- Beranda
- Stories from the Heart
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
...
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...
Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
iskrim dan 132 lainnya memberi reputasi
127
2.1M
8K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
juraganpengki
#978
Kelewatan!!!
Gw meratap sejadi-jadinya di atas jasad Ridho.. Entah berapa puluh kali gw memanggil nama Ridho.. Dari berteriak sampai dengan suara lirih diselingi isak tangis, gw menyebut nama saudara gw itu.. Hingga akhirnya Arya menyadarkan gw saat memegang bahu ini..
“Udah, Mam.. Kita ga bisa lawan kematian.. Lebih baik kita langsung bawa jasad saudara lu ke rumahnya” Ucapan Arya terdengar seperti irisan pisau di hati gw..
Gw hanya bisa menggelengkan kepala, menolak apa yang barusan di lisan kan oleh Arya..
“Gw ngerti banget perasaan lu, Mam.. Tapi kalo lu terus nangis dan meratap, malah kasihan saudara lu nya” Kata Arya lagi sambil duduk berlutut disebelah gw..
Kembali gw menatap Arya dengan wajah dibasahi air mata.. Gw mengangguk perlahan dan mulai menyeka semua airmata.. Dengan hati-hati, gw membaringkan tubuh Ridho di atas ilalang, lalu berdiri menghadap Lembu Rukmo.. Arya juga melakukan hal sama dan kembali berpijak di sebelah gw..
“Tolong bantu aku menemui kedua saudara ku.. Aku harus memberitahu mereka berdua tentang apa yang sudah terjadi” Pinta gw ke arah Jin Penjaga nya Arya dengan airmata yang kembali mengalir..
Gw sangat berharap Lembu Rukmo mau meluluskan permintaan gw barusan.. Karena gw tahu, jika hanya memanggil Bimo dan Suluh lewat batin akan percuma.. Sebab kedua nya sudah tak memiliki Jin Penjaga, yang bisa membantu mereka untuk berpindah tempat, seperti bantuan Jin Penjaga nya Arya terhadap gw beberapa saat yang lalu..
Lembu Rukmo sesaat menatap aneh ke jasad Ridho, lalu melemparkan pandangan nya kembali ke arah gw..
“Tunjukkan pada ku seperti apa rupa kedua saudara mu, anak muda” Ucap Lembu Rukmo yang gw sambut dengan anggukan kepala, lalu menyodorkan Hp yang sudah menampilkan sosok Bimo dan Suluh, ke Arya..
Setelah menempelkan jari telunjuk besarnya ke Hp gw yang dipegang Arya, Jin Penjaga sahabat gw itu segera memejamkan kedua matanya..
“Jangan panggil Bimo dan Suluh, Mam.. Gw ga apa-apa koq!”
Gw tersentak begitu mendengar seperti suara Ridho yang berucap dari arah belakang.. Dengan cepat, gw memutar tubuh dan tercengang melihat sosok Ridho sudah berdiri tegap dua tombak di hadapan kami..
Seketika gw tersenyum dan berlari ke arahnya sambil menyeka kedu mata.. Dengan sangat erat gw memeluk Ridho, lalu memegang kedua bahunya yang masih sedikit menyisakan darah..
“Gw pikir lu udah mati, bree!” Ucap gw sambil menatap Ridho dengan pandangan penuh suka cita..
Ridho tiba-tiba tertawa terbahak-bahak sampai tubuhnya menunduk dan bergoyang-goyang.. Gw semula menatapnya sambil ikut tertawa karena mengira itu hanya reaksi bahagia dari Ridho.. Tapi setelah melihat Ridho menunjukkan ujung jari telunjuk nya ke arah gw, masih dengan tertawa keras, perlahan-lahan tawa gw lenyap dengan sendiri nya..
“Gw ga nyangka lu bisa gw tipu segitu gampangnya, Mam” Kata Ridho diselingi tawa nya yang juga mulai reda..
Gw tersentak mendengar ucapan Ridho barusan seiring emosi gw yang mulai muncul, begitu menyadari bahwa dia baru saja menipu gw mentah-mentah.. Kedua tangan gw mulai terkepal bersamaan dengan suara nafas yang memburu..
Sorot mata gw menatap tajam ke arah Ridho, meski sisa-sisa airmata masih membuat penglihatan gw sedikit berbayang.. Lambat laun, Ridho sudah berhenti tertawa dan menatap gw dengan seksama.. Seperti nya Ridho tahu bahwa gw sudah mulai terpancing emosi..
“Sorry, Bree.. Gw cuma bercanda tadi.. Darah dimuka gw juga bo’ongan.. Gw pengen tahu aja apa lu masih marah dan perduli sama gw.. Itu sa...”
Gw yang sudah melesat cepat dengan kedua tangan yang terkepal, melayangkan tinjuan telak ke arah Ridho yang nampak kaget namun tak dapat menghindar..
BUGG!!!
Suara pukulan kepalan tangan kanan gw yang tepat menghantam rahang kanan Ridho, terdengar cukup keras dan membuat pemuda itu terjengkang ke samping, sekaligus memotong ucapannya yang belum sempat selesai..
Tatapan mata gw masih menyorot tajam ke arah Ridho yang masih tersungkur namun perlahan mulai bangkit.. Deru nafas gw yang kian memburu membuat dada ini turun naik menatap Ridho.. Pemuda itu terlihat meringis kesakitan sambil memegangi rahang nya, lalu menyeka sedikit darah yang keluar dari sela bibir..
“Lu emang ANJ**G!!! Bisa-bisa nya lu bercanda sampe segitu nya?” Bentak gw, diiringi tubuh yang berputar dengan tendangan kaki kanan siap bersarang di pinggang Ridho..
Pemuda itu dengan sigap menaikkan lutut kanan nya untuk menghadang tendangan gw..
TAKK!!!
Suara dua tulang kaki yang beradu, terdengar keras.. Ridho terlihat kaget lalu melompat mundur dan berpijak dengan kaki kanan agak pincang.. Gw memang sengaja mengalirkan tenaga dalam ke kedua kaki, karena masih sangat jengkel dengan ulahnya..
“Lu pake tenaga dalam, Mam? Kenapa lu jadi serius begini? Gw kan udah bilang sorry kalo candaan gw kelewatan” Tanya Ridho dengan suara keras dan tatapan mulai tajam..
“Dua kali, Dho.. Dua kali lu bikin gw emosi.. Yang pertama gw udah ngerasa sakit pas lu sama yang laen bilang gara-gara gw semua Jin Penjaga lu pergi.. Awalnya gw mulai bisa nerima, karena lu bertiga mungkin ngerasa sama kehilangannya kek gw”
“Iya, Mam.. Gw minta maaf.. Gw ga nyangka lu bakal semarah ini.. Asli gw bener-bener nyesel, Mam” Ucap Ridho..
Kekasihnya Suluh itu terlihat mengacungkan dua telapak tangannya yang sudah menyatu di depan dada.. Tatapan nya pun tak lagi tajam karena mungkin kalimat yang diucapkannya barusan adalah benar, bahwa ia memang menyesal..
“TA*!!! Lu pikir gw masih percaya sama lu.. Lu ga ngerasain jadi gw, Dho.. Gimana panik nya gw liet kondisi lu.. Gimana sedihnya gw liet nafas lu putus.. Dan.. Dan lu malah ketawain airmata gw.. Sumpah! Gw ga terima candaan lu” Jawab gw dengan suara masih mengandung amarah..
“Oke.. Oke.. Lu bebas nyalahin gw sepuas lu, Mam.. Sekali lagi gw minta maaf.. Lu kek ga tau gw aja, Mam”
Bukannya membalas ucapan Ridho barusan, gw malah melompat maju dengan tangan kanan yang melayang hendak memukulnya kembali.. Gw sempat melihat Ridho lagi-lagi nampak terkejut, tapi segera mengepalkan tangan kanannya untuk menangkis serangan..
TAPP!!!
Pukulan tangan kanan gw berhasil di tangkis Ridho dengan punggung lengan kanan dan mendorong tubuh gw ke belakang..
“Lu serius ngajak ribut, Mam?” Tanya Ridho dengan wajah mulai tersulut emosi..
“BACOT LU BANGS*T!!! Bentak gw yang kembali menyerang dengan kepalan tangan kanan..
Lagi-lagi Ridho menangkis pukulan gw dengan punggung lengan nya.. Tapi kali ini, pemuda yang sempat gw anggap lebih dari sekedar saudara itu, berganti melayang kan tinju kiri sebagai serangan balasan..
TAP!!
Gw pun berhasil menahan tinju nya Ridho dengan telapak tangan kiri dan langsung mencengkram pergelangan tangan kiri.. Tanpa memberi kesempatan, gw dengan cepat memutar pergelangan tangan Ridho hingga membuatnya harus bersalto dan terbanting di atas tanah berilalang..
BRUKK!!!
Ridho yang terbanting keras sempat mengerang, tapi hal itu tak lama karena mendadak ia melompat dan menyapu dua kaki gw dengan cepat.. Tak dapat gw hindari, sapuan kaki Ridho berhasil membuat gw jatuh terjengkang..
Melihat gw sedang dalam posisi tidak menguntungkan, Ridho segera melompat dan berniat menginjak perut gw dengan ujung lututnya.. Jelas sekali Ridho sudah tidak lagi menahan diri dan meladeni tiap serangan gw dengan dibalas serangan lain darinya..
Seketika gw berguling ke samping untuk menghindari serangan cukup telak itu, yang akhirnya hanya berhasil mengenai tanah.. Dengan cepat gw bangkit dan melompat tiga tombak di udara.. Begitu juga diarah depan, Ridho nampak melakukan hal sama.. Dia melompat dengan tangan terkepal, menyambut serangan gw..
BUGG!! DUG!! PAK!!
Suara benturan dua kepalan tangan terdengar dan langsung terganti dengan suara tendangan dan sabetan telapak tangan.. Dua pukulan berhasil mengenai rahang kiri dan dada gw.. Sementara, Ridho menerima tendangan di perut dan sabetan telapak tangan dipangkal leher nya.. Seketika tubuh gw dan Ridho terhempas kebelakang dan jatuh berdebum di atas tanah..
Arya yang berdiri beberapa tombak di belakang gw segera berlari dan membantu gw berdiri.. Tapi, dengan kasar gw tepis tangannya sambil terus menatap tajam ke arah Ridho..
“Mam.. Udah, Mam! Dia kan sodara lu.. Kenapa pake ribut sih?” Kata Arya yang membuat gw sempat menoleh ke arahnya untuk beberapa saat..
Gw perlahan bangkit dengan nafas tersengal-sengal tanpa menjawab pertanyaan Arya.. Tatapan mata gw masih nanar menatap Ridho yang nampak sudah kehabisan nafas saat bangun dari jatuhnya.. Tubuh kami sama terhuyung untuk beberapa saat.. Begitu pula wajah kami yang sama-sama memar..
“Lu jangan ikut campur, Ar.. Gw udah ga anggap tuh monye* sodara gw lagi.. Mulai hari ini, dia musuh buat gw” Ucap gw dengan suara bergetar ke Arya sambil terus melemparkan pandangan ke Ridho..
Gw sempat meludahkan air liur yang sudah berwarna merah bercampur darah ke atas ilalang.. Pantas saja ada rasa asin dan bau amis yang tercium dari nafas gw sendiri.. Ternyata, bagian dalam mulut gw robek dan mulai terasa sedikit perih..
“Kenapa berhenti? Gw masih sanggup lawan lu!!” bentak Ridho dengan suara keras dan membuat gw kembali merasa geram..
Perlahan, gw mulai mengatur nafas dan jalan darah serta degup jantung yang masih terasa tidak beraturan.. Mendengar ucapan Ridho barusan, gw merasa emosi ini sudah terpancing kembali..
Dari jarak hampir empat tombak di depan, gw tercengang melihar Ridho mengeluarkan Cambuk Langit Selatan yang memendarkan sinar keemasan.. Tanpa sadar, gw meraba bahu kanan sambil memanggil Pedang Jagat Samudera.. Sial!! Gw lupa pedang itu sudah tidak lagi bersemayam disana.. Rupanya gw harus melawan Ridho dengan hanya mengandalkan Ajian Tapak Jagat..
“Gw tunggu lu nyerah! Karena gw tahu, lu ga punya senjata sakti buat lawan Cambuk Langit Selatan milik gw” Gertak Ridho disusul senyuman dinginnya..
“Lu pikir gw takut? Gw masih punya ajian Tapak Jagat buat hadapin lu” Sahut gw dengan kedua telapak tangan sudah terbuka lebar dan perlahan-lahan diselimuti sinar putih..
Mendengar tantangan gw, Ridho nampak semakin geram.. Perlahan dia lecutkan Cambuk Langit Selatan ke atas.. Percikan bunga api nampak berpijar keluar dari jejak lecutan senjata sakti tersebut..
Pandangan mata gw tertegun melihat pijaran bunga api yang terus keluar setiap kali Ridho melecutkan cambuknya.. Ingatan gw kembali teringat ke ucapan Raja Jin dimasa yang menyebutkan bahwa ada musuh baru akan muncul yang menjadi musuh bebuyutan sekaligus sahabat gw.. Apa mungkin Ridho yang beliau maksud?
dodolgarut134 dan 15 lainnya memberi reputasi
16