- Beranda
- Stories from the Heart
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
...
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...
Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
iskrim dan 132 lainnya memberi reputasi
127
2.1M
8K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
juraganpengki
#2057
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
“Aku ga bisa kasih jawabannya sekarang, Mam” Ucap Ayu dengan wajah tertunduk, sekaligus membuyarkan sosok Anggie yang sempat menggantikan wajahnya..
“Eeh, apaan, Yu?” Tanya gw sambil menarik tangan kembali..
“Aku ga bisa jawab sekarang.. Kasih aku waktu buat berfikir, yah.. Tapi, beneran aku ga nyangka banget kamu nembaknya tiba-tiba gitu” Ucapan Ayu membuat gw tersentak tak mampu berbicara..
“Shit! Gw barusan nembak Ayu?” Tanya gw dalam hati, begitu tahu bahwa barusan gw telah mengucapkan sesuatu diluar kesadaran..
“Mam, koq bengong lagi?” Tanya Ayu yang seketika membuyarkan lamunan gw..
“Kamu ga lagi ngerjain aku kan?” Tanya gadis itu kembali, kali ini sambil memandang dengan tatapan menyelidik..
“Ehh, ga lah.. Gw ga main-main, Yu.. Gw tadi bengong masih ga percaya kita lulus test” Jawab gw sengaja mengalihkan pembicaraan..
“Tapi kamu ga apa-apa kalo aku minta waktu buat jawab?”
“Iya, Ayu anaknya Pak Sugi.. Gw ga apa-apa koq.. Santai aja” Sahut gw sambil menepuk pipi kanan gadis itu..
Ayu tersenyum manis dan menarik telapak tangan gw yang masih ada di pipinya.. Perlahan, gadis itu mengecup punggung telapak tangan gw dengan lembut.. Lagi-lagi, wajah Anggie yang terlihat muncul menggantikan Ayu.. Dengan cepat, gw kepalkan telapak tangan kiri, berusaha mengusir wajah Anggie dan meyakinkan diri bahwa Ayu lah yang sedang mencium tangan gw saat ini..
Tiba-tiba, Hp Ayu yang ada di dalam tas nya berdering.. Ayu melempar pandangan ke arah gadgetnya dan melepas pegangan di tangan gw.. Gw sendiri merasa lega, karena bisa melewati masa janggal itu.. Sebatang rokok gw nyalakan dengan benak masih dihantui wajah Anggie.. Sementara, Ayu berdiri dan menerima telpon yang entah berasal dari siapa..
“Brengsek banget dah! Kenapa gw malah kepikiran dia terus.. Apa gw harus nemuin Anggie nanti siang yah? Biar semua jelas dan gw bisa lanjutin hubungan tanpa sengaja dengan Ayu” Pikir gw dalam benak..
“Aku balik dulu yah.. Abi telpon barusan, Mam” Ucap Ayu yang kembali menyadarkan gw dari lamunan..
Gw mengangguk lalu berdiri setelah meletakkan rokok yang sudah terbakar, di atas asbak.. Ayu kemudian masuk ke dalam rumah entah untuk apa.. Tapi, setelah gw mendengar suara tawa dua Ayu pecah di dalam, gw baru faham maksud gadis itu yang sedang bercanda sekaligus pamit ke adik perempuan gw, Ayu..
Dua sosok Ayu nampak berjalan menuju ke arah pintu.. Ayu yang satu nampak tersenyum konyol sambil memegangi tangan Ayu yang dewasa.. Gw tersenyum melihat mereka berdua yang nampak jauh berbeda meski bernama panggilan sama..
Setelah berada di teras, Ayu yang dewasa meraih tangan kanan gw dengan hati-hati sekali.. Mungkin dia takut gw akan merasa kesakitan jika luka gw tersentuh.. Perlahan, Ayu mencium lagi punggung tangan kanan gw dengan lembut, lalu mendekatkan wajah nya ke wajah gw..
“Aku janji kasih jawaban ke kamu, besok” Bisik Ayu di telinga kanan..
Gw tersenyum kecut mendengar bisikan gadis itu dan hanya memberi balasan dengan anggukan kepala.. Kemudian, Ayu mendekati adik gw dan membelai rambutnya..
“Kakak pulang dulu yah, Dek.. Besok kakak kesini lagi” Kata Ayu ke adik gw yang bernama sama dengannya..
“Iya, Kak.. Jangan lupa besok bawain pesenan aku yah” Jawab Ayu kecil yang membuat gw meliriknya dengan penuh tanda tanya..
“Beres! Kakak pasti bawain” Kata Ayu sebelum masuk ke dalam mobilnya..
“Kamu minta apaan, Dek? Jangan bikin malu, minta sama orang lain.. Minta ke abang kan bisa” Tanya gw sambil melambaikan tangan kearah Ayu yang sudah menjalankan mobilnya keluar dari halaman..
Bukannya menjawab, adik gw yang baru menginjak masa remaja itu malah ngeloyor masuk ke dalam.. Dengan cepat, gw tarik rambutnya dan membuat Ayu seketika berhenti sambil berteriak..
“Kamu minta apaan ke Kak Ayu?” Tanya gw lagi, kali ini dengan disertai tatapan mengintimidasi..
Ayu nampak terdiam sambil menundukkan kepala, tak lama kemudian mulai terdengar suara tangis gadis kecil itu.. Gw seketika merasa bersalah dan hendak membelai kepalanya dengan lembut, sekaligus berniat meminta maaf..
“Abang kepo! WEEE..”
Kedua mata gw terbelalak melihat Ayu menjulurkan lidah, lalu berlari sangat cepat ke dalam rumah..
“Kampret! Gw dikerjain ade sendiri” Keluh gw sambil menggaruk-garuk kepala melihat ulah adik gw, Ayu..
Sambil menahan dongkol, gw masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju kamar.. Disana, gw melihat Sekar masih saja termenung, seraya memainkan rambut panjangnya.. Terus saja, Jin cantik itu menatap kosong ke arah jendela, sembari duduk di atas meja belajar..
Gw melirik Jin Penjaga itu dengan seksama.. Seingat gw, semenjak bertemunya Sekar dengan Nyi Mas Galuh Pandita, sikap nya sedikit berubah.. Terlalu pendiam bagi Jin yang terkadang berbuat usil.. Sepertinya ada sesuatu yang sengaja ia pendam dalam hati..
“Sekar, kau kenapa murung? Bukankah seharusnya kau senang bisa bertemu dengan Ibu nya Jagat Tirta?” Tanya gw dengan suara cukup terdengar keras..
Sekar menoleh sesaat ke arah gw, lalu melayang mendekat dan duduk membelakangi gw, dengan wajah tertunduk.. Gw yang melihat tingkahnya, hanya bisa menduga-duga saja apa yang sedang ia pikirkan..
“Sejak bertemu Nyi Mas Galuh Pandita, kau terlihat seperti kehilangan semangat.. Apa yang sedang kau risaukan, Sekar? Ceritakan kepada ku, barangkali aku bisa membantu mencari jalan keluar” Kata gw lagi sambil duduk bersandar di atas kepala tempat tidur..
Tetap saja, Sekar tak mau membuka mulut dan hanya menatap kosong ke satu titik di dalam kamar.. Entah itu menatap ke arah poster, atau ke celah retakan yang ada di dinding kamar.. Melihatnya seperti itu, semakin membuat gw bertanya-tanya..
Perlahan, gw menggeser posisi duduk hingga berada di sebelahnya.. Pandangan mata gw berusaha mencari satu titik sama, yang sedang diperhatikan Sekar.. Suara tarikan nafas Jin Penjaga gw itu, terdengar berat dan dikeluarkannya sedikit demi sedikit..
“Aku memikirkan Nyi Mas Galuh Pandita, Kang Mas” Ucap Sekar yang masih menatap kosong ke depan, lalu menoleh ke arah gw..
“Tidak kah kau merasa ada yang aneh padanya? Maksud ku, bagaimana mungkin dia tidak mengenali wajah mu sejak semula.. Bukan kah antara kau, suami ku dan Bayu Ambar mempunyai paras yang sama? Sedangkan selama dirinya menjalani hukuman, Bayu Ambar selalu menemaninya” Ucap Sekar Kencana yang membuat gw diam tertegun..
Dalam hati, gw membenarkan apa yang selama ini membuat Jin Penjaga gw itu nampak risau.. Seharusnya, Nyi Mas Galuh Pandita memang mengenali wajah gw sejak semula.. Bahkan, beliau sendiri yang mengatakan bahwa sudah sempat menolong gw satu kali dan yang kedua saat gw terkena racun sialan milik Dewi Arum Kesuma.. Tapi, segala penjelasan beliau, semua terdengar masuk akal di benak gw.. Bukan itu saja, beliau beberapa kali menitikkan airmata begitu bertemu muka kembali dengan Ki Suta..
“Kesaktian sosok yang mengaku sebagai Ibu Mertua ku, sangat tinggi melampaui diri ku, Kang Mas.. Dia juga menguasai Ajian Malih Sukma Raga ditingkat paling sempurna, sama seperti Nyi Kembang Wengi yang mati ditangan Bayu Ambar.. Yang aku takutkan adalah, bahwa beliau bukan sosok asli Nyi Mas Galuh Pandita, Kang Mas.. Tapi hanya Jin jahat lain yang mencoba mengelabui kita..” Lagi-lagi, ucapan Sekar membuat gw tertegun..
“Lalu, langkah apa yang seharusnya kita ambil, Sekar?” Tanya gw meminta pendapatnya..
Sekar sekali lagi menatap kosong ke satu titik yang ada di hadapannya.. Satu tarikan nafas ia ambil dalam-dalam dan dikeluarkan dengan perlahan..
“Entahlah, Kang Mas.. Aku hanya berharap bahwa dugaan ku selama ini salah.. Dan sosok itu adalah benar sosok asli Ibunda suamiku.. Lagipula, tetap saja tidak ada satu pun cara yang bisa aku lakukan untuk mengetahui kebenaran, karena Ilmu ku berada jauh dibawahnya..” Kata Sekar Kencana, kemudian dia berdiri dan melayang kembali menuju jendela kamar gw..
Gw terdiam membenarkan ucapan Sekar kembali.. Dirinya memang tidak mempunyai kuasa untuk mencari kebenaran.. Jika sosok Nyi Mas Galuh Pandita itu ternyata bukan yang asli, ia mengaku menguasai Ilmu Malih Sukma Raga, sehingga tak satu pun Jin yang bisa mengetahui sosok dan aura sebenarnya dibalik raga Nyi Mas Galuh pandita..
Tapi, jika Nyi Mas Galuh Pandita merupakan jelmaan Jin golongan hitam, mengapa ia rela menolong gw dua kali dan apa maksudnya? Seandainya ia mengincar Kitab Langit Bagian Matahari yang ada di telapak tangan gw, bukan kah akan lebih mudah merebutnya jika gw celaka, tapi ini kenapa malah memberi pertolongan? Pusing juga kalo mikirin hal kek gini, Gan..
“Aku minta izin untuk pergi ke suatu tempat, Kang Mas.. Lagipula, ada saudara mu yang baru saja tiba di depan rumah.. Jika kau perlu bantuan, panggil saja nama ku atau Bayu Barata” Ucap Sekar sambil memandang keluar dari jendela kamar gw yang terbuka lebar..
Gw segera bangkit dan berjalan menuju pintu kamar.. Gw sempat menoleh ke arah Sekar yang sudah tak lagi nampak sosoknya, lalu kembali berjalan keluar menuju teras.. Sebuah senyuman tersungging di wajah gw, saat melihat Ridho keluar dari dalam mobil.. Rasanya sudah lama sekali gw tidak melihat sosok salah satu saudara gw itu..
“Tumben lu, Bree..” Sapa gw, sambil menyongsong dirinya yang juga tersenyum..
“Ga usah basa-basi, Bree.. Ikut gw sekarang juga nemuin Anggie” Kata Ridho yang membuat gw membesarkan kedua mata..
“Aku ga bisa kasih jawabannya sekarang, Mam” Ucap Ayu dengan wajah tertunduk, sekaligus membuyarkan sosok Anggie yang sempat menggantikan wajahnya..
“Eeh, apaan, Yu?” Tanya gw sambil menarik tangan kembali..
“Aku ga bisa jawab sekarang.. Kasih aku waktu buat berfikir, yah.. Tapi, beneran aku ga nyangka banget kamu nembaknya tiba-tiba gitu” Ucapan Ayu membuat gw tersentak tak mampu berbicara..
“Shit! Gw barusan nembak Ayu?” Tanya gw dalam hati, begitu tahu bahwa barusan gw telah mengucapkan sesuatu diluar kesadaran..
“Mam, koq bengong lagi?” Tanya Ayu yang seketika membuyarkan lamunan gw..
“Kamu ga lagi ngerjain aku kan?” Tanya gadis itu kembali, kali ini sambil memandang dengan tatapan menyelidik..
“Ehh, ga lah.. Gw ga main-main, Yu.. Gw tadi bengong masih ga percaya kita lulus test” Jawab gw sengaja mengalihkan pembicaraan..
“Tapi kamu ga apa-apa kalo aku minta waktu buat jawab?”
“Iya, Ayu anaknya Pak Sugi.. Gw ga apa-apa koq.. Santai aja” Sahut gw sambil menepuk pipi kanan gadis itu..
Ayu tersenyum manis dan menarik telapak tangan gw yang masih ada di pipinya.. Perlahan, gadis itu mengecup punggung telapak tangan gw dengan lembut.. Lagi-lagi, wajah Anggie yang terlihat muncul menggantikan Ayu.. Dengan cepat, gw kepalkan telapak tangan kiri, berusaha mengusir wajah Anggie dan meyakinkan diri bahwa Ayu lah yang sedang mencium tangan gw saat ini..
Tiba-tiba, Hp Ayu yang ada di dalam tas nya berdering.. Ayu melempar pandangan ke arah gadgetnya dan melepas pegangan di tangan gw.. Gw sendiri merasa lega, karena bisa melewati masa janggal itu.. Sebatang rokok gw nyalakan dengan benak masih dihantui wajah Anggie.. Sementara, Ayu berdiri dan menerima telpon yang entah berasal dari siapa..
“Brengsek banget dah! Kenapa gw malah kepikiran dia terus.. Apa gw harus nemuin Anggie nanti siang yah? Biar semua jelas dan gw bisa lanjutin hubungan tanpa sengaja dengan Ayu” Pikir gw dalam benak..
“Aku balik dulu yah.. Abi telpon barusan, Mam” Ucap Ayu yang kembali menyadarkan gw dari lamunan..
Gw mengangguk lalu berdiri setelah meletakkan rokok yang sudah terbakar, di atas asbak.. Ayu kemudian masuk ke dalam rumah entah untuk apa.. Tapi, setelah gw mendengar suara tawa dua Ayu pecah di dalam, gw baru faham maksud gadis itu yang sedang bercanda sekaligus pamit ke adik perempuan gw, Ayu..
Dua sosok Ayu nampak berjalan menuju ke arah pintu.. Ayu yang satu nampak tersenyum konyol sambil memegangi tangan Ayu yang dewasa.. Gw tersenyum melihat mereka berdua yang nampak jauh berbeda meski bernama panggilan sama..
Setelah berada di teras, Ayu yang dewasa meraih tangan kanan gw dengan hati-hati sekali.. Mungkin dia takut gw akan merasa kesakitan jika luka gw tersentuh.. Perlahan, Ayu mencium lagi punggung tangan kanan gw dengan lembut, lalu mendekatkan wajah nya ke wajah gw..
“Aku janji kasih jawaban ke kamu, besok” Bisik Ayu di telinga kanan..
Gw tersenyum kecut mendengar bisikan gadis itu dan hanya memberi balasan dengan anggukan kepala.. Kemudian, Ayu mendekati adik gw dan membelai rambutnya..
“Kakak pulang dulu yah, Dek.. Besok kakak kesini lagi” Kata Ayu ke adik gw yang bernama sama dengannya..
“Iya, Kak.. Jangan lupa besok bawain pesenan aku yah” Jawab Ayu kecil yang membuat gw meliriknya dengan penuh tanda tanya..
“Beres! Kakak pasti bawain” Kata Ayu sebelum masuk ke dalam mobilnya..
“Kamu minta apaan, Dek? Jangan bikin malu, minta sama orang lain.. Minta ke abang kan bisa” Tanya gw sambil melambaikan tangan kearah Ayu yang sudah menjalankan mobilnya keluar dari halaman..
Bukannya menjawab, adik gw yang baru menginjak masa remaja itu malah ngeloyor masuk ke dalam.. Dengan cepat, gw tarik rambutnya dan membuat Ayu seketika berhenti sambil berteriak..
“Kamu minta apaan ke Kak Ayu?” Tanya gw lagi, kali ini dengan disertai tatapan mengintimidasi..
Ayu nampak terdiam sambil menundukkan kepala, tak lama kemudian mulai terdengar suara tangis gadis kecil itu.. Gw seketika merasa bersalah dan hendak membelai kepalanya dengan lembut, sekaligus berniat meminta maaf..
“Abang kepo! WEEE..”
Kedua mata gw terbelalak melihat Ayu menjulurkan lidah, lalu berlari sangat cepat ke dalam rumah..
“Kampret! Gw dikerjain ade sendiri” Keluh gw sambil menggaruk-garuk kepala melihat ulah adik gw, Ayu..
Sambil menahan dongkol, gw masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju kamar.. Disana, gw melihat Sekar masih saja termenung, seraya memainkan rambut panjangnya.. Terus saja, Jin cantik itu menatap kosong ke arah jendela, sembari duduk di atas meja belajar..
Gw melirik Jin Penjaga itu dengan seksama.. Seingat gw, semenjak bertemunya Sekar dengan Nyi Mas Galuh Pandita, sikap nya sedikit berubah.. Terlalu pendiam bagi Jin yang terkadang berbuat usil.. Sepertinya ada sesuatu yang sengaja ia pendam dalam hati..
“Sekar, kau kenapa murung? Bukankah seharusnya kau senang bisa bertemu dengan Ibu nya Jagat Tirta?” Tanya gw dengan suara cukup terdengar keras..
Sekar menoleh sesaat ke arah gw, lalu melayang mendekat dan duduk membelakangi gw, dengan wajah tertunduk.. Gw yang melihat tingkahnya, hanya bisa menduga-duga saja apa yang sedang ia pikirkan..
“Sejak bertemu Nyi Mas Galuh Pandita, kau terlihat seperti kehilangan semangat.. Apa yang sedang kau risaukan, Sekar? Ceritakan kepada ku, barangkali aku bisa membantu mencari jalan keluar” Kata gw lagi sambil duduk bersandar di atas kepala tempat tidur..
Tetap saja, Sekar tak mau membuka mulut dan hanya menatap kosong ke satu titik di dalam kamar.. Entah itu menatap ke arah poster, atau ke celah retakan yang ada di dinding kamar.. Melihatnya seperti itu, semakin membuat gw bertanya-tanya..
Perlahan, gw menggeser posisi duduk hingga berada di sebelahnya.. Pandangan mata gw berusaha mencari satu titik sama, yang sedang diperhatikan Sekar.. Suara tarikan nafas Jin Penjaga gw itu, terdengar berat dan dikeluarkannya sedikit demi sedikit..
“Aku memikirkan Nyi Mas Galuh Pandita, Kang Mas” Ucap Sekar yang masih menatap kosong ke depan, lalu menoleh ke arah gw..
“Tidak kah kau merasa ada yang aneh padanya? Maksud ku, bagaimana mungkin dia tidak mengenali wajah mu sejak semula.. Bukan kah antara kau, suami ku dan Bayu Ambar mempunyai paras yang sama? Sedangkan selama dirinya menjalani hukuman, Bayu Ambar selalu menemaninya” Ucap Sekar Kencana yang membuat gw diam tertegun..
Dalam hati, gw membenarkan apa yang selama ini membuat Jin Penjaga gw itu nampak risau.. Seharusnya, Nyi Mas Galuh Pandita memang mengenali wajah gw sejak semula.. Bahkan, beliau sendiri yang mengatakan bahwa sudah sempat menolong gw satu kali dan yang kedua saat gw terkena racun sialan milik Dewi Arum Kesuma.. Tapi, segala penjelasan beliau, semua terdengar masuk akal di benak gw.. Bukan itu saja, beliau beberapa kali menitikkan airmata begitu bertemu muka kembali dengan Ki Suta..
“Kesaktian sosok yang mengaku sebagai Ibu Mertua ku, sangat tinggi melampaui diri ku, Kang Mas.. Dia juga menguasai Ajian Malih Sukma Raga ditingkat paling sempurna, sama seperti Nyi Kembang Wengi yang mati ditangan Bayu Ambar.. Yang aku takutkan adalah, bahwa beliau bukan sosok asli Nyi Mas Galuh Pandita, Kang Mas.. Tapi hanya Jin jahat lain yang mencoba mengelabui kita..” Lagi-lagi, ucapan Sekar membuat gw tertegun..
“Lalu, langkah apa yang seharusnya kita ambil, Sekar?” Tanya gw meminta pendapatnya..
Sekar sekali lagi menatap kosong ke satu titik yang ada di hadapannya.. Satu tarikan nafas ia ambil dalam-dalam dan dikeluarkan dengan perlahan..
“Entahlah, Kang Mas.. Aku hanya berharap bahwa dugaan ku selama ini salah.. Dan sosok itu adalah benar sosok asli Ibunda suamiku.. Lagipula, tetap saja tidak ada satu pun cara yang bisa aku lakukan untuk mengetahui kebenaran, karena Ilmu ku berada jauh dibawahnya..” Kata Sekar Kencana, kemudian dia berdiri dan melayang kembali menuju jendela kamar gw..
Gw terdiam membenarkan ucapan Sekar kembali.. Dirinya memang tidak mempunyai kuasa untuk mencari kebenaran.. Jika sosok Nyi Mas Galuh Pandita itu ternyata bukan yang asli, ia mengaku menguasai Ilmu Malih Sukma Raga, sehingga tak satu pun Jin yang bisa mengetahui sosok dan aura sebenarnya dibalik raga Nyi Mas Galuh pandita..
Tapi, jika Nyi Mas Galuh Pandita merupakan jelmaan Jin golongan hitam, mengapa ia rela menolong gw dua kali dan apa maksudnya? Seandainya ia mengincar Kitab Langit Bagian Matahari yang ada di telapak tangan gw, bukan kah akan lebih mudah merebutnya jika gw celaka, tapi ini kenapa malah memberi pertolongan? Pusing juga kalo mikirin hal kek gini, Gan..
“Aku minta izin untuk pergi ke suatu tempat, Kang Mas.. Lagipula, ada saudara mu yang baru saja tiba di depan rumah.. Jika kau perlu bantuan, panggil saja nama ku atau Bayu Barata” Ucap Sekar sambil memandang keluar dari jendela kamar gw yang terbuka lebar..
Gw segera bangkit dan berjalan menuju pintu kamar.. Gw sempat menoleh ke arah Sekar yang sudah tak lagi nampak sosoknya, lalu kembali berjalan keluar menuju teras.. Sebuah senyuman tersungging di wajah gw, saat melihat Ridho keluar dari dalam mobil.. Rasanya sudah lama sekali gw tidak melihat sosok salah satu saudara gw itu..
“Tumben lu, Bree..” Sapa gw, sambil menyongsong dirinya yang juga tersenyum..
“Ga usah basa-basi, Bree.. Ikut gw sekarang juga nemuin Anggie” Kata Ridho yang membuat gw membesarkan kedua mata..
dodolgarut134 dan 17 lainnya memberi reputasi
16