- Beranda
- Stories from the Heart
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
...
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...
Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
iskrim dan 132 lainnya memberi reputasi
127
2.1M
8K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
juraganpengki
#1710
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Gw dan Ayu semakin dekat, seiring rutinitas kami yang hampir selalu bersama karena ulah Ibu.. Bahkan di kampus, tersebar gosip yang mengatakan bahwa gw sudah resmi berpacaran dengan gadis itu.. Sampai-sampai, Reinata dan Carla juga sempat menanyakan langsung ke gw, dan sengaja gw memberi jawaban IYA..
Berbeda dengan Carla yang terlihat senang mendengar jawaban gw, Reinata malah langsung pergi dengan kedua mata berkaca-kaca.. Gw sempat meminta maaf kepada Jin Penjaga nya gadis itu, dan kakek tua bergamis putih dengan senjata tongkat putihnya tersebut, hanya menganggukan kepala diiringi sebuah senyuman.. Sepertinya, Jin Penjaga nya Reinata sudah tidak mau lagi mencampuri masalah pribadi gadis yang ia jaga dengan tugasnya..
Oh iya, hari ini gw dan Ayu ikut Test masuk CPNS di sebuah kementerian yang sama.. Kami berangkat bersamaan dengan mengendarai mobil gadis itu.. Semalam, Sekar Kencana sempat menawarkan bantuannya agar gw bisa lulus test dengan mudah.. Tentu saja gw tolak mentah-mentah bantuan Sekar.. Gw bukan tipe orang yang akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.. Seperti menyogok oknum pejabat, atau memilih cara curang lainnya..
Setelah selesai mengikuti test yang membuat kepala gw cukup pening, gw dan Ayu janjian di sebuah cafe yang ada di dekat gedung tempat test tadi di selenggarakan.. Gw sengaja memilih tempat duduk diluar, agar bisa merokok untuk sekedar menghilangkan pening..
Baru saja, gw menikmati rokok dua hisapan, tiba-tiba, gw merasakan aura kuat seseorang yang sifat kekuatannya terasa aneh.. Terkadang terasa hitam, tapi sesaat kemudian berubah putih.. Kedua mata gw langsung menyisir tiap tempat dari samping kiri, kanan, atas, bawah, depan dan yang terakhir arah belakang..
Kedua mata gw menatap tajam ke sosok seorang gadis berambut pendek sebahu, yang mengenakan pakaian hitam ketat lengkap dengan kaca mata berwarna sama, sedang berjalan diantara kerumunan orang.. Sayangnya, Ajian pemberian Raden Dwipa masih belum bisa gw gunakan akibat hukuman Raja Jin.. Mau tidak mau, gw harus menggunakan Ajian Tembus Pandang, untuk mencari tahu siapa sosok gadis berkekuatan aneh tersebut..
Sayangnya, gadis misterius itu ternyata mampu membendung Ajian Tembus Pandang milik gw, dengan kekuatannya.. Otomatis, gw tidak bisa melihat wajah gadis tersebut dengan jelas.. Tapi, gw menduga, gadis aneh itu seperti sedang berjalan menuju ke arah sini..
Gadis cantik berpakaian hitam ketat bermodel baju terusan, dengan sebuah gesper wanita berwarna emas melingkar dipinggangnya yang ramping itu, terus berjalan mendekati gw.. Tatapan mata gw masih tajam menyorot ke arah gadis tersebut yang sudah hampir tiba.. Diam-diam, Ajian Tapak Jagat sudah gw keluarkan di satu telapak tangan kanan, untuk berjaga-jaga..
“Kau tidak perlu menggunakan kesaktian mu untuk menyambut ku, Imam” Ucap gadis itu sambil membuka kaca mata hitamnya..
Kedua mata gw terbelalak saat melihat wajah gadis tersebut yang ternyata adalah Viny.. Masih terbengong menatap nya, Viny langsung menempelkan pipi nya ke pipi gw, yang kiri dan kanan.. Begitu sadar, bahwa barusan Viny menyapa gw dengan salam tempel pipi, gw langsung mendorong bahu nya agak menjauh..
“Lu ngapain disini, Vin?” Tanya gw dengan dingin, lalu kembali duduk di atas kursi cafe..
“Main aja.. Pas aku ngerasa ada aura kuat, aku langsung nyari siapa orangnya.. Dan, ternyata kamu” Jawab Viny sambil menggeser kursi kosong yang ada di depan gw, dan langsung mendudukinya..
Untuk sesaat, gw melempar pandangan ke arah lain, seraya menghisap rokok yang terselip di sela jari dan menarik kembali Ajian Tapak Jagat yang ada di telapak tangan kanan..
“Kamu makin ganteng aja, Mam.. Aku suka liat rambut kamu gondrong gitu” Kata Viny yang membuat gw menoleh ke arahnya..
Sejenak, senyuman manis tersungging di wajahnya yang cantik.. Penampilan Viny sedikit jauh berbeda.. Lebih fresh dan cantik dengan rambut pendek sebahunya..
“Oh ya, kamu lagi ngapain disini, Mam? Ikut test CPNS yah?” Tanya Viny lagi dan gw balas dengan anggukan singkat, lalu kembali melempar pandangan ke arah lain..
Gw sama sekali belum menjawab pertanyaan Viny.. Satu-satunya kalimat yang gw lisankan adalah tadi, saat menanyakan alasan gadis itu berada disini.. Selebihnya, gw hanya terdiam sambil memandangi orang-orang berlalu lalang..
“Kamu tahu, Mam.. Saat ngeliat kamu mati tertusuk pedang mu sendiri waktu itu, aku sempat ingin juga membunuh diri sendiri.. Aku ga sanggup ngeliat kamu mati.. Tapi, ada sosok Jin wanita yang menolong dan membantu, terlepas dari jeratan Ilmu Hitam.. Sayangnya, sebagian Ilmu Hitam tersebut, sudah menyatu dengan tubuhku, hingga tak bisa hilang seutuhnya.. Kamu pasti bisa ngerasain aura ku berubah-ubah, iya kan?” Kata Viny yang membuat gw kembali menoleh ke arahnya..
Dalam hati, gw mengiyakan pertanyaannya di akhir kalimat.. Memang benar gw bisa merasakan aura kuat yang terpancar dari gadis itu terkesan tidak stabil..
“Aku juga sempat mendengar kabar, bahwa kamu ternyata hanya mati suri saja, dan terbangun saat jenazah mu hampir dimandikan.. Aku langsung datang ke rumah kamu buat mastiin benar atau tidaknya, kabar yang sampai di telingaku.. Setelah melihat kamu sedang duduk diluar bersama Anggie, aku langsung menangis bahagia, meski sebagian hati aku masih sakit ngeliat betapa mesra nya kamu mandangin wajah Anggie” Lanjut Viny dengan wajah tertunduk..
Untuk sesaat, gw sempat terenyuh mendengar pengakuan Viny.. Dari tiap kalimatnya yang terdengar bergetar, gw bisa memastikan bahwa gadis itu telah berkata jujur.. Namun, apabila gw mengingat kelakuannya yang dahulu sempat menjerat gw dengan Ajian Raja Pengasih, selalu saja timbul rasa benci dalam hati..
Tiba-tiba, Viny menggenggam tangan kanan gw yang berada diatas meja.. Gw berniat ingin menarik tangan dari genggaman Viny, namun kedua mata gadis itu terlihat mulai berkaca-kaca..
“Please, izinin aku genggam tangan kamu, Mam, untuk yang terakhir kali.. Please..” Kata Viny dengan suara kembali terdengar bergetar, dan membuat gw mengurungkan niat untuk menarik tangan dari genggamannya
Gw tertegun mendengar permintaan aneh Viny, yang dilisankan olehnya dengan kedua mata berkaca-kaca.. Apa maksud gadis itu yang bilang untuk terakhir kali?
“Aku bahagia banget bisa ketemu kamu disini, sebelum kepergian ku lusa nanti, Mam.. Aku mau minta maaf ke kamu, atas semua kesalahan yang udah aku perbuat.. Aku sadar, memaksakan cinta dengan cara apapun adalah suatu hal yang keliru.. Sejak, kembalinya kamu dari mati suri, disaat yang sama, aku udah janji akan mengubur cintaku ke kamu untuk selama-lamanya” Ucap Viny seraya melepaskan genggaman tangannya di tangan gw, lalu menyeka dua butir airmata yang jatuh mengalir dipipinya..
Gw menghela nafas panjang dan kembali membakar sebatang rokok, lalu menatap wajah Viny lekat-lekat..
“Gw juga minta maaf, ga bisa bales perasaan lu, Vin.. Untuk perasaan sebesar itu, gw juga ngucapin makasih..” Jawab gw dengan penuh perasaan..
Viny tersenyum kecil dan menganggukan kepalanya.. Perlahan, gadis itu berdiri untuk berpamitan.. Gw memutuskan untuk berdiri menyusulnya.. Tapi, melihat gadis itu mendekati wajahnya ke wajah gw lagi, gw langsung mundur, karena menduga Viny akan memberi salam tempel pipi kembali..
“Ga usah GR, deh.. Aku cuma mau bisikin kamu aja koq” Ucap Viny yang membuat gw tersenyum dan membiarkan gadis itu mendekati telinga..
“Ada cewe cantik lagi nangis, di balik tembok dibelakang kamu tuh, Mam” Bisik Viny lalu..
CUP..
Kedua mata gw seketika membesar, saat menyadari Viny berhasil mencium pipi gw di tengah keramaian.. Entah wajah gw tersipu atau tidak, yang pasti gw merasa seperti sudah tertipu.. Lain halnya dengan Viny, sambil tertawa kecil, ia mulai menuruni lima anak tangga yang ada di luar cafe..
“Yaelaah, usaha mulu tuh cewe” Ucap gw sedikit sebal..
Sebuah kedipan mata genit, diberikan Viny sebelum mengenakan kembali kacamata hitamnya.. Lalu melambaikan tangan dan pergi meninggalkan gw yang masih menatap tertegun..
Setelah sosok Viny sudah hilang diantara kerumunan orang banyak, gw langsung teringat bisikannya tadi.. Dengan cepat, gw berjalan ke arah tembok untuk melihat siapa gerangan cewe yang dimaksud Viny..
“Ayu..” Ucap gw dengan nada terkejut, begitu melihat gadis itu yang ternyata sedang bersandar di balik tembok..
Ayu sendiri juga tak kalah kagetnya.. Dengan kikuk, gadis itu langsung membuka tas dan mengubek-ubek dalamnya, seperti sedang mencari sesuatu..
“Eeh, Imam.. Aku baru sampe koq.. Kamu udah lama nunggu yah?” Jawab Ayu sambil terus merogoh tas..
“Engga lama..Untungnya tadi ketemu temen lama terus ngobrol bentar.. Lu lagi nyari apaan sih, Yu?” Tanya gw yang bingung melihat gadis itu masih saja mengubek-ubek isi tasnya..
“Ehh, anu.. Aku nyari itu.. Iiih, koq ga ada sih” Jawab Ayu sedikit tidak jelas..
“Lu nyari Hp?” Tanya gw lagi mencoba menebak benda apa yang sedang dicari gadis itu..
“Iya, Hp! Aku lagi nyari Hp aku, Mam.. Kamu liat ga? Takutnya ketinggalan diruang ujian” Tanya Ayu dengan pandangan tidak yakin..
“Itu di saku kemeja lu, Hp siapa?”
“Astaghfirullah! Aku koq bego banget yah.. Ga liet Hp di kantong sendiri” Kata Ayu sambil menepok keningnya..
“Kita langsung pulang aja, yah, Yu” Ajak gw ke arah Ayu..
Gadis itu nampak melempar pandangannya ke arah lain meski menganggukan kepalanya, lalu berjalan duluan di depan gw..
Sepanjang perjalanan pulang, Ayu sama sekali tidak mengeluarkan suara.. Sedari tadi, gadis itu terdiam sambil menyumpal kedua telinganya dengan earphone.. Beberapa kali gw mencoba mengajaknya ngobrol, tapi Ayu terlihat asyik sekali dengan lagu yang sedang ia dengarkan.. Karena sebal, akhirnya gw tarik saja earphone nya yang sebelah kanan..
“Mbak, asiik amat dengerin lagunya.. Sampe saya nanya ga di jawab-jawab” Ucap gw sengaja mencandai Ayu..
Gadis itu hanya menyunggingkan senyuman dingin untuk membalas candaan gw barusan, lalu kembali menyumpal telinga kanannya lagi dengan eraphone.. Gw yang heran melihat reaksi dingin dari Ayu, sempat melirik nya sesaat, kemudian menarik earphonenya lagi..
“Kamu apa-apaan sih, Mam? Becanda nya norak banget” Kata Ayu dengan nada suara tinggi sambil mencopot earphone di telinga kiri, lalu melemparnya ke dalam dashboard mobil..
Gw tertegun mendengar kalimat dan melihat reaksi Ayu barusan.. Mengapa sikapnya berubah drastis semenjak masuk ke dalam mobil? Biasanya dia selalu ceria dan cenderung sopan ke gw.. Apalagi saat mendengar banyolan gw, selalu Ayu membalasnya dengan tawa renyah..
“Lu kenapa, Yu? Mo dapet yah? Koq jadi sensi tiba-tiba” Tanya gw sambil mencoba terus fokus ke jalan..
“Cewe yang nyium pipi kamu siapa, Mam?” Tanya Ayu sambil melemparkan pandangannya ke luar jendela mobil..
Ooh, jadi Ayu cemburu lihat ada cewe cium pipi gw.. Itu alasan utama mengapa gadis tersebut berubah jutek tiba-tiba.. Dalam hati, gw tertawa melihat wajah Ayu dari samping.. Wajah yang menekuk sebal, meskipun sedang memandangi situasi pinggir jalan dari balik kaca mobil..
Setibanya gw dirumah, Ibu langsung memberondong gw dengan banyak pertanyaan, yang intinya selalu saja tentang Ayu.. Gw menjawab apa adanya.. Tidak ada yang gw tambah-tambahkan sedikit pun.. Hanya saja bagian saat gw bertemu dengan Viny, sengaja tidak gw ceritakan ke Ibu.. Gw bisa membayangkan bagaimana reaksi beliau, jika tahu gw bertemu dengan gadis yang hampir mencelakai puteranya..
Setelah terlihat raut kepuasan di wajah Ibu dengan jawaban yang gw berikan, gw langsung pergi ke kamar untuk mengambil handuk mandi.. Badan gw terasa sudah sangat lengket oleh keringat, dan berniat ingin langsung mandi.. Sekar dan Bayu Barata nampak sedang berbicara serius.. Gw sempat tersenyum melihat kedua Jin Penjaga gw itu jauh lebih akrab, sekembalinya mereka dari gemblengan Patih Ranupanca..
“Kang Mas, ada suatu hal penting yang ingin aku sampaikan” Ucap Sekar saat gw sudah membuka kemeja dan kaus dalam..
“Nanti saja, Sekar.. Aku mau mandi.. Badan ku lengket sekali”
“Tidak bisa, Kang Mas.. Harus sekarang aku bicarakan hal ini” Sambar Sekar sambil menatap tajam ke arah gw..
Pandangan gw sempat terlempar ke Bayu Barata.. Dari wajah keduanya, terlihat jelas raut kecemasan.. Karena melihat mereka bertingkah aneh, gw memutuskan untuk menunda rutinitas mandi, dan kembali duduk di pinggir tempat tidur, meski sudah bertelanjang dada..
Sekar nampak melirik ke arah Bayu Barata sebelum mengucapkan sesuatu.. Seperti sedang meminta pendapat tentang apa yang ingin diucapkannya nanti.. Gw melihat Bayu Barata menganggukan kepala dan tersenyum sedikit dipaksakan..
“Kang Mas, kau mendapatkan tantangan untuk bertarung malam nanti” Kata Sekar yang membuat gw mengerutkan dahi..
“Siapa yang menantang ku lewat dirimu, Sekar?” Tanya gw dengan wajah mulai dipenuhi tanda tanya..
“Raden Jaka Wrasta” Ucap Sekar lirih dan gw sambut dengan kedua mata terbelalak..
Gw dan Ayu semakin dekat, seiring rutinitas kami yang hampir selalu bersama karena ulah Ibu.. Bahkan di kampus, tersebar gosip yang mengatakan bahwa gw sudah resmi berpacaran dengan gadis itu.. Sampai-sampai, Reinata dan Carla juga sempat menanyakan langsung ke gw, dan sengaja gw memberi jawaban IYA..
Berbeda dengan Carla yang terlihat senang mendengar jawaban gw, Reinata malah langsung pergi dengan kedua mata berkaca-kaca.. Gw sempat meminta maaf kepada Jin Penjaga nya gadis itu, dan kakek tua bergamis putih dengan senjata tongkat putihnya tersebut, hanya menganggukan kepala diiringi sebuah senyuman.. Sepertinya, Jin Penjaga nya Reinata sudah tidak mau lagi mencampuri masalah pribadi gadis yang ia jaga dengan tugasnya..
Oh iya, hari ini gw dan Ayu ikut Test masuk CPNS di sebuah kementerian yang sama.. Kami berangkat bersamaan dengan mengendarai mobil gadis itu.. Semalam, Sekar Kencana sempat menawarkan bantuannya agar gw bisa lulus test dengan mudah.. Tentu saja gw tolak mentah-mentah bantuan Sekar.. Gw bukan tipe orang yang akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.. Seperti menyogok oknum pejabat, atau memilih cara curang lainnya..
Setelah selesai mengikuti test yang membuat kepala gw cukup pening, gw dan Ayu janjian di sebuah cafe yang ada di dekat gedung tempat test tadi di selenggarakan.. Gw sengaja memilih tempat duduk diluar, agar bisa merokok untuk sekedar menghilangkan pening..
Baru saja, gw menikmati rokok dua hisapan, tiba-tiba, gw merasakan aura kuat seseorang yang sifat kekuatannya terasa aneh.. Terkadang terasa hitam, tapi sesaat kemudian berubah putih.. Kedua mata gw langsung menyisir tiap tempat dari samping kiri, kanan, atas, bawah, depan dan yang terakhir arah belakang..
Kedua mata gw menatap tajam ke sosok seorang gadis berambut pendek sebahu, yang mengenakan pakaian hitam ketat lengkap dengan kaca mata berwarna sama, sedang berjalan diantara kerumunan orang.. Sayangnya, Ajian pemberian Raden Dwipa masih belum bisa gw gunakan akibat hukuman Raja Jin.. Mau tidak mau, gw harus menggunakan Ajian Tembus Pandang, untuk mencari tahu siapa sosok gadis berkekuatan aneh tersebut..
Sayangnya, gadis misterius itu ternyata mampu membendung Ajian Tembus Pandang milik gw, dengan kekuatannya.. Otomatis, gw tidak bisa melihat wajah gadis tersebut dengan jelas.. Tapi, gw menduga, gadis aneh itu seperti sedang berjalan menuju ke arah sini..
Gadis cantik berpakaian hitam ketat bermodel baju terusan, dengan sebuah gesper wanita berwarna emas melingkar dipinggangnya yang ramping itu, terus berjalan mendekati gw.. Tatapan mata gw masih tajam menyorot ke arah gadis tersebut yang sudah hampir tiba.. Diam-diam, Ajian Tapak Jagat sudah gw keluarkan di satu telapak tangan kanan, untuk berjaga-jaga..
“Kau tidak perlu menggunakan kesaktian mu untuk menyambut ku, Imam” Ucap gadis itu sambil membuka kaca mata hitamnya..
Kedua mata gw terbelalak saat melihat wajah gadis tersebut yang ternyata adalah Viny.. Masih terbengong menatap nya, Viny langsung menempelkan pipi nya ke pipi gw, yang kiri dan kanan.. Begitu sadar, bahwa barusan Viny menyapa gw dengan salam tempel pipi, gw langsung mendorong bahu nya agak menjauh..
“Lu ngapain disini, Vin?” Tanya gw dengan dingin, lalu kembali duduk di atas kursi cafe..
“Main aja.. Pas aku ngerasa ada aura kuat, aku langsung nyari siapa orangnya.. Dan, ternyata kamu” Jawab Viny sambil menggeser kursi kosong yang ada di depan gw, dan langsung mendudukinya..
Untuk sesaat, gw melempar pandangan ke arah lain, seraya menghisap rokok yang terselip di sela jari dan menarik kembali Ajian Tapak Jagat yang ada di telapak tangan kanan..
“Kamu makin ganteng aja, Mam.. Aku suka liat rambut kamu gondrong gitu” Kata Viny yang membuat gw menoleh ke arahnya..
Sejenak, senyuman manis tersungging di wajahnya yang cantik.. Penampilan Viny sedikit jauh berbeda.. Lebih fresh dan cantik dengan rambut pendek sebahunya..
“Oh ya, kamu lagi ngapain disini, Mam? Ikut test CPNS yah?” Tanya Viny lagi dan gw balas dengan anggukan singkat, lalu kembali melempar pandangan ke arah lain..
Gw sama sekali belum menjawab pertanyaan Viny.. Satu-satunya kalimat yang gw lisankan adalah tadi, saat menanyakan alasan gadis itu berada disini.. Selebihnya, gw hanya terdiam sambil memandangi orang-orang berlalu lalang..
“Kamu tahu, Mam.. Saat ngeliat kamu mati tertusuk pedang mu sendiri waktu itu, aku sempat ingin juga membunuh diri sendiri.. Aku ga sanggup ngeliat kamu mati.. Tapi, ada sosok Jin wanita yang menolong dan membantu, terlepas dari jeratan Ilmu Hitam.. Sayangnya, sebagian Ilmu Hitam tersebut, sudah menyatu dengan tubuhku, hingga tak bisa hilang seutuhnya.. Kamu pasti bisa ngerasain aura ku berubah-ubah, iya kan?” Kata Viny yang membuat gw kembali menoleh ke arahnya..
Dalam hati, gw mengiyakan pertanyaannya di akhir kalimat.. Memang benar gw bisa merasakan aura kuat yang terpancar dari gadis itu terkesan tidak stabil..
“Aku juga sempat mendengar kabar, bahwa kamu ternyata hanya mati suri saja, dan terbangun saat jenazah mu hampir dimandikan.. Aku langsung datang ke rumah kamu buat mastiin benar atau tidaknya, kabar yang sampai di telingaku.. Setelah melihat kamu sedang duduk diluar bersama Anggie, aku langsung menangis bahagia, meski sebagian hati aku masih sakit ngeliat betapa mesra nya kamu mandangin wajah Anggie” Lanjut Viny dengan wajah tertunduk..
Untuk sesaat, gw sempat terenyuh mendengar pengakuan Viny.. Dari tiap kalimatnya yang terdengar bergetar, gw bisa memastikan bahwa gadis itu telah berkata jujur.. Namun, apabila gw mengingat kelakuannya yang dahulu sempat menjerat gw dengan Ajian Raja Pengasih, selalu saja timbul rasa benci dalam hati..
Tiba-tiba, Viny menggenggam tangan kanan gw yang berada diatas meja.. Gw berniat ingin menarik tangan dari genggaman Viny, namun kedua mata gadis itu terlihat mulai berkaca-kaca..
“Please, izinin aku genggam tangan kamu, Mam, untuk yang terakhir kali.. Please..” Kata Viny dengan suara kembali terdengar bergetar, dan membuat gw mengurungkan niat untuk menarik tangan dari genggamannya
Gw tertegun mendengar permintaan aneh Viny, yang dilisankan olehnya dengan kedua mata berkaca-kaca.. Apa maksud gadis itu yang bilang untuk terakhir kali?
“Aku bahagia banget bisa ketemu kamu disini, sebelum kepergian ku lusa nanti, Mam.. Aku mau minta maaf ke kamu, atas semua kesalahan yang udah aku perbuat.. Aku sadar, memaksakan cinta dengan cara apapun adalah suatu hal yang keliru.. Sejak, kembalinya kamu dari mati suri, disaat yang sama, aku udah janji akan mengubur cintaku ke kamu untuk selama-lamanya” Ucap Viny seraya melepaskan genggaman tangannya di tangan gw, lalu menyeka dua butir airmata yang jatuh mengalir dipipinya..
Gw menghela nafas panjang dan kembali membakar sebatang rokok, lalu menatap wajah Viny lekat-lekat..
“Gw juga minta maaf, ga bisa bales perasaan lu, Vin.. Untuk perasaan sebesar itu, gw juga ngucapin makasih..” Jawab gw dengan penuh perasaan..
Viny tersenyum kecil dan menganggukan kepalanya.. Perlahan, gadis itu berdiri untuk berpamitan.. Gw memutuskan untuk berdiri menyusulnya.. Tapi, melihat gadis itu mendekati wajahnya ke wajah gw lagi, gw langsung mundur, karena menduga Viny akan memberi salam tempel pipi kembali..
“Ga usah GR, deh.. Aku cuma mau bisikin kamu aja koq” Ucap Viny yang membuat gw tersenyum dan membiarkan gadis itu mendekati telinga..
“Ada cewe cantik lagi nangis, di balik tembok dibelakang kamu tuh, Mam” Bisik Viny lalu..
CUP..
Kedua mata gw seketika membesar, saat menyadari Viny berhasil mencium pipi gw di tengah keramaian.. Entah wajah gw tersipu atau tidak, yang pasti gw merasa seperti sudah tertipu.. Lain halnya dengan Viny, sambil tertawa kecil, ia mulai menuruni lima anak tangga yang ada di luar cafe..
“Yaelaah, usaha mulu tuh cewe” Ucap gw sedikit sebal..
Sebuah kedipan mata genit, diberikan Viny sebelum mengenakan kembali kacamata hitamnya.. Lalu melambaikan tangan dan pergi meninggalkan gw yang masih menatap tertegun..
Setelah sosok Viny sudah hilang diantara kerumunan orang banyak, gw langsung teringat bisikannya tadi.. Dengan cepat, gw berjalan ke arah tembok untuk melihat siapa gerangan cewe yang dimaksud Viny..
“Ayu..” Ucap gw dengan nada terkejut, begitu melihat gadis itu yang ternyata sedang bersandar di balik tembok..
Ayu sendiri juga tak kalah kagetnya.. Dengan kikuk, gadis itu langsung membuka tas dan mengubek-ubek dalamnya, seperti sedang mencari sesuatu..
“Eeh, Imam.. Aku baru sampe koq.. Kamu udah lama nunggu yah?” Jawab Ayu sambil terus merogoh tas..
“Engga lama..Untungnya tadi ketemu temen lama terus ngobrol bentar.. Lu lagi nyari apaan sih, Yu?” Tanya gw yang bingung melihat gadis itu masih saja mengubek-ubek isi tasnya..
“Ehh, anu.. Aku nyari itu.. Iiih, koq ga ada sih” Jawab Ayu sedikit tidak jelas..
“Lu nyari Hp?” Tanya gw lagi mencoba menebak benda apa yang sedang dicari gadis itu..
“Iya, Hp! Aku lagi nyari Hp aku, Mam.. Kamu liat ga? Takutnya ketinggalan diruang ujian” Tanya Ayu dengan pandangan tidak yakin..
“Itu di saku kemeja lu, Hp siapa?”
“Astaghfirullah! Aku koq bego banget yah.. Ga liet Hp di kantong sendiri” Kata Ayu sambil menepok keningnya..
“Kita langsung pulang aja, yah, Yu” Ajak gw ke arah Ayu..
Gadis itu nampak melempar pandangannya ke arah lain meski menganggukan kepalanya, lalu berjalan duluan di depan gw..
Sepanjang perjalanan pulang, Ayu sama sekali tidak mengeluarkan suara.. Sedari tadi, gadis itu terdiam sambil menyumpal kedua telinganya dengan earphone.. Beberapa kali gw mencoba mengajaknya ngobrol, tapi Ayu terlihat asyik sekali dengan lagu yang sedang ia dengarkan.. Karena sebal, akhirnya gw tarik saja earphone nya yang sebelah kanan..
“Mbak, asiik amat dengerin lagunya.. Sampe saya nanya ga di jawab-jawab” Ucap gw sengaja mencandai Ayu..
Gadis itu hanya menyunggingkan senyuman dingin untuk membalas candaan gw barusan, lalu kembali menyumpal telinga kanannya lagi dengan eraphone.. Gw yang heran melihat reaksi dingin dari Ayu, sempat melirik nya sesaat, kemudian menarik earphonenya lagi..
“Kamu apa-apaan sih, Mam? Becanda nya norak banget” Kata Ayu dengan nada suara tinggi sambil mencopot earphone di telinga kiri, lalu melemparnya ke dalam dashboard mobil..
Gw tertegun mendengar kalimat dan melihat reaksi Ayu barusan.. Mengapa sikapnya berubah drastis semenjak masuk ke dalam mobil? Biasanya dia selalu ceria dan cenderung sopan ke gw.. Apalagi saat mendengar banyolan gw, selalu Ayu membalasnya dengan tawa renyah..
“Lu kenapa, Yu? Mo dapet yah? Koq jadi sensi tiba-tiba” Tanya gw sambil mencoba terus fokus ke jalan..
“Cewe yang nyium pipi kamu siapa, Mam?” Tanya Ayu sambil melemparkan pandangannya ke luar jendela mobil..
Ooh, jadi Ayu cemburu lihat ada cewe cium pipi gw.. Itu alasan utama mengapa gadis tersebut berubah jutek tiba-tiba.. Dalam hati, gw tertawa melihat wajah Ayu dari samping.. Wajah yang menekuk sebal, meskipun sedang memandangi situasi pinggir jalan dari balik kaca mobil..
Setibanya gw dirumah, Ibu langsung memberondong gw dengan banyak pertanyaan, yang intinya selalu saja tentang Ayu.. Gw menjawab apa adanya.. Tidak ada yang gw tambah-tambahkan sedikit pun.. Hanya saja bagian saat gw bertemu dengan Viny, sengaja tidak gw ceritakan ke Ibu.. Gw bisa membayangkan bagaimana reaksi beliau, jika tahu gw bertemu dengan gadis yang hampir mencelakai puteranya..
Setelah terlihat raut kepuasan di wajah Ibu dengan jawaban yang gw berikan, gw langsung pergi ke kamar untuk mengambil handuk mandi.. Badan gw terasa sudah sangat lengket oleh keringat, dan berniat ingin langsung mandi.. Sekar dan Bayu Barata nampak sedang berbicara serius.. Gw sempat tersenyum melihat kedua Jin Penjaga gw itu jauh lebih akrab, sekembalinya mereka dari gemblengan Patih Ranupanca..
“Kang Mas, ada suatu hal penting yang ingin aku sampaikan” Ucap Sekar saat gw sudah membuka kemeja dan kaus dalam..
“Nanti saja, Sekar.. Aku mau mandi.. Badan ku lengket sekali”
“Tidak bisa, Kang Mas.. Harus sekarang aku bicarakan hal ini” Sambar Sekar sambil menatap tajam ke arah gw..
Pandangan gw sempat terlempar ke Bayu Barata.. Dari wajah keduanya, terlihat jelas raut kecemasan.. Karena melihat mereka bertingkah aneh, gw memutuskan untuk menunda rutinitas mandi, dan kembali duduk di pinggir tempat tidur, meski sudah bertelanjang dada..
Sekar nampak melirik ke arah Bayu Barata sebelum mengucapkan sesuatu.. Seperti sedang meminta pendapat tentang apa yang ingin diucapkannya nanti.. Gw melihat Bayu Barata menganggukan kepala dan tersenyum sedikit dipaksakan..
“Kang Mas, kau mendapatkan tantangan untuk bertarung malam nanti” Kata Sekar yang membuat gw mengerutkan dahi..
“Siapa yang menantang ku lewat dirimu, Sekar?” Tanya gw dengan wajah mulai dipenuhi tanda tanya..
“Raden Jaka Wrasta” Ucap Sekar lirih dan gw sambut dengan kedua mata terbelalak..
sampeuk dan 14 lainnya memberi reputasi
15