Kaskus

Story

palinglembutAvatar border
TS
palinglembut
Where the fvck are you?
Where the fvck are you?

Spoiler for summary:





Diubah oleh palinglembut 14-03-2018 02:29
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
7.1K
55
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
palinglembutAvatar border
TS
palinglembut
#11
3


“ Lo terakhir kali ciuman kapan, met? “ Tanya Mira sambil membuka kunci kamar hotel nomor 207.
Dada gue berdegup kencang, perasaan bersalah yang entah kenapa menduduki bahu memompa detak jantung gue untuk membuat gue semakin salah tingkah. “ Nggak inget, “ kata gue sekenanya.

Mira membuka pintu kamar dengan lumayan lebar dimana dua orang bisa langsung masuk sekaligus. Gue nggak berani masuk pertama sehingga membuat Mira menunggu sambil memegang kenop pintu. “ Kenapa? Lo belum punya pacar, ‘kan? “

Gue nggak menjawab karena kepala gue benar-benar kosong. Mira bertanya secara beruntun, “ Apa salahnya? Kita udah sama-sama tua, udah sama-sama ngerti. Apa yang salah dari semua ini―”

“ Lo tahu ‘kan situasi gue yang sekarang bagaimana? “ Sela gue dengan cepat, dengan mata menatap Mira dengan serius.

“ Ya, gue juga nggak minta sesuatu yang permanen dari elo, cuma―” Suaranya perlahan-lahan menghilang. “ At least temenin gue disini, kita nggak usah ngapa-ngapain juga gak apa-apa. “

“ Oke, “ kata gue menyanggupi.

Tapi detik berikutnya, Mira menarik gue melangkah masuk ke dalam kamar, lalu memegang bagian belakang kepala gue dengan kedua tangan sambil menekankan bibirnya kepada bibir gue yang mengatup rapat. Dia memasukan lidahnya ke dalam mulut gue yang membuka untuk menghentikan Mira, cuma ciuman itu sesuatu yang ternyata sudah terlalu lama nggak gue rasakan sehingga gue ‘membalas’ apa yang ditawarkan.

Toh semua ini tidak permanen.


Lagipula, Mira pasti paham bahwa gue nggak didalam kondisi prima untuk mencintai seseorang disaat gue mati penasaran sama mantan SMP gue yang notabenenya, udah lama banget harusnya udah gue lupain.

Tapi kenapa gue masih dirundung perasaan bersalah yang nggak jelas datang dari arah mana?

Mira membuka kancing kemejanya dan melepaskan kaos gue lewat kepala. Tangannya meraba perut gue yang sedikit berotot, sementara tangan gue masih melingkar di pinggangnya yang kecil. Kelewat kecil untuk dibilang genetik, sehingga gue menembak. “ Elo selama ini pakai korset ya? “

Mira tertawa. “ Apaan sih lo, nanya begituan. “ tapi detik berikutnya dia mengangguk.

Tapi.

Gue terkejut sendiri dengan apa yang berikutnya batin gue katakan.

Tapi bisa saja cuma Mira yang bisa mengangkat perasaan bersalah ini dari kedua bahu gue.

Mira mencium gue lagi, kali ini lebih lembut, beda dari yang sebelumnya. Perasaan familiar yang entah darimana juga kini datang, padahal semua ini baru pertama kalinya gue rasakan.

Mungkin karena, sedikit banyaknya Mira mengingatkan gue dengan Mia, si dia.

*
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.