- Beranda
- Stories from the Heart
Missing Love
...
TS
pfrederica
Missing Love
Spoiler for Cover:
Benar, jika cinta datang dari manapun, walau diri sendiri mengejek seakan tak mampu, tapi kadang cinta akan datang dengan apapun caranya.
Waktu kisah SMA itu, yang berusaha ku abadikan dalam tulisan.
Siapa yang akan menduga jika aku menjaga makhluk Tuhan yang indah itu.
Diri ku bergejolak, memohon waktu kembali mengulanginya.
Aku Pandu Pratama Wijaya , lelaki yang sederhana dengan penampilan apa adanya, kecuali sedikit perubahan jika terpaksa.
Definisi ku soal cinta mungkin air? Suara ombaknya indah, tapi tak ada yang tau jika gelombangnya bisa saja berbahaya.
Spoiler for Index:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 7 suara
Bagaimana akhir cerita ini?
Happy Ending
86%
Bad Ending
14%
Diubah oleh pfrederica 17-04-2019 13:01
aaaaaisyah memberi reputasi
2
15.6K
85
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
pfrederica
#60
Part 9
Spoiler for Part Sebelumnya:
Seminggu setelah kejadian itu, Osis mengadakan acara Pensi. Aku yang termasuk kedalam sekbid seni diberi tugas untuk penataan panggung.
Dimas yang bertugas sebagai koordinator sekbid seni pun mulai mengumpulkan dan membagi kemi menjadi beberapa kelompok. Kali ini aku bertugas untuk menata panggung depan bersama Febri, Deo, dan... ups NATALI
Ohh tuhan aku satu tim dengan Natali. Febri dan Deo pun terlihat begitu semangat setelah tau mereka satu tim dengan Natali. Baiklah kali ini aku harus Profesional. Akan ku buang semua rasa grogiku kali ini.
Semua tim dari anggota sekbid seni pun berkumpul dengan timnya masing-masing dan merundingkan hiasan yang akan digunakan.
Tanpa mengulur waktu, Tim kami mulai berunding dan mencatat semua barang-barang yang diperlukan untuk menghias panggung. Setelah selesai, kami pergi ke bendahara untuk meminta dana.
Quote:
.Kami pun gambreng. Namun na’as bagi Deo dan Febri. Karena mereka berdua menaruh telapak tangan diatas. Sementara aku telapak tangan dibawah. Jadilah aku yang pergi membeli bahan-bahan bersama Natali.
Kami berdua pergi menggunakan motorku. Oiya sebuah info untuk kalian. Semua anggota osis hari itu sementara dibebas tugaskan dari belajar untuk mengurus Acara pensi. Enak sekali bukan ?
Awalnya aku merasa canggung berboncengan dengan Natali seperti ini. Namun tiba-tiba Natali berbicara padaku.
Quote:
E-eh bukan, bukan seperti itu percakapannya. Maaf-maaf jadi ngelantur.
Quote:
Namun tak ada jawaban dari Natali. Lalu saat ku lihat dari kaca spion motorku ternyata ia sedang memakai Headset ditelinganya. Aku heran, padahal tadi ia tidak memakainya. Kok tiba-tiba udah pakai Headset aja ya. Jangan-jangan karena aku kelamaan menjawab pertanyaannya. Ah ntahlah...
Akhirnya.. kami sampai ditoko yang kami tuju. Toko ini memang terkenal kelengkapannya dalam menjual berbagai hiasan. Setelah semua perlengkapan kami beli, kami pun bergegas kembali ke sekolah. Namun na’as. Ditengah perjalanan sepeda motorku terasa bergoyang, padahal tidak ada musik dangdut. Saat ku melihat ke arah ban ternyata ban belakangku telah bocor.
Quote:
Mendengarnya berbicara seperti itu membuatku seakan-akan seperti bermimpi bahwa Aku adalah orang yang penting dikehidupan Natali. Tapi aku tersadar. Ini semua tak kurang tak lebih hanya demi kepentingan Osis saja.
Dari jauh tampak kulihat ban-ban bergantungan dipinggir jalan.
Quote:
Akhirnya ban selesai ditambal. Kami pun langsung bergegas ke sekolah.
Setelah sampai Aku langsung memarkirkan motorku. Kami berdua berjalan menuju Ruang Osis. Perlu kalian tau untuk ke Ruang Osis Kami harus melewati Kantin. Saat itu suasana Kantin sedang ramai karena memang sedang istirahat kedua. Saat Kami lewat, kantin yang tadinya ramai seketika menjadi sunyi karena semua orang dikantin melihat kami. Oh maaf maksudnya Natali. Mungkin mereka berpikir “Itu Natali ngapain jalan bareng si Pandu.”
Tak sengaja bola mataku menangkap sesosok Nadine diantara para Siswa yang sedang duduk dikantin. Dan tanpa diduga Ia langsung membuang muka. Hmm mungkin Ia masih kesal denganku. Sungguh disayangkan mengapa Nadine begitu cepat menyimpulkan apa yang Ia lihat tanpa tau kebenaran semua itu. Ah biarlah, mungkin ini semua memang rencana Tuhan.
Saat kami sampai di Ruang Osis, Kami langsung ditanyai oleh Febri dan Deo. Kok lama banget? Dengan cepat ku jawab kalau tadi ban motorku bocor. Mereka pun hanya mengangguk-angguk tanda mengerti.
aaaaaisyah memberi reputasi
1