Kaskus

Story

juraganpengkiAvatar border
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..

Prolog

Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..

Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)

SIDE STORIES

Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
devanpancaAvatar border
iskrimAvatar border
adriantzAvatar border
adriantz dan 133 lainnya memberi reputasi
128
2.1M
8K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
juraganpengkiAvatar border
TS
juraganpengki
#1486
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...

“Lu serius, Mam?” Tanya Arya yang sedang menatap kosong ke arah luar kamar gw..

“Serius lah! Bukan karena yang di ganggu itu Anggie ya, Ar.. Tapi emang tuh Jin harus di beresin sebelum ganggu orang lain lagi” Jawab gw sambil menyandarkan tubuh di bagian atas tempat tidur..

Untuk sesaat, Arya terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.. Kemudian, sahabat gw itu membalikkan tubuhnya dan menatap ke arah gw..

“Gimana caranya, Mam? Kita emang bisa meraga sukma, tapi masa dirumah lu?” Tanya nya lagi dengan kening berlepit..

“Santai aja, Bosskuh.. Nyokap gw masih d rumah sodara yang habis hajatan.. Gw rasa baliknya juga bakalan malem.. Mumpung baru jam 5.. Mendingan, sekarang lu panggil Jin Penjaga lu buat jaga raga kosong kita nanti” Jelas gw ke Arya mencoba meyakinkan pemuda itu dengan perhitungan gw sendiri..

Arya perlahan menganggukan kepala dengan wajah masih menyiratkan sedikit keraguan.. Kemudian, pemuda itu memejamkan kedua mata dengan mulut bergerak-gerak seperti sedang membaca sesuatu..

Tak lama kemudian terdengar suara lembu yang melenguh, seiring dengan kemunculan sosok Jin bertubuh laki-laki kekar dengan kepala lembu.. Jin penjaga nya Arya, untuk sejenak melirik ke arah gw dengan sedikit sinis.. Heran gw Lembu Rukmo sinis mulu kalo liet gw..

Sesaat, Arya terdengar meminta bantuan Lembu Rukmo untuk menjaga raga kami, diwaktu sudah menggunakan Ajian Meraga Sukma.. Tapi, Jin Penjaga sahabat gw itu nampak hanya mematung sambil menatap wajah Arya..

“Aku ikut.. Biar teman ku yang akan menjaga raga kosong kalian nanti” Jawab Lembu Rukmo dengan suara berat namun tegas..

Arya terlihat melirik ke arah gw seakan meminta persetujuan atas permintaan yang disampaikan Lembu Rukmo.. Gw tersenyum sambil menganggukan kepala sebagai jawaban positif bagi isyarat yang diminta Arya..

Kemudian, gw dan Arya mulai berjalan menuju tempat tidur.. Gw memilih untuk membaringkan tubuh di atas lantai tanpa alas apapun.. Alasannya, karena lantai tersentuh langsung dengan hawa murni Bumi dan mengandung daya tolak sendiri bagi beberapa ilmu hitam.. Sementara, Arya mulai merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur gw..

“Siap, Ar?“ Tanya gw yang dibalas dengan acungan jempol Arya..
Perlahan, gw mulai memejamkan kedua mata, mengatur jalan nafas dan mencoba menyelaraskan detak jantung dengan aliran darah.. Dalam hati, mantera Ilmu Meraga Sukma mulai terbatin disana.. Sedikit demi sedikit, gw mulai merasakan sebuah daya hisap dari atas yang membuat tubuh gw seperti melayang..

Saat membuka mata, gw langsung tersenyum ke arah sukma Arya yang sudah terlebih dahulu keluar dari raganya.. Lembu Rukmo yang menatap ke arah sukma kami secara bergantian, menganggukan kepalanya.. Lalu, mengeluarkan sebuah tusuk konde kecil yang memendarkan sinar putih..

Gw sempat heran dan tertegun melihat sekepulan asap putih, keluar dari tusuk konde kecil di genggaman tangan kanan Lembu Rukmo.. Perlahan namun pasti, bau harum bunga mawar memenuhi ruang kamar gw, seiring asap putih itu menjelma menjadi suatu sosok gaib berambut panjang..

Arya sempat menoleh ke arah gw, begitu sosok tersebut mulai terlihat jelas.. Di hadapan kami, melayang sesosok Jin wanita berparas cantik dengan hanya mengenakan gaun putih transparan.. Pandangan mata gw sempat tertegun menyaksikan siluet tubuh molek Jin wanita itu, yang terbayang jelas dari luar pakaiannya.. Bahkan dua buah dadanya dengan ukuran wah tersebut, nampak menggantung padat di dada..

Baik gw dan Arya, terpaksa melemparkan pandangan ke arah lain, saat mendengar suara hembusan nafas Lembu Rukmo yang sengaja dikeraskan olehnya, sebagai pertanda untuk tetap fokus..

“Ada apa kau memanggil ku, Kanda Lembu Rukmo? Apa kau ingin aku melayani dua pemuda tampan disebelahmu?” Tanya sosok Jin cantik itu, sambil mengerlingkan sebelah matanya kearah gw dan Arya..

“Hilangkan pikiran kotor mu, Ni Mas Linduri.. Aku memanggilmu untuk menjaga raga kasar mereka dari Jin hitam yang mencoba mendekat.. Ada urusan yang harus kami selesaikan sore ini juga” Jawab Lembu Rukmo ke arah Jin wanita yang di panggilnya dengan nama Ni Mas Linduri..

Sesaat, Ni Mas Linduri menoleh ke arah raga kosong gw dan Arya yang terbaring di atas lantai dan tempat tidur.. Untuk sekian lama, tatapan mata Ni Mas Linduri terhenti di raga kosong gw.. Lalu, menoleh kembali ke arah kami sambil memainkan rambutnya yang panjang dengan gaya menggoda..

“Baiklah! Tapi, bolehkah aku sedikit bermain-main dengan raga pemuda itu.. Aku gemas sekali melihat parasnya yang tampan”

Mendengar pertanyaan Jin wanita yang tiap lekuk indah tubuhnya terlihat jelas di gaun transparan, membuat kedua mata gw seketika membesar dan terpaksa menelan ludah sendiri, saat ia melirik lagi ke arah raga kosong gw..

“Jangan macam-macam, Ni Mas.. Pemuda itu titisan Jagat Tirta sekaligus keturunan Baginda Raja Penguasa Alam Gaib Tanah Pasundan” Jawaban Lembu Rukmo sontak membuat Ni Mas Linduri terbelalak..

Sekali lagi ia melirik raga gw cukup lama, lalu kembali melemparkan pandangan ke arah sukma gw.. Jelas sekali gw dapat melihat raut segan yang tersirat di wajah jin wanita tersebut..

“Pantas saja aku seperti pernah melihat ketampanan wajahnya, ternyata pemuda itu titisan Jagat Tirta” Ucap Ni Mas Linduri yang terdengar lirih..

“Baiklah, aku akan menjaga dua raga kasar mereka.. Aku berjanji tidak akan berbuat macam-macam.. Tapi, jika hanya sekedar meraba, aku rasa tidak masalah untuk kalian, kan?” Kata Ni Mas Linduri yang hanya di balas dengan gelengan kepala lembu, Jin Penjaganya Arya..

Gw cukup terusik mendengar ucapan jin cantik itu.. Gw harap sosok berpenampilan menantang tersebut hanya sekedar bercanda dan tidak benar-benar mewujudkan candaannya tadi.. Jangan sampai, jika sepulangnya nanti dari membalas perbuatan Jin Hitam yang mengganggu Anggie, raga gw sudah kehilangan keperjakaan.. Amt-amit Jabang Bayi..

“Aku akan membawa sukma kalian agar dapat tiba lebih cepat ke tempat yang kalian tuju.. Dan kau titisan Jagat Tirta, cobalah bayangkan seperti apa tempat yang ingin kau datangi” Ucap Lembu Rukmo yang gw balas dengan anggukan kepala..

Untuk beberapa saat, gw memejamkan kedua mata dan berusaha konsentrasi mengingat seperti apa ruang balairung tempat Jin hitam itu bersemayam.. Tiba-tiba, bahu gw dipegang sebuah telapak tangan besar milik Lembu Rukmo, seiring sukma gw yang terasa melesat..

“Buka mata kalian.. Ini tempat yang aku lihat dari pikiran mu, titisan Jagat Tirta” Ucap Lembu Rukmo yang membuat gw perlahan membuka mata..

Tepat sekali, Jin Penjaga nya Arya sudah benar membawa kami ke dalam ruangan yang tadi digunakan untuk merayakan pesta pernikahan Kak Silvi.. Beberapa dekorasi dan rangkaian bunga masih terpasang di sudut ruangan itu..

Tak mau membuang waktu, gw langsung melesat menembus dinding, disusul sukma Arya dan Lembu Rukmo.. Kedua mata gw sempat membesar begitu sudah berada di dalam ruangan kosong yang berisi bangku-bangku rusak milik hotel..

Kamar yang seharusnya gelap dan pengap dipenuhi debu, berubah menjadi sebuah ruangan berukuran sepuluh kali lipat dari ukuran sebenarnya.. Bangku-bangku rusak yang seharusnya saling bertumpuk, menjelma menjadi perabotan mewah yang tertata rapi di tiap sudut ruang..

Tapi anehnya, di ruangan bercahaya temaram tersebut, sama sekali kami tidak menemukan sosok siapapun.. Gw mencoba menajamkan semua indera, berusaha menangkap wujud dan mendengar suara, ataupun bau khas yang mungkin bisa menjadi petunjuk akan keberadaan mahluk yang kami cari..

Lembu Rukmo sendiri terlihat melangkah pelan sambil menghembuskan nafas panas dari lubang hidungnya yang besar.. Kedua mata bulatnya nampak memperhatikan ke beberapa sudut ruang.. Sama seperti yang gw lakukan, Lembu Rukmo nampaknya mencoba mencari sosok gaib penguasa tempat ini..

Namun, hasilnya tetap nihil.. Tidak ada petunjuk apapun yang bisa kami jadikan sebagai dasar atas keberadaan mahluk gaib itu.. Saat, perasaan kecewa mulai terbit, tiba-tiba, gw mendengar bisikan suara yang sangat gw kenali..

“Mahluk yang kau cari sedang duduk bersila dua tombak di hadapan mu, Ngger.. Pukulkan telapak tangan kanan mu yang terjejaki Kitab Langit Bagian Matahari ke atas bumi.. Niscaya, Ajian Halimun Panon milik mahluk itu akan hancur”

Tanpa banyak bicara, gw langsung melompat satu tombak ke atas dan memukulkan telapak tangan kanan ini menghantam lantai, mengikuti bisikan jarak jauh dari Raja Jin..

BRAKK!!! SETTT!!!

Suara gebrakan telapak tangan gw yang membuat lantai retak dibeberapa bagian terdengar.. Disusul suara melesatnya sinar kuning terang, yang keluar dari telapak tangan gw dan secepat kilat merambat di atas lantai..

DUARR!!!

Suara ledakan gaib terdengar keras saat sinar kuning terang dari telapak tangan kanan gw, menghantam sesuatu tak kasat mata pada jarak dua tombak di hadapan.. Sesosok bayangan hitam terlihat terpental tiga tombak ke belakang dan jatuh berdebum di atas lantai..

Gw yang sempat tertegun menatap retakan dilantai, langsung melompat satu tombak ke hadapan bayangan hitam.. Sosok yang ternyata adalah Jin laki-laki berkulit hitam legam dengan rambut panjang selantai dan hanya mengenakan sehelai kain coklat lusuh untuk menutupi auratnya, nampak meringis kesakitan sambil memegangi dadanya yang berbulu lebat..

Kedua mata merahnya mencorong menatap tajam ke arah kami bertiga.. Dari mulut lebar dan bergigi merah tajam sosok itu, terdengar suara ringisan kesakitan.. Sejejak luka terbakar nampak terlihat jelas di dada mahluk berkulit hitam legam tersebut.. Gw sempat melirik ke arah telapak tangan kanan, dimana Pola Matahari yang masih bersinar kuning, terlihat di tengah nya..

“Jadi seperti itu kesaktian salah satu Bagian Kitab Langit? Padahal, gw sama sekali ga pake tenaga dalam..” Gumam gw dalam hati..

Melihat gw sedang terkesima memandangi telapak tangan sendiri, sosok yang sekiranya masih tergolek kesakitan itu, tiba-tiba memukulkan telapak tangan kirinya yang hitam pekat ke atas lantai.. Gw sempat bersiap menunggu kesaktian apa, yang akan di keluarkan sosok bertubuh gempal berkulit hitam legam tersebut, setelah memukulkan tangannya ke lantai..

Tapi anehnya, tidak ada sesuatu yang terjadi.. Dengan senyuman meremehkan, gw perlahan melangkah maju mendekat.. Mendadak, langkah gw terhenti saat merasakan sesuatu membelit erat kedua kaki gw.. Pandangan gw membesar dan seketika bergidik geli, begitu melihat puluhan mahluk hitam berlendir seperti belut, muncul dari bawah lantai dan membelit kuat kedua kaki..

Gw sempat menggunakan Ajian Tapak Jagat untuk menghancurkan mahluk menjijikan tersebut.. Tapi selalu saja ada sosok baru yang keluar, menggantikan sosok yang telah hancur terkena Ajian Tapak Jagat..

Dari arah belakang juga terdengar suara lenguhan Lembu Rukmo dan teriakan marah Arya.. Gw sempat menoleh ke arah mereka dan melihat dua sosok lain alam itu, sama-sama sedang kewalahan dikerubuti puluhan mahluk panjang hitam dan berlendir di kaki mereka..

Beberapa tebasan Ajian Tapak Wesi milik Arya dan kesaktian Lembu Rukmo dari dua tanduk, serta tiupan nafasnya yang mampu membekukan apapun, sama sekali tidak berhasil melepaskan kaki mereka dari jeratan mahluk aneh berwarna hitam..

Dari arah depan, gw mendengar suara tawa keras Jin berkulit hitam legam yang mulai bangkit sambil memegangi luka di dadanya.. Tatapan mata gw menyorot tajam ke sosok yang sudah memanfaatkan kelengahan kami.. Seharusnya gw tidak meremehkan lawan yang belum pernah gw hadapi sebelumnya..

“ Seperti yang sudah kuduga, saat melihat mu menggagalkan aku untuk menyerap sukma gadis cantik siang tadi, ternyata kau benar bukan anak manusia sembarangan.. Seharusnya, saat ini aku sudah bersenang-senang dengan sukma gadis itu” Ucap sosok bermata dan bergigi tajam warna merah ke arah gw, disusul senyuman nya yang menyeringai..

“Aku bersumpah akan melenyapkan mu dengan tangan ku sendiri, Jin busuk!” Jawab gw dengan kedua telapak tangan yang kembali diselimuti Ajian Tapak Jagat..

Untuk sesaat, sosok jin yang hanya mengenakan kain coklat lusuh di auratnya itu, melirik ke arah kedua telapak tangan gw.. Lalu mengulum senyum meremehkan..

“Bagaimana kau akan melenyapkan ku, anak manusia? Kesaktian mu saja tidak mampu membunuh hewan peliharaan ku.. Anggap saja Ajian mu yang tadi adalah keberuntungan.. Selama kalian berada di sini, tidak akan bisa kalian melenyapkan ku” Ucap Jin hitam tersebut, dengan mata merah menyorot tajam..

“Kau tidak tahu dengan siapa kau bermain api sekarang ini, Banas Ireng? Lepaskan kami, atau kau akan menyesal seumur hidup” Teriak Lembu Rukmo dari arah belakang..

Kedua mata merah sosok Jin hitam yang dipanggil Banas Ireng, langsung melayang mendekati Lembu Rukmo.. Sesaat, gw mendengar kembali tawa meremehkan Jin yang sebenarnya sudah terluka itu..

“Aah.. Aku hampir lupa jika kedatangan juga tamu seorang sahabat lama.. Pandu Rukmo, Jin golongan hitam berwajah tampan, yang kini berkepala lembu” Mendengar kalimat Banas Ireng, kedua mata Arya terlihat terbelalak karena terkejut..

Gw juga tidak kalah kaget nya seperti Arya setelah mendengar ucapan Banas Ireng.. Sambil terus mencoba melepaskan diri dari jeratan hewan aneh berwarna hitam dan berlendir, gw mendengar suara nafas:Lembu Rukmo semakin menderu..

“Ohh.. Nampaknya sahabat tampan ku yang sekarang berkepala lembu ini, tidak suka dengan yang aku katakan.. Kalian dua anak manusia, dengar lah kisah sedih yang akan aku ceritakan tentang Jin berkepala lembu” Kata Banas Ireng sambil melayang kembali ke hadapan gw..

“Cukup! Banas Ireng, Cukup! Aku akan mengampuni nyawa mu asal kau tidak membuka aib ku” Pinta Lembu Rukmo dengan suara berat bergetar..

Seketika Banas Ireng tertawa kembali, tapi kali ini dengan terbahak-bahak.. Namun, tawa nya terhenti, saat luka bakar di dadanya mengeluarkan darah hitam..

“Baiklah.. Aku anggap itu permintaan mu yang terakhir, Pandu Rukmo.. Sebelum aku melenyapkan kalian sebentar lagi.. Lagipula, tidak ada untungnya bagi ku menceritakan kisah sedih mu di hadapan mereka” Ucap Banas Ireng sambil menyeringai..

Perlahan, Jin berkulit hitam mengkilat itu duduk bersila dengan kedua telapak tangan tersilang di dada.. Gw yang menyadari sosok tersebut akan mengeluarkan kesaktian pamungkasnya, segera bersiap dengan Ajian Tapak Jagat..

Kedua mata gw terus menatap tajam ke arah Banas Ireng, yang mulai memejamkan kedua mata dengan mulut lebar berkomat-kamit.. Kemudian, Jin hitam itu membuka mata nya yang melotot, bersamaan dengan mulut lebarnya yang juga terbuka menganga..
jenggalasunyi
sampeuk
dodolgarut134
dodolgarut134 dan 17 lainnya memberi reputasi
18
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.