Guys, I AM: THE BANKER 3 is officially RELEASED!!!
Teman-teman sudah bisa mendapatkan buku ini di:
1. Toko buku (Gramedia, Gunung Agung, dll)
2. Gramedia Digital (versi e-book)
3. Order lewat WA 081287704090 dengan mencantumkan nama dan alamat lengkap (order lewat WA akan mendapatkan tanda tangan yang nulis buku).
Harga IDR 80K (exclude ongkir)
Thank you...
==============================
No. 3... Coming soon...
==============================
Agan2 semua, silakan di cek review buku I AM: THE BANKER di channel Youtubenya Kanaya Sophia...
Klik link dibawah untuk menonton yaaa:
Makasih...
==============================
Halo agan semua,
Hari ini saya akan memberikan dua pengumuman penting…
Pertama,
Buku I AM: THE BANKER 2 sekarang sudah resmi bisa didapatkan di Gramedia. Jangan lupa untuk beli ya… 😊
Catatan: Buku ini adalah buku “indie” dengan jumlah stok yang sangat terbatas. Oleh karena itu, jangan berharap kalau buku ini akan di display di bagian depan toko di samping Ubur – Ubur Lembur nya Raditya Dika… 😊
Langsung tanya petugas toko untuk menghemat waktu ya…
Atau agan masih bisa order langsung ke WA 081287704090…
Kedua,
Versi E-Book dari I AM: THE BANKER 2 juga sudah tersedia di Gramedia Digital (dulu SCOOP) dan sudah pasti lebih murah… 😊
Setelah menunggu sekian lama, akhirnya petualangan Bimo akan berlanjut di buku I AM: THE BANKER 2 (lanjutan dari buku I AM: THE BANKER yang pertama, BUKANEpisode 41 !!!), tentunya dengan cerita – cerita tambahan yang ga ada di versi blog atau Kaskus...
Pre-order buku I AM: THE BANKER 2 sudah dibuka mulai hari ini 2 April s.d 15 April 2018.
Teman - teman akan dapat kesempatan memiliki buku ini sebelum buku ini tersedia di toko buku.
Silakan klik link dibawah ini untuk mengetahui cara memesan dan paket yang tersedia:
Akhirnya kita sampai juga di Episode 40 and yes, this is the last episode…
Saya tidak pernah menyangka kalau The Banker bisa jadi sepanjang ini (bahkan jadi buku… Hehehe…). Hanya karena dukungan dari teman – teman semua lah yang membuat saya terus menulis dan saya mengucapkan beribu terima kasih atas dukungan semangat teman - teman semua.
Well, this is actually not really the end…
Sedikit bocoran, rencana selanjutnya dari The Banker adalah:
1. I AM: THE BANKER 2 (Buku)
2. I AM: THE BANKER 3 (Buku)
3. Kelanjutan The Banker (so called Episode 41… Still haven’t decided whether it is going to be in blog or directly to book… 😊).
So, there is no time for slowing down people!!!
Sit back and relax, Bimo will still be around.
Jangan lupa kalo versi buku dari The Banker sudah terbit juga gan... Isinya kompilasi cerita The Banker plus cerita dan karakter baru yang ga akan ditemukan di versi kaskus atau blog.
Buku I AM: THE BANKER sudah bisa dibeli di toko buku favorit di kota agan ya (Gramedia, Gunung Agung, TM Bookstore, dll)
Untuk versi E-Book, silakan klik link dibawah ini ya gan:
Hai….
Nama saya Broto…
Ini adalah cerita tentang hidup seorang lelaki biasa, menikah, satu anak, bekerja di Bank, tinggal di pinggiran Jakarta.
Btw….
Saya cuma narator di cerita ini…
Ini bukan cerita soal saya…
Saya mau menceritakan orang lain..
Namanya Bimo, seorang lelaki biasa, menikah, satu anak, bekerja di Bank, tinggal di pinggiran Jakarta (eh diatas udah ya..)
Bimo tinggal di pinggiran kota Jakarta, tepatnya di daerah Serpong, di sebuah kompleks perumahan yang iklannya berbunyi.
“5 menit dari pintu tol”
“10 menit dari stasiun kereta”
“2 menit dari Pusat Perbelanjaan”
Iklan ini juga yang membuat Bimo tertarik untuk tinggal di kompleks ini. Sayangnya Bimo terlambat menyadari kalau semua janji itu hanya bisa tercapai dalam kondisi:
“Tengah malam”
“Libur Lebaran dan semua orang mudik”
“Banjir besar di Jakarta dan semua orang terjebak ga bisa pulang”
“Tengah malam saat libur Lebaran dan semua orang mudik serta baru saja ada banjir besar di Jakarta dan semua orang masih terjebak belum bisa pulang”
Senin, 04.30 pagi
Alarm HP Tiongkok harga 1 jutaan Bimo berbunyi. Dengan lemah Bimo membuka mata, dan menyadari kalau dia baru tidur 4 jam. Bimo memang susah tidur kalau menjelang hari Senin. Dia selalu terkena Sunday Night Syndrome atau Sunday Night Blues atau apalah namanya…
Penyakit ini umum diderita para karyawan perusahaan pada hari Minggu malam dimana mereka akan merasakan kegelisahan yang cukup parah karena mereka tidak bisa menerima kenyataan bahwa weekend sudah selesai dan besok harus bekerja lagi.
Hal ini berbanding terbalik dengan penyakit yang mereka rasakan setiap Jumat Malam, atau disebut Friday Night Euphoria. Gejala penyakit ini adalah rasa gembira yang berlebihan dan diikuti dengan rasa ingin menghubungi semua teman untuk diajak nongkrong atau sekedar ngobrol. Yang penting jangan cepet2 pulang deh… Alesannya kalo Jumat pasti macet, padahal emang ga pengen pulang aja…
Bimo pun bangkit dari kasur yang dia gelar di lantai. Bimo memang sudah cukup lama tidur di kasur di lantai, karena ranjang dikamarnya di kuasai oleh istri dan anaknya yang sudah hampir 5 tahun. Dulu saat anaknya masih kecil, ranjang cukup untuk tidur 3 orang. Tapi sekarang Bimo harus tidur dilantai karena anaknya sudah semakin besar tetapi kalau tidur masih muter.
Bimo perlahan berjalan keluar kamar. Bimo melirik anak dan istrinya yang masih tertidur lelap. Dia membuka pintu belakang rumah.. Angin dingin berhembus menusuk tulang.. Dari kejauhan terdengar suara serigala melolong.. Suara burung hantu terdengar lirih.. Bimo pun mengangkat ember untuk menimba air di sumur di belakang rumah..
Maaf maaf… saya agak berlebihan menceritakannya.. Dari mulai kata2 “Angin dingin..” sampai “menimba air di sumur”, itu sama sekali ga akurat karena:
1. Serpong panas, ga ada angin dingin
2. Serpong bukan hutan, ga ada serigala sama burung hantu, yang ada suara pembangunan apartemen.
3. Ini 2017, udah ga ada lagi yang namanya sumur buat nimba. Lagian Bimo ga mampu beli rumah yang ada halaman belakangnya, apalagi sampai ada sumurnya segala.
Oke oke, jadi Bimo sebenernya cuma ke belakang buat nyalain pompa air buat mandi.
Bimo selesai berpakaian dan memakai sepatu. Istrinya sudah bangun, anaknya belum. Bimo pun mencium anaknya sembari berbisik “Ayah berangkat dulu ya”.. Anaknya pun lirih menjawab “Tadi naik perosotan trus perosotannya warna yellow...” Ngigau nih anak…
Bimo memeluk istrinya, istrinya membalas pelukannya sembari berbisik “Jangan lupa bayar internet sama transfer buat beli pulsa listrik…”
Bimo pun membatin... “Sempurna banget idup gw…”
Di luar suasana masih gelap gulita. Bimo harus berjalan kaki ke depan komplek untuk memanggil ojek online. Bimo harus ke depan komplek karena di rumah sinyal HP ga bagus. Ternyata ada 3 hal yang ga ada di Serpong: Serigala, Burung Hantu, dan sinyal HP.
Beberapa langkah dari rumah, Bimo melewati kandang ayam. Terlihat ayam2 pun masih terlelap dan Bimo berpikir “Kalo kata orang kita harus bangun pagi biar rejeki ga dipatok ayam, pasti rejeki gw hari ini bakal banyak... Karena gw udah berangkat kerja dan ayam2 blm pd bangun...”
Tapi ternyata di ujung kandang ada satu ekor ayam yang sudah bangun dan mengepak2an sayap. Bimo pun kembali berpikir “pasti nih ayam yg lagi dapet giliran kukuruyuk... lagi stretching dia...”
Beberapa meter dari kandang ayam, Bimo melihat satu sosok di kegelapan. Berbadan tegap, baju hitam-hitam, dan terlihat mengangkat TV besar. Orang itu menatap Bimo dengan tajam dan berlalu tanpa mengucapkan apa2. Bimo kembali berpikir “Pagi banget gw berangkat, maling aja baru balik tugas”
Yang membuat Bimo bingung adalah TV besar yang diangkat oleh maling tersebut. “Itu maling abis nyolong dimana ya? Perasaan sekarang TV tipis2 deh.. Kenapa dia masih nyolong TV 28 inch yang gedenya kaya kulkas dua pintu?
Atau jangan2…
Maling itu baru datang dari masa lalu… Dia semacam time traveler yang fokus nyolong elektronik jadul… Tapi mau diapain itu TV jadul? Emang ada yang mau beli jaman sekarang?
Maaf kalo isi pikiran Bimo makin ga karuan. Namanya juga jalan kaki dari rumah ke depan komplek. Lo berharap dia mikir soal utang negara dan gimana memberantas korupsi di instansi2 pemerintah? Saya cuma menceritakan apa adanya, karena saya cuma si Broto, narator.
Bimo pun tiba di depan komplek dan langsung memesan ojek online. Tidak lama, ojek online pun datang dan Bimo memakai helm yang disodorkan sang tukang ojek. Saat helm dipakai, terasa bagian dalamnya sedikit basah dan lembab.
Bimo: “Helmnya basah ya mas? Abis kena ujan?”
Tukang Ojek: “Mmm gini mas, tadi saya abis nganter penumpang yang kelihatannya kaya abis lari gitu mas..”
Bimo: “Ooo abis lari pagi kali ya dia?”
Tukang Ojek: “Ga tau juga mas, dia bawa TV gede dan tebel banget mas.. Saya kirain TV kaya gitu udah ga ada lagi…”
Bimo: (dalam hati) “Kampret…”
Setidaknya kita jadi tahu kalo itu maling bukan time traveler.
Sepanjang perjalanan, si tukang ojek terus mengajak Bimo ngobrol. Masalahnya motor melaju dengan kencang dan Bimo tidak bisa mendengar omongan si tukang ojek dengan jelas. Karena tidak mau kelihatan tidak sopan, akhirnya Bimo terus saja menjawab dengan “hehe iya mas”, “Ooo gitu ya..”, “Mungkin aja mas..”. Tapi Bimo khawatir kalau ternyata si tukang ojek menanyakan hal2 yang aneh:
Tukang Ojek: “Mas penggemar JKT48 ya?”
Bimo: “hehe iya mas”
Tukang Ojek: “Kemarin managernya baru bunuh diri lho mas…”
Bimo: “Ooo gitu ya..”
Tukang Ojek: “Mungkin karena stress ngurusin cewek2 ya mas..”
Bimo: “Mungkin aja mas..”
Bimo pun tiba di stasiun dengan selamat. Tidak lama berselang keretapun datang. Bimo naik dengan mudah karena kondisi belum terlalu penuh. Bimo melihat ada satu kursi kosong, tapi dia memilih untuk berdiri saja. “Percuma duduk juga, pasti nanti ada ibu2 tua atau ibu hamil yang naik dan gw tetep harus berdiri juga…” Lalu ada pemuda yang duduk disitu.
Bimo memasang earphone ditelinganya dan mulai mendengarkan radio. Saat mengganti-ganti channel radio, tiba-tiba lagu Raisa diputar. Bimo pun berhenti untuk mendengarkan. Bimo sebenarnya bukan penggemar lagu2 pop dan menurut Bimo suara Raisa biasa saja. Tapi karena Raisa orangnya LUAR BIASA, maka Bimo memutuskan untuk mendengarkan lagu Raisa sampai habis.
Menurut Bimo, Raisa adalah tipe perempuan yang ga mungkin bisa salah. Raisa adalah perempuan yang bisa tiba2 jalan ke seorang cowo dan bilang “Tadi aku ke toilet trus lupa disiram…” dan cowonya langsung “Ooo gituu... gapapa Raisa gapapa… kamu ga usah repot2 nyiram toilet segala…. “
Cowo itupun meletakkan sendok dan garpunya dan berjalan ke toilet untuk menyiramkan toiletnya Raisa…
Setelah berdiri selama hampir 1 jam, keretapun hampir tiba di stasiun tujuan Bimo. Tiba2 dia sadar kalau dari tadi semua penumpang di gerbong keretanya adalah laki2, tidak ada ibu hamil maupun ibu2 tua. Dia pun melirik ke pemuda yang sedang terlelap dengan nyaman di kursi yang seharusnya tadi bisa jadi tempat duduk Bimo. “Kampret...”
Senin, 2.15 siang
Bimo sedang menghadap layar komputer, mengerjakan dokumen prosedur yang dia tahu ga akan ada yang pernah baca. Suasana kantor sepi, semua orang berusaha menahan kantuk dan bosan.
Tiba-tiba dikejauhan terdengar “tik.. tik… tik..”. Bimo berusaha mendengar dengan lebih fokus untuk tahu suara apa itu.. Setelah beberapa saat, Bimo tahu kalau itu adalah suara orang memotong kuku. Suara gunting mengiris kuku itu terasa begitu tajam memecah kesunyian di ruang kantor siang itu.
Bimo pun berpikir, “Manusia macam apa yang memotong kukunya di kantor? Apakah sebegitu urgentnya kah kuku2nya harus dipotong saat itu juga? Atau sebegitu tidak ada kerjaannya kah orang ini sehingga memutuskan untuk memotong kukunya pada jam kerja? Apakah situasi di rumahnya begitu kacau sehingga dia harus mencari ketenangan di kantor untuk memotong kukunya? Apakah sore ini dia harus mengikuti audisi Putri Indonesia dimana salah satu syaratnya adalah kuku harus dipotong? Atau jangan2, ada peraturan baru di kantor ini dimana semua karyawan harus diperiksa kukunya setiap masuk dan pulang kantor? Apakah karyawan yang kukunya panjang akan dipukul dengan penggaris besi? Bagaimana dengan karyawan yang sengaja memanjangkan kuku jempol tangannya seperti hansip tahun 90an?
Begitu banyak pertanyaan yang ada di kepala Bimo, dan tiba2 HP teman Bimo yang duduk di cubicle sebelah berbunyi. Teman Bimo, Aldo pun mengangkat HP nya.
Aldo: “Halo…”
Penelepon: “Selamat siang dengan Bapak Aldo?”
Aldo: “Iya betul, darimana ini mbak?”
Penelepon: “Saya ingin menyampaikan bahwa Bapak Aldo terpilih menjadi nasabah yang akan mendapatkan paket Asuransi menarik dari kami Pak…”
Aldo: “Oh maaf mbak, saya lagi meeting… Nanti aja ya mbak..”
Seketika itu juga refleks Bimo bekerja dan Bimo pun berteriak…
Bimo: “Boong tuh Mbak, boong… Dia ga lagi meeting mbak!!!”
Aldo pun terkejut dan dengan bingungnya, “Halo mbak, suaranya putus2…. (klik)”
Aldo pun menutup telepon.
Aldo: “Sialan lo…”
Bimo: (tertawa puas) “Hahahaha… biar rame dikit broo… abisnya ini kantor sepi kaya istri lagi ngambek…”
Bimo tidak mau menggunakan perumpamaan yang umum dimana kalo sepi itu pasti kaya kuburan. Karena kuburan itu ga sepi, banyak bocah2 lari2an, tukang ketoprak, tukang somay… Sedangkan yang namanya istri lg ngambek, itu udah pasti sunyi senyap… ga ada yang berani bersuara kalo ga mau disemprot…
Aldo: “Turun yuk, ikut gw ngerokok...”
Bimo: “Gw kan ga ngerokok…”
Aldo: “Lo ngisep asapnya aja… Jadi kita bisa bareng nanti kalo mati cepet…”
Bimo: “Lo aja sono sama project2 lo yang ga pernah jalan itu…”
Bimo dan Aldo sudah berteman selama beberapa tahun. Banyak kesamaan diantara mereka, salah satunya adalah mereka karyawan yang most of the timega tau apa yang sebenarnya mereka lakukan di kantor. Mereka cuma mengerjakan yang ada di depan matanya aja atau yang boss mereka suruh. Karena mereka banyakan ga taunya, jadi sudah biasa kalo mereka saling menghina pekerjaan masing2 tanpa ada yang merasa tersinggung.
Bimo pun akhirnya turun bersama Aldo. Karena Bimo tidak merokok, akhirnya Bimo memilih membeli minuman yang sesuai dengan kepribadiannya dan membuatnya terlihat sangat maskulin, Susu Ultra Strawberry.
Tidak beberapa lama berselang, satu orang teman lagi bergabung. Namanya Ronald.. Bimo ga suka sama Ronald karena Ronald adalah typical anak orang kaya yang kuliah diluar negeri dan merasa tahu segalanya.
Ronald jauh lebih muda dari Bimo dan Aldo, tapi tingkat kesotoy-annya luar biasa. Kalo dia ikut MLM yang jualan produk sotoy, pasti dia udah Diamond dan foto2 di luar negeri...
Ronald: “What’s up man...”
Bimo: (dalam hati) “Tai..”
Aldo: “Gini2 aja…”
Ronald: “Gw mau ke US nih minggu depan, lo mau nitip sesuatu ga?”
Bimo: (dalam hati) “Tai..”
Aldo: “Lo mau beliin?”
Ronald: “No lah.. lo kasih duitnya ke gw..”
Bimo: (dalam hati) “Tai…”
Aldo: “Ntar dah gw pikir2.. ga ada yang kepikiran nih sekarang..”
Ronald: “Sekali-kali beli barang asli lah… Jangan kw mulu… hahahaha..”
Bimo: “Tai…” (yang ini ga dalam hati)
Bimo pun langsung menyeruput habis Susu Ultra Strawberry nya dan langsung jalan.. “Gw duluan ya..”
Senin, 6 sore
Aldo: “Lo langsung balik?”
Bimo: “Mau angkat – angkat dulu kynya..”
Aldo: “Tumben lo nge-gym…”
Yap benar sekali, Bimo termasuk dalam komunitas professional muda Jakarta yang salah satu cara menghabiskan uang yang didapat dengan susah payah adalah dengan menjadi member sebuah gym, membayar tiap bulan, dan jarang sekali datang…
Visi & Misi Bimo saat bergabung dengan gym ini begitu mulia awalnya. “Gw akan datang minimal seminggu 3 kali…”. Tentu saja niat ini akhirnya menjadi mitos belaka, karena walaupun gym itu letaknya hanya beberapa meter dari kantor, Bimo selalu saja menemukan alasan untuk TIDAK berangkat ke gym.
“Cape banget gw seharian meeting”
“Yah gerimis lagi..”
“Yah banjir lagi..”
Kalau gym itu adalah MLM, Bimo udah pasti bukan Diamond dan ga akan foto2 diluar negeri.
Tapi hari ini Bimo udah niat mau nge-gym, karena udah hampir 1 bulan dia ga berkunjung.
Bimo pun sampai di gym dan langsung ke ruang ganti. Langsung saja Bimo disambut pemandangan beberapa laki2 telanjang yang sedang ngobrol seru. Beberapa kali terdengar tawa dari kumpulan itu. Bimo berpikir “Obrolan apa ya yang bisa segitu serunya kalo diobrolin sambil telanjang?”... Sesaat Bimo merasa ingin bergabung… tapi… ga usah deh…
Hiburan bagi Bimo saat nge-gym itu adalah dia bisa melihat berbagai macam orang yang sedang nge-gym juga dan men-judge mereka satu per satu. Iya sih katanya kita ga boleh langsung nge-judge orang lain, tapi bodo amat, seru tau….
Bimo melihat seorang typical manusia gym sejati... Badan XL, pake baju XS… Badannya gede banget sampe nengok aja susah... Tapi Bimo berusaha khusnudzon, “Mungkin abis salah bantal semalam...”
Bimo juga melihat seorang ibu2 berpakaian minim dan bertato… “Mungkin dulu mudanya seksi dan wild…” pikir Bimo. Tapi masalahnya sekarang udah sangat jauh dari dua hal itu… ya sudahlah...
Bimo pun melihat sekumpulan laki2 yang tadi dilihatnya telanjang di ruang ganti... Dan mereka masih ngobrol seru dan tertawa. Bimo berpikir “Obrolan apa ya yang bisa segitu serunya kalo diobrolin dari mulai telanjang sampai pake baju?” ... Sesaat Bimo merasa ingin bergabung... tapi… ga usah deh…
Bimo pun akhirnya selesai dan memutuskan untuk pulang. Lelah abis nge-gym, Bimo berharap ada tempat duduk kosong di kereta. Dan... ada!!! Bimo langsung duduk disitu. Kereta berjalan dan berhenti di stasiun pertama. Naiklah seorang ibu hamil yang membawa 2 orang balita.
Bimo melihat sekitar dan sadar kalau yang duduk di gerbong itu semua perempuan. Laki2 yang duduk di gerbong itu hanya dirinya sendiri dan seorang kakek tua. “Kampret” pikir Bimo. Akhirnya Bimo pun mempersilakan ibu hamil tersebut duduk.
Saat Bimo hendak memasang earphone di telinganya, Bimo melihat sekumpulan laki2 yang dilihatnya telanjang di ruang ganti gym. Mereka masih ngobrol seru dan tertawa. Bimo berpikir “Ya Tuhan, apakah aku ditakdirkan untuk bergabung dengan mereka? Apakah ini petunjuk dari Mu? Sesaat Bimo merasa ingin bergabung.. tapi… ga usah deh…