- Beranda
- Stories from the Heart
T University 2 (Season 2)
...
TS
anism
T University 2 (Season 2)

Cover Super Keren by Awayaye <Ane minta
> Terima banyak untuk respon positif agan dan aganwati di thread sebelumnya. T University.
Bagi yang belum membacanya. Bisa mengklik judul dibawah ini.
T University
Spoiler for Daftar Isi/Case 1 : Lost Son:
Case 1 Finish
Spoiler for Case 2 : Lativa's Twins Terror:
Case 2 Finish
Spoiler for Case 3 : Arelia And Edward:
Case 3 Finish
Spoiler for Samantha And Mom:
Finish
Spoiler for Case 4 : Johnny Comes Back To China or England:
Case 4 Finish
Spoiler for Case 5 : King Killer's Son:
Case 5 Finish
Spoiler for Case 6 : Losing In A Plane:
Diubah oleh anism 30-05-2019 17:56
anasabila memberi reputasi
1
21.7K
198
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#178
Reynard Comes
Romeo menelan dengan susah payah kunyahan keripiknya. Dia berlari ke dalam.
“Apa kita menyinggungnya?”, ujar Johnny.
“Dia sering mengalami bahaya. Aku tidak tahu kenapa. Lebih baik jangan.”, ujar Samantha. Arelia hanya menatap Romeo yang berlari dan menghela napas.
Tidak lama telepon berdering. “Halo. T Detective Agent.”, Samantha mengangkat telepon.
“Oh, Sir Johnson. Ada apa?”, Samantha tampak serius mendengarkan. Dia membelalakkan matanya sebentar.
“Oh, begitukah? Baiklah. Terima kasih.”, ucapan itu diucapkan terputus sesuai dengan jeda yang diperlukan. Kemudian dia menutup telepon. Seperti biasa, ada tuntutan untuk menjelaskan dari pihak lain yang tidak mengangkat telepon.
“Dia meminta kita mencari seseorang yang lebih profesional diluar kita bertiga belas. Sepertinya dia juga tegang.”, ujar Samantha.
“Siapa? Mengapa tidak salah satu dari kita saja.”, tanya yang lainnya.
“Sir Johnson menawarkan Sir Reynard untuk turut bersama kita. Agar kita tidak melakukan sesuatu di luar konteks kewajaran.”, ucap Samantha mengakhiri penjelasan Johnson yang diterimanya.
“Orang itu?”, ujar Johnny sambil mendengus.
“Maaf, pendapatmu tidak bakal dihitung kali ini John. Kau tidak objektif dalam menilainya.”, tegas Samantha. Johnny hanya bisa mengangkat kedua tangannya.
“Oke. Aku setuju.”, ujar Arelia. Yang lain tidak juga membela Johnny. Lativa hanya menatap Johnny dengan air muka sedih.
Maka tidak butuh waktu lama, mereka mendengar suara sebuah mobil diparkir di depan rumah Samantha. “Sepertinya itu dia.”, Romeo bangkit ingin membukakan pintu.
Seperti biasa bau maskulin menyebar diseluruh ruangan saat Ia masuk ke sana.
“Lama tidak berjumpa kids.”, sapanya. Semua melotot mendengar panggilan Reynard Thompson.
Dia berdiri di depan pintu. Beberapa pria segera merangkul pria tiga puluh enam tahun itu secara bergantian. Dia senang dengan sapaan basa-basi yang cukup hangat itu. Ia tetap berdiri di sana. Arelia juga datang dan merangkulnya.
“Senang kita kembali bertemu, Arelia.”, ujar Reynard. “Aku juga, Sir.”, senyum Arelia.
“Tidak ada yang bakal menawari aku duduk?”, canda Reynard. Arelia yang masih merangkulnya tertawa. Mereka kemudian kembali bergabung di sofa itu.
Romeo menelan dengan susah payah kunyahan keripiknya. Dia berlari ke dalam.
“Apa kita menyinggungnya?”, ujar Johnny.
“Dia sering mengalami bahaya. Aku tidak tahu kenapa. Lebih baik jangan.”, ujar Samantha. Arelia hanya menatap Romeo yang berlari dan menghela napas.
Tidak lama telepon berdering. “Halo. T Detective Agent.”, Samantha mengangkat telepon.
“Oh, Sir Johnson. Ada apa?”, Samantha tampak serius mendengarkan. Dia membelalakkan matanya sebentar.
“Oh, begitukah? Baiklah. Terima kasih.”, ucapan itu diucapkan terputus sesuai dengan jeda yang diperlukan. Kemudian dia menutup telepon. Seperti biasa, ada tuntutan untuk menjelaskan dari pihak lain yang tidak mengangkat telepon.
“Dia meminta kita mencari seseorang yang lebih profesional diluar kita bertiga belas. Sepertinya dia juga tegang.”, ujar Samantha.
“Siapa? Mengapa tidak salah satu dari kita saja.”, tanya yang lainnya.
“Sir Johnson menawarkan Sir Reynard untuk turut bersama kita. Agar kita tidak melakukan sesuatu di luar konteks kewajaran.”, ucap Samantha mengakhiri penjelasan Johnson yang diterimanya.
“Orang itu?”, ujar Johnny sambil mendengus.
“Maaf, pendapatmu tidak bakal dihitung kali ini John. Kau tidak objektif dalam menilainya.”, tegas Samantha. Johnny hanya bisa mengangkat kedua tangannya.
“Oke. Aku setuju.”, ujar Arelia. Yang lain tidak juga membela Johnny. Lativa hanya menatap Johnny dengan air muka sedih.
Maka tidak butuh waktu lama, mereka mendengar suara sebuah mobil diparkir di depan rumah Samantha. “Sepertinya itu dia.”, Romeo bangkit ingin membukakan pintu.
Seperti biasa bau maskulin menyebar diseluruh ruangan saat Ia masuk ke sana.
“Lama tidak berjumpa kids.”, sapanya. Semua melotot mendengar panggilan Reynard Thompson.
Dia berdiri di depan pintu. Beberapa pria segera merangkul pria tiga puluh enam tahun itu secara bergantian. Dia senang dengan sapaan basa-basi yang cukup hangat itu. Ia tetap berdiri di sana. Arelia juga datang dan merangkulnya.
“Senang kita kembali bertemu, Arelia.”, ujar Reynard. “Aku juga, Sir.”, senyum Arelia.
“Tidak ada yang bakal menawari aku duduk?”, canda Reynard. Arelia yang masih merangkulnya tertawa. Mereka kemudian kembali bergabung di sofa itu.
Diubah oleh anism 06-02-2018 16:05
0