- Beranda
- Stories from the Heart
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)
...
TS
orcashop889
PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story)




Met malem Agan & Sista. Mohon ijin Gan Sis, Ane permisi ijin masuk buat nulis trit di forum ini. Sebelumnya Ane minta maap banget, kalo trit Ane masih berantakan bin gak beraturan. Harap dimaklumi masih newbie. Trit Ane nantinya mungkin akan panjang banget dan bikin capek Agan yang ngebaca. Moga-moga Agan kagak bosen ngikutin yak...Makanya Ane ntar akan bagi dalam beberapa posting.
Dipersilakan yang mau langsung gelar tikar, Gan Sis. Yang jual kacang rebus, kacang goreng, kopi, dan teh panas udah pada keliling.
Spoiler for The Nightmare Crew:
Ane mo bercerita seputar fenomena indigoyang kebetulan mampir pada diri ane sendiri. Cerita ini bener-bener

Walaupun Ane sekarang udah cukup berumur, tapi sampe hari ini, peristiwa demi peristiwa misteri yang Ane alami masih melekat erat di kepala.
Buat sebagian Agan Sista, mungkin mempunyai pendapat lain. Enak dong punya bakat indigo. Jadi bisa liat hantu, genderuwo cs, bisa melihat masa depan, dsb. Menurut Ane pribadi, malahan banyak gak enaknya, gan. Hidup rasanya kayak terus dikejar-kejar sesuatu yang gejeh. Merasa terasing dan dianggap aneh oleh lingkungan dimanapun kita berada.
Bagi Agan Sista yang kebetulan juga mengalami hal yang sama, tentunya punya pendapat dan penilaian sendiri. Ane sangat hormati perbedaan pendapat kita, dan Ane juga kagak mau berdebat untuk itu


Cerita akan Ane bagi dalam beberapa Part, session, dan Beside Story yang merupakan sumber informasi pendukung. Supaya Agan Sista nantinya kagak bingung dan mudah mencari sisi cerita yang meloncat, ato masih ada hubungannya dengan cerita sebelumnya.
Cerita berdasarkan dari kisah nyata yang benar-benar pernah dialami oleh TS, jadi cerita ini merupakan :
90% Fakta (kejadian masih
terekam kuat di benak TS disertai
beberapa orang saksi hidup)
5% Ingatan TS ( karena kejadian
sudah lama terjadi alias lupa-lupa
ingat)
5% Bumbu Cerita
Dengan berbagai pertimbangan, Ane terpaksa menyamarkan beberapa hal yang berkaitan dengan cerita, yaitu ; nama kota, tempat kejadian, nama orang, detail kondisi tokoh, dan beberapa fakta yang sangat spesifik.
Hal ini semata-mata Ane lakukan demi menjaga perasaan, kesopanan/etika, dan privacy pihak-pihak yang terkait dengan kejadian-kejadian nyata yang Ane alami. Untuk kaskuser yang kebetulan tahu kejadiannya, mohon dengan amat sangat hormat, agar tetap menjaga segala kerahasiaan informasi tersebut.




PROLOG
Kota Kecil
Ane dilahirkan kota S, sebuah kota kecil yang terletak di kaki gunung, tepatnya di wilayah Propinsi Jawa Timur. Seingat Ane, kehidupan yang Ane jalani dari bayi sampe umur 4 th lancar jaya aja, gan. Mulus kayak jalan tol ...
Ane juga bersyukur banget sama Allaah SWT, sebab Ane dilahirkan ditengah keluarga yang cukup berada tapi tetap sederhana. Kedua ortu Ane bekerja sebagai PNS dan masih ada pekerjaan sampingan di bidang pendidikan swasta. Jadi konsekwensi yang harus kita terima adalah waktu untuk bisa bersama anak-anak terasa kurang. Tiap hari bisa berkumpul bersama ortu bisa kami lakukan setelah jam 19:00 WIB.
Pada tahun - tahun '70 an masih belum seramai jaman now, gan. Apalagi kami hanya tinggal di kota kecil daerah pegunungan. Saat itu, yang bisa menikmati listrik masih segelintir orang, gan. Kendaraan roda dua, roda empat dan TV masih jarang yang punya.
Alhamdulilaah, keluarga Ane sudah bisa beli sebiji Colt, vespa, dan TV hitam putih (seingat ane merk Crown). Siaran TV pun cuman sebiji doang, yaitu TVRI. Yang ane ingat, siaran dimulai jam 17:00 dan berakhir jam 22:00. Acaranya cuman berita, dialog, dan kalaupun hiburan hanya malam minggu doang, gan.
Spoiler for tv hitam putih (sumber : google):
Bukan cuman itu gan, kota Ane pun jam 20:00 dah pada sepi. Toko dan rumah-rumah udah pada tutup. Jalan raya udah kayak kota hantu.
Spoiler for kabut kota (sumber : google):
Penerangan jalan raya masih pake lampu bohlam warna kuning. Cuman beberapa sudut kota yang diterangi lampu neon panjang. Jaman segitu dinginnya udara pegunungan masih terasa banget. Sering turun kabut kalo malam dan pagi hari. Agan bisa bayangin aja lah, kayak di film-film horror versi Hollywood
Yang paling bikin Ane merinding kalo sudah denger orang ronda malam, gan. Ronda malam biasanya mulai keliling jam 23:00. Suara kentongan bambu yang dipukul berirama terdengar menyeramkan ditengah sepinya malam di kota Ane. Masih ditambah suara lolongan Doki, anjing peliharaan bokap, yang bersahutan dengan anjing tetangga. Bulu kuduk tambah berdiri tegak, gan.
Spoiler for Kentongan bambu (sumber : google):
O,ya dari kecil Ane sudah dibiasakan tidur sendiri, meskipun dalam satu kamar ada kakak-kakak Ane. Tempat tidur Ane kebetulan berada tepat di bawah jendela samping rumah.
Spoiler for Jendela (sumber: google):
Jadi kalo ada orang lewat di samping rumah, pasti akan kedengaran langkah-langkah kakinya. Peronda malam sering banget lewat samping rumah kalo pas keliling. Bikin Ane tambah menggigil bin merinding, gan
Spoiler for kopi plus cangbus:
Part 1. Tamu Tak Diundang
Sebenarnya kehidupan Ane saat itu normal-normal aja.yah,...normal dan biasa, seperti anak-anak seusia Ane lainnya juga. Karena belum bersekolah (waktu itu Ane masih umur 4 tahun lebih), kegiatan Ane dirumah hanya bermain. Kebetulan Ane punya hobby menggambar, gan. Udah banyak banget tembok dan kertas kerja Nyokap yang jadi korban hobby Ane. Akhirnya Bokap membeli papan tulis kayu ( warna item) lengkap dengan kapur 1 box plus penghapus.
Spoiler for Papan Tulis kapur (sumber : google):
Jaman segitu belum ada whiteboard, gan. Jadi kalo selesai gambar, dijamin muka plus tangan Ane penuh dengan debu kapur.
Sampai suatu hari terjadi sebuah peristiwa yang membuat hidup Ane berubah drastis.
Kejadian ini terjadi kurang lebih 2 bulan sebelum Ane mulai masuk sekolah TK kecil.
Dimulai dari sebuah pagi hari yang cerah banget. Ane dah bangun, terus sikat gigi, mandi, sarapan dan menggambar...
Setelah ortu berangkat kerja dan kakak-kakak Ane juga pergi ke sekolah, tinggal Ane dan pengasuh yang ada di rumah. Pengasuh Ane namanya dherah(mungkin singkatan dari budhe Rah ). Seperti biasanya sekitar jam 08:00 dherah pergi ke pasar dan tinggalah ane sendirian di rumah. Seingat Ane, tak lama setelah dherah berangkat, Ane kebelet pipis. Selesai buang hajat di kamar mandi, Ane langsung menuju ke tempat favorit, yaitu papan tulis hitam tersayang....
Namun sesampai di tempat itu, Ane terkejut bukan kepalang.
Papan tulis dan dinding tembok tempat bersandarnya papan tulis kesayangan Ane telah lenyap...!!!
Yang terlihat didepan Ane sekarang adalah semacam pawon (Jawa; ruangan dapur jaman old yang berukuran luas). Ane sontak bingung dan sekilas pikiran Ane meraba - raba dimana Ane sekarang. Salah ruangan, mimpi, ato lagi berimajinasi....
Ruangan dapur tersebut berlantaikan tanah keras, dengan beberapa cagak kayu (Jawa; kayu balok penyangga atap rumah), dan mereka memasak menggunakan angklo (Jawa; tungku yang terbuat dari tanah liat) serta kayu bakar. Terlihat juga peralatan masak yang mereka gunakan masih terbuat dari tanah liat dan kayu.
Spoiler for Pawon Jaman Old (sumber : google):
Di dalam dapur tersebut terlihat banyak sekali orang yang sedang beraktifitas memasak. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan, anak- anak dan hanya terlihat 2-3 laki-laki. Perempuan - perempuan yang ada didapur tersebut rata-rata berumur paruh baya dan memakai kain jarik lurik(Jawa; kain kebaya bermotif). Anak - anak mereka terlihat tidak berpakaian dan sibuk bermain bersama. Beberapa laki-laki terlihat di pojok ruangan sedang sibuk mengangkut kayu bakar dan mengaduk sebuah kuali (Jawa; belanga besar yang terbuat dari tanah liat)
Diantara rasa bingung, takut, heran, dan ingin tahu, Ane cuman bisa berdiri mematung di depan ruangan tersebut. Sampai terlihat salah seorang perempuan terlihat tersenyum dan melambaikan tangan ke arah Ane. Entah apa yang ada di pikiran Ane waktu itu, Ane langsung masuk ke dapur besar tersebut.
Ada sebuah keanehan yang sebenarnya Ane rasakan. Saat di luar ruangan dapur tersebut (jarak ane berdiri dari tembok yang telah berganti dengan ruangan dapur tersebut hanya -/+ 1 meter) sama sekali tidak terdengar keributan ataupun suara-suara aktifitas kesibukan mereka. Akan tetapi setelah Ane masuk, baru Ane bisa mendengar suara-suara alat dapur, canda tawa perempuan dan jerit tangis dari anak-anak yang sedang bermain.
Tunggu dulu.....!!! Masih ada keanehan lagi, gan. Suara-suara tersebut ternyata tidak terdengar langsung di telinga Ane, tapi hanya terdengar di cuping telinga. Ane hanya mendengar suara mereka secara sayup-sayup, seakan suara tersebut berasal dari tempat yang jauh. Suara obrolan para perempuan tersebut juga terdengar semacam gumaman yang tidak jelas.
Ane langsung menghampiri perempuan yang memanggil ane tadi, gan. Terlihat dia sedang sibuk memotong sesuatu. Sambil terus melakukan aktifitasnya, dia mengatakan bahwa mereka sibuk memasak untuk persiapan acara pernikahan. Dengan tersenyum manis (sumpah gan, perempuan tersebut masih terlihat cantik meskipun usianya sudah paruh baya), dia mengelus kepala Ane dan menyuruh Ane untuk segera pulang.
Saat dia berbicara langsung dengan Ane, suara perempuan ini sangat jelas terdengar di telinga. Lembut dan sangat keibuan banget. Terlihat beberapa anak mendekat ke Ane, mungkin mereka ingin mengajak bermain bersama. Tapi segera dihalau oleh beberapa ibu mereka dan menyuruh anak-anak tersebut tidak menghalangi jalan Ane.
Ane hanya perlu berjalan beberapa langkah saja untuk keluar dari ruang dapur besar tersebut ( -/+ 8 langkah). Begitu kaki Ane sampai di ujung ruangan dapur tersebut, Ane disilaukan oleh sebuah cahaya yang sangat terang, gan. Secara reflek, Ane memejamkan mata dan membalikkan badan untuk menghindari silau cahaya tersebut. Disaat itu juga Ane kaget setengah mati. Ruangan dapur tersebut sudah lenyap dari pandangan, dan hanya terlihat tembok dan papan tulis hitam kesayangan Ane.
Bersamaan dengan itu, terdengar suara pintu depan terbuka dan masuklah dherah yang baru saja pulang dari pasar. Dengan rasa takut dan tubuh gemetar, Ane langsung berlari menghampiri dherah yang tentunya menjadi sangat panik melihat keadaan Ane. Dherah berusaha menenangkan Ane dan memberikan air minum agar kondisi ane segera pulih.
Setelah Ane tenang, dherah berusaha bertanya tentang apa yang sebenarnya sudah terjadi. Terus terang, perasaan bingung dan takut saat itu seperti menghalangi Ane untuk menceritakan tentang kejadian tadi. Akhirnya dherah menyerah dan berhenti mencerca dengan pertanyaan - pertanyaan seputar kejadian yang menimpa Ane selama dia pergi kepasar.
Setelah Ane sedikit tenang, dherah mulai masuk ke dapur untuk memulai aktifitas rutin yaitu memasak. Saat itulah Ane kembali menggigil ketakutan dan kebingungan yang luar biasa.
Ane sudah hafal banget dengan segala aktifitas dherah di rumah selama 24 jam. Dan Ane sangat tau banget kalo dherah datang dari pasar berarti jam sudah menunjukkan pukul 10:30...!!! Secara refleks, Ane melihat jam dinding di dapur, dan apa yang sudah Ane sangka memang betul terjadi. Jam dinding tersebut menunjukkan pukul 11:10...
Berarti.......
Berarti, dimana waktu yang hilang dari jam 08:00 saat dherah berangkat ke pasar sampai dengan jam 10:30 bersamaan dia datang dari pasar?? .... Sedangkan Ane mengalami kejadan aneh tersebut hanya dalam hitungan menit saja kok. Mungkin hanya sekitar 2 menit-an sampai Ane menyadari tembok dan papan tulis kayu sudah terlihat kembali.
Sejak saat itulah, Ane selalu bertanya-tanya dan mencoba mencari jawaban tentang kejadian tersebut. Sampai pada akhirnya Ane pasrah, dan kejadian tersebut tetap menjadi rahasia masa kecil yang Ane simpan rapat-rapat hingga Ane dewasa.
BERSAMBUNG

PERSINGGAHAN. Sebuah Catatan Perjalanan Singkat (Based On True Story) Prolog dan Part 1. Tamu Tak Diundang
Part 2. Teman Ghaib (session 1) Si Hitam
Part 2. Teman Ghaib (session 2) Berkenalan
Part 3. Si Cantik (session 1) Kemunculan
Part 3. Si Cantik (session 2) Keakraban
Part 3. Si Cantik (session 3) Berpisah
Part 4. Terror Si Two Face
Part 5. Dimandikan Genderuwo
Part 6. Urban Legend (session 1) Kota Mati
Part 6. Urban Legend (session 2) Gentayangan
Part 7. Pasukan Ghaib
Beside Story 1
Beside Story 2
Beside Story 3
Part 8. Perjanjian Berdarah (session 1) Sakaratul Maut
Part 8. Perjanjian Berdarah (session 2) Langit Kembali Membara
Part 9. Sang Hyang Antaboga (session 1) Migrasi
Part 9. Sang Hyang Antaboga (session 2) Lorong Hitam
Part 9. Sang Hyang Antaboga (session 3) Jawaban
Part 9. Sang Hyang Antaboga (session 4) Mendung di Lereng Gunung M
Part 10. Terseret Masa Lalu (session 1) Paduan Suara
Part 10. Terseret Masa Lalu (session 2) Lost in Mall
Part 10. Terseret Masa Lalu (session 3) Memory Yang Tertinggal
Part 11. Cambuk Ghaib (session 1) Bukit Misterius
Part 11. Cambuk Ghaib (session 2) Tirai Ghaib





Diubah oleh orcashop889 20-03-2018 16:22
anasabila memberi reputasi
1
20K
120
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
orcashop889
#35
Met malem Agan Sista yang udah pada nongkrong di trit Ane. Syukurlah, malam ini Ane bisa updates cerita lanjutan dari kisah nyata yang pernah Ane alami.
Jangan lupa yang ini,gan. Biar tetep fokus
Spoiler for ngopi dulu,gan:
Eh, Ane pantun dulu dah, biar afdol...

Part 4. Terror Si Two Face
Akhirnya, Ane diterima di salah satu sekolah dasar favorit di kota kami.Ternyata beberapa teman TK Ane juga masuk di sekolah yang sama.
Sejak masuk kelas satu SD, Ane termasuk anak berprestasi. Ane selalu jadi langganan juara 1, dan beberapa kali menerima piagam penghargaan prestasi belajar. Rasanya selama kelas satu, Ane hampir tidak menemui kejadian aneh dalam kehidupan sehari-hari.
Kejadian aneh mulai kembali terjadi ketika Ane menginjak kelas dua. Sering sekali Ane melihat orang dan binatang aneh di sekitar sekolah dan rumah. Ane sering melihat laki-laki tinggi besar selalu berdiri di dekat toilet sekolah. Beberapa kali Ane juga sering melihat sosok perempuan tua di dekat rumah dinas bu bon sekolah.
Mungkin generasi sekarang sudah jarang mendengar istilah Pak Bon. Sebenarnya, mereka adalah penjaga sekolah yang bertugas membersihkan dan menjaga sekolah. Untuk menambah penghasilan, biasanya mereka berjualan makanan atau jajan di sekolah. Tapi Ane juga kagak tau kenapa mereka selalu dipanggil Bu/Pak Bon. Yang Ane ingat cuma satu dari mereka, yaitu jajanan favorit Ane adalah krupuk pecel dan es hongkwe..
Spoiler for krupuk pecel (sumber : google):
Dari beberapa penampakan mahkluk tak kasat itu, Ane tidak terlalu takut dengan mereka. Ketika itu, yang Ane pahami, bahwa yang namanya hantu itu cuman; Pocong, Sundel bolong, Wewe gombel, Genderuwo, Dracula, Zombie, Jrangkong, Tuyul, dan Kuntilanak. Itupun juga berasal dari sumber cerita orang,- orang tua atau buku cerita yang Ane baca.
"Penampakan-penampakan" selain bentuk hantu di atas, tentu saja Ane anggap bahwa mereka adalah manusia juga. Yang Ane tahu, ada dua keanehan ketika melihat mereka. Wajah mereka sering tidak terlalu jelas (buram), dan selalu ada bagian tubuh mereka yang tidak normal. (Tidak sebagaimana mestinya). Misalnya tangannya terlalu besar atau panjang, kuku mereka sangat panjang, ada tanduk di punggung/ kepala, dan sebagainya.
Suatu pagi, sekitar jam 07:30 Ane berangkat dengan penuh semangat. Sengaja Ane berangkat lebih pagi, karena Ane akan mempunyai waktu lebih lama untuk bermain dengan teman-teman. Sebenarnya kelas dua masuk sekitar jam 08:30, karena kelas kami harus bergantian dengan kelas satu.
Jarak sekolah dan rumah Ortu kagak terlalu jauh, kurang lebih 1 km. Ane berangkat sekolah berjalan kaki saja. Di tengah perjalanan ke sekolah, tiba-tiba jalan Ane selalu dihalangi oleh seseorang dan sepertinya sesuatu yang disengaja. Hingga akhirnya Ane terpaksa harus terus menerus ikut dibelakangnya.
Dari belakang, terlihat sosok orang tua berambut putih yang memakai peci hitam dan kain sarung yang sudah lusuh. Dia berjalan dengan sangat lambat. Akan tetapi, anehnya Ane ternyata tidak bisa menyalip langkahnya. Bahkan untuk menyamai langkahnya pun Ane harus bersusah payah.
Akhirnya dengan sedikit kesal, Ane pun berlari untuk mendahului langkahnya. Dan setelah bisa melewati orang tersebut, Ane coba menengok kearahnya untuk melihat siapa dia sebenarnya. Ane mengira mungkin dia adalah teman Bokap atau Nyokap yang sengaja mempermainkan Ane.
Betapa terkejut Ane setelah berhasil melihat wajahnya. Terlihat wajahnya separuh hancur hingga terlihat sebagian tulang tengkoraknya....!! Hanya sedikit serpihan daging terlihat menempel di tulang tengkorak yang sudah mulai menghitam. Sedangkan wajah yang satu lagi, masih dipenuhi daging yang merah melepuh seperti habis terbakar. Terlihat bola mata yang hitam pekat melotot ke arah Ane.
Spoiler for Ilustrasi Si Two Face (sumber asli : google):
Lutut Ane terasa bergetar hebat, dan rasanya tidak kuat menopang tubuh Ane. Bulu kuduk rasanya pada berdiri, dan akhirnya mata Ane terasa mulai berkunang-kunang. Dengan sedikit sempoyongan, Ane berlari sekuat tenaga untuk segera menjauhi orang tersebut.
Saat Ane rasa jarak kami sudah agak jauh, Ane langsung duduk dan mencoba untuk menenangkan diri. Anehnya, begitu Ane menengok lagi kebelakang untuk memastikan bahwa orang aneh tersebut tidak mengejar, ternyata dia sama sekali tidak terlihat lagi. Ane jadi bingung, kemana gerangan dia pergi. Padahal jalan yang kami lewati tadi adalah jalan lurus tanpa belokan dan tidak ada gang masuk sama sekali. Dengan bersusah payah, akhirnya Ane melanjutkan perjalanan menuju ke sekolah.
Sesampainya di sekolah, perasaan Ane masih takut banget dan seperti terus dibayangi oleh orang aneh tersebut. Pada akhirnya, hari itu Ane dipulangkan oleh guru karena badan Ane tiba-tiba menjadi panas tinggi disertai menggigil hebat.
Ane jatuh sakit dan selama seminggu harus beristirahat total di rumah. Badan Ane terus menerus demam tinggi. Selama itu juga, Ane selalu dihantui oleh bayangan mengerikan si two face(Ane sebut saja gitu aja, gan). Kata nyokap, setiap malam Ane selalu mengigau dan berteriak ketakutan seakan dikejar sesuatu.
Pada hari ketujuh, Ane bermimpi buruk. Tapi justru mimpi inilh yang membuat Ane jadi sembuh.
Dalam mimpi itu, seakan-akan keluarga besar Ane sedang berkumpul di ruang tamu di Rumah Punden (Rumah Leluhur) karena ada sebuah acara. Kami semua berkumpul di malam yang sangat mengerikan. Lolongan anjing bersahutan dan angin bertiup sangat kencang. Disaat kami semua sedang mengobrol, tiba-tiba datang tiga orang sodara dengan tergopoh-gopoh. Mereka berteriak-teriak mengabarkan bahwa si two face telah datang ke kota, dan sedang menuju ke kami.
Kami semua segera berlarian dan berebut tempat untuk bersembunyi. Ada yang bersembunyi di bawah meja, kursi, di dalam lemari, dan kamar. Saat itu Ane bersembunyi di bawah meja bersama beberapa keponakan. Dan tak berapa lama, si two face akhirnya tiba di Rumah Punden. Dengan menyeringai menakutkan, dia terlihat masuk rumah dan berteriak-teriak mencari Ane. Tampak beberapa saudara Ane keluar dari tempat persembunyian sambil berteriak ketakutan dan berusaha menghindari tangkapan si two face. Keadaan saat itu sangat kacau sekali.
Akhirnya si two face berhasil menemukan tempat persembunyian Ane. Secepat kilat Ane berusaha lari untuk menghindar untuk mencari tempat persembunyian baru. Yang bikin Ane kesal dan putus asa, ternyata si two face hanya menjadikan Ane saja sebagai sasaran pengejaran. Dengan ketakutan yang amat sangat, Ane berlari ke dapur untuk menyelamatkan diri.
Tiba di dapur, Ane bertemu dengan Budhe (kakak perempuan Bokap) yang segera menyeret Ane ke dalam kamar cuci piring. Budhe segera menutup dan mengunci pintu kamar tersebut. Dari dalam kamar tersebut, Ane masih mendengar keributan dan teriakan sodara-sodara yang menyuruh Ane segera lari keluar rumah. Akan tetapi, tubuh Ane segera dipeluk dan ditahan Budhe yang tetap ingin melindungi Ane.
Ketika si two face sampai di depan pintu kamar cucian, Ane mendengar Budhe meneriakkan kata-kata yang lebih mirip sebuah mantera Jawa. Ane mendengar si two face berteriak seolah sedang kesakitan dan ketakutan.
Beberapa saat kemudian, suasana menjadi sangat sunyi. Dari dalam kamar cucian, Ane tidak mendengar suara apapun di luar kamar. Tiba tiba, pintu kamar cucian seperti digedor-gedor dengan sangat keras dari luar, serta terdengar sodara-sodara Ane berteriak menyuruh kami untuk segera keluar dari kamar cucian karena keadaan sudah aman.
Sontak Ane terbangun dari mimpi buruk tersebut. Bersamaan dengan itu, Ane mendengar adzan Sholat Subuh pertama dari Masjid Agung di kota. Dan suara gedoran pintu di dalam mimpi Ane, ternyata bersumber dari suara plafon di atas kamar yang kejatuhan beberapa tikus yang sedang berlarian. Ternyata suara-suara tikus tersebut masuk di dalam mimpi Ane. Dan baju Ane ternyata sudah basah kuyup oleh keringat dingin. Yang Ane rasakan saat itu, badan Ane sangat segar dan Ane merasa sangat sehat.....!!!
Setelah mimpi buruk itu berakhir, secara tiba-tiba Ane menjadi sembuh total. Ane benar-benar gak ngerti siapa sebenarnya two face itu, dan apa yang sedang terjadi pada diri Ane.
BERSAMBUNG






Diubah oleh orcashop889 23-02-2018 23:40
dewa67 memberi reputasi
1