Kaskus

Story

juraganpengkiAvatar border
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..

Prolog

Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..

Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)

SIDE STORIES

Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
uang500ratusAvatar border
devanpancaAvatar border
iskrimAvatar border
iskrim dan 132 lainnya memberi reputasi
127
2.1M
8K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
juraganpengkiAvatar border
TS
juraganpengki
#1967

Terkuaknya Kebenaran...

Gw yang melihat Sekar mulai bangkit, segera berjalan sedikit cepat ke arahnya.. Sekar yang juga menatap dengan kedua mata berkaca-kaca, langsung melayang menyambut kedatangan gw.. Tanpa malu-malu, Sekar memeluk tubuh gw dengan sangat erat sambil menangis terisak..

“Aku bahagia kau bisa selamat dari racun, Kang Mas” Ucap Sekar, seraya menatap wajah gw setelah melepas pelukannya..

“Alhamdulillah, Nyi Mas Galuh Pandita menyelamatkan ku, Sekar.. Beliau pula yang menyelamatkan mu dengan Selendang Biru miliknya” Jawab gw sambil tersenyum dan memegang bahu Jin Penjaga gw itu..

Sekar yang mendengar gw menyebutkan sebuah nama asing, langsung menoleh ke arah Ki Suta dan seorang Jin cantik yang nampak sebaya dengannya.. Kedua mata Sekar yang masih terlihat basah, langsung diseka dengan jari tangan kanan.. Kemudian, seulas senyuman manis tersungging dari wajahnya..

“Kita harus mengucapkan terima kasih kepada beliu, Kang Mas” Ucap Sekar seraya mengajak gw untuk mendekati Ki Suta dan Nyi Mas Galuh Pandita..

“Tunggu!!!” Tiba-tiba, teriakan Raden Jaka Wastra terdengar lantang setengah membentak kami..

Gw dan Sekar seketika menoleh ke arah dua Jin utusan Kerajaan Laut Utara, yang nampak sudah berdiri tegap, masih menghunus kedua pedang saktinya.. Untuk sesaat, Sekar terlihat kembali menatap mereka dengan sorot mata tajam.. Lalu, berniat melangkah maju.. Namun, langkah Sekar harus terhenti, saat tangan kanan gw memegang bahu nya.. Sambil tersenyum dan menggelengkan kepala, gw menatap Sekar untuk memberi isyarat, agar jangan lagi melanjutkan pertarungan..

“Aku tak menduga kau berhasil selamat dari Racun kami.. Tapi, hal itu lebih baik, karena kami bisa membawa sukma dan raga mu sebagai seorang tahanan” Ucap Senopati Kerajaan Laut Utara..

Sekar yang mendengar hal tersebut, nampak semakin kesal.. Tapi, mendadak dari arah samping, Ki Suta dan Nyi Mas Galuh Ambar melayang ke arah gw dan Sekar.. Sebuah senyumah tersunggih dari wajah bijak Kakek Moyang gw itu, sambil berjalan maju ke depan..

“Sahabat ku, Senopati Jaka Wastra.. Maaf jika kedatangan ku mengundang tanya di hati mu.. Tapi, jika aku boleh bertanya, masalah apa kiranya hingga membuat mu hendak membawa cucuku sebagai tahanan?” Ucap Ki Suta dengan nada suara lembut..

Gw sempat melirik ke arah Nyi Mas Galuh Pandita, yang sedang memperhatikan gw dari kepala hingga ujung kaki, setelah mendengar ucapan Ki Suta.. Gw hanya tersenyum kecut melihat tatapan penuh arti dari Jin cantik tersebut, lalu Nyi Mas Galuh Pandita melemparkan kembali pandangannya yang mulai berkaca-kaca, ke arah Ki Suta dan Raden Jaka Wastra..

“Ki Suta.. Aku mendapat tugas untuk menahan cucu mu dari Kanjeng Ratu Laut Utara.. Cucumu telah melepaskan salah satu tahanan kerajaan kami dengan cara mengelabui Penjaga Gerbang Kerajaan Laut Utara” Jawab Senopati Jaka Wastra dengan suara tegas..

Sementara, sosok Dewi Arum Kesuma terlihat masih menatap tajam ke arah gw dan Sekar.. Gw yakin, dalam hati Jin Penjaga Gerbang Kerajaan Laut Utara itu, pasti dipenuhi dendam..

Ki Suta untuk sesaat, mengusap-usap jenggot panjangnya yang memutih.. Nampak dahi Kakek Moyang gw itu berkerut, pertanda sedang memikirkan sesuatu.. Lalu pandangannya terlempar ke arah gw dengan tatapan menyelidik.. Gw sendiri membalas tatapan Ki Suta dengan sepenuh hati..

“Apakah kau mendengar sendiri pengakuan dari mulut cucuku, Sahabat Jaka Wastra? Bagaimana kalian bisa yakin bahwa cucuku yang melakukan hal itu?” Tanya Ki Suta yang membuat Raden Jaka Wastra menoleh ke arah Dewi Arum Kesuma..

Untuk sesaat, Jin Penjaga Gerbang Kerajaan Laut Utara membalas tatapan Senopatinya, disusul anggukan kepala satu kali.. Kemudian, Dewi Arum Kesuma melangkah maju masih dengan menggenggam Trisula Perak..

“Kanjeng Ratu Junjungan kami, menerawang pemuda itu sedang berkumpul bersama sahabatnya untuk merayakan kebebasan tahanan kami, dengan Cermin Pusaka milik Kerajaan Laut Utara.. Jika itu hanya Jin yang mencoba menyamar, niscaya sosok aslinya akan langsung terlihat di benda keramat itu?” Ucap Dewi Arum Kesuma sambil menunjukkan tangan kirinya ke arah gw..

“Tunggu! Aku bisa memberi sedikit petunjuk, agar pemuda itu terlepas dari semua tuduhan” Ucap Nyi Mas Galuh Pandita yang melayang ke depan dan berdiri dua tombak di hadapan Dewi Arum Kesuma..

Sejenak, wajah Jin Penjaga Gerbang Kerajaan Laut Utara, menatap sinis ke sosok jin cantik yang ada di hadapannya..

“Siapa kau? Tidak sepatutnya kau mencampuri urusan kami” Tanya Dewi Arum Kesuma dengan suara sedikit tinggi..

“Aku Nyi Mas Galuh Pandita, puteri bungsu Penguasa Gaib Tanah Pasundan, sekaligus istri Suta Dewa, atau yang kalian panggil dengan nama Ki Suta.. Aku lah Ibu dari Jagat Tirta dan Bayu Ambar, yang sempat membuat kalian semua kelimpungan beberapa waktu lalu” Ucap Nyi Mas Galuh Pandita dengan suara lembut namun tetap tegas..

Seketika, kedua pasang mata Dewi Arum Kesuma dan Raden Jaka Wastra, terbelalak karena kaget mendengar penuturan sosok wanita cantik, yang wajahnya sama sekali tidak menyiratkan wajah seorang Nenek Tua..

Pandangan mata gw melirik ke arah Sekar, yang nampak jauh lebih terkejut dibanding semua sosok yang ada disini.. Kedua mata Jin Penjaga gw itu terlihat membesar dengan mulut terbuka.. Lalu, melempar pandangan ke arah gw..

“Sosok itu, ibu mertua ku?” Tanya Sekar dengan wajah masih tercengang..

Gw hanya menyunggingkan senyuman untuk menjawab pertanyaan Sekar, lalu kembali melempar pandangan ke arah depan..

“Aku bersama Ayah dan satu sosok kerabat ku yang lain, dikaruniai keistimewaan untuk bisa terus terlihat muda tanpa Ajian apapun.. Sama seperti halnya sesuatu yang akan aku tunjukkan ke kalian berdua” Kata Nyi Mas Galuh Pandita sambil tersenyum kecil..

Dari arah depan, sosok Nyi Mas Galuh Pandita tiba-tiba menjelma menjadi Dewi Arum Kesuma, sama persis hingga ke pakaian yang dikenakan.. Bahkan, Trisula Perak yang di pegang sosok asli Jin Penjaga Gerbang Kerajaan Laut Utara itu, juga sama persis dengan senjata yang ada di genggaman tangan Nyi Mas Galuh Pandita.. Semua mata menatap ke arah sosok palsu jelmaan Nenek Moyang gw itu.. Sementara, wajah Dewi Arum Kesuma terlihat menyunggingkan senyum meremehkan..

“Hampir semua Jin bisa melakukan hal itu.. Tapi maaf, aku sama sekali tidak terkesan” Ucap Dewi Arum Kesuma yang asli, masih dengan menyunggingkan senyuman sinis..

“Aku tantang semua yang ada disini, untuk mencari siapa sosok yang asli dari kami berdua” Kata sosok jelmaan Nyi Mas Galuh Pandita..

Belum sedetik ia berucap, tiba-tiba, sosok palsu Dewi Arum Kesuma jelmaan Nyi Mas Galuh Pandita, memukulkan telapak tangannya ke atas tanah.. Seketika, asap tebal keluar dari celah Bumi, dan langsung mengerumuni kedua sosok tersebut.. Sekar yang melihat hal aneh terjadi, menarik tangan gw untuk melangkah mundur dua tombak ke belakang..

Raden Jaka Wastra yang sempat terkejut, hendak menerobos masuk ke dalam kepulan asap putih nan tebal, untuk menyelamatkan rekannya.. Namun, secepat kilat, langkah Senopati Kerajaan Laut Utara itu terhenti oleh sosok Ki Suta yang tahu-tahu sudah berada di hadapan..

Dari dalam kepulan asap putih, terdengar suara jeritan dan omelan Dewi Arum Kesuma.. Disusul suara dua orang sedang berkelahi dengan dua senjata tajamnya, yang saling berdentang saat berbenturan.. Mendadak..

BUG!!

Suara tendangan terdengar dari dalam asap putih, bersamaan dengan terlemparnya sosok Dewi Arum Kesuma keluar menembus asap.. Melihat rekannya terjatuh, Raden Jaka Wastra segera menolong dan membantu sosok berpakaian kuning itu untuk bangkit..

“Jangan bantu dia, Senopati.. Dia hanya wujud jelmaan istrinya Ki Suta” Bentak sosok Dewi Arum Kesuma kedua, yang melompat keluar dari dalam kepulan asap putih nan tebal..

“Tidak! Aku lah rekan mu yang asli, Tuan Senopati.. Dia lah sosok jelmaan itu” Sambar Dewi Arum Kesuma yang baru saja dibantu Raden Jaka Wastra untuk bangkit..

“DIAM!!!” Ucap Raden Jaka Wastra dengan nada tinggi, membentak dua sosok Dewi Arum Kesuma, yang masing-masing masih mengakui keasliannya..

Sontak, kedua bak pinang di belah dua itu berhenti dengan wajah terlihat sama-sama sebal.. Gw yang melihat mereka pun, sama sekali tidak melihat ada nya perbedaan.. Baik itu dari rupa, pakaian, suara bahkan tingkah laku kedua Jin cantik itu, semuanya nampak sama..

“Seperti tantangan istri ku tadi, kau harus bisa menemukan mana sosok yang asli dari dua Jin Penjaga Gerbang Kerajaan Laut Utara, Senopati Jaka Wastra” Ucap Ki Suta yang disambut dengan anggukan kepala Jin yang ia tuju..

Perlahan, Raden Jaka Wastra terlihat mencermati dua sosok berupa sama yang ada dihadapannya.. Lalu, Jin dengan bentuk seorang laki-laki gagah bersenjatakan Pedang Perak itu, mengusap kedua mata nya dengan dua jari telunjuk dan jari tengah di tangan kiri..

Untuk beberapa saat, Raden Jaka Wastra kembali mencermati kedua sosok Dewi Arum Kesuma, dengan memandangi mereka dari ujung rambut sampai kaki.. Sebuah gelengan kepala sempat dilakukan Senopati Kerajaan Laut Utara..

Awalnya, gw merasa yakin jika Raden Jaka Wastra, bisa langsung mengenali mana sosok yang asli dari dua wujud Dewi Arum Kesuma yang ada di hadapannya.. Tapi, melihat Senopati Kerajaan Laut Utara itu menggelengkan kepala, gw mulai mengakui kehebatan Nyi Mas Galuh Pandita..

“Aku menyerah.. Entah Ajian apa yang kau gunakan untuk mengelabui ku, Nyi Mas Galuh Pandita.. Aku sama sekali tidak mengetahui yang mana sosok asli Dewi Arum Kesuma.. Padahal, aku sudah menggunakan Ilmu Wujud Batin, untuk melihat dan merasakan aura asli sahabatku” Ucap Raden Jaka Wastra, setelah mengusap kedua matanya kembali..
Mendengar pengakuan Raden Jaka Wastra, gw melihat salah satu sosok Dewi Arum Kesuma yang barusan terlempar keluar dari dalam asap tebal, menyentuh titik tengah diantara kedua alis matanya dengan ujung jempol terbalik, dan seketika berubah kembali ke wujud Nyi Mas Galuh Pandita..

“Aku menguasai Ilmu Malih Sukma Raga di tingkat paling sempurna.. Kalian lihat sendiri, bagaimana aku mengelabui kalian semua dengan Ilmu itu.. Karena Ajian Malih Sukma Raga bukan hanya mengalihkan bentuk seluruh raga, namun menghilangkan juga aura asli osok yang menggunakannya.. Setahuku, ada tiga sosok yang mengusai ilmu ini ditingkat paling tinggi.. Nyi Kembang Wengi, aku sendiri dan Jin Jahat bernama Rambe Lantak” Jelas Nyi Galuh Pandita yang membuat gw teringat akan sosok Nyi Kembang Wengi..

“Lalu, apa hubungan Ajian mu dengan kejahatan yang dilakukan pemuda itu?” Tanya Dewi Arum Kesuma dengan wajah masih terlihat sinis..

Sejenak, Jin yang merupakan ibunda nya Jagat Tirta itu mengulum senyuman meremehkan, ke arah Dewi Arum Kesuma..

“Paras mu cantik.. Namun otak mu sedikit tumpul karena tertutupi kabut dendam, Cah Ayu.. Kau tahu, bisa saja salah satu Jin yang aku sebutkan tadi, sengaja menyamar menjadi pemuda itu, yang merupakan keturunan Penguasa Gaib Tanah Pasundan.. Lalu, membebaskan tahanan kerajaan kalian, dengan maksud mengadu domba dua kerajaan Gaib di darat dan laut wilayah Pasundan” Ucap Nyi Mas Galuh Pandita dan membuat wajah lawan bicaranya bertambah sebal..

Baru saja Dewi Arum Kesuma ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba, sesosok jin wanita berpakaian hitam dengan menggenggam Trisula berwarna sama, muncul di sebelah Raden Jaka Wastra.. Dari ciri pakaian dan mahkota kecil yang terselip di atas kepalanya yang sama dengan milik Dewi Arum Kesuma, gw dapat mengetahui bahwa Jin itu merupakan utusan lain dari Kerajaan Laut Utara..

“Ada apa kau menghadap ku, Dewi Pramesti Ayu?” Tanya Senopati Jaka Wastra ke arah Jin berpakaian hitam, yang nampak meletakkan sebelah telapak tangan kirinya di dada dengan kepala tertunduk hormat..

“Maaf, Tuan Senopati.. Aku diutus Kanjeng Ratu untuk memberitahukan, bahwa pemuda yang kalian harus bawa ternyata tidak bersalah.. Kanjeng Ratu sudah mengetahui kebenaran nya dari Penguasa Gaib Tanah Pasundan..” Ucap Jin wanita yang dipanggil dengan nama Dewi Pramesti Ayu..

Semua sosok yang ada di tempat ini membelalakkan kedua mata masing-masing.. Kecuali gw, yang malah mengulum senyuman senang, karena telah terbebas dari segala tuduhan..

“Bagaimana mungkin, Dinda Dewi Pramesti Ayu? Kanjeng Ratu sendiri yang menunjukkan kepada kami lewat Cermin pusaka miliknya” Tanya Dewi Arum Kesuma, yang masih kelihatan tidaka percaya akan kabar yang dibawa saudarinya barusan..

“Maaf, Dinda Arum Kesuma.. Kau bisa tanyakan sendiri soal tersebut langsung kepada Kanjeng Ratu di istana.. Sekarang, tugas mu dan Tuan Senopati adalah membawa paksa tahanan, kembali ke penjara Kerajaan ” Jawab Dewi Pramesti Ayu sambil tersenyum..

Untuk sesaat, gw sempat melihat Dewi Arum Kesuma melirik sendu ke arah gw, dengan wajah di penuhi gurat penyesalan.. Pandangan gw juga melihat wajah Raden Jaka Wastra yang nampak memerah menahan malu..

“Baiklah! Aku pamit mundur.. Pesan Kanjeng Ratu, kalian harus secepatnya melaksanakan perintah” Kata Dewi Pramesti Ayu, yang sesaat kemudian menghilang dari pandangan..

Baik Raden Jaka Wastra dan Dewi Arum Kesuma terlihat saling berpandangan untuk beberapa waktu.. Kemudian, kedua sosok itu nampak melayang mendekat ke arah kami..

“Aku, atas nama utusan Kerajaan Laut Utara, memohon maaf atas segala kesalahfahaman yang telah terjadi antara kita.. Terutama kepada Sekar Kencana dan kau, Anak Muda.. Tidak pernah kusangka sebelumnya, bahwa ada sosok jahat yang berusaha memecah belah persahabatan kita” Ucap Raden Jaka Wastra yang terdengar sangat tulus..

Gw hanya bisa mengulum kembali senyuman dan menganggukan kepala untuk membalas permintaan maaf Senopati itu.. Pandangan mata gw melirik lagi ke arah Dewi Arum Kesuma yang terus menundukkan kepalanya, seperti seseorang yang sedang menjadi terdakwa..

Sementara, Sekar malah membuang muka sambil melipat kedua tangan di dada nya yang besar.. Jelas sekali dari wajah Jin Penjaga gw itu, masih tersirat raut kekesalan ke dua utusan Kerajaan Laut Utara..

“Sudahlah, Tuan Senopati.. Kesalahan itu sudah menjadi sifat alami mahluk lemah seperti kita dan manusia.. Aku yakin, cucuku pun akan mau meaafkan kalian dengan ikhlas.. Benarkan, Cah Bagus?”

Mendengar pertanyaan Ki Suta, gw yang masih melirik ke arah Dewi Arum Kesuma, seketika tergagap dan menggaruk-garuk kepala yang tidak terasa gatal.. Namun, melihat Ki Suta menajamkan kedua matanya, sambil menyunggingkan senyuman konyol, gw menurunkan tangan dari belakang kepala, dan mulai memandangi wajah Raden Jaka Wastra penuh keseriusan..

“I..Iya, Eyang.. Maksud ku Tuan Senopati.. Aku telah memaafkan.. Lagipula, kalian berdua adalah sahabatku.. Anggap lah masalah ini tidak pernah terjadi, Tuan Senopati” Jawab gw yang juga terdengar tulus..
“Dan kau, Sekar Kencana.. Aku yakin kau juga sudah memaafkan dua utusan Kerajaan Laut Utara, bukan?” Tanya Ki Suta ke arah Sekar yang masih membuang muka..

Mendengar pertanyaan dari Ki Suta dengan diiringi sorot mata Kakek Tua bergamis putih, yang sama tajam nya saat memandang gw barusan, Sekar terlihat menurunkan lipatan dua tangan di dada.. Lalu, menarik nafasnya dalam-dalam dan dikeluarkan secara perlahan..

“Baiklah, karena pemuda yang ku jaga telah selamat dari racun jahat, aku maafkan kalian.. Meski masih penasaran akan kehebatan dua utusan Kerajaan Laut Utara dalam bertarung” Jawab Sekar yang masih saja tidak bisa menyembunyikan raut kekesalannya..

Dewi Arum Kesuma nampak mengangkat wajahnya dan melirik ke arah Sekar, setelah Jin Penjaga gw itu menyinggung soal racun jahat yang hampir saja merenggut nyawa gw..

“Baiklah, kami pamit untuk segera melaksanakan tugas dari Kanjeng Ratu Penguasa Laut Utara.. Sekali lagi, kami meminta maaf atas segalanya” Kata Raden Jaka Wastra sambil mengacungkan dua tangan ke depan dada nya yang bidang..

Ki Suta dan Nyi Mas Galuh Pandita nampak membalas salam perpisahan dari Senopati Jaka Wastra dengan hangat.. Berbeda dengan Sekar yang hanya terdiam dan melemparkan kembali pandangannya ke arah lain.. Sementara, Dewi Arum Kesuma mulai mengangkat kepala nya dan memandangi gw dengan kedua mata berkaca-kaca..

“Kakang, Maaf kan diriku.. Suatu saat, aku akan menebus segala kesalahan yang aku perbuat.. Dan aku bersumpah tidak akan mengampuni Jin yang telah membuat ku memusuhi mu.. Aku bersumpah, Kakang” Ucap Dewi Arum Kesuma dalam batin gw, dengan diiringi dua airmata yang jatuh menetes di pipinya...

Setelah kepergian dua utusan Kerajaan Laut Utara, Nyi Mas Galuh Pandita langsung memeluk tubuh gw dengan sangat erat sambil menangis.. Gw yang terkejut, hanya bisa terdiam sambil menatap Sekar dan Ki Suta dengan penuh tanda tanya..

“Pantas saja aku merasa seperti pernah melihat wajah mu, Cah Bagus.. Ternyata kau mewarisi rupa putraku Jagat Tirta” Ucap Nyi Mas Galuh Pandita dengan suara terisak sambil memegangi kedua pipi gw..
jenggalasunyi
sampeuk
dodolgarut134
dodolgarut134 dan 15 lainnya memberi reputasi
16
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.