bergetar, sambil menoleh sesaat ke arah Penguasa Kerajaan Laut Utara dan di balas dengan anggukan kepala beliau..

Selangkah demi selangkah, gw mulai mendekat dengan perasaan hati yang kembali dipenuhi duka.. Disana, diatas ribuan bunga nan indah beraneka warna, terbaring sosok cantik yang sangat gw kenali.. Sosok yang telah mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan gw.. Sosok yang nampak tersenyum dalam damai dengan kedua tangan bertindih diatas perut..

“Arum Kesuma” Ucap gw lirih dengan hati hancur dan dua tetes airmata yang tanpa sadar telah mengalir..

Kembali benak gw dipenuhi saat-saat terakhir gadis itu meregang nyawa.. Bagaimana ia meringis kesakitan.. Bagaimana ia tersenyum saat mendengar kalimat yang mengatakan bahwa gw mencintainya..

Tangan kanan gw perlahan membelai pipi Arum Kesuma yang nampak masih menyisakan rona merah.. Lalu, dengan lembut gw mengecup kening gadis itu tepat di bawah mahkota kecilnya.. Dengan penuh kasih, gw menatap wajah cantik Arum Kesuma yang terlihat seperti sedang tertidur pulas dalam buaian mimpi indah..

“Teruslah mimpi indah, Arum Kesuma.. Kau akan selalu ada dalam hati dan do’a ku” Bisik gw lirih ditelinganya..

Disebelah jasad Arum Kesuma, tergeletak sebuah senjata berbentuk Trisula Perak.. Senjata yang selalu menemani Penjaga Gerbang Kerajaan Laut Utara.. Benda berwarna perak itu nampak tergeletak membisu, tak lagi diselimuti sinar.. Seolah-olah, Trisula Perak telah kehilangan kekuatannya dan menjadi senjata tajam biasa..

“Aku sengaja mengajak mu kesini, karena ingin kau melihat jasad puteri kesayangan ku untuk terakhir kali.. Sebelum upacara pemakaman nya yang akan dilaksanakan malam nanti”

Gw melempar pandangan menatap wajah sendu Penguasa Kerajaan Laut Utara.. Jelas sekali raut kesedihan yang terlihat di paras cantik beliau, menandakan bahwa ia betul-betul kehilangan sosok puteri yang paling tersayang..

“Semua memang salahku.. Seharusnya, aku tidak memberitahukan puteriku, bahwa kau sedang bertarung melawan Rambe Lantak.. Seharusnya aku bisa mencegah dan datang lebih awal untuk menyelamatkan nyawa puteriku.. Tapi, apalah daya mahluk lemah seperti ku yang tak mampu melawan takdir..” Ucap Penguasa Laut Utara sambil menyematkan sekuntum bunga melati ditelinga puterinya, lalu mengecup lembut kening Arum Kesuma..

“Cinta.. Puteriku mengorbankan dirinya karena cinta.. Ia lebih baik kehilangan nyawa daripada melihat mu terluka, Cah Bagus.. Semua ia lakukan atas dasar cinta yang terlarang” Kata Penguasa Kerajaan Laut Utara, seraya melempar pandangannya ke arah gw..

Gw sendiri tertunduk segan dan menyesali semua yang telah terjadi.. Namun, segalanya berada diluar kemampuan gw sebagai manusia biasa.. Gw tidak pernah sekali pun memaksakan Arum Kesuma untuk mencinta..

“Aku tidak menyalahkan mu, Titisan Jagat Tirta.. Semua memang sudah menjadi garis takdir puteri.. Tapi, satu hal yang masih sangat ingin aku lakukan adalah melenyapkan Rambe Lantak”

“Maaf, Kanjung Ratu.. Aku terpaksa menentang mu untuk itu” Sambar gw dengan kepala tertunduk..

“Apa maksud mu, Cah Bagus?”

Gw terdiam dan mulai mengangkat kepala kembali, menatap wajah Penguasa Kerajaan Laut Utara untuk beberapa saat.. Kemudian melempar pandangan ke sosok Dewi Arum Kesuma..

“Setelah Arum Kesuma meregang nyawa dipelukanku.. Aku berbisik ditelinga nya.. Aku berjanji akan membalaskan dendam ke Rambe Lantak.. Aku bersumpah akan melenyap sosok pembunuh Arum Kesuma dengan tangan ku sendiri” Jawab gw dengan suara bergetar dan gigi bergemeratak..

Sosok Penguasa Kerajaan Laut Utara menatap sinis ke arah gw untuk sejenak.. Namun, kemudian gw mendengar helaan nafasnya yang berat..

“Baiklah.. Kau bebas melakukan apapun ke Rambe Lantak.. Namun, saran ku mintalah beberapa Ilmu Kesaktian dari Kakek Moyang mu, Cah Bagus.. Jika hanya mengandalkan kemampuan mu sekarang, tidak mungkin kau bisa melenyapkan musuh kita” Ucap Kanjeng Ratu Penguasa Laut Utara yang membuat gw tertegun..

Dalam hati, gw mengiyakan apa yang beliau ucapkan.. Tapi, entah mengapa, rasanya segan untuk meminta langsung Ilmu Kesaktian dari Raja Jin Penguasa Tanah Pasundan..

“Mhhmm.. Aku faham perasaan mu, Cah Bagus.. Jika begitu, biar aku yang memberikan”

Seketika sebuah senyuman sumringah tersungging dari wajah gw mendengar penuturan Penguasa Laut Utara yang nampak mencium kening puterinya.. Kemudian, melayang mendekat ke arah gw..

“Kita tinggalkan Arum Kesuma disini.. Dan kau, ikut lah dengan ku, Cah Bagus” Kata Penguasa Laut Utara yang gw sambut dengan anggukan kepala..

Perlahan, gw mulai memejamkan mata saat tangan sosok cantik beraura kekuatan sangat tinggi itu, memegang bahu kanan.. Pedang Jagat Samudera yang bersemayam ditempat sama, sempat terasa bergetar saat tersentuh tangan Beliau..

Tubuh gw untuk sesaat, terasa terhisap oleh sebuah kekuatan, seiring terangkat melayangnya kedua kaki gw.. Indera penciuman gw menangkap bau dupa bercampur bau bunga melati yang menusuk.. Dalam benak, gw berfikir bahwa saat ini kami pasti sudah berpindah tempat..

“Buka mata mu, Cah Bagus”

Sesuai dengan ucapan Penguasa Laut Utara, gw pun membuka indera penglihatan.. Kedua mata gw membesar saat menyadari kami sudah berada disebuah tempat lain yang keindahannya terlihat diluar batas manusia.. Maaf, Bree.. ane dipesan untuk tidak menceritakan persisnya tempat tersebut..

“Duduklah, Cah Bagus.. Tempat ini adalah Petilasan Agung untuk laku Tapa Brata ku.. Sampai saat ini, kau adalah manusia kedua selain Sri Baduga Maharaja Padjadjaran yang pernah singgah” Ucap Penguasa Laut Utara, yang membuat gw teringat akan ucapan sama dari Raja Jin Penguasa Tanah Pasundan..

“Bersihkan tubuhmu di Danau Agung.. Gunakan kain ini setelahnya” Kata beliau kembali sambil menyodorkan sepotong kain berwarna putih bersih..

Gw mengangguk, lalu mulai bangkit dan berjalan ke arah danau.. Jalan yang berundak-undak menurun, terasa licin karena tertutupi lumut aneh yang mengeluarkan sinar kehijauan.. Begitu melewati puluhan undakan dan tiba di tempat yang disebut Danau Agung, gw perlahan membuka seluruh pakaian, lalu meletakkan nya di atas sebuah batu hitam, bersama dengan sepotong kain putih pemberian Penguasa Laut Utara..

Perlahan, satu kaki gw mulai masuk ke dalam air danau yang berwarna biru laut dalam keadaan sudah telanjang bulat ..

BERRRRR...

Rasa dingin laksana air es seketika membuat gw menggemeratakkan semua gigi.. Untungnya, Pedang Jagat Samudera mengeluarkan hawa hangatnya dari bahu kanan dan membantu mengurangi rasa dingin air danau yang menusuk..

Mengingat perkataan Penguasa Kerajaan Laut Utara bahwa gw harus membersihkan seluruh tubuh, maka artinya gw harus membenamkan kepala ke dalam air danau.. Sebelum melakukan hal tersebut, gw menarik nafas dalam-dalam..

Entah karena apa, saat gw membenamkan seluruh kepala ke dalam air Danau Agung, seketika sekujur tubuh gw terasa bergetar mengeluarkan asap putih dan rasa dingin kembali menyergap tubuh, mengalahkan hawa hangat dari bahu kanan..

Kedua mata gw terbuka di dalam air dan memandang ke arah telapak tangan kanan.. Sebuah gambar berpola Matahari, nampak mengeluarkan sinar terang dan membuat air biru Danau Agung berubah kuning terang..

“Cukup, Cah Bagus.. Lekaslah keluar dari Danau Agung dan kenakan pakaian yang kuberikan” Ucap Penguasa Laut Utara yang terdengar dalam batin..

Dengan cepat, gw menyeruak keluar dari dalam air danau yang masih berwarna kuning terang.. Namun, saat telapak tangan gw sudah tidak berada didalam air, seketika air danau tersebut berubah kembali menjadi biru..

Baru saja kedua kaki gw keluar dari dalam air Danau Agung, tiba-tiba sepotong kain putih yang berada di atas batu hitam melesat cepat ke arah gw, dan langsung membelit tubuh ini dengan sendirinya..

“Jadi, ini kain ajaib?” Tanya gw, sambil menatap diri sendiri yang sudah mengenakan kain putih, dengan gaya seperti pakaian Ihram..

“Melompat lah segera ke hadapan ku, Titisan Jagat Tirta” Ucap Penguasa Laut Utara dari jarak yang cukup jauh diatas undakan pertama..

Gw mengangguk perlahan, lalu melompat dengan menggunakan Ajian Meringankan tubuh.. Setelah tiba persis dua tombak dihadapan sosok cantik berbaju hijau terang yang sudah duduk bersila diatas sebuah batu hitam, gw menundukan wajah..

“Duduklah, Cah Bagus.. Aku akan mengurangi kharisma mu yang terlihat sangat luar biasa menonjolkan ketampanan.. Air Danau Agung memang bisa meningkatkan kharisma seseorang, apalagi dengan wajah sepertimu.. Jika tidak aku kurangi, niscaya semua mata wanita baik Jin dan manusia akan menatapmu penuh nafsu”

Mendengar penuturan Kanjeng Ratu Penguasa Kerajaan Laut Utara, membuat gw langsung menelan ludah.. Tak mau berlama-lama, gw langsung duduk berhadapan dengan sosok yang memiliki kecantikan luar biasa itu..

Kemudian perlahan-lahan. telapak tangan kanan Beliau memegang atas kepala gw, sambil memejamkan kedua mata bersamaan dengan tertutupnya indera penglihatan gw.. Gw sendiri merasa ada sesuatu yang tertarik keluar dari dalam kepala dan tersedot ke dalam telapak tangan kanan Penguasa laut Utara..

“Buka matamu.. Sekarang, waktunya kau menerima Ajian Segoro Geni ditingkat paling sempurna” Ucap Kanjeng Ratu Penguasa Kerajaan Laut Utara..
jenggalasunyi
sampeuk
dodolgarut134
dodolgarut134 dan 13 lainnya memberi reputasi
14
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.