- Beranda
- Stories from the Heart
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
...
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...
Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
iskrim dan 132 lainnya memberi reputasi
127
2.1M
8K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
juraganpengki
#1654
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
“Siapa yang kau maksud, Sekar?” Tanya gw dengan hati semakin diliputi rasa penasaran..
“Aku tidak tahu, Kang Mas.. Tapi, tadi aku sempat merasakan aura Jin Hitam yang sengaja menyamarkan diri dan auranya, dari arah jendela.. Aku khawatir, Jin itu adalah utusan musuh besar Penguasa Kerajaan Gaib Tanah Pasundan” Jawab Sekar yang masih menatap nanar ke arah jendela..
Belum sedetik Sekar mengakhiri kalimatnya, tiba-tiba sosok Nyai Lingga dan Naga Saksana muncul, hampir bersamaan dengan Bayu Barata yang juga kembali.. Sekar mengulum senyuman melihat kedatangan dua Jin Penjaga Ridho.. Bayu Barata segera melayang ke sebelah gw, yang berniat ingin menanyakan alasan kembalinya ia ke sini..
“Maaf, Raden.. Jin Penjaga saudari perempuan mu, Nyai Laras Abang telah kembali.. Dia yang akan menjaga gadis itu, dan meminta ku untuk menyampaikan kabar” Ucap Bayu Barata sambil menundukkan kepalanya..
Mendengar jawaban Bayu Barata, gw hanya mengangguk sambil tersenyum.. Syukurlah, ternyata ketiga Jin Penjaga Ridho dan Suluh sudah kembali.. Mereka bertiga yang gw yakin akan menjaga kedua saudara gw.. Senyuman lega tersungging di wajah gw, mengetahui sedikit keberuntungan masih berpihak pada kami..
“Ada apaan, Bree?” Tanya Ridho dengan wajah penasaran dan membuat gw sedikit terkejut..
Gw menoleh ke arah nya untuk sesaat, lalu melempar pandangan lagi ke arah Nyai Lingga dan Naga Saksana.. Kedua Jin Penjaga Ridho terlihat menatap anak muda yang mereka jaga, dengan pandangan tidak mengerti.. Sekar langsung mendekati keduanya dan terdengar menjelaskan apa yang sudah terjadi pada Ridho.. Kedua Jin tersebut terlihat tercengang mendengar penuturan Sekar..
Sementara, gw kembali memandang Ridho dan menceritakan tentang hal yang baru saja gw lihat, termasuk memberitahukan pada nya akan kedatangan Nyai Lingga dan Naga Saksana..
Ridho nampak terkejut dan menyisir pandangan nya ke seluruh penjuru kamar..
“Nyai.. Naga Saksana.. Apakah benar kalian sudah kembali? Tanya Ridho dengan suara bergetar sambil berusaha mencari-cari keberadaan kedua Jin Penjaganya..
Nyai Lingga nampak melayang mendekati Ridho.. Pandangan nya menatap wajah pemuda itu dengan kedua mata mulai berkaca-kaca.. Perlahan, ia mencoba menyentuh wajah Ridho dengan tangan yang gemetaran..
“Mengapa kau lakukan hal kotor seperti itu, Nak Ridho? Seharusnya, senyuman manis mu yang menyambut kembalinya kami.. Bukan wajah sendu mu dan airmata ku yang keluar” Ucap Nyai Lingga dengan kedua mata mulai basah..
Gw yang mendengar ucapan Nyai Lingga, ikut merasakan perih di dalam lubuk hati.. Untuk sesaat, Ridho tertegun dan menatap kosong ke depan sambil memegang pipinya sendiri..
“Bree, bilang ke gw.. Nyai Lingga ada didepan gw, kan?” Tanya Ridho dengan kedua mata kembali berkaca-kaca..
Gw tersenyum lalu menganggukan kepala sebagai jawaban atas pertanyaan Ridho barusan.. Tiba-tiba, Ridho jatuh berlutut.. Gw yang melihat hendak membantunya, namun dihalangi oleh Sekar..
“Maafkan aku, Nyai Lingga, Naga Saksana.. Aku telah melakukan dosa besar dan sebagai hukumannya, aku kehilangan semua kelebihan yang ku miliki.. Tolong maafkan aku.. Aku sudah mengecewakan kalian” Ucap Ridho dengan wajah tertunduk..
Nyai Lingga yang melayang persis di hadapan Ridho, langsung kembali ke dekat Naga Saksana, lalu memeluk Jin berwujud laki-laki gagah itu.. Suara tangisan Nyai Lingga terdengar cukup menyayat hati..
“Aku tak sanggup melihatnya, Naga Saksana.. Aku benar-benar tidak sanggup” Ucap Nyai Lingga di sela tangisannya..
Sekar yang melihat hal itu, segera melayang ke sebelah Nyai Lingga lalu memegang bahu Jin yang sekarang sudah tidak lagi berpenampilan seronok tersebut.. Perlahan, Jin wanita yang dahulu menjadi Penjaga Bimo, melepaskan pelukannya dari Naga Saksana, lalu menatap wajah Sekar..
“Sudahlah, Nyai Lingga.. Kau tidak bisa membatalkan hukuman yang menimpa pemuda itu.. Lebih baik, kau dan Naga Saksana selalu menemaninya.. Meski dia tidak dapat melihat kalian berdua, tapi aku yakin Ridho bisa merasakan keberadaan kalian.. Aku minta, kalian jaga pemuda itu.. Karena, barusan aku merasa ada pihak yang mencoba mencari keuntungan dari kelemahan kita” Ucapan Sekar membuat Nyai Lingga melempar pandangan ke arah Ridho, kemudian menganggukan kepala..
“Kau tidak perlu khawatir.. Kami berjanji akan selalu melindungi pemuda itu, Sekar Kencana” Kata Naga Saksana yang juga sedang menatap sendu ke arah Ridho, yang masih berlutut..
Sekar tersenyum senang mendengar ucapan Naga Saksana, kemudian kembali melayang ke dekat gw..
“Sebaiknya kita segera kembali, Kang Mas.. Kau urungkan niat untuk menemani saudara mu, karena sudah ada Nyai Lingga dan Naga Saksana yang akan melindunginya.. Lagi pula, malam ini aku harus melenyapkan sisa Hawa Jahat Banas Ireng di tubuh mu.. Selain itu, ada suatu hal penting yang harus kita bicarakan” Kata Sekar yang memberi saran..
Sejenak, gw melempar pandangan ke arah Ridho.. Sebenarnya, gw tidak enak hati untuk menyampaikan apa yang Sekar sarankan, akan tetapi mengingat ada dua hal penting yang disebutkan oleh Sekar, dengan sangat terpaksa gw harus membatalkan niat untuk menemani Ridho..
Dengan melangkah perlahan, gw menghampiri Ridho.. Gw membantunya bangkit dari posisi berlutut, kemudian mengajak saudara gw itu untuk kembali duduk di atas tempat tidur.. Dengan sangat hati-hati, gw mengutarakan apa yang sudah disarankan oleh Sekar ke Ridho..
“Iya, Bree.. Gw ga apa-apa koq.. Lu mendingan turutin Sekar.. Gw yang seharusnya minta maaf, karena ga bisa bantu lu lagi” Ucap Ridho sambil memasang senyuman yang sedikit dipaksakan..
Gw menganggukkan kepala kembali, lalu bangkit setelah menepuk bahu Ridho untuk memberi dukungan.. Dengan wajah serius, gw berjalan mendekati Nyai Lingga dan Naga Saksana..
“Aku mohon, lindungi saudara ku dari apapun yang mencoba mencelakakannya.. Jangan pernah tinggalkan dia sendiri.. Jika ada sesuatu, tolong beritahu kami.. Aku berjanji, kami akan segera datang untuk membantu” Pinta gw ke kedua Jin Penjaganya Ridho..
Baik Nyai Lingga dan Naga Saksana, kedua nya serempak menganggukkan kepala pertanda meluluskan permintaan gw..
Dengan sangat berat hati, gw berpamitan ke Ridho dan dua Jin Penjaganya.. Di dalam mobil milik Ayu, gw seringkali termenung memikirkan kejadian yang sedang menimpa kami.. Mengapa selalu saja ada ujian untuk kami berempat?
“Yaa Allah Yaa Rabb, hamba mohon beri kami kekuatan untuk melewati tiap ujian Mu” Ucap gw dalam hati..
Sesampainya di rumah, gw tidak lagi menjumpai Ayu disana.. Hanya ada Ibu yang terlihat sedang menunggu gw di depan teras.. Hari sudah menjelang petang.. Gw sempat melirik jam tangan yang menunjukkan pukul empat sore..
“Kamu lama amat main ke rumah Ridho, Bang.. Ngapain aja sih? Ayu sampai pulang naik taksi tadi” Tanya Ibu dengan tatapan tajam..
“Ada masalah sedikit, Bu.. Nanti abang telpon Ayu deh.. Abang mo Shalat Ashar dulu” Jawab gw tanpa berani membalas tatapan mata Ibu, dan langsung masuk ke dalam rumah..
Tanpa mau menunda waktu, gw segera ke kamar mandi untuk mengambil Wudhu, lalu kembali ke kamar untuk menunaikan kewajiban.. Sekar dan Bayu Barata yang ternyata sudah ada di dalam kamar, terlihat sedang bercakap-cakap..
Selepas melaksanakan Shalat Ashar, gw segera mengambil Hp dan hendak menghubungi Ayu.. Sebuah lagu jadul dari The Cardigans dengan judul Lovefool, terdengar sebagai nada sambung pribadi di nomer Ayu..
“Assalammualaikum, Ada apa, Mam?” Terdengar suara Ayu yang memberi salam
‘Waalaikumsalam, Lu dimana, Yu? Koq pulang aja, mobil lu gimana nih?” Jawab gw yang langsung disusul pertanyaan lain..
“Eeeh, baru telpon langsung nanya aku banyak banget” Jawab Ayu, diiringi suara tawanya yang terdengar renyah..
“Iya, iya.. Gw mo tanya satu aja deh.. Soal mobil lu, gimana, mau gw anterin sekarang ga?” Tanya gw lagi?
“Kalo ga ngerepotin kamu, boleh aja, Mam” Jawab Ayu..
“Ya udah.. Lu tunggu di rumah deh.. Gw mandi dulu bentar, terus langsung ke sana” Kata gw ke Ayu, lalu tak lama kemudian mengakhiri percakapan dengan salam..
Gw sempat mengatakan ke Sekar bahwa setelah mandi, gw akan pergi ke rumah seorang gadis untuk mengembalikan mobil yang dipinjamkannya.. Sekar menganggukan kepala dan berpesan agar gw segera kembali ke rumah, untuk membicarakan sesuatu yang menurutnya cukup penting..
Sesampainya gw di rumah Ayu, gw bertemu dengan Bu Aisyah, yang biasa dipanggil Umi oleh gadis itu.. Kami sempat bercakap-cakap sebentar, hingga akhirnya Bu Aisyah pamit untuk mandi.. Sebenarnya, gw merasa Bu Aisyah seperti sengaja memberikan kesempatan, agar gw bisa ngobrol berlama-lama dengan putrinya.. Karena ada suatu hal yang lebih penting sedang menunggu di rumah, gw pun memnutuskan untuk berpamitan ke Ayu..
“Kamu serius mo pulang naik taksi, Mam? Kenapa ga aku antar aja sih? Udah malam tau, Mam” Kata Ayu yang gw balas dengan senyuman..
“Ga usah, Yu.. Lu udah pinjemin gw mobil tadi, masa harus ngerepotin lu lagi buat nganterin gw balik”
“Iiiih, kamu mah masih gitu aja ke aku, Mam.. Masa sama calon suami, aku harus ngerasa direpotin?” Jawab Ayu yang membuat gw membesarkan kedua mata..
Ayu sendiri tertawa kecil melihat reaksi gw yang terkejut mendengar jawabannya barusan..
“Aku bercanda, Mam.. Ga usah diambil hati.. Tapi, lucu juga liet muka kamu yang kaget tadi” Kata Ayu sambil sesekali masih tertawa..
Untuk sesaat, gw melihat wajah Ayu yang menatap dengan penuh arti.. Sebelum pergi dari rumah keluarganya, Ayu sempat mengantarkan hingga ke depan gerbang dan menemani gw menunggu taksi..
“Kalo dari sini, agak susah nyari taksi, Mam.. Mau ga mau, kamu harus jalan ke pertigaan depan.. Sebentar deh, aku ambil sweater dulu di dalem, nanti aku antar kamu ke depan”
“Eh, ga usah, Yu.. Lu ga usah nganterin gw.. Cuma jalan ke depan doank koq.. Lagipula, udah Maghrib.. Ya udah, gw jalan aja ke depan sekarang yah.. Btw, makasih pinjaman mobilnya” Kata gw ke Ayu, sekaligus menghentikan niatnya untuk mengambil sweater..
Dengan diiringi senyuman manis gadis itu, gw mulai berjalan meninggalkan rumah nya.. Sebenarnya ingin pulang dengan menggunakan jasa taksi, hanya alasan gw semata.. Gw berniat memanggil Bayu Barata untuk membawa gw pulang ke rumah.. Tapi, melihat jalan yang gw telusuri masih ramai dengan kendaraan roda empat dan roda dua yang melintas, mau tidak mau gw harus mencari tempat dimana tidak ada orang lain yang melintas..
Gw terus melangkah menyusuri jalan, sambil mencari-cari dimana kiranya gw bisa memanggil Bayu Barata.. Hingga akhirnya gw tiba di depan rumah keluarga Anggie.. Gw sempat menoleh ke rumah bercat putih itu meski masih terus berjalan, untungnya keadaan rumah keluarga Anggie kelihatan sepi..
Setelah melewati rumah Anggie, gw melihat sebuah rumah besar yang nampak gelap dan tak terurus.. Rumput-rumput dan pohon liar yang tumbuh di halaman rumah itu, jelas menandakan bahwa bangunan tersebut sudah lama tak berpenghuni..
“Kek nya kalo gw panggil Bayu didalam sana, ga bakal ada orang yang lihat” Pikir gw dalam benak..
Gw sempat melihat ke kiri dan kanan sebelum memutuskan untuk melompati pagar rumah kosong itu yang sudah berlumut.. Setelah merasa tidak ada orang yang lewat, gw segera menggunakan Ilmu Meringankan Tubuh dan melompati pagar setinggi dua meter..
DEG..
Jantung gw terasa mau copot saat melihat apa yang gw temui di balik pagar, setelah menapakkan kedua kaki di dalamnya..
dodolgarut134 dan 15 lainnya memberi reputasi
16