- Beranda
- Stories from the Heart
Sinetron Republik Distopia
...
TS
endokrin
Sinetron Republik Distopia
Saya suka nonton film, saya suka nonton sinetron, saya suka gorengan, saya suka marimas rasa jeruk pontianak, saya suka ngelamun, saya suka ngelantur. maka dari komposisi semua itu jadilah Thread ini.

Cerita saya sebelumnya bisa dibaca dibawah ini, tinggal diklik saja
Quote:
WARNING!!
Quote:
Saya mohon dengan sangat untuk tidak mengcopy paste cerita ini. semoga agan dan sista yang budiman bersikap bijaksana, Terima kasih
Quote:

Diubah oleh endokrin 28-09-2019 05:21
anasabila dan Desry08 memberi reputasi
2
5.7K
Kutip
30
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
endokrin
#1
Quote:
Pengabdi Setan
‘Saya ingin uang royalti ibu saya pak.” Kata Rini sambil menggebrak meja.
Sang produser berambut panjang yang ada didepan Rini tampak santai. Baginya menghadapi wanita yang marah-marah sudah biasa. Dia sudah terlatih dengan istrinya yang selalu uring-uringan setiap kali PMS.
“Royalti apa ?”
“Royalti dari penjualan album ibu saya.”
“Kamu minta sana sama mamang-mamang penjual DVD di glodok.”
“Kok gitu sih ?”
“Kamu kira orang-orang lebih suka beli vinyl atau DVD original apa ? harganya mahal. Rang-orang lebih suka download di stafaband. Kamu lihat DVD ibumu tidak laku terjual.” Si produser membuka lemari besar yang berisi tumpukan DVD album milik ibu Rini.
Rini-pun pergi dengan hati yang gondok. Tak lupa dia membanting pintu. Si produser tak peduli, dia kembali menatap smartphonenya dan lanjut main mobile legend.
……………………………………………………
Sebelum sakit, ibu adalah seorang biduan yang amat kondang. Dia sering diundang diacara-acara hajatan bahkan acara kampanye kalau sudah musim pilkada. Saking kondangnya bahkan ibu memiliki fans tersendiri yaitu Ibunisty. Siapa yang tidak kenal ibu ? DVD album ibu selalu menjadi best seller disetiap lapak penjual dvd dipasar, namun sayangnya yang kaya adalah mamang-mamang penjualnya.
Tapi semuanya berakhir semenjak ibu mendapat job dari acara sunatan. Saat ibu sedang bernyanyi dan asik bergoyang tiba-tiba panggung rubuh karena tidak kuat menahan beban bapak-bapak yang berebut naik ke panggung untuk menyawer ibu dengan duit dua ribuan. Ibupun terperosok, dan tak sadarkan diri. Semenjak itu ibu sakit, tidak bisa bicara dan selalu berbaring diatas ranjang, tapi untung lah ibu masih bisa menggerakan bibirnya untuk bersiul.
………………………………………..
Semenjak ibu sakit, keluarga Rini mengalami krisis finasial. Karena dulu satu-satunya penghasilan berasal dari job ibu manggung. uang tabungan yang selama ini dikumpulkanpun habis untuk berobat si Ibu. Sedangkan si Bapak hanya pengangguran yang kerjanya selalu mancing dengan sahabat karibnya Murod dari pagi sampe sore.
Rini hidup bersama bapak, Ibu, nenek dan ketiga adik laki-lakinya. Suatu malam ketika Rini sedang terbaring diatas ranjang terbangun karena mendengar suara siulan.
Wit Wiw.. wit wiw..wit wiw
Rini tahu bahwa itu adalah tanda ibunya memanggil. Dia pun bangun dan pergi ke kamar ibu, namun ketika masuk ibu sedang berdiri dan menatap keluar jendela.
“Ibu..Ibu sudah bisa berdiri ?”
Namun sebelum Rini berjalan menghampiri Ibu, terdengar suara siulan dari belakang yang amat nyaring dengan nada yang tidak teratur.
Wit wiw..wit..wiw..wit..wiw..wit.wiw
Saat berbalik kearah suara. Rini melihat bahwa ibunya masih berbaring diatas kasur. Lalu siapakah orang yang beridiri didepanya ? Saat Rini berbalik kembali kepada sosok yang dia kira Ibu ternyata.. Violaaa !
“Happy birthday to you..happy birthday to you..”
Rupanya itu adalah Toni adik laki-lakinya yang sedang memberikan kejutan ulang tahun dengan mengenakan wig dan daster milik ibunya.
Rini yang awalnya ketakutanpun jadi merasa bahagia. dia menteskan air mata, karena tidak sangka akan diberi kejutan oleh sang adik tepat saat jam dua belas malam. Rasa bahagia Rini bertambah saat melihat Toni sedang memegang kue yang terbuat dari mie instan dengan lilin diatasnya.
“Kok bukan chese cake sih Ton.”
“Kue mie goreng ayam kecap lagi ngetrend di instagram ka.”
Malam itupun menjadi malam yang tak akan terlupakan untuk Rini, setelah meniup lilin diapun memotong kue. Dan potongan pertama dia akan berikan kepada Ibu. Dengan susah payah Rini menyumpalkan potongan kue mie goreng kedalam mulut ibu.
“Kunyah 28 kali ya bu, jangan langsung ditelen.” Kata Rini
Ibu ketagihan, dia kembali bersiul memberi tanda suapan berikutnya. Karena tidak ada yang bisa menolak kelezatan mie goreng ayam kecap apalagi ditambah dengan irisan cabe dan toping gorengan, maka tak terasa ternyata ibu sudah menghabiskan sebelah kue milik Rini bersama 6 gehu dan 4 mendoan.
Sampai akhirnya mereka tersadar bahwa ibu memiliki kolestrol tinggi. Rupanya Malam itu ibu menyantap mie goreng terakhirnya sebelum dia menghembuskan nafas terakhir. Malam ulang tahun Rini yang awalnya bahagia menjadi malam duka.
………………………………………………
Saat acara pemakaman Ibu. Rini berkenalan dengan salah satu penggali kubur, Hendra namanya. Macam adegan-adegan di FTV pagi, kenalan itu diawali dari sebuah tabrakan. Rini yang jiwanya masih terguncang, berjalan dengan tatapan kosong selesai pemakan ibu. Tidak sengaja kakinya menyandung batu nisan ,tubuhnya sempoyongan dan menabrak Hendra. Untuk sesaat merekapun saling bertatapan.
“Ada AQua ?” Tanya Rini
Setelah menegak setengah botol air mineral merekapun berbincang-bincang. Ternyata Hendra adalah anak ustad kondang dikampungnya. Rini juga baru tahu bahwa Hendra masih satu RT dengannya. Bibit cintapun mulai tumbuh, tapi merekapun sadar belum saatnya untuk saling memanggil ayah-bunda, Rini masih dalam situasi berduka.
Selepas kematian ibu keadaan finansial benar-benar kacau. Sertifikat rumah ditahan dipenggadaian, dan telponpun diputus. Maka ini saatnya si Bapak mencari uang, dengan berat hati dia pamit kepada sahabatnya murod bahwa sekarang dia tak bisa lagi menemaninya mancing.
Bapakpun mencari nafkah dengan join menjadi member perusahaan MLM. Tiap hari dia keliling kampung untuk mencari downline. Usahanyapun sukses banyak orang yang bergabung. Kini bapak tiap hari selalu mengadakan seminar kiat sukses menjadi milyarder.
“ Rin, sekarangkan donwline bapak sudah banyak. Rencananya bapak akan tour seminar keliling kota. Kamu jaga adik-adik yah ?”
“Tapi pak, kami butuh bapak.”
“Emang bakal ada kejadian kayak apa sih sampe akan butuh Bapak?” jawab bapak enteng.
Maka hari itupun resmi bapak meninggalkan kampungnya. Kini Rini harus hidup dengan nenek dan ketiga adik laki-lakinya saja.
…………………………………………………………………………….
Setelah ditinggalkan Bapak. Banyak kejadian aneh yang terjadi dirumah. Dimulai dari Toni, saat itu malam-malam dia sedang mendengarkan stasiun radio favoritnya yang selalu memutar lagu yang dinyanyikan Ibu.
Apa salah dan dosaku sayang
Cinta suciku kau buang-buang
Lihat jurus yang kan kuberikan
Tiba-tiba lagu diradio itu berhenti. Toni mencoba memutar-mutar gelombang radio, namun dari arah luar kamarnya terdengar suara siulan. Toni hapal betul bahwa suara itu adalah suara siulan ibu, tapi rasanya tidak mungkin. Sebelum sempat Toni turun ranjang untuk memeriksa arah suara, radio kembali menyala.
Sayang janganlah kau waton serem
Hubungan kita semula adem
Tapi sekarang kecut bagaikan asem
Tanpa sadar Tonipun menggerakan badan mengikuti hentakan gendang. Dia melupakan kejadian aneh yang baru saja dialaminya.
………………………………………..
Rini sudah tidak tahan menghadapi terror ibu apalagi neneknya sampai meninggal masuk kedalam sumur. Rini menemukan surat untuk nenek yang dikirim pak Budiman yang isinya sangat misterius sekali.
Rini pergi diantar oleh Hendra kerumah Pak Budiman untuk menguak misteri dibalik terror ibunya yang sudah meninggal.
“Sebenarnya apa salah dan dosa ibu dimasa lalu ?” Pak Budiman tak menjawab pertanyaan Rini.
“Ibumu dulu masuk perkumpulan Girls Squad. Sekarang para anggota yang lain akan datang kerumahmu untuk menagih janji dimasa lalu.”
“Apa yang harus aku lakukan ?”
“Pergilah ke kampung Kucrit. Temui seorang pemuda bernama Adam, dia seorang pengantar jenazah, hanya dialah yang bisa membantumu.” Jawab Pak Budiman.
Rini tidak berani tinggal dirumah, dia mengungsi dirumah pak ustad. Sementara Hendra pergi ke kampung Kucrit. Malam hari ketika keadaan kampung sudah sepi muncul zombie-zombie berpayung hitam mengepung rumah. Rini panik dan menguhubungi Hendra.
Hendra yang sedang mengendarai motor GL 100-nya tidak konsentrasi karena harus menyetir sambil membalas WA dari Rini. Akibatnya Hendra mengalami tabrakan, helm yang tidak memiliki logo SNI yang dikenakan pecah bersama kepala milik Hendra.
Bapak tiba-tiba datang dari kota, melihat sekeliling rumahnya sudah dipenuhi zombie-zombie misterius, bapak panik. Bapak merangkul keempat anaknya dan berniat untuk kabur. Namun untunglah belum sempat zombie masuk kedalam rumah, rombongan Adam, Daus, Bopak dan pak Rt datang segera datang menyelematkan keluarga Rini.
“Mari kita usir arwah-arwah ini.” Seru Adam pada teman-temannya.
Daus langsung menggonjreng gitarnya. Bopak dan pak Rt segera menggoyangkan badannya seraya bernanyi :
Aca..Aca e..
Aca aca e..
Aca aca e…
Zombie kabur belingsatan karena tidak tahan mendengar suara dari Adan dan teman-temannya saat bernyanyi.
Keluarga Rini diselamatkan oleh seorang pengantar jenazah yang mendapat wasiat dari bapaknya untuk mencari jodoh.
Bapak memutuskan untuk pindah ke kampung kucrit demi keamanan anak-anaknya. Merekapun hidup bahagia disana untuk selama-lamanya.
TAMAT
Sampe ketemu di episode 2
Jangan lupa like, comen, share and subcribe
0
Kutip
Balas