Kaskus

Story

lemsboxAvatar border
TS
lemsbox
Aku, Dia, Dan Mereka (Horor , pengorbanan, Petualangan) INSPIRED BY TRUE STORY
Selamat malam semua. Perkenalkan aku Resa. Aku akan menceritakan sebuah kisah sederhana dari pengalaman hidup yang aku alami. Tak semuanya nyata karena ini terinspirasi dari kisahku sendiri. Mohon hargai semua aturan yang sudah dibuat. Aku tak akan bertele-tele menjabarkan.


Spoiler for Siapa aku?:

Spoiler for Daftar menu:
Diubah oleh lemsbox 11-02-2018 19:55
tabernacle69Avatar border
tabernacle69 memberi reputasi
-1
19.3K
104
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
lemsboxAvatar border
TS
lemsbox
#49
Maap rada ngaret updatenya, sinyal lemot+rada ribet. Monggo disambi agan agan sekalian. Jangan kencing disembarang tempat loh



Bagian 6 : Aku berteman dengan Andi

Aku hampir jatuh terjengkang karena melihat sosok Andi tiba-tiba duduk disampingku sambil nyengir memamerkan gigi ompongnya! Memang wujudnya tak menyeramkan seperti di film Pocong Goyang Dribble, Atau Suster Keramas Pake Conditioner. Wajahnya sama seperti Andi yang masih hidup dulu. Tapi kedatangannya itu yang selalu membuatku kaget. Mentang-mentang dia tak terlihat olehku, tapi tak boleh seperti ini. Ini melanggar Hak Asasi Manusia!

"Kenapa kau pengen bantu aku? Aku kan gak pernah ngasih sajen kamu??" Tanyaku sambil kuatur nafasku karna kaget.

"Kamu temanku sa, aku akan bantu kamu. Kemarikan dulu gelang itu." Kata Andi sambil menepuk pundakku.
Sok asik banget ni setan, pake nyuruh-nyuruh segala pula! Gumamnku

Baru kubuka genggaman tanganku dan memberikan gelangnya. Namun tiba-tiba gelang itu berpindah lebih cepat dari mataku yang akan berkedip!

"Ini gelang milik mahluk jahat yang akan mencelakaimu. Jika masih ada disini. Anak buahnya pasti akan mendatangimu lagi!" Kata Andi sambil matanya menatap tajam ke arah gelang lalu zaaap..... gelang itu terbakar dengan sendirinya!

Aku takjub melihat permainan setan cilik ini. Apalagi saat api berkobar di tangannya. Api itu membakar habis gelangnya dan.....

"Woii..... ati-ati dong! Tar kebakar kasurku nih!"

"Hehe, maaf. Kadang aku lupa kalau udah main." jawabnya sambil pamer gigi ompongnya.

"Kalau sampai kasurku kebakar. Aku nggak mau jadi temenmu!" Ancamku.

"Jangan gitu dong sa, masa gak mau jadi temenku sih?Namanya juga anak kecil. Wajar dong kalo maenan?"

Kampret sekali setan cilik ini. Masih kecil sudah pandai menjawab. Tapi lucu juga rasanya. Baru kali ini aku melihat ada hantu yang takut diancam. Kurasa dia hantu yang terbuang dan tersisihkan oleh temannya. Malang sekali nasibmu nak.

"Baiklah. Apa bener kamu mau bantu aku? Dan apa kamu udah tau masalahku?"

"Bagiku itu sangat mudah seperti membakar gelang setan ini." Setan ngomongin setan nih.

"Anjay... gayamu sok keren banget ndi! Ngupil aja masih suka salah lobang." Kataku sambil mendorong pundak Andi.

Duaaak......... "aduh!"

"Hahaha..... ahahaha.....! Buuuk.... buuukk.....

"Sori-sori ndi aku padahal niatnya cuma bercanda, malah kamu kejedot gitu haha." Sumpah aku tertawa terpingkal pingkal sampai sakit perutku. Aku pukul-pukul bantalnya karena kejadian ini sangat konyol. Masa setan hanya didorong dengan sedikit tenagaku sudah langsung ambruk. Sampai-sampai kepalanya membentur dinding. Sepertinya cukup keras, karena ada bunyinya hahaha.

"Mau kayak gimanapun wujudku kan anak kecil, ya pasti nyungsep kalau digituin lah."

"Haha setan kw lu, kayak gitu mau bantu aku?"

"Aku ini jin yang sudah berumur ribuan tahun . Aku hanya meminjam bentuk raga teman kecilmu. Dari sejak kamu kecil, aku sudah mengikutimu karena aku menyukaimu."

"Hmmm."

"Apaan hmmm doang?"

"Lagi bayangan wujud asli kamu kalau berubah. Pasti super sekali jeleknya."

"Baiklah kalau begitu, aku tak jadi bantu kamu."

"Eeeeh..... gitu aja ngambek kek. Baperan amat sih? Aku masih sebel karna dari kemarin kamu bikin aku kaget. Malah kemarin ngapain pake nunjukin bangkai kucing ke aku coba?"

"Dasar bocah tidak tau berterima kasih! Kemarin kamu mau dicelakai oleh jin yang berwujud kucing itu! Lalu kamu pasti bermimpi seram kan?"

"Iya.." jawabku antusias.

"Sebenarnya itu tak sepenuhnya mimpi. Saat ini kamu memang diincar oleh banyak sekali jin jahat. Tadi malam kamu pingsan karena ketakutan. Lalu aku pergi meninggalkanmu. Tapi ternyata ada jin yang sudah bersiap membawa rohmu ke alamnya. Kau tau jin yang hanya kepala saja? Dialah biangnya. Untung saja aku menemukanmu tepat waktu. Dan akulah yang menghancurkan kepala itu. Setelah semua aman, kubiarkan imajimu melanjutkan mimpi sesuka inginmu."

"Aku nggak bisa ngomong apa-apa lagi ndi, eh yut. Apa yang kamu ucapin bener. Terlebih saat mimpi itu. Kalau emang itu mimpi, kamu gak mungkin bisa ikut nimbrung didalamnya." Kataku sedikit kagum.

"Panggil aku Andi saja. Aku menjadi seperti ini karena aku mengambil ingatan terbesar yang pernah kamu punya. Jika aku memperlihatkan wujud asliku maka kau akan takut dan tak mempercayaiku. Aku sudah mengenalmu sejak kamu lahir di dunia ini dari kakek buyutmu."

"Waahh.... bisa gitu yah? Bentar deh, tadi kamu bilang berumur ribuan tahun. Kok bisa-bisanya kenal kakek buyutku yang paling ratusan tahun. Wah pasti kamu berdusta padaku."

"Hahahaha... kamu memang anak yang tak suka bermain diluar logika. Baiklah kujelaskan semua dari awal. Aku sudah mati jauh sebelum kakek buyutmu lahir. Namun aku juga seperti wujud Andi ini. Aku hanya kembaran dari diriku yang hidup di alam nyata. Setelah kematianku, aku terus menjaga keturunanku terus sampai akhirnya terputus. Semasa hidupnya, kakek buyutmu mengabdi pada keturunanku dengan sangat setia. Namun sayangnya di garis keturunanku saat itu, dia berkelakuan sangat buruk hingga aku tak bisa menjaganya dan keturunan selanjutnya. Semua terputus karena keburukan majikan kakek buyutmu itu. Mulai dari situ aku mencari tau tentang kakek buyutmu dan membantu menjaga keturunannya hingga kamu." Tiba-tiba Andi merubah suaranya menjadi suara kakek tak dikenal, suaranya berat dan menyeramkan!

"Duh jangan tiba-tiba pake suara asli gitu dong. Aku kan jadi serem, tar kayak Setan Kesurupan jadinya!"

"Oh iya... maafin aku sa, aku terlalu terbawa suasana.

Ada-ada aja nih kakek demit. Pakai ada acara terbawa suasana pula. Dia pikir ini acara reality show.

"Baiklah ndi, aku coba percaya padamu. Lalu apa yang bisa kau bantu?"

"Nantinya aku akan menjelaskan semua. Sekarang aku akan coba berbicara dengan Icha."

Loh... loh...?? Memangnya dia kenal dengan Icha?? Apakah ini hanya sekedar gurauan garing ala jin tua. Aku harus memastikan semuanya dulu sebelum dia mulai membantuku. Aku tak mau dipermainkan lagi!

"Bicara sama Icha? Gimana caranya? Emang kamu kenal Icha? Jangan sotoy deh!"

"Aku kenal semua orang yang dekat denganmu, termasuk Icha. Dia gadis yang istimewa, namun sayangnya dia dikendalikan oleh mahluk penjaganya."

"Jadi kamu beneran bisa bicara dengan Icha? Aku bisa ikut bicara sama dia gak? Biar buktiin kamu gak sekedar dustain aku." Harus kudesak dia untuk membuktikannya!

"Aku akan mengusahakan Icha datang menemuimu."

What the hell....?? Aku memang tak mau langsung mempercai ucapannya. Namun aku makin menggebu dan berharap jika semua itu menjadi nyata. Apalagi setelah kakek ini menceritakan kehebatannya.

"Kamu gak sedang bercanda kan? Bagaimana caranya kamu datengin Icha kesini? Pake karpet ajaibnya Aladin, atau pintu kemana saja punya doraemon?"

"Hahaha.... anak muda jaman sekarang memang selalu ingin tau segalanya. Aku akan berusaha membuatnya nyata. Ada hal yang boleh kamu ketahui, ada juga yang kamu tak perlu pahami. Karena semua tidak berjalan dengan logikamu."

"Oke deh oke, maap kalo aku kepo. Awas yah kamu bohong. Aku gamau kenal kamu lagi!" Ancamku.

"Makin lama kau menahanku disini dengan berbagai pertanyaan. Maka makin lama juga aku mewujudkan impianmu."

"Haha.... oh iya yah. Maaf malah aku yang jadi kebawa pengen gosip. Baiklah kalau begitu. Aku nggak mau nahan kamu lagi. Silakan lanjutkan tugasmu."

"Mungkin aku butuh waktu beberapa hari untuk mengusahakan ini. Selama aku pergi, kamu pasti akan didatangi oleh mahluk-mahluk yang mengincarmu. Mereka semua ingin menuntunmu mati. Kamu harus menguatkan imanmu dan keberanianmu. Mereka tak akan lelah mempermainkan pikiranmu. Jika kau menyerah. Maka sekaranglah kau ucapkan kata perpisahan kepada orang-orang yang kau cintai!"
Diubah oleh lemsbox 07-02-2018 20:38
itkgid
itkgid memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.