- Beranda
- Stories from the Heart
Dunia Para Monster [Zombie Apocalypse Story]
...
TS
irazz1234
Dunia Para Monster [Zombie Apocalypse Story]
Hello kaskuser dan momod tercintah 
Gw mau coba share cerita yang bertema horor.
Tapi horor bukan sembarang horor.
Horor kali ini temanya Zombie Apocalypse.
Mirip kyk resident evil, the last of us, the walking dead, dll.
Tema yg cukup jarang diulas ato dibuat threadnya di SFTH.
Apdet dirilis sesuka hati, tergantung moodnya TS
Kentang sih pasti ada, tapi gw usahain gak sampe busuk tuh kentang
Ga perlu lama-lama dah intronya, semoga semua pada suka
Selamat membaca

Gw mau coba share cerita yang bertema horor.
Tapi horor bukan sembarang horor.

Horor kali ini temanya Zombie Apocalypse.
Mirip kyk resident evil, the last of us, the walking dead, dll.
Tema yg cukup jarang diulas ato dibuat threadnya di SFTH.
Apdet dirilis sesuka hati, tergantung moodnya TS

Kentang sih pasti ada, tapi gw usahain gak sampe busuk tuh kentang

Ga perlu lama-lama dah intronya, semoga semua pada suka

Selamat membaca

Quote:
Diubah oleh irazz1234 06-03-2019 20:55
Karimake.akuna dan 12 lainnya memberi reputasi
13
36.3K
264
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
irazz1234
#1
CHAPTER 1
Ketika Alyssa lahir, dunia ini telah berubah menjadi neraka bagi seluruh umat manusia. Sebuah virus, yang dikenal oleh komunitas paramedis sebagai Z-994, telah bertanggung jawab atas terjadinya kiamat yang ditakuti oleh semua orang diseluruh dunia, yaitu munculnya para zombie. Ketika perjangkitan pertama dimulai di China, dunia tidak mengetahui sedikitpun tentang hal tersebut, hingga semuanya terlambat.
Para pemimpin telah memblokir media dari berita perjangkitan tersebut, memberitakan kepada negara lain bahwa itu adalah perjangkitan virus flu-babi terbaru dan merupakan masalah kecil yang dapat mereka tangani. Ketika virus tersebut telah menyebar dan menginfeksi orang-orang dan merubah mereka menjadi mayat hidup hingga membuat pemerintah China kewalahan, saat itulah dimana keadaan berubah menjadi sangat buruk. Dalam sebuah aksi strategis cerdik atau kita bisa menyebutnya sebuah kengerian yang nyata, pemimpin soviet saat itu telah meluncurkan sebuah serangan berupa senjata nuklir taktis menuju China, dalam upaya untuk mencegah perjangkitan virus zombie sebelum keadaan berubah menjadi sangat buruk.
Pihak Rusia yang dengan secara spesifik menghantam area di dekat perbatasan dengan negara China, berharap jika ledakan nuklir tersebut tidak membunuh para zombie, masih ada efek dari radiasi ledakan nuklir yang akan menuntaskan semuanya. Seluruh dunia menahan nafas ketika mendengar hal tersebut, dengan penuh harap atas tindakan ekstrem itu, secara drastis, dapat menghentikan serangan dari para mayat hidup. Tapi ternyata tidak...
Penyakit tersebut telah menyebar ke timur tengah sebelum serangan nuklir diluncurkan, dan terus menyebar menuju Afrika dan Eropa. Negara-negara di Amerika Utara telah berjuang sedemikian rupa untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut menyeberangi lautan, tapi itu adalah usaha yang sia-sia. Meskipun blokade telah dibuat dan menembak jatuh setiap pesawat yang mencoba melintasi wilayah udara mereka, zombie-zombie itu berjalan dari Rusia melewati Kutub Utara menginfeksi Kanada dan selanjutnya menginfeksi seluruh Amerika.
Pasukan militer U.S telah berupaya untuk melawan serangan zombie, tapi jumlah mereka terlalu banyak hingga pemerintahan pun runtuh. Rakyat bertebaran dihinggapi rasa putus asa dalam mencari perlindungan dan berupaya untuk tetap aman. Dalam upaya untuk menghadapi hal yang terburuk, Kota-kota di Amerika telah mulai bergerak untuk melindungi daerahnya ketika perjangkitan pertama kali telah dilaporkan terjadi di China. Dewan kota telah menggunakan seluruh dana yang mereka miliki untuk mulai membangun dinding tembok, yang sangat besar. Membutuhkan waktu kurang lebih satu dekade bagi para zombie untuk dapat berjalan melewati Kutub, hingga saat itu terjadi, akan banyak Kota-kota di Amerika Utara yang telah memiliki dinding tembok dengan tinggi hampir seratus kaki dan lebar hingga dua puluh sampai tiga puluh kaki, yang hampir semuanya berbahan dasar beton.
Ketika warga kota sibuk membuat benteng dan melindungi diri mereka, daerah lain harus berjuang dengan upaya mereka masing-masing. Daerah pemukiman padat penduduk dan Kota-kota kecil telah diserbu dan dibantai. Hanya Kota-kota kecil yang dekat dengan lautan yang dapat bertahan hidup, mereka beruntung karena zombie-zombie itu tidak dapat berenang. Kota besar seperti New York, San Francisco, dan bahkan New Orlean, hanya tiga kota tersebut yang berhasil melawan dan me benteng diri dari serangan zombie dibandingkan dengan kota lainnya. Meskipun ada beberapa kota lain yang berhasil membangun tembok dan melindungi warganya. Jumlahnya sangat sedikit dan lokasi antar mereka yang terlampau jauh antar satu sama lain. Tapi akan selalu ada tempat perlindungan kecil yang tersebar diseluruh negeri, yang berhasil melawan dan bertahan hidup hingga saat ini.
Alyssa lahir disalah satu kota kecil tersebut, dan karena mereka tidak tinggal di lokasi yang dekat dengan air, mereka harus pergi keluar setiap hari menuju tanah para mayat hidup untuk mencari dan mengumpulkan barang-barang guna kebutuhan sehari-hari. Alyssa dapat mengingat kapanpun ketika ayahnya pergi bersama rombongan untuk mencari makanan dan air. Kadang mereka semua mampu kembali dengan selamat dan ada pula saat lain dimana tak seorang pun yang kembali.
Masih jelas dalam ingatan Alyssa dimana ayahnya lah yang termasuk diantara mereka yang tak kembali setelah perjalanan. Mereka diserbu oleh sekelompok zombie ketika sedang mencari perbekalan didalam sebuah hypermarket yang terbengkalai. Hal itu merupakan hari yang paling menyedihkan dalam hidupnya. Alyssa tidak mengenal ibunya, ia meninggal ketika melahirkan dirinya. Meninggalnya sang ayah merupakan pukulan terberat bagi dirinya, karena hanya sang ayah lah satu-satunya orang tua yang ia miliki.
Selama lebih dari sepuluh tahun tinggal di dalam kota, Alyssa belajar cara membunuh zombie. Meskipun dirinya tidak menyukai kekerasan, tapi ia sangat piawai dalam melakukannya. Bukanlah sesuatu yang ia sukai, dan seringkali Alyssa menawarkan diri untuk melakukan sesuatu untuk menghindari tugas diluar dinding. Namun warga kota terus menyuruhnya untuk berjaga disekitar dinding karena mereka tahu tidak ada orang lain yang ahli dalam membidik terkecuali Alyssa. Hanya masalah waktu sampai ada seseorang yang memintanya untuk melakukan sesuatu, yang ia bersumpah tidak akan pernah mau melakukannya. Alyssa sedang berada di dapur mencuci piring kotor saat hari itu tiba.
"Alyssa" suara seseorang memanggil dari sisi lain dapur.
Dia mengira akan ada seorang pelayan yang datang membawa setumpuk piring kotor untuk ia cuci, ternyata bukan. Malahan itu adalah seseorang yang sangat tidak ingin dia temui. Namanya adalah Maxwell Davies, tapi semua orang memanggilnya major, atau max.
"Gw lagi sibuk banget sekarang". Alyssa berkata sambil mencoba untuk menghindar
"Gw harus ngomong sama lu". Max memaksa, "Hal yang penting banget."
Memang tidak setiap hari Major ingin berbicara dengannya tapi ia telah mengetahuinya. Alyssa telah mengetahui apa tepatnya yang Max ingin bicarakan dengannya. Alyssa telah menghindarinya selama berbulan-bulan semenjak ia mengejutkan orang-orang di area lapangan tembak.
"Gw gak akan pergi keluar sana," katanya, "Itulah kenapa ayah gw meninggal."
"Gw tau kok," Max melangkah mendekat, "Tapi kita mulai putus asa."
"Gw punya adek cewek." Alyssa mencoba menjelaskan, "Cuman gw yang Diane punya. Siapa yang bakal ngurus dia kalo nanti gw gak balik dari perjalanan?"
"Gw yang bakal ngurus Diane." Max membalas dengan cepat, "Begitu juga para warga kota lainnya."
"Cuma karena gw sedikit ahli dalam menembak," Alyssa menjelaskan sambil mencuci piring, "Bukan berarti gw bakal hebat diluar sana."
"Lu itu termasuk dalam salah satu warga terbaik." Max memprotes, "Skor zona menembak lu itu yang paling tinggi. Ngirim orang lain malah bisa membahayakan, bukan sebaliknya."
"Tapi bukan berarti gw bakal hebat diluar sana!" Alyssa menjawab sambil dirundung rasa takut.
"Kita akan nugasin lu dimulai dari daerah yang paling mudah." Max berkata, menolak untuk mendapat jawaban tidak dari Alyssa, "Sebuah area mudah yang bagus buat lu untuk memulai misi."
"Hasil temuan jadi milik gw semua?" Alyssa lalu bertanya.
"Cukup adil buat gw." Max berkata, lalu terdiam barang sedetik, "Gimana kalo kita siapin tempat buat lu sama adek lu supaya lu bisa berhenti tinggal sama keluarga Wilson?"
Penawaran yang cukup besar untuknya. Meskipun diliputi rasa takut, namun Alyssa berpikir hal ini terlalu sayang untuk dilewatkan. Major bisa melihatnya merasa tertarik atas tawaran tersebut.
"Tugas awal yang mudah untuk gw membiasakan diri?" Alyssa mengulangi.
"Ya, tentu saja." Kata Major mengiyakan. "Kita gak bakal nugasin lu untuk tugas yang berat sebelum lu terbiasa dan mengenali area diluar sana. Gua janji kita bakal ngasih lu tugas ringan, sampai lu terbiasa dengan keadaan diluar sana. Lu bakal aman selama lu tetap waspada sama sekitar lu. Kita punya daftar barang yang grup lu harus cari, dan barang-barang lainnya yang warga kota sangat butuhkan. Kita butuh bantuan lu."
Alyssa berhenti melakukan tugas mencuci piringnya, lalu melemparkan busa cuci piring kedalam wastafel. "Oke deh kalo gitu, gw mau."
Dia bisa mengingat memeluk erat adiknya pagi itu. Diane menangis sejadinya karena takut kakaknya akan mati diluar sana, sama seperti ayahnya waktu itu. Alyssa memantapkan tekadnya agar hal mengerikan tersebut tidak akan terulang kembali , yang mana hal tersebut tidak dapat dipastikan diluar sana, di tanah para mayat hidup.
Belum sampai setengah hari diluar sana ketika Alyssa menyadari bahwa Major telah berbohong kepadanya ketika berjanji akan memberikan tugas yang mudah untuknya di awal. Grupnya diserbu oleh hampir seratus zombie, dan mereka terperangkap didalam sebuah toko yang cukup besar tanpa ada jalan untuk keluar. Hal terakhir yang Alyssa ingat sebelum dirinya pingsan ialah teriakan dan jeritan anggota grup lainnya saat mereka dibunuh oleh makhluk-makhluk itu...
Diubah oleh irazz1234 16-02-2018 20:05
kudo.vicious memberi reputasi
2