Kaskus

Story

oliviarizAvatar border
TS
oliviariz
Sepenggal Kisah Olivia
Sepenggal Kisah Olivia

Terimakasih agan quatzlcoatluntuk cover cantiknya emoticon-Kiss (S)


============================================


Sepenggal Kisah Olivia


emoticon-heartThank you dear for the incredible cover emoticon-heart


============================================


Hai nama gw Olivia, orang-orang biasa panggil gw Oliv, atau Livie. Setelah gw baca beberapa kisah dari agan-agan kaskuser sekalian, gw pun berkeinginan untuk berbagi sedikit cerita gw di sini.


Spoiler for FAQ:



Spoiler for Prolog:


Spoiler for Index:
Polling
0 suara
Siapakah suami Olivia?
Diubah oleh oliviariz 23-10-2019 11:20
egirosarioAvatar border
emineminnaAvatar border
nyantaiwaelahAvatar border
nyantaiwaelah dan 14 lainnya memberi reputasi
15
344.7K
1.7K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
oliviarizAvatar border
TS
oliviariz
#1160
Part 49 : Bye!


Masih di Jogja...

Mendadak kota ini menjadi tempat ter-romantis buat gw. Yang tadinya gw berpikir bakal merantau ke ibukota setelah lulus nanti, sekarang gw pun berubah pikiran. Jogja menjadi tempat yang gw idam-idamkan buat tinggal.

Adit melakukan dealing dan janji temu buat proses pergantian kepemilikan rumah, yang selanjutnya akan diurus oleh papanya Alya, Om Fathan. Gw masih ga percaya, semua rentetan peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini berasa mimpi aja buat gw.

Gw menatap pria yang bahkan belum genap berusia 20 tahun ini, yang jaraknya terpaut 1,5 tahun lebih muda dari gw. Gw ga nyangka, dia lah yang akan menjadi suami gw nantinya. emoticon-Malu

Tapi wait! Emangnya orangtua kita bakal ngijinin buat nikah secepat ini? emoticon-Hammer

Gw mengaduk-aduk es teh dengan sedotan saat Adit tengah lahap menyantap nasi kucingnya.

Quote:


Anjeerr... Tante Bertha memang sesuatu emoticon-Hammer

Quote:


Sebuah kejutan tersendiri ketika gw tau bahwa Adit udah mulai PDKT sama papa. Gw bayangin kalo papa sampai acc kita buat nikah, status gw bakal meningkat jadi nyonya Adit dong ya emoticon-Malu

Gw dan Adit menghabiskan dua hari di Jogja. Dua hari yang mampu merubah pikiran gw tentang Adit selama ini. Dia yang gw kenal sebagai cowok urakan sekarang udah berubah total. Meskipun begitu, ada banyak kepribadian antara gw dan dia yang sangat bertolak belakang.

Misalnya, gw adalah tipe orang yang gampang panik. Sedangkan Adit lebih menganut prinsip "take it easy". Kadang gw kesel kalo kita udah sampai pada tahap adu argumen. Apa yang menurut gw penting, terkadang hanya menjadi masalah sepele bagi Adit. Begitu pula sebaliknya.

Quote:


Ya gimana yaaaaw.... di kota gw masih belum ada mall satu pun saat itu emoticon-Ngakak (S) jadi gw ga bakal nolak kalo diajakin ngemall emoticon-Malu (S)

Malamnya, gw bener2 ngerjain tugas seperti rencana awal. Adit udah tidur dan bener apa yang dia katakan tadi pagi, gw ga akan bisa tidur semaleman gara2 lamarannya yang mendadak itu emoticon-Malu

Gw pun menelpon sahabat gw, Nina, dan menceritakan semuanya. Dan jangan tanya bagaimana tanggapan Nina, jelas dia pun sama kagetnya dengan gw.

Quote:


Cukup lama gw mengobrol dengan Nina, sebelum akhirnya Adit bangun dan memeluk gw dari belakang, menyembunyikan wajahnya d rambut gw.

Quote:


Dan akhirnya, gw pun kembali ke dalam pelukannya lagi. Menghapus masa lalu kita masing-masing, dan mengisinya dengan harapan-harapan akan masa depan yang baru.

***


Ga lama setelah perjalanan ke Jogja, Adit mendatangi mama dan mengutarakan keinginannya untuk menikah dengan gw. Adit juga menelpon papa dan berdiskusi soal masa depan kami berdua.

Seperti yang gw duga sebelumnya, papa ga akan mengabulkan permintaan Adit begitu mudahnya.
Papa ga mau kami menikah dengan status sebagai mahasiswa. Meskipun secara lahir dan batin mungkin Adit udah siap menjadi kepala keluarga.

Biar gimanapun gw dan Adit punya tanggung jawab moral kepada orangtua masing-masing untuk menyelesaikan kuliah. Gw dan Adit pun setuju dengan pendapat papa. Masih ada waktu sekitar 2 tahun untuk menyiapkan lamaran dan pernikahan. Hmm lama ya? Ya begitulah.. Intinya sih, jalanin aja dulu. Toh keluarga kami udah sama-sama tahu dan saling kenal.

Adit sekarang sering banget bepergian keluar kota buat ngurusin usahanya. Gw bangga sama dia, karena di sinilah dia mulai menunjukkan tanggung jawabnya sebagai lelaki. Lelaki yang nantinya akan jadi imam gw emoticon-Malu

Beberapa hari kemudian...

Siang itu, gw sedang berkumpul bersama temen2 gw di kampus. Temen2 gw berencana touring ke salah satu pantai yang terkenal di provinsi sebelah. Semua orang antusias, termasuk gw. Gw udah mengiyakan untuk ikut, sampai akhirnya Adit membuat gw membatalkannya.

Di telepon...

Quote:


Pada akhirnya, Adit pun berhasil menggagalkan rencana gw untuk ikut touring bersama temen2 kampus. Gw pengen main, tapi gw juga kangen dia. Sungguh pilihan yang teramat berat sodara-sodara emoticon-Hammer

Gw, Adit, dan beberapa teman SMA kami (yang semuanya adalah temennya Adit) akhirnya menginap di sebuah villa di daerah atas. Malam itu ada pertandingan bola dan semua orang bersemangat buat begadang.

Quote:


Gw menuju dapur dan membuka toples tempat kopi. Cuma ada 2 kopi. Adit bertiga sama temennya. Dan mendadak muncul lah ide brilian di kepala gw. Gw membuat 3 gelas kopi dari 2 sachet kopi yang tersedia. Cerdas kan? emoticon-Big Grin

Quote:


Gw pun cuma bisa senyam-senyum bodoh. Saat itu gw bukan penikmat kopi, jadi gw ga tau itu rasanya enak atau engga. Ya iseng2 aja kan emoticon-Big Grin

Yang awalnya tujuan kita cuma mau beli kopi dan cemilan, gw malah mengajak Adit ke terminal atas buat beli jagung bakar. Di sini jagung bakarnya enak, dan hawa dinginnya kerasa banget. Bikin pengen ndusel mulu emoticon-Malu

Gw dan Adit duduk di pelataran ruko yang digunakan oleh pedagang jagung bakar sebagai warung dadakannya. Malam itu cuaca cerah dan membuat banyak pengunjung berdatangan. Mungkin karena weekend juga, obyek wisata & penginapan jadi ramai.

Quote:


Adit kembali mengigit jagungnya. Gw masih menunggu jawabannya...

Quote:


Gw terdiam cukup lama. Jagung udah habis. Adit juga ngajakin balik ke villa. Pertandingan Bola masih belum mulai dan gw melipir ke kamar buat nonton film.

Quote:


Ada sebuah mitos di kota gw, bahwa ketika sepasang manusia yang menjalin cinta (berpacaran) dan keduanya berwisata ke obyek wisata paling terkenal di kaki gunung S, nantinya akan mengalami kekandasan dalam hubungannya. Gw ga ambil pusing dengan mitos ini. Meskipun pada awalnya gw dan Adit jadian di tempat ini dan akhirnya kandas juga.

Tapi sekarang keadaannya lain, kita ga pacaran, tapi saling memiliki. Gw merasakan ikatan yang lebih kuat karena tujuan kita adalah untuk menikah. Dan tambahan lagi, keluarga kita udah saling kenal. Mereka juga ga ribet nanyain kapan kita jadian, kapan kita anniversary? Mereka hanya mendukung ketika tau gw dan Adit bersama-sama.

Mamanya Adit adalah satu dari sekian banyak orang favorit gw. Dengan kepiawaiannya memasak hidangan ala Eropa membuat gw bisa belajar banyak. Meskipun pada akhirnya Adit lebih seneng ketika gw masak sayur asem dan ikan kembung goreng. Yap, meskipun ga pernah pilih2 makanan, Adit adalah pecinta makanan Indonesia sejati.

Esoknya, gw menghabiskan waktu seharian di rumah Adit, sebelum akhirnya nanti malam dia balik ke Jogja. Saat itu gw sedang belajar masak gulasch ke mamanya Adit.

Gulasch, yang katanya adalah hungarian beef stew. Atau gw menyebutnya sebagai "gulai". Mungkin dulunya terdapat perdebatan yang sengit antara orang Hungaria dan orang Indonesia. Salah satu kekeuh untuk menyebutnya Gulasch dan yang lainnya menyebutnya Gulai. emoticon-Hammer

Gw sedang mengaduk panci yang berisi potongan daging sapi, wortel dan kentang. Kuah kental berwarna kecoklatan pun meletup-letup. Sejujurnya gw sangat penasaran dengan rasanya.

Quote:


Dalam kisah cinta gw dan Adit, semuanya terasa sangat mulus dan terkendali. Gw dan Adit hanya meributkan sedikit masalah. Beda dengan saat kami pacaran pertama dulu, yang dikit-dikit ngambekan dan marahan. Sekarang, hubungan kami pun hampir tanpa cela. Selama beberapa bulan berikutnya, gw hanya merasakan manisnya hubungan kita dan gw pun semakin optimis semuanya bakal berakhir dengan indah.

Karena gw pun sibuk dengan urusan kuliah, gw ga terlalu menuntut Adit untuk terus menghubungi gw. kali ini gw merasakan hubungan win-win solution. Saat gw sibuk di kampus, Adit juga sibuk dengan kuliah dan kerjaannya.

Quote:


Hampir sebulan sekali gw berkunjung ke Jogja. Kadang bersama mama dan adiknya Adit, kadang juga gw dateng sendiri. Perjalanan antara Jogja dan kota gw sudah terasa sangat akrab dan familiar. Sekarang jarak bukanlah masalah, karena gw dan Adit akan selalu menemukan cara untuk bertemu satu sama lain.

Quote:


Sabtu paginya...

Gw menaiki kereta dari kota gw menuju Jogja. Jam lima pagi gw udah tiba di stasiun. Gw udah mengabari Adit buat jemput gw tapi sepertinya dia masih tidur. Semalem dia bilang kalo kakak sepupunya (Mas Dharma) ngajak main.

Gw paham kemana mereka main, dan gw juga maklum kalo sampai saat ini Adit belum bales chat BBM gw. Ya, bisa gw pastikan dia masih tidur.

Kereta berhenti di stasiun Lempuyangan jam 9 lebih. Gw mengecek HP. Masih belum ada balesan dari Adit. Yaudah...gw memutuskan untuk naik taksi dan langsung menuju kostnya. Gw udah menyiapkan berbagai kalimat protes karena ini adalah pertama kalinya dia absen buat jemput gw.

Bukannya gw manja karena minta di jemput, tapi dia sendiri yang kekeuh melarang gw naik ojek atau taksi. Dia sendiri ga pernah telat sekalipun buat jemput gw. Kecuali... Saat ini...

Beberapa saat kemudian, gw pun tiba di kost Adit. Gw disambut oleh Rendy yang sedang asik mencuci motornya di halaman depan. Btw, Rendy ini udah tau kalo gw cuma adek 'bohongan' nya Adit. Soalnya kalo ga bohong ya gw ga bakal bisa nginep dikostan ini emoticon-Malu (S)

Quote:


Gw pun melangkah masuk ke dalam kamar Adit. Dan seperti ya gw duga, dia masih tidur. Bau alkohol menyeruak dan gw pun membangunkannya.

Quote:


Cukup lama gw berusaha membangunkan nya sampai akhirnya dia terbangun dan menyadari kalo gw udah sampai di Jogja. Bahkan gw udah sampai di depan matanya dengan selamat, makmur, dan sentosa.

Quote:


Gw pun menunggu Adit yang sedang mandi sambil membereskan kamarnya yang sedikit berantakan. Gw hanya bertanya-tanya, kemana Mas Dharma (sepupunya Adit)? Gw kira masnya nginep disini, ternyata engga.

Gw sedang menonton TV ketika pintu kamar mendadak diketuk oleh seseorang. Mungkin Rendy mau pinjem sesuatu. Akhirnya gw pun membukakan pintu. Seorang perempuan muda berdiri di belakang pintu. Dan dia tersenyum pada gw.

Quote:


Setelah Putri pergi, gw kembali ke kamar dan meletakkan dompet milik Adit di meja. Gw memandang dompet itu. Adit semalem ngapain di kost Putri? Gw terlalu berpositif thinking bahwa bau alkohol berasal Adit dan Mas Dharma yang memang kalau ketemu selalu minum2.

Tapi, sekarang... Mungkinkah...., Adit...?

Mendadak, seluruh dunia seperti runtuh di mata gw...

Beberapa saat kemudian, Adit keluar dari kamar mandi. Yang gw pikirkan hanyalah satu, mengambil dompet yang tadi diantar Putri dan melemparnya tepat ke wajahnya!

Bruukkk!!!

Quote:


Gw hanya memandangnya dengan tatapan benci. Gw masih ga percaya dia tega memperlakukan gw seperti ini.

Quote:


Adit duduk di kursi meja belajarnya dan menarik tangan gw untuk mendekat ke arahnya, tapi gw langsung mengibaskannya.

Quote:


Sialan! Kamu bener-bener sialan dit! Bukan permintaan maaf yang aku harapkan sekarang. Aku pengen penjelasanmu, aku pengen kamu mati-matian membela diri dan bilang kalau semua ini ga bener. Aku pengen kamu beberin semua fakta dan bilang ini cuma salah paham. Tapi kenapa kamu malah minta maaf??

Gw udah ga sanggup buat menahan air mata gw lagi. Gw bener-bener kecewa. Gw udah hilang akal dan saat ini gw bener-bener muak dengan semua hal yang pernah terjadi antara gw dan Adit.

Quote:
Diubah oleh oliviariz 13-02-2018 23:54
cah.ndeso.
efti108
efti108 dan cah.ndeso. memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.