Kaskus

Story

OblOOOOOOOAvatar border
TS
OblOOOOOOO
.[[SINCE 2013]]. Kimi ga Katta: Having You (Trilogi)
.[[SINCE 2013]]. Kimi ga Katta: Having You (Trilogi)

Spoiler for Segelas Es Kosong:


Spoiler for Halaman Belakang Buku 1 & 2:


Quote:



Quote:


Quote:
Polling
0 suara
Di Buku terakhir, siapakah yang akan menjadi pendamping Bagas di akhir cerita?
Diubah oleh OblOOOOOOO 15-11-2021 21:40
amdar07Avatar border
fahmibusterAvatar border
junti27Avatar border
junti27 dan 14 lainnya memberi reputasi
13
131.4K
1.1K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.8KAnggota
Tampilkan semua post
OblOOOOOOOAvatar border
TS
OblOOOOOOO
#1015
5. Interme-zone 2018 - Nino & Gue (2018)
5 Januari 2018

Jum'at pertama di tahun 2018---ya, selamat tahun baru ya! Sudah 5 tahun trit ini tetap berlanjut walaupun tersendat-sendat emoticon-Big Grin--gue di hari itu menerima sebuah pesan via Line dari Nino.

Spoiler for Percakapan pertama, baca dari gambar KIRI ke KANAN:


Gue pun mengiyakan permintaan Nino, berhubung gue juga sedang tidak terlalu sibuk saat itu. Biasanya, kalau gue udah sibuk, sabtu minggu gue gak akan keluar.

Sabtu pagi pun gue berangkat ke rumah Nino, membawa sepeda motor kesayangan gue. Gue lebih seneng bawa motor di Jakarta dibanding mobil, bahkan ke kantor pun sehari-hari gue bawa motor. Memang capek, penuh polusi dan emosi, tapi motor bisa mempersingkat waktu sampainya gue ke tujuan, bahasa Jepangnya, nyelip-nyelip.

Nino minta gue jemput di depan rumahnya, dan gue pun pergi sampai depan rumahnya. Tapi, ternyata di depan ada saudaranya Nino yang laki-laki, gue takut ditanya-tanyain jadi gue tancep gas lagi dan nunggu Nino di depan portal kompleknya emoticon-Big Grin Cemen banget ya gue emoticon-Big Grin

Gue udah di depan portal komplek lu, bergegas keluar! Sent 17.02

Lah, depan rumah gue aja sih emoticon-Thinking Received 17.03

Kagak ada, buruan kesini, ga pake lama! Sent 17.04

Yaudah, tunggu bentar. emoticon-Nohope Received 17.04

Sekitar lima menit kemudian Nino muncul di belakang gue, menepok pundak gue.

"Oi, kenapa gak di depan rumah aja sih, capek tau gak jalan kesini emoticon-Mad

"Hahaha emoticon-Big Grin Ada sodara lu di luar takut di tanya-tanyain gue emoticon-Big Grin

"Najiss dah" emoticon-Hammer

"Yaudah, cepetan naik!"

"Bentarr!" Nino pun mulai memposisikan duduknya di jok belakang gue. Sambil benerin helm, dia melihat ke arah spion yang sengaja gue tembak ke arah dia. "Cepetan jalan, elaaah bentar lagi Maghrib nih emoticon-Hammer

"Siaap princess..."

Dari rumah Nino, ke Mall tempat dia ingin beli kosmetik itu sekitar 45 menit. Sebenernya kalau lancar bisa 30 menitan, tapi karena banyak pembangunan LRT dan jalan tol, membuat kemacetan lalu lintas, apalagi malam minggu emoticon-Nohope

Mall-mall di Jakarta, asli, penuh dengan diskriminasi emoticon-thumbdown Masuk mobil pasti lewat depan dari jalan raya, sedangkan motor masuknya lewat belakang emoticon-Nohope

"Entar masuk motor di sono, belakang..." Ujar Nino sambil menunjuk ke arah kejauhan dan menopangkan tangannya di bahu gue.

"Iyaa, tauuu" emoticon-Thinking

"Nah, disini belok kiri" Ujar Nino saat gue sudah membelokkan motor gue ke kiri.

"IYA, TAU AH ELAH, Lu kira gue gak pernah kesini apa" emoticon-Mad

"Mana tau lu udah lupa emoticon-Big Grin" Jawabnya santai sambil cekikikan.

Gue terakhir kali kesini beberapa bulan yang lalu, Oktober, kalau nggak salah ketemu sama Aldhy, si Kapten kapal sohib gue waktu SMA. Doi, mumpung lagi di darat jadi dia ngajak gue nongkrong. Bener aja, lagi-lagi si Aldhy gak ngasih tau Ami kalau doi udah balik emoticon-Big Grin

Seinget gue, jalan masuk ke parkiran motor adalah belok kiri dari jalan raya, lurus melewati ruko-ruko kemudian belok kiri lagi. Dan disaat itu gue melihat simpang, dan gue lupa ambil yang mana emoticon-Gila

"Eh disini gue lupa, kanan apa kiri ya?" emoticon-Belo Tanya gue sambil mengarahkan motor gue ke simpang kanan.

"KATANYA LO INGET! AMBIL KIRI, STUPID! emoticon-Mad

"He he" emoticon-Malu

Gue cuma ketawa-ketawa aja setelahnya sambil becanda-becanda garing sama Nino emoticon-Malu.

Sesampainya disana, apalagi kalau bukan Nino dan gue yang jalan misah jauh-jauh, udah berlaku tingkah kaya orang bodoh, begaya depan cermin sana-sini sembari berjalan menuju Mushola. emoticon-Gila

"Anjir, gila lo ya ngaca molo." Sambil gue juga ikutan ngaca emoticon-Malu "Gue bulet jugaa emoticon-Belo" .

"BARU SADAR LO" Ujar Nino kemudian merasa malu diliatin orang-orang kita ngaca kek ngaca di rumah sendiri.

"Berat gue 95 sekarang emoticon-Nohope" Ya, gue gendut sekarang. Cuma karena gue agak tinggi jadi keliatannya ga terlalu bulet. Seinget gue, semester 1 gue masih 55, tahun kedua itu 65 dan tahun ketiga itu 70. Masih agak normal, dibanding tinggi gue. Tapi semenjak hidup gue nikmat dan penuh berkah, plus tingkatan stress makin tinggi gue jadi ngemil mulu. Tiap hari pulang pasti bawa jajanan emoticon-Nohope

"Buset dah, gentong apa babi tuh? emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)

"Gak ada pilihan yang bagus apa.. emoticon-Nohope"

"Gue makan banyak, gak makan, segini-segini aja emoticon-Stick Out Tongue" Cemooh Nino, yang emang bener, badannya segitu-segitu aja. Gue juga heran kenapa.

"Siapa?"

"Guee lah, siapa lagi?!"

"YANG NANYA... emoticon-Big Grin emoticon-Peace"

"Au ah, sebel gue."

Dia pun berjalan duluan, walaupun jalannya pelan banget. Gue yang jalannya dari belakang dia aja, akhirnya sampai ke Mushola duluan emoticon-Nohope

”Di Jepang udah di lindes orang lo. Pelan amat jalan”

Dia cuma manyun sambil jawab, “Bodo”

Selepas sholat maghrib, dia menggerek gue ke Watson, sebuah toko tempat jualan kosmetik.

"Gue nunggu diluar aja yah, lo kedalam beli sendiri." Ujar gue yang anti masuk ketempat begituan. Nino yang seolah mengerti hanya mengangguk dan berucap "Oke"

Setengah jam lebih mungkin dia di dalam. Entah produk apa yang dia cari itu. Gue bahkan sempet keliling lantai mall itu sambil ngambil foto pernak pernik natal yang masih nempel di langit-langit Mall. Biasa, gue kan instragramer yang ketinggalan jaman emoticon-Nohope

St. Ives (bukan bermaksud iklan ya), tapi jujur saking gue lupanya nama kosmetik itu, gue ampe nanya dia tau mereknya apa pas bikin trit ini emoticon-Big Grin Dan pastinya, chat-chatan bodoh ala-ala gue dan Nino terjadi emoticon-Big Grin

Spoiler for GUE LUPA NAMA KOSMETIKNYA, BACA DARI KIRI KE KANAN LALU BAWAH:


Oh, iya, anyway, Nino tau kalau misalnya gue buat cerita yang tokohnya terinspirasi dari dia. Dia tau saat kita ke Starbucks malam itu juga. Selepas dia beli kosmetik, gue pun ngajak dia ke Starbucks deket sana.

"Gue pesen mocha aja kali ya. Yang pait." Ujar Nino saat kita dikasir. emoticon-Nohope

"Lo semakin bodoh ya, dimana-mana mocha manis.."

"Iya, yang gak terlalu manis maksudnya..."

"Sekalian aja beli noh, kopi item."

"... emoticon-Nohope"

Mas mas Starbucksnya hanya senyum-senyum melihat kita bedua sambil menunggu pesanan dari Nino.

"Yaudah Mas, Cappucino ****", Ujarnya sambil ngeluarin duit terus ngasih ke gue. "Nih tambahin kalau kurang, trus tungguin kopinya! emoticon-Ngacir" Lanjutnya sambil mencari bangku kosong di dalam.

"Atas nama siapa Mba?" Panggil mas-mas kasirnya.

"Nabila!" Jawabnya sambil tetap mengarah ke bangku kosong di pojok kiri.

"Nok, di luar aja ude smoking area!" Panggil gue melihat dia memilih bangku di dalam ruangan.

"Kagak! Panas, ga BOLEH NGEROKOK DEPAN GUE!" emoticon-Mad

"...Oh my GOD" Gumam gue menyesal... emoticon-Nohope Kopi kan ga lengkap kalau engga ngudud. emoticon-Shutup

"Masnya pesen apa?" Tanya mas-mas kasir ke gue yang masih melihat-lihat menu.

"Ini aja, Chessnut."

"Yang Tall, Grande atau Venti Mas? Yang Grande dapat promo upsize ke Venti lho!"

"Yaudah, Grande aja." Jawab gue sambil di-oke-in sama mas-masnya. Gue kasih duit gue, menunggu kembalian, dan gue dapat Kartu Starbucks. Yeee! emoticon-Big Grin Walau ga tau gue guna apa kagak.

Gue pun duduk di depan Nino, kita mulai nostalgia masa-masa dulu. Dia cerita tentang kerjaannya, gue juga. Sambil kita dengerin lagu Perfect dari Ed Sheeran via headset sebelah-sebelahan emoticon-Embarrassment yang lagi booming banget. emoticon-Malu Ya, sedikit banyaknya Nino yang curhat masalah ini itu, dan gue cuma nimpalin seadanya sambil becanda. Dapet banget sih moodnya malam itu, dan dia ngambil hape baru gue sambil foto-foto di kamera gue.

"Kamera lu bagus juga ya, hape baru nihye"

"Au ah, gue ngerokok dulu" Ujar gue sambil beranjak ke smoking area.

"Ishhh, jangan! Masa gue ditinggal mulu sendirian anjir emoticon-Mad"

"Bodo emoticon-Shutup"

Alhasil, setelah gue menghabiskan sebatang rokok, gue masuk lagi dan menemukan banyak foto di hape gue. emoticon-Thinking

"Mayan buat pelancar boker nih foto"

"Anjir. Ish, kan lu bau rokok!"

"Bodo, gasuka pulang lu sono."

"..."

Wajahnya yang kesel dan pasrah, gue ga tau lagi mau ngomong apa. Gue cuma cekikikan dalam hati. Dan disaat itulah, gue cerita ke dia.

"Eh, btw, gue pernah nulis novel loh." Saat itu gue bilang novel, bukan KasKus. Karena, memang awalnya Kimi ga Katta buku pertama ada format pdfnya.

"Oh yaa, tentang apa?" Nino yang tertarik denger cerita, mulai masa bodo dengan nafas gue.

"Romansa picisan emoticon-Big Grin Tokohnya terinspirasi dari lo" Ujar gue berusaha menghibur.

"Ihh, mana kirimin! Entar gue baca di rumah."

Dan gue pun mengirimkan file itu lewat email, karena memang draftnya ada di email gue berupa pdf. Awalnya dia salah kira bahwa Karin itu adalah doi emoticon-Big Grin

Jam 10 teng, gue dan Nino pun balik. Gue ga enak bawa anak orang kemaleman, apalagi gue gak mampir tadi. Saat mau ke parkiran, gue menyalakan batang rokok gue lagi.

"Issh, GUE TRAUMA KENA BARA API LO PAS BAWA MOTOR. PLEASE DON'T SMOKING WHILE DRIVING." emoticon-Mad emoticon-Mad Dia berusaha menepis nepis tangan gue yang lagi ngebakar rokok biar rokok gue jatuh.

"HAHA. BODO emoticon-Big Grin" Jawab gue sambil menghindar.

"YAUDAH MOTOR LU SINI GUE BAWA." Ujarnya ngerampas kunci motor gue.

"EH BISA GA LO?!"

"BISA LAH!"

"YAUDAH HATI-HATI JATOH"

Gue pun membiarkan dia bawa motor, paling keliyengan. Dan bener aja, karena badan gue berat mungkin ya, awal-awal dia bawa motor di jalan raya itu goyang-goyang emoticon-Nohope

"Oi, ati-ati! Biar sini gue yang bawa dah."

"Kagak, lu masih ngerokok!"

Dan doi terus ngegas motor gue.

"Kita lewat jalan pintas aja yah." Ujarnya sambil masuk ke dalam gang kecil perumahan, namun sepi itu.

"EH BISA GAK LO BAWA, GOYANG-GOYANG NEH MOTOR" Ujar gue ngedumel terus dijalan, ketakutan.

"BISA! LO UDAH DIEM AJA!" Teriaknya sebel mungkin.

DAN, disaat itu juga ide muncul di kepala gue.

"Yaudah gue diem yaa.. emoticon-Malu" Tangan gue mulai menyelinap dibalik keteknya dan melingkar ke perutnya, sambil menempelkan dagu ke pundaknya.

"Hahahaha emoticon-Malu geli Bagas!" Ujarnya ketawa-ketawa malu sambil berusaha melepaskan tangan gue di perutnya. Sumpah, lingkar badan Nino kecil banget. Serasa meluk guling, tapi hangat emoticon-Malu

Walaupun sekejap, dan cuma dua kali, gue tetap masih merasakan hangatnya sampai ke rumah. Walaupun gue udah janji ke diri gue gak bakal nyentuh-nyentuh cewek lagi, karena gue dapat ceramah, Daripada menyentuh yang non-muhrim, lebih baik kepala ditusuk 1000 jarum

Tapi, tapi, setan tetap bisa menggoda iman gue. emoticon-Malu

Terima kasih setan emoticon-Malu

BRENGSEK. emoticon-Hammer

Malam itu sesampai di rumah, bathin gue bertarung sambil membaca ulang naskah Kimi ga Katta yang pertama. Gue sendiri yang nulis ya, berfikir gini, "ANJIR, INI YANG NULIS SIAPA?" Bayangin udah berapa lama kisahnya terjadi, dan berapa lama gue gak nulis lagi.

Dan, jujur, yang membuat gue melanjut menulis adalah, komentar Nino terhadap Naskah gue, yang bener-bener sesuai ekspektasi emoticon-Hammer

Spoiler for KOMENTAR NINO DI CERITA INI:


Gue jujur, seneng. Walaupun agak-agak sedikit mengkritik dibagian gue yang plin-plan, kegatelan, dan labil ya emoticon-Big Grin Gue tetep seneng dia ga marah, thanks a lot Nin. Dan gue tetep ngelanjutin ini. Tapi mungkin, suatu saat tetep bakal gue hapus. even itu kontennya atau tritnya sendiri. Karena menurut gue. Selain Nino masih banyak tokoh dalam cerita ini bukan? Takutnya, ada yang tersinggung atau berpandangan lain. emoticon-Smilie
Diubah oleh OblOOOOOOO 12-05-2019 08:55
g.gowang
uang5ratus
uang5ratus dan g.gowang memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.