- Beranda
- Stories from the Heart
#SFTHChallange PENCERITA 2
...
TS
mifst
#SFTHChallange PENCERITA 2
Sudah ku katakan bahwa aku sama sekali tidak menyukai kekuatan ini. kekuatan untuk melihat dan mendengar mereka yang aku sebut sebagai sang pencerita Mungkin bagi kalian ini semua sebuah kelebihan yang harus di gunakan sebaiknya namun bagi ku ini hanya sebuah kutukan, jujur itu yang aku pikirkan. melihat wajah dan rupa seram dari mereka yang aku sebut pencerita memang membuatku takut tapi mendengar kisah mereka membuat ku lebih takut. Aku sama sekali tidak ingin mendengar kisah mereka atau cuthatan mereka . Mungkin berbeda dengan orang lain yang memiliki kisah sama dengan ku. tapi sekali lagi aku katakan bahwa aku membenci kekuatan ini.
Sampai kapan aku memiliki kekuatan ini dan bagaimana akhir kisah ku. Jujur saat itu aku tidak tahu. Namun sekarang ketika aku melihat suatu hal yang bahkan lebih menakutkan dari rupa dan kisah para pencerita ku. Aku sudah tahu akhir dari kisah cerita yang akan aku tulis ini. Hal yang lebih membuatku takut dari semua itu ialah kematian. Saat itu lah aku bertemu sang pencerita ku yang selanutnya.yaitu aku.
Saat itu setelah beberapa hari kejadian di kediaman teman ku. aku mengalami sakit yang cukup panjang bahkan ulah aku sampai di rawat di rumah sakit selama 6 bulan bahkan aku di kabarkan koma. Semua keluarga dan teman silih berganti menjenguk ku. dan entah mengapa dalam masa saat sakit kekutan ku melihat hantu hilang. entah aku harus senang atau tidak saat itu. Karena samakin hari kesehaan ku memburuk. Sampai di mana puncak semua itu ialah saat aku koma. aku di beri tahu saat itu bahwa aku koma dan tak sadarkan diri selama 2 minggu dan benar saat aku koma itulah aku bertemu dengan diri ku yang lain.
inilah kisahku kisah dari seorang manusia
Di dalam koma ku saat itu terasa sangat gelap. aku merasa berada di sebuah tempat yang sengat gelap tak ada satu pun cahaya disekitarnya. aku merasa sendiri tidak ada orang-orang yang selama ini ada di sekitar ku. Tidak ada keluarga, sahabat, dan juga pasangan ku. karena yang ada hanya kesendirian dan ketakutan. Apa yang selama ini kalian takutkan mungkin akan kalah dari semua yang aku rasakan saat itu. kemudian setelah aku merasakan kesendrian yang teramat lama itu datang lah sesosok tubuh yang menyrupai diri ku. dia memberi ku salam dan aku membalasnya. Dia bertanya apa yang selama ini aku takutkan. dan aku menjawabnya bahwa aku takut memiliki kekuatan ini. Setelah itu dia diam dan membawa ku ke suatu tempat lain.
Maaf jika cerita yang akan kuceritakan selanjutnya kalian anggap berlebihan atau membuat kalian merasa tidak nyaman. tapi aku sudah bertekat untuk menceritakannya.
Aku di bawa ke sebuah tempat yang sangat panas. sebuah tempat yang sangat menakutkan. dengan teriakan yang silih berganti entah itu pria,wanita, muda dan juga tua. mereka berteiak tolong " tolong... tolong". mereka berteriak kesakitan " sakit.. sakitt" dan juga mereka berteriak ampun"ampu..ampun". jujur saja saat itu aku benar-benar merasa sangat takut. sekujur tubuh mengigil dan bergetar hebat akibat rasa takut itu. Bahkan aku tak sanggup untuk membuka mata ini.
Namun saat itu diri ku yang lain berkata padaku. " mengapa kau takut bukannya kau takut pada hal yang lain". Aku terdiam dan tidak bisa menjawab pertanyaannya "buka lah mata mu dan lihat apa yang terjadi disini" dia kembali berkata pada ku. Sungguh aku menyesal membuka mata ku saat itu. Pemandangan yang aku lihat sangat lah menakutkan. Jika kalian merasa hal-hal yang tertulis di kitab suci kalian di lebihkan tentang hukuman orang bersalah. Percayalah semua itu benar dan terjadi. Tubuh mereka disiksa terus menerus bahkan ketika tubuh mereka hancur tubuh itu akan kembali lagi seutuhnya dan kembali disiksa.
aku : apakah ini ?
Diriku yag lain : ini lah hukuman bagi mereka yang berbuat jahat di dunia ini. mereka akan merasakn sakit terus dan terus untuk balasannya
aku : mengapa aku di bawa kesini ?
diriku yang lain : agar kau tahu ada ketakutan yang lebih besar dari ketakutan mu. sebuah ketakutan yang akan dirasakan manusia bersalah suatu saat nanti. yaitu pembalasan.
Sungguh jika selama ini kalian memilki ketakutan di dunia ini percaya lah itu takkan ada apa-apanya yang aku rasakan saat itu. Saat itu aku sudah tidak sanggup berkata ataupun melihat semua itu lagi karenanya aku memohon untuk meninggalkan tempat itu. lalu diri ku yang lain hanya tersenyum sambil berkata " aku akan menemui mu lagi nanti di kuburmu percayalah mungkin akan terasa lama bagi mu tapi itu semua sangat cepat bagi ku"
INDEX
1. PROLOG
Buat pembaca baru cerita sebelumnya bisa di baca di sini cerita sebelumnya
Sampai kapan aku memiliki kekuatan ini dan bagaimana akhir kisah ku. Jujur saat itu aku tidak tahu. Namun sekarang ketika aku melihat suatu hal yang bahkan lebih menakutkan dari rupa dan kisah para pencerita ku. Aku sudah tahu akhir dari kisah cerita yang akan aku tulis ini. Hal yang lebih membuatku takut dari semua itu ialah kematian. Saat itu lah aku bertemu sang pencerita ku yang selanutnya.yaitu aku.
Saat itu setelah beberapa hari kejadian di kediaman teman ku. aku mengalami sakit yang cukup panjang bahkan ulah aku sampai di rawat di rumah sakit selama 6 bulan bahkan aku di kabarkan koma. Semua keluarga dan teman silih berganti menjenguk ku. dan entah mengapa dalam masa saat sakit kekutan ku melihat hantu hilang. entah aku harus senang atau tidak saat itu. Karena samakin hari kesehaan ku memburuk. Sampai di mana puncak semua itu ialah saat aku koma. aku di beri tahu saat itu bahwa aku koma dan tak sadarkan diri selama 2 minggu dan benar saat aku koma itulah aku bertemu dengan diri ku yang lain.
inilah kisahku kisah dari seorang manusia
Di dalam koma ku saat itu terasa sangat gelap. aku merasa berada di sebuah tempat yang sengat gelap tak ada satu pun cahaya disekitarnya. aku merasa sendiri tidak ada orang-orang yang selama ini ada di sekitar ku. Tidak ada keluarga, sahabat, dan juga pasangan ku. karena yang ada hanya kesendirian dan ketakutan. Apa yang selama ini kalian takutkan mungkin akan kalah dari semua yang aku rasakan saat itu. kemudian setelah aku merasakan kesendrian yang teramat lama itu datang lah sesosok tubuh yang menyrupai diri ku. dia memberi ku salam dan aku membalasnya. Dia bertanya apa yang selama ini aku takutkan. dan aku menjawabnya bahwa aku takut memiliki kekuatan ini. Setelah itu dia diam dan membawa ku ke suatu tempat lain.
Maaf jika cerita yang akan kuceritakan selanjutnya kalian anggap berlebihan atau membuat kalian merasa tidak nyaman. tapi aku sudah bertekat untuk menceritakannya.
Aku di bawa ke sebuah tempat yang sangat panas. sebuah tempat yang sangat menakutkan. dengan teriakan yang silih berganti entah itu pria,wanita, muda dan juga tua. mereka berteiak tolong " tolong... tolong". mereka berteriak kesakitan " sakit.. sakitt" dan juga mereka berteriak ampun"ampu..ampun". jujur saja saat itu aku benar-benar merasa sangat takut. sekujur tubuh mengigil dan bergetar hebat akibat rasa takut itu. Bahkan aku tak sanggup untuk membuka mata ini.
Namun saat itu diri ku yang lain berkata padaku. " mengapa kau takut bukannya kau takut pada hal yang lain". Aku terdiam dan tidak bisa menjawab pertanyaannya "buka lah mata mu dan lihat apa yang terjadi disini" dia kembali berkata pada ku. Sungguh aku menyesal membuka mata ku saat itu. Pemandangan yang aku lihat sangat lah menakutkan. Jika kalian merasa hal-hal yang tertulis di kitab suci kalian di lebihkan tentang hukuman orang bersalah. Percayalah semua itu benar dan terjadi. Tubuh mereka disiksa terus menerus bahkan ketika tubuh mereka hancur tubuh itu akan kembali lagi seutuhnya dan kembali disiksa.
aku : apakah ini ?
Diriku yag lain : ini lah hukuman bagi mereka yang berbuat jahat di dunia ini. mereka akan merasakn sakit terus dan terus untuk balasannya
aku : mengapa aku di bawa kesini ?
diriku yang lain : agar kau tahu ada ketakutan yang lebih besar dari ketakutan mu. sebuah ketakutan yang akan dirasakan manusia bersalah suatu saat nanti. yaitu pembalasan.
Sungguh jika selama ini kalian memilki ketakutan di dunia ini percaya lah itu takkan ada apa-apanya yang aku rasakan saat itu. Saat itu aku sudah tidak sanggup berkata ataupun melihat semua itu lagi karenanya aku memohon untuk meninggalkan tempat itu. lalu diri ku yang lain hanya tersenyum sambil berkata " aku akan menemui mu lagi nanti di kuburmu percayalah mungkin akan terasa lama bagi mu tapi itu semua sangat cepat bagi ku"
INDEX
1. PROLOG
Buat pembaca baru cerita sebelumnya bisa di baca di sini cerita sebelumnya
Diubah oleh mifst 07-02-2018 20:18
anasabila memberi reputasi
1
2.8K
14
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
mifst
#3
PROLOG
Tepat pada malam hari aku terbangun dari tidur panjang itu. Atap rumah sakit pada malam hari adalah pemandangan yang pertama kali aku lihat. Tubuhku masih terasa lemas dan tak mampu aku gerakan aku pun mencoba bersuara namun lagi-lagi aku juga tak mampu menggerakan bibir ini.. saat aku terbangun tidak siapapun di ruangan tersebut hanya aku dan dinginnya malam. Sepi itu ialah kata yang tepat menggambarkan nya.
Namun tiba-tiba datang seseorang dokter mengecek keadaan ku. Syukur lah akhirnya ada seseorang yang mengetahui bahwa aku sudah sadar itu lah yang aku pikirkan. Akan tetapi aku salah karena dokter tersebut juga bukanlah seseorang manusia. Melainkan seseok hantu.
Memang sepintas tidak ada yang berbeda dari sosok dokter tersebut. Dengan pakaian dan juga perlengkapan yang ia gunakan. seperti masker yang ia pakai dan juga putih yang biasa dokter pakai tidak ada yang mencurigakan bagi ku. Namun ada yang aneh dengan suntikan yang ia bawa sepintas terlihat aneh bagi ku. Terlebih ketika ia membuka masker yang ia pakai. Karena ketika ia membuka masker tersebut terlihat keseluruhan wajah nya. Wajah yang sangat menyeramkan buat ku. Dengan bibir yang tercabik dengan bagian gigi yang terlihat pada pipinya yang tersobek. Tidak ada yang aku lebihkan dalam cerita ku ini. Tidak sama sekali karena itu lah yang aku lihat dari nya.
Kaget itu lah yang aku rasakan namun tidak ada yang bisa aku perbuat. Karenanya aku hanya bisa menutup mata ku kembali. Berharap sosok terebut menghilang. Sedikit rahasia aku ceritkan pada kalian. Mereka yang aku sebut pencerita tidak akan menggangu atau pun berinteraksi kepada ku selama aku mengacuhkan mereka karena mereka hanya akan menyadari dan juga bercerita ketika aku memulai ataupun menyadari kehardiian mereka.
Singkat ceirita aku mulai sembuh dari kondisi ku. Aku sudah bisa kembali menggerakan tubuhku, berbicara dan juga sudah bisa berjalan walaupun masih dengan bantuan orang lain. Selama satu bulan aku menjalani terapi di rumah sakit ini. tidak ada yang aneh pada rumah sakit ini pada pagi hari semua terlohat normal tapi ketita malam hari di mulai lah keanehan satu persatu pada rumah sakait ini.
Selama satu bulan setiap malam aku mengalami keanehan di rumah sakit ini. Setiap malam aku mengalami nya. Mulai dari suara orang-orang yang menjerit. Suara tangisan anak-anak kecil sampai suara teriakan orang-orang yang berteriak “ dokter…. dokter … di mana dokter itu “. dan semua keanehan itu di tutup dengan kehadiran dokter berpenutup masker tersebut. sekali lagi cerita ini tidak lah aku lebih-ebih kan karena itu semua yang aku rasakan
Pada malam itu sosok dokter tersebut terlihat aneh. kali ini ia terlihat menangis dan juga kata-kata yang ia ucapkan yaitu. “ maaf… maaf kan aku ”. Sudah cukup bagi ku dengan semua ketakutan yang aku rasakan sampai saat ini. Karenanya aku menustuskan untuk berbicara padanya dan mengakhiri semua itu.
aku : mengapa kau menangis dokter ?
dokter : kau bisa melihat ku ?
aku : iya aku bisa melihat mu
dokter : tolong… tolong aku… dari kutukan ini ( ia mulai mendekati ku, memohon dengan tangisan di wajahnya )
aku : Ceritakan lah semuanya pada ku. semua kisah mu
dokter : baik lah akan aku ceritakan semua kisah ku
Setelah itu dimulai lah ceritanya. Sebuah cerita yang lebih menyeramkan dari wajahnya dan juga semua teriakan dari dalam rumah sakit itu. Sekali lagi setelah aku mendengar kisah nya pemikiran ku tidak lah berubah. Bahwa kisah mereka yang aku sebut sebagai “ pencerita “ lebih menakutkan dari wujud mereka.
-1