- Beranda
- Stories from the Heart
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
...
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...
Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
adriantz dan 133 lainnya memberi reputasi
128
2.1M
8K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
juraganpengki
#1736
Manusia Cabul...
“Apa maksud ucapan mu, Sekar? Tidak mungkin Senopati Kerajaan Laut Utara menantang ku?” Tanya gw dengan suara meninggi dan seketika berdiri
“Ucapan Sekar Kencana benar adanya, Raden.. Kami berdua yang bertemu dengan Senopati Jaka Wastra, dan aku mendengar sendiri beliau menantang mu bertempur malam ini di suatu hutan” Sambar Bayu Barata yang melayang di belakang Sekar..
Gw tertegun mendengar kabar yang terasa diluar akal sehat.. Bagaimana mungkin sosok sahabat gaib, yang pernah bertempur bersama, kali ini malah berbalik menantang.. Sekali lagi, gw menatap wajah Sekar dan Bayu Barata secara bergantian.. Sama sekali tidak ada kebohongan di kedua pasang mata mereka..
“Apa yang sebenarnya sedang terjadi, Sekar? Apakah kau menanyakan alasan beliau menantang ku?” Tanya gw lagi ke Sekar Kencana..
Kembali, Jin cantik berselendang emas itu melirik Bayu Barata, lalu melemparkan pandangan nya lagi ke arah gw..
“Aku sudah bertanya, tapi Senopati Jaka Wastra enggan menjawab, dan hanya akan memberitahukan sebab nya langsung di hadapan mu, Kang Mas” Jawab Sekar dengan kedua mata tertunduk menatap lantai kamar gw..
Gw mendudukkan diri kembali di atas pinggir tempat tidur.. Kedua sikut gw tertumpu di atas ujung lutut, sementara kepalan tangan yang menyatu, menopang dagu dan mulut.. Benak gw menerawang jauh, mencoba mencari-cari alasan apa yang menyebabkan Senopati Jaka Wastra berniat mengajak adu kekuatan..
“Aku yakin ini pasti hanya salah faham saja, Sekar.. Atau, hanya sekedar guyonan beliau saja, agar aku datang menemuinya setelah sekian lama tak bersua.. Aku harap dua kemungkinan yang aku sebutkan, akan menjadi nyata salah satunya” Ucap gw sambil melirik ke arah Sekar dan Bayu Barata..
Setelah mendengar kabar dari kedua Jin Penjaga, konsentrasi gw mendadak buyar.. Sering kali gw melirik ke arah jam tangan atau jam dinding di kamar, yang terus berdetak.. Seiring benak gw yang selalu terbayang, akan ucapan Sekar tentang tantangan bertarung Raden Jaka Wastra..
Selepas Shalat Maghrib, gw segera berpamitan pada Ibu dengan alasan ingin menginap di rumah Bimo.. Beliau memberi izin dan sempat menanyakan dengan apa gw akan pergi ke rumah Bimo.. Gw jawab, Bimo sendiri yang akan menjemput..
Setelah berpamitan ke Ibu, gw segera keluar menuju teras dan terus berjalan menuju pagar rumah, bersama Sekar yang melayang di belakang.. Sementara, Bayu Barata nampak sedang berdiri di atas atap rumah, karena gw memintanya untuk tetap tinggal guna menjaga Ibu dan Ayu.. Permintaan gw ke Bayu Barata, hanya untuk berjaga-jaga saja, khawatir ada pihak yang memanfaatkan kepergian gw dari rumah
Gw sengaja berjalan menuju kebun pisang milik Pak Zarkasih, tetangga rumah yang berprofesi sebagai guru.. Perginya gw kesana, tak lain ingin mencari lokasi yang gelap dan sepi..
“Disini saja, Sekar.. Lekas bawa aku menemui Panglima Kerajaan Laut Utara” Pinta gw ke Sekar, saat sudah masuk ke tengah perkebunan pisang, dan langsung di balas dengan anggukan kepalanya..
Gw segera memejamkan kedua mata, saat jari lentik di tangan Sekar memegang bahu.. Perlahan, gw merasa raga ini tersedot suatu kekuatan dari atas langit.. Dan sesaat kemudian, gw sudah merasakan hembusan angin dingin cukup kuat menerpa tubuh..
“Kita sudah tiba, Kang Mas” Ucap Sekar yang membuat gw membuka kedua mata secara perlahan..
Pandangan gw langsung tertuju ke arah depan, dimana dua sosok nampak sedang berdiri sepuluh tombak dihadapan.. Sosok seorang laki-laki dan seorang gadis cantik yang sama-sama mengenakan pakaian khas kerajaan, terlihat menatap ke arah kami dengan sorot mata tajam.. Gw sempat melempar senyum ke arah Dewi Arum Kesuma, yang berdiri di samping Raden Jaka Wastra.. Akan tetapi, senyuman gw malah dibalas dengan ludah yang terbuang dari mulutnya..
Gw sempat tercengang melihat reaksi Dewi Arum Kesuma.. Jelas sekali sorot kebencian terpancar dari sepasang bola mata bening, milik Jin Penjaga Gerbang Kerajaan Laut Utara itu.. Perlahan, gw menarik resleting jaket ke atas, untuk mengurangi rasa dingin dari sapuan angin malam, lalu mulai melangkahkan kedua kaki ke depan..
“Tetap disana, wahai anak manusia.. Aku tidak ingin melihat wajah mu yang dipenuhi kepalsuan, dari jarak dekat” Ucap Raden Jaka Wastra yang membuat gw langsung menghentikan langkah..
Gw sempat tercekat mendengar ucapan raden Jaka Wastra.. Kepala gw perlahan menoleh ke arah Sekar yang sedang melayang di samping.. Jin Penjaga gw itu membalas tatapan gw dengan senyuman, lalu melemparkan pandangan kembali ke arah dua sosok gaib dari Kerajaan Laut Utara..
“Sepertinya, kau harus bersiap, Kang Mas.. Dari nada Senopati itu, tersirat amarah yang sengaja di pendamnya” Ucap Sekar..
“Aku akan mencoba berbicara baik-baik dengan mereka, Sekar.. Aku yakin ini hanya kesalahfahaman saja.. Aku minta, kau tetap disini” Jawab gw yang membuat Sekar mengerutkan dahi pertanda bingung..
Dari wajahnya, gw tahu Sekar tidak setuju mendengar permintaan gw.. Tapi, saat melihat sebuah senyuman tersungging di wajah gw, Jin cantik itu langsung menganggukan kepala..
“Baiklah, Kang Mas.. Aku menuruti ucapan mu.. Tapi, aku tidak akan mengampuni siapapun yang hendak membuatmu celaka” Kata Sekar sambil menatap nanar ke arah dua sosok gaib dari Kerajaan Laut Utara..
Sebelum kembali melangkah, gw menyempatkan diri membaca Basmallah.. Lalu mengambil nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan.. Setelah yakin, gw kembali melangkahkan kedua kaki maju ke depan..
“Maaf, Tuan Senopati Jaka Wastra.. Kesalahan apa kiranya yang telah aku perbuat, hingga membuat mu sangat marah dan menantang ku bertarung.. Sungguh, aku tidak mengerti akan apa yang sedang terjadi antara kita” Ucap gw yang mencoba membicarakan permasalahan kami secara baik-baik, sambil terus melangkahkan kedua kaki ke depan..
Bukannya jawaban lisan yang gw terima, tiba-tiba, Dewi Arum Kesuma melesat secepat kilat dengan dua kepalan tangan siap memukul.. Gw yang memang mengikuti saran Sekar dan sudah bersiap, langsung menangkis pukulan tangan kosong Jin Penjaga Gerbang Kerajaan Laut Utara itu..
TAKK!!
Suara beradunya tulang punggung lengan gw, dengan kepalan tangan kanan Dewi Arum Kesuma terdengar cukup keras.. Kedua mata gw membesar, saat merasakan nyeri ditulang punggung lengan yang barusan beradu dengan tinjuan Jin cantik itu.. Nyeri di tulang gw, menandakan bahwa Dewi Arum Kesuma sengaja mengalirkan tenaga dalam cukup tinggi di kedua kepalan tangan..
Melihat pukulannya berhasil gw tangkis, dengan cepat Dewi Arum Kesuma memutar tubuh, sambil menyiapkan sikut kanannya yang tajam untuk menyerang..
Menyadari Jin cantik itu menyerang dengan sepenuh hati, gw pun langsung menahan serangan sikut dengan telapak tangan kanan.. Lalu, secepat kilat menyambar kedua telapak tangan Dewi Arum kesuma dan menekuknya di belakang punggung dan di depan leher, hingga tubuhnya merapat langsung di raga gw..
Dengan posisi seperti memeluk Dewi Arum Kesuma dari belakang, gw terus mengunci gerakannya.. Untuk beberapa saat, gw menikmati bau harum rambutnya yang panjang, dari arah belakang.. Jin cantik Penjaga Gerbang Kerajaan Laut Utara itu, terus mencoba berontak, berusaha melepaskan diri dari kuncian gw di kedua tangannya..
“Lepaskan aku manusia cabul!” Bentak Dewi Arum Kesuma yang membuat gw tercekat mendengar makiannya..
“Apa maksud mu menyebut ku manusia cabul?” Tanya gw yang masih mengunci tubuh Dewi Arum Kesuma..
“Jangan berlagak bodoh! Kau sengaja memanfaatkan cinta ku, untuk melepaskan tahanan Kerajaan kami” Bentak Dewi Arum Kesuma yang membuat gw mengerutkan dahi karena bingung akan maksud ucapannya..
Dari arah depan, gw sempat melihat Raden Jaka Wastra hendak melesat dengan Pedang Perak yang sudah terhunus.. Namun gerakannya terhenti, saat melihat Sekar sudah menghadangnya beberapa tombak di depan..
“Jangan halangi aku, Sekar Kencana” Kata Senopati Kerajaan Laut Utara dengan suara bergetar mengandung amarah..
“Aku tidak menghalangi mu, Tuan Senopati.. Aku hanya mencoba melindungi Pemuda yang ku jaga, dari amarah kalian yang membabi buta” Jawab Sekar yang terdengar di kedua telinga gw..
Tidak mau melihat kedua sosok gaib yang sama-sama gw anggap sahabat sampai bertarung, gw mengencangkan cengkraman di kedua tangan Dewi Arum Kesuma, lalu menarik tubuh Jin cantik itu hingga makin merapat..
“Lekas bawa aku dari sini.. Kita bisa bicarakan semua secara baik-baik.. Aku tidak bersalah, Arum Kesuma.. Percayalah, padaku” Bisik gw ke belakang telinga Jin cantik Penjaga Gerbang Kerajaan Laut Utara..
Untuk sesaat, Dewi Arum Kesuma terasa mengurangi tenaganya untuk terus berontak.. Gerakannya yang semula selalu mencoba melepaskan diri dari kuncian gw pun, terasa mulai melemah, seiring deru nafasnya yang tak lagi terdengar memburu..
“Aku tidak mau melihat Sekar Kencana bertarung melawan Senopati Jaka Wastra, hanya karena mencoba melindungi ku dari tuduhan kalian, atas kejahatan yang sama sekali tidak pernah aku lakukan.. “ Ucap gw lagi di telingan Dewi Arum Kesuma..
“Aku mohon, percayalah padaku, Arum Kesuma.. Bawa aku pergi jauh dari sini.. Agar kita bisa selesaikan semua dengan kepala dingin, tanpa harus mengucurkan darah lewat pertarungan” Pinta gw dengan tulus ke Dewi Arum Kesuma..
Untuk sesaat, Jin cantik Penjaga Gerbang Kerajaan Laut Utara yang masih terkunci dengan posisi gw peluk dari balakang itu, terdengar menghela nafasnya.. Gw perlahan mengendurkan cengkraman di kedua tangan Dewi Arum Kesuma..
“Baiklah, aku terpaksa memberi mu satu kesempatan untuk menjelaskan.. Semua aku lakukan, karena tak mau melihat Jin Penjaga mu meregang nyawa di tangan Senopati kami” Ucap Dewi Arum Kesuma sambil menarik tangan kanannya dari cengkraman gw..
“Pejamkan matamu, manusia cabul! Aku tidak mau pakaian ku kotor terkena muntahan mu, jika kau tidak menutup mata saat kita berpindah tempat” Kata Jin cantik Penjaga Gerbang Kerajaan Laut Utara itu dengan nada sinis..
Dalam hati, gw sebenarnya sebal mendengar panggilan Dewi Arum Kesuma, yang menyebut gw sebagai manusia cabul.. Tapi, gw tekan rasa kesal karena ingin tahu masalah apa sebenarnya, yang membuat kedua Jin Kerajaan Laut Utara itu mendadak berbalik memusuhi gw..
sampeuk dan 14 lainnya memberi reputasi
15