- Beranda
- Stories from the Heart
Universal Case
...
TS
yavidrahmat
Universal Case

Quote:
Dengan menyebut nama Tuhan yang maha Pengasih lagi maha Penyayang.
Pertama-tama, nama (id) saya adalah yavidrahmat. Untuk kedua kalinya saya ingin menulis kembali di Forum Stories From The Heart atau singkatnya SFTH. Dengan genre Science-Fiction, Future, Mystery, Detective dengan Judul "Universal Case". Tak ada banyak kata yang bisa saya sampaikan pada awal ketika thread ini ditulis. Harapan saya adalah semoga apa yang saya tulis disini bisa menghibur para penghuni Forum SFTH ini (setidaknya bisa mengisi waktu luang agan dan sista sekalian)
Baca rules trit ini terlebih dahulu ya.

Spoiler for Rules:
Rules
1. Setiap pembaca wajib memberikan rate, sesuai dengan tanggapan agan/sista terhadap trit ini.
2. Chit-chat dalam batas wajar dan menjaga kesopanan dalam memposting sebuah komentar.
3. Share thread ini jika dirasa cukup menarik untuk dibaca oleh orang lain selain agan/sista
hanya tiga dari saya, dan rules lain mengacu pada General Rules dari thread SFTH ini
Spoiler for index:
Saya membuat index ini dari awal agar terlihat rapi kedepannya
Sinopsis
Secret Academy
Part I
Part II
Part III

~Universal Case~

Quote:

Sinopsis
Di tahun 2x92 Masehi, dunia sedang berada dalam kekacauan perang yang melibatkan seluruh umat manusia di muka bumi ini. Demi Politik untuk penguasaan dunia, manusia dengan tamak mengacuhkan sistem kedamaian yang telah berlangsung setelah sekian lama. Sudah delapan tahun lamanya peperangan ini berlangsung, yang pada akhirnya semua Negara di bumi ini meyepakati sebuah perjanjian perdamaian. Dimana umat manusia saat itu diwajibkan untuk bersatu. Dalam satu bahasa yang sama dengan bahasa Inggris sebagaimana bahasa tersebut banyak diajarkan di seluruh dunia sebelumnya , dalam satu Negara yang sama dan dalam satu hukum yang sama pula. Di tahun baru milenial ini, umat manusia menyepakati penggunaan penanggalan baru sebagaimana kita menyebutnya tahun 1U atau 1 Universal. Sebuah zaman dimana segala bentuk penelitian yang mengancam sistem perdamaian dunia dianggap sebagai pelanggaran berat. Sebagai bentuk peralihan menuju dunia yang berada dalam kedamaian yang satu.
Dunia pun damai, tapi tak kedamaian tersebut tak sepenuhnya sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Kejahatan masih merajalela dari mereka korban-korban perang yang masih belum bisa menerima perjanjian damai ini mengingat banyaknya pengorbanan yang telah mereka lakukan. Sehingga pembunuhan, perampokan pun menjadi hal yang biasa terjadi di setiap harinya.
Hingga akhirnya,ULF atau Universal Law Foundation sebuah lembaga keamanan di sektor pusat mulai menciptakan sebuah sistem baru untuk mengungkap kejahatan-kejahatan yang ada, baik itu kasus kecil maupun kasus-kasus besar. Revealer, mereka menyebutnya begitu. Untuk mengungkap kasus-kasus kematian yang hampir terjadi di setiap harinya. Berbeda dengan detektif-detektif pada umumnya, para Revealer dituntut untuk menguasai hampir semua keahlian yang ada.
Begitulah apa yang diceritakan oleh kakekku semasa hidupnya, ketika dia masih bekerja sebagai salah satu Revealer di ULF pada awal berdirinya Lembaga tersebut. Yang mana dengan cerita-cerita yang Ia dongengkan semasa kecilku, kini menjadi pacuan untukku menjadi Revealer nomer satu di dunia ini.
Namaku Hita Durwardson. Seorang anak laki-laki berusia 16 tahun yang kini berada di depan gedung ULF untuk mencoba mengikuti seleksi untuk menjadi seorang Revealer. Dan disinilah segala kisah hidupku dimulai.

Diubah oleh yavidrahmat 10-04-2018 14:43
anasabila memberi reputasi
1
3.6K
Kutip
47
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
yavidrahmat
#1
Quote:
Secret Academy
Part I

Part I

2 jam aku menunggu, di depan gedung ULF pada sebuah bangku taman berwarna krim. Disini aku tak sendiri. Banyak remaja bahkan orang tua menunggu dengan tujuan yang sama denganku disini walaupun hanya sekedar dugaanku. Tapi aku yakin dengan pasti bahwa mereka pun menunggu tentang kabar dari bagaimana ujian ini dilaksanakan.
“Huft, kesal sekali rasanya. Bagaimana bisa mereka tidak tepat waktu seperti yang tertulis selebaran ini?” gerutuku kesal sembari menggenggam selebaran dari ULF hingga kusut.
Waktu telah menunjukan pukul 12 siang, aku telah membuang dua jam waktuku hanya untuk bengong menatapi orang-orang berlalu lalang di sekitaran sini walaupun sesekali aku membuka P2X Console-ku untuk bermain game Monster Capture. Untuk apa rasanya aku lari dari jam pelajaranku di sekolah? Walaupun ku tahu beberapa dari orang-orang yang menunggu juga disini mengorbankan beberapa waktunya untuk mengikut ujian tersebut. Perhatianku pun mulai terganggu oleh pembersih-pembersih kaca yang berada di sisi timur gedung yang sudah berada disana selama beberapa jam dengan melakukan pembersihan di tempat yang sama dan kaca yang sama juga.
“Mereka lagi bersihin apa sih?” aku yang bergumam sendiri, demi mengobati rasa penasaran sambil mencari-cari alasan untuk menggerakan anggota tubuh yang terasa kaku akibat berjam-jam menunggu.
“Permisi pak, bapak lagi bersihin apa sih? Kok belum selesai-selesai juga sedari tadi?” Tanyaku pada salah satu pembersih kaca berseragam biru kuning tersebut.
Tanpa jawaban, aku pun mencoba bertanya pada pekerja lainnya. Namun hasilnya tetap berakhir dengan tak adanya jawaban yang ku dengar. Membuatku kesal. Aku meraih kembali P2X Consoleku dari tas sambil duduk di kursi yang tak jauh dari para pekerja tersebut. Aku belum puas, karena diamnya mereka semakin membuatku penasaran untuk tetap mengamati mereka.
Tak ada yang aneh dengan kaca tersebut, kecuali beberapa titik yang masih meninggalkan debu cukup padat untuk sebuah kaca perkantoran. Aku masih memainkan P2Xku dengan Monster Capturenya.
“Tunggu, dua jam lebih mereka membersihkan kaca. Mengapa masih ada debu padat menempel pada kaca tersebut?” gumamku merasa heran.
Ku amati sekali lagi debu-debu pada kaca tersebut.
Tentu saja, sebuah tulisan mulai tampak terlihat jika dibaca dari sudut kanan kaca tersebut. Sebagaimana debu-debu tebal tersebut sengaja di lewatkan oleh para pembersih kaca itu agar tampak tulisan tersebut dapat dibaca oleh mereka yang mengamatinya.
Quote:
“CARI AKU DI INDIA GATE”
bunyi kalimat tersebut...
“India Gate? Bukankah itu nama rumah makan masakan India di distrik 12?” ucapku sedikit senang dengan petunjuk yang kudapatkan ini.
Seketika, para pekerja pembersih kaca ini memberikan senyumannya padaku. Memberikanku kesimpulan bahwa ujian ini telah dimulai dari awal. Yang telah mungkin dimulai semenjak kedatanganku kemari.
“Oh, mengapa aku tak sadar sedari tadi?” sesalku, sembari melihat jam tangan yang menunjukan pukul setengah satu siang.
Aku pun meraih sepeda BMX-ku dan melesat menuju distrik 12, India Gate. Mungkin sekitar 5 menit perjalanan. Bagus, aku belum cukup terlambat. Mengingat batas akhir tertulis pada selebaran ULF ini berakhir pada pukul 3 sore hari.
12.40, aku telah sampai di India Gate dan memasuki rumah makan tersebut.
Kreeeek, bunyi pintu geser yang terlihat cukup berumur.
“Silahkan di amati tuan menu makan kami” seorang pelayan wanita memberikanku daftar menu makanan dan mengarahkanku pada meja yang kosong.
“Tepat, berfikir membuat perutku terasa lapar” balasku pada pelayan wanita tersebut dengan tersenyum.
“Katakan padaku pesanan tuan, tentunya setelah tuan telah selesai memilih” canda pelayan tersebut padaku.
Pelayan tersebut kembali ke meja counter. Berfikir dan berlari di hari ini membuatku sangat lapar sekali, sambil menghitung berapa jumlah kalori yang ku keluarkan untuk dua aktivitas tersebut.
“Makan apa ya untuk siang ini?” ucapku sambil memilih beberapa nama makanan pada daftar menu yang tersebut. Beberapa tulisan terlihat samar di menu tersebut. Yang mungkin hanya sekedar kesalahan dalam pencetakannya.
“Tunggu sebentar, bukankah ujian sudah dimulai dari awal. Mungkinkah kedatanganku disini juga merupakan salah satu ujiannya? Mengapa aku tak sadar sebelumnya?” aku menyadari kebodohanku karena mengulangi kesalahan yang sama sekali lagi.
Sejenak, aku mengamati keadaan sekitar, hanya ada beberapa orang disini. Seorang lelaki dengan Jaket bulu berwarna coklat, Wanita tua yang sedang memangku seekor kucing berbulu putih, Bartender dan pelayan wanitanya. Berbagai deduksi mulai muncul dari dalam fikiranku, hal yang paling masuk akal adalah bahwa pemilik rumah makan inilah salah satu dari penguji di tempat ini.
“Bukankah…?” aku teringat akan daftar menu makan sebelumnya.

“Mungkin inilah kuncinya. Tapi, darimana aku harus memulainya?” bingungku...

Bersambung… 

Diubah oleh yavidrahmat 24-01-2018 11:45
0
Kutip
Balas