- Beranda
- Stories from the Heart
Cerita Yang Belum Berakhir
...
TS
drupadi5
Cerita Yang Belum Berakhir
Kisah kita berbeda kawan, suka duka kita tidak pernah sama, meski kita hidup berpuluh-puluh tahun jalan hidup kita pun tidak pernah melengkung ke arah yang sama, memainkan suatu cerita dengan peran yang berbeda-beda, yang nanti, entah kapan, hanya akan berujung pada suatu akhir dimana waktu bukan lagi milik kita....
tapi bagaimana jika akhir itu pun tidak berarti sebuah penyelesain dari cerita kita?
*****
02.30 am
Subuh ini, sepulang kerja, seperti biasa suami dan anakku udah pada pulas tertidur. Kulepaskan dulu helm, jaket, dan semua atribut pengaman dan pelindung, sebelum sedikit membasuh diri.
Menenangkan diri sejenak sebelum bertemu kasur, kubuka hape BB jadulku, ada satu notif kalau ada yg mengirim pesan lewat FB messenger. Langsung kubuka,
dah pake BB ya, boleh minta PIN mu?
Sebuah pesan singkat, tp cukup membuat jantungku berdesir aneh. Setelah berpikir sejenak, kubalas pesan itu...
Bole, ini PIN ku %^&$#@
Bukan tanpa alasan kuberikan contactku, hanya karena rasa penasaran yang telah terpendam bertahun-tahun dan... sebuah penyelesaian
*****
prologue
part 1 jadi mahasiswa
part 2 baksos
part 3 mas kayon
part 4 karena matras
part 4.2 obrolan pertama
part 5 karena pertanyaan dan jawaban konyol
part 6 kesurupan???
part 7 sopir dan assisten sopir
part 8 around me
part 9 mabuk
part 10 pasar loak
part 11 pelukis malam
part 12 baksos in action
part 13 yunita
2014
part 14 would you be
part 15 would you be (2)
part 16 would you be mine?
part 17 hilang
part 18 second chance...1
part 19 second chance...2
part 20 second chance...3
part 21 SMS
part 22 blind love
part 23 blind love 2
part 24 blind love 3
part 24 blind love 4 (17+)
part 25 blind love 5
part 26 blind love 6
part 27 siksaan 1
part 28 Mr. Lee
part 29 siksaan 2
part 30 following the flow (cinta tanpa logika)
part 31 following the flow (cinta tanpa logika 2)
part 32 heart breaker
part 33 kehilangan
part 34 solo fighter
part 35 kejutan
part 36 perbedaan itu (ngga) indah
2008
part 37 the next steps
part 38 dewa bisma
part 39 anak rantau
part 40 penantian
part 41 akhir dari penantian
2009
all i want
part 42 and story goes on...
part 43 nelangsa
part 44 a gift
part 45 trouble maker
part 46 trouble maker 2
part 47 tentang dewa
part 48 tentang dewa 2
part 49 is it real?
part 50 is it real? 2
part 51 rasa itu
part 52 jealouse
part 53 Jakerdah
part 54 drama queens
part 55 i feel you
part 56 ikatan
part 57 September 2006
part 58 july 2009
part 59 ujian pertama
part 60 ujian kedua
part 61 ujian yg sebenarnya
Part 62 Dewa Rasya
part 63 kembali
part 64 Namy
part 65 batas benci dan cinta
part 66 trouble maker
part 67 trouble maker 2
part 68 trouble maker 3
tapi bagaimana jika akhir itu pun tidak berarti sebuah penyelesain dari cerita kita?
*****
02.30 am
Subuh ini, sepulang kerja, seperti biasa suami dan anakku udah pada pulas tertidur. Kulepaskan dulu helm, jaket, dan semua atribut pengaman dan pelindung, sebelum sedikit membasuh diri.
Menenangkan diri sejenak sebelum bertemu kasur, kubuka hape BB jadulku, ada satu notif kalau ada yg mengirim pesan lewat FB messenger. Langsung kubuka,
dah pake BB ya, boleh minta PIN mu?
Sebuah pesan singkat, tp cukup membuat jantungku berdesir aneh. Setelah berpikir sejenak, kubalas pesan itu...
Bole, ini PIN ku %^&$#@
Bukan tanpa alasan kuberikan contactku, hanya karena rasa penasaran yang telah terpendam bertahun-tahun dan... sebuah penyelesaian
*****
prologue
part 1 jadi mahasiswa
part 2 baksos
part 3 mas kayon
part 4 karena matras
part 4.2 obrolan pertama
part 5 karena pertanyaan dan jawaban konyol
part 6 kesurupan???
part 7 sopir dan assisten sopir
part 8 around me
part 9 mabuk
part 10 pasar loak
part 11 pelukis malam
part 12 baksos in action
part 13 yunita
2014
part 14 would you be
part 15 would you be (2)
part 16 would you be mine?
part 17 hilang
part 18 second chance...1
part 19 second chance...2
part 20 second chance...3
part 21 SMS
part 22 blind love
part 23 blind love 2
part 24 blind love 3
part 24 blind love 4 (17+)
part 25 blind love 5
part 26 blind love 6
part 27 siksaan 1
part 28 Mr. Lee
part 29 siksaan 2
part 30 following the flow (cinta tanpa logika)
part 31 following the flow (cinta tanpa logika 2)
part 32 heart breaker
part 33 kehilangan
part 34 solo fighter
part 35 kejutan
part 36 perbedaan itu (ngga) indah
2008
part 37 the next steps
part 38 dewa bisma
part 39 anak rantau
part 40 penantian
part 41 akhir dari penantian
2009
all i want
part 42 and story goes on...
part 43 nelangsa
part 44 a gift
part 45 trouble maker
part 46 trouble maker 2
part 47 tentang dewa
part 48 tentang dewa 2
part 49 is it real?
part 50 is it real? 2
part 51 rasa itu
part 52 jealouse
part 53 Jakerdah
part 54 drama queens
part 55 i feel you
part 56 ikatan
part 57 September 2006
part 58 july 2009
part 59 ujian pertama
part 60 ujian kedua
part 61 ujian yg sebenarnya
Part 62 Dewa Rasya
part 63 kembali
part 64 Namy
part 65 batas benci dan cinta
part 66 trouble maker
part 67 trouble maker 2
part 68 trouble maker 3
Diubah oleh drupadi5 23-11-2019 23:42
pulaukapok dan 10 lainnya memberi reputasi
11
37.6K
329
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
drupadi5
#136
Part 44 A Gift
Ngga terasa sudah hampir satu setengah bulan aku di sini, tinggal satu setengah bulan lagi sebelum lanjut pindah ke ibukota.
Suatu pagi di hari Minggu aku terima sms dari Dewa
Say, aku hari ini mau offroad sama temen2. Udah lama bgt ngga offroad. Nanti aku certain serunya ya. Kamu baik2 ya.
Aku menautkan kedua alisku membaca pesannya ini. Say? Sayang? How come?
Kubalas pesannya
Say?
Hehehe boleh ya? Biar lebih akrab hehehe
Iya deh say…
Yah anggap saja biar lebih akrab, iseng2 becandaan, pikirku.
Seharian kuhabiskan waktuku di kostan saja karena sabtu aku libur.
Sorenya aku terima sms lagi dari Dewa
Say, td mobilku keperosok ke jurang untungnya ngga terlalu curam hehehe seru lho!
Seru? Mobil jatuh ke jurang dia bilang seru???
Kamu ngga kenapa2 kan?
Ngga Dy, lecet2 aja lah dikit
Bener?ngga mungkin!
Beneran. Kan udah pake pelindung, yg lecet2 tangan aja sama kaki kok. Oya, aku minta alamat kost kamu ya yg lengkap, besok aku jadi Singapura nanti paketnya aku kirim pake post aja.
Udah di obati kan lukanya? Beneran kamu ngga kenapa2.
beneran Dy, ini sih belum seberapa. Mana alamatnya?
Ini alamatku. Tapi kalo kmu sibuk, ngga usah aja ya Wa.
Sip. Makasi ya.
Sama2
***
Malam harinya anak2 pada ngumpul di kamarku. Awalnya Rara yg datang ke kamar. Tumben nih anak tiba2 berkunjung, sendirian lagi, biasanya pasti bergerombol datang dengan yg lain.
“mbak…lg ngapain?” dia melongok di pintu kamarku. Aku yg lagi asik baringan sambil mainan game di ponselku agak kaget liat dia sudah berdiri aja di ambang pintu kamarku
“eh, Ra, masuk, ngga ngapain kok lagi main game nih di hp,” sahutku mempersilakan dia masuk.
“Yang lain mana?” tanyaku melihatnya datang sendirian.
“lagi pada di kamar mbak, bosen aku, jadi coba main ke sini hehehe…” kulihat dia mengedarkan pandangannya kesekeliling kamarku.
“Ra?” panggilku ketika dia memandang bengong kepojok kamarku yg dekat dengan pintu.
“eh…iya mba?” dia tersenyum menoleh ke arahku
“kenapa Ra?” tanyaku bergantian memandangnya dan pojokan kamarku yg sedari td di liat Rara.
“kamar mbak enak, adem, lega banget,”ujarnya tersenyum
“hehe mungkin karena langsung berhadapan dengan balkon jadi sirkulasi udaranya bagus.”
“haaiii!!!!” tiba2 suara cempreng Pretty mengagetkan kami.
“disini kamu Ra, di cariin,” katanya ke Rara, lalu ikutan duduk di atas kasurku. “eh, main kartu yuk, mau ngga?” ajaknya
“boleh2,” sahut Rara semangat
“tapi Mbak Dy ngga apa2 kan? Nanti sakit lagi?” tanya Pretty
“ngga lah Pet. Udah sembuh aku, lagian kan cuma main kartu aja.”
“jangan salah mba kita bakalan main sampai larut, pokoknya all out, “ ujarnya lebay sambil nyengir lebar.
“apaan sih kamu Pet!” Rara melempar bantalku ke wajah Pretty yg kena telak di wajahnya
“aduuh Raa....rese!” pretty memasang wajah manyun yg dibuat2, “ntar ya aku ambilin kartunya dulu.”
Dengan cepat dia menyambar bantal yg di lempara Rara tadi dan balas melemparnya ke Rara, dan kini tepat menghantam kepala Rara, dengan tertawa puas Pretty lgs ngacir keluar kamarku diiringi teriakan umpatan2 dari Rara.
Ngga sampai 5 menit dia sudah kembali dan mengajak Nadya dan Aisyah turut serta. Jadilah malam itu kami main kartu di balkon kamarku. Main kartu remi lho ya, yg menang dapat kesempatan mencoret muka yg kalah sekehendak hati. Dan yg paling banyak coreten malam itu si Pretty, runner up nya aku, lalu ada Rara. Lumayanlah hiburan murah meriah buat isi waktu luang.
*****
Sore itu ketika aku dan anak2 baru pulang dari pelatihan, ART ibu kost datang ke kamarku dan memberikan sebuah paket kepadaku. Dari Dewa. Aku buka perlahan tiap2 bungkusannya. Sampai akhirnya menyisakan sebuah kotak kecil kuning berhias pita putih, kubuka, ada selembar kertas yg dilipat, kubuka dan kubaca.
Say, aku orang yg ngga terlalu pintar memilih barang, jadi aku pilihkan ini seperti apa yg lagi ngetrend dan sering kulihat di pakai sama cewek2 di Singapura, kalau kamu ngga suka, atau ngerasa ngga cocok dan norak, ngga usah kamu pakai, di simpan saja ya.
Dewa
Aku beralih ke isi kotaknya, isinya perhiasan seperti emas putih, ada sebuah kalung dengan pendant berbentuk tube kecil berhias permata disekitarnya dan rantai kalungnya masuk ke dalam lubang tube nya sehingga pendant tergantung sempurna, selain itu ada 2 pendant lagi satu berbentuk kepala mickey mouse dengan tempelan permata dikedua telinganya lengkap dengan sepasang giwang dengan bentuk yg sama, dan yg satu lagi pendant berbentuk seperti jangkar dengan sebuah permata ditengah2 pengaitnya.
Ini kali pertama ada orang yg ngasi aku perhiasan seperti ini. Bahkan kedua orang tuaku pun ngga pernah. Senang? Nggak!! Sama sekali tidak, malah aku takut. Segera kuraih ponselku, dan mengirim pesan ke Dewa.
Wa, ini apa2an kamu ngasi aku perhiasan kayak gini?
Mana banyak bgt
Ngga ada balasan cukup lama, jadi kurapikan dan simpan paketnya.
Aku masih menunggu balasan dari Dewa, sampai malam semakin larut, barulah dia lgs menelponku
“Dyan…sorry baru bisa tlp,” ujarnya begitu mendengar suaraku.
“itu maksud kamu kirimin aku perhiasan segitu banyaknya buat apa?” tanyaku to the point
“ngga ada maksud apa2, kan aku janji bawain kamu oleh2, nah itu oleh2nya. Kamu ngga suka?”
“bukan ngga suka, itu pasti mahal bgt, aku kan bukan siapa2 buat kamu, ngapain di beliin yg kayak gitu, akunya yg ngga enak sama kamu,”
Dia terdiam, lama ngga menjawabku.
“Wa? Dewa? Hallo?” aku pikir sambungannya yg jelek. Lama tidak ada sahutan dari Dewa, sampai aku mendengar helaan nafasnya
“jangan ngomong gitu Dy, kamu mau terima ngga?” suaranya terdengar serius.
Aku jadi takut dia tersinggung dikira aku ngga menghargai pemberiannya
“aku terima, aku hargai kamu, makasi banyak ya, tapi kamu ngga harus ngasi banyak gitu, Wa.”
“Dy,deket kost ada warnet?”
dia malah balik nanya tanpa merespon perkataanku
“ada kayaknya, di blok sebelah, kenapa?”
“jauh dr kost?”
“ngga, 5 menit lah jalan kaki, cuma warnetnya gabung sama game online, jadi berisik bgt.”
“kapan2 chat yuk, aku juga mau kirimin kamu email.”
“oh iya, kapan?”
“nanti aku kabari lagi ya.”
“iya deh.”
“ya udah dulu, kamu tidur ya udah malem bgt.”
“iya. Makasi ya Wa,”
“sama2 Dy.”
Sore ini sepulang dari pelatihan, aku langsung mandi, tadi siang Dewa sms aku ngajakin chat sore ini. Sekitar jam setengah 7 malam aku sudah di warnet. Seperti yg aku bilang warnet ini gabung sama game online jadi berisik bgt. Sebenernya ngga nyaman bgt sih, tapi ya apa boleh buat aku ngga tau lagi warnet deket2 sini.
Seperti ritualku sebelumnya kalau buka internet yg pertama kali ku cek pasti email. Tapi sebelumnya aku aktifkan statusku di YM. Ada beberapa email yg masuk. 2 dari Namy dan satu lagi sepertinya dari Dewa.
Aku buka email dari Namy dulu. Emailnya yg pertama hanya cerita2 seputaran kampus pasca aku tinggalkan, dan keluh kesahnya dia yg akan menghadapi sidang skripsi. Syukurlah dia dah maju sidang.
Lalu email ke dua isinya foto2 dia dan beberapa temen kuliahku sewaktu usai sidang skripsi dan pas yudisium. Syukurlah mereka semua sudah berhasil menanggalkan status mahasiswa mereka.
Lalu aku buka email yg kupikir dari Dewa, dan ternyata bener itu memang dari Dewa. Kubuka emailnya…
Say, aku ngga mau kamu bilang kalau kamu bukan siapa2, kesannya kamu sudah ngga mau kenal sama aku lagi, sorry ya say, aku anti sama kata2 itu, jangan diulangi lagi ya. Semua manusia diciptakan untuk mencari teman dan saudara say, jika orang sudah saling kenal dan saling menyapa dengan apapun alasannya sudah kuanggap sebagai teman dan saudara walau dimana pun berada dan siapa pun orangnya. Itu adalah prinsip hidupku say, aku sudah nggak bisa merubahnya.
Dewa B
Aku menghela nafas, tuh kan bener dia tersinggung karena ucapanku kemarin malam. Duh, salah omong lagi. Ya udah minta maaf aja lah. Baru aku akan membalas emailnya. Sebuah chat masuk.
DW : Dy…sudah online ya, udah lama?
A : Iya Wa, ngga kok baru aja ini
Wa, aku minta maaf ya...aku udah baca email kamu. Maksudku sama sekali tidak seperti anggapan kamu
DW : Iya, iya…aku tahu. Udah ngga usah di bahas lg ya. Oya, kemarin dulu kamu pernah ke T* kan sama temen2?
A : Iya, pernah. Kesasar kita di sana, bingung jalan keluarnya di mana hahaha norak yah
DW : Hehehe iya lah kalo pertama kali ke sana emang bikin bingung
A : Eh, kamu kok tahu sih aku ke sana? Perasaan aku ngga ada cerita2 deh
Aku yakin bgt ngga ada cerita sama Dewa karena waktu itu dia jarang sms atau telpon.
DW : Tahulah, orang aku liat kamu kok
Hah, liat aku? gimana dia bisa tahu aku, tahu wajahku, kan belum pernah ketemuan, aku jg ngga pernah nunjukkin fotoku ke dia?
A : Gimana kamu bisa tahu itu aku Wa? Kita kan belum pernah ketemu sebelumnya
DW : Hehehe tahu aja. Kamu pake baju kaos biru, lengan panjang yg kamu gulung sebatas siku, trus pake celana jeans hitam panjangnya dibawah lututlah kira2, trus rambutmu kamu kuncir ekor kuda gitu, kulit kamu ngga terlalu putih tapi ngga terlalu coklat juga, tinggi kamu sekitar 165-167 kayaknya, dan proporsional sih menurutku
Aku melongo membaca chatnya. Aku bingung, asli bingung, gimana dia bisa tahu sampai sedetail itu dan semuanya bener??
A : Gimana kamu bisa tahu??? Aku kan ngga pernah liatin foto atau apa pun ke kamu. Kamu juga tau detail pakaianku, tahu dari mana Wa?
DW : Ya pokoknya aku tahu. Benerkan yg aku bilang?
A : Iya, bener bgt…tapi, kalau kamu tahu itu aku, kenapa kamu ngga nyapa aku waktu itu? Trus kamu liat aku di mananya?
DW : Aku ngga enak nyapa soalnya kamu bergerombol gitu bareng temen2 kamu. Aku ngga inget pasti dimananya, aku sempet lho senggolan sama kamu
Hah, senggolan?? Emang pernah ya? Duh aku ngga inget bgt…
makin lama makin weird nih!
A : Ngga inget aku Wa
DW : Ya udah ngga usah diinget
A : Ngga bisa…aku masih heran kok bisa kamu tahu itu aku
DW : Iya pokoknya tahu hehehe….dy, kamu balik kost sekarang ya
A: Lho kenapa?
DW : Jangan lama2 di warnet apalagi sendirian. Kamu udah makan? Cari makan dulu sana
Kok kesannya dia ngusir ya… ya sudahlah, emang udah laper juga sih
A : Iya, kalau gitu aku cari makan aja dulu
DW : Hati2 ya
A : Iya Wa, makasi.
Semaleman aku terus memikirkan apa yg dibilang Dewa di chatnya itu. Aku masih bingung gimana dia bisa tahu sedetail itu tentangku.
Beberapa kali pun aku ingat2, aku ngerasa memang ngga pernah ngasi liat fotoku ke dia. Pake cam juga ngga pernah. Seberapa keras pun aku mengingat hasilnya ya tetap sama.
Apa mungkin dia pernah ke kostan diam2 ya trus nanya2 ke anak2 di kostan tentang aku? Kemungkinan yg paling mungkin.
Tapi kalau melihat kesibukannya, kayanya ngga mungkin deh dia ngelakuin hal konyol seperti itu.
Tapi gimana dia bisa tahu aku?
Suatu pagi di hari Minggu aku terima sms dari Dewa
Say, aku hari ini mau offroad sama temen2. Udah lama bgt ngga offroad. Nanti aku certain serunya ya. Kamu baik2 ya. Aku menautkan kedua alisku membaca pesannya ini. Say? Sayang? How come?
Kubalas pesannya
Say?
Hehehe boleh ya? Biar lebih akrab hehehe
Iya deh say…Yah anggap saja biar lebih akrab, iseng2 becandaan, pikirku.
Seharian kuhabiskan waktuku di kostan saja karena sabtu aku libur.
Sorenya aku terima sms lagi dari Dewa
Say, td mobilku keperosok ke jurang untungnya ngga terlalu curam hehehe seru lho!Seru? Mobil jatuh ke jurang dia bilang seru???
Kamu ngga kenapa2 kan?
Ngga Dy, lecet2 aja lah dikit
Bener?ngga mungkin!
Beneran. Kan udah pake pelindung, yg lecet2 tangan aja sama kaki kok. Oya, aku minta alamat kost kamu ya yg lengkap, besok aku jadi Singapura nanti paketnya aku kirim pake post aja.
Udah di obati kan lukanya? Beneran kamu ngga kenapa2.
beneran Dy, ini sih belum seberapa. Mana alamatnya?
Ini alamatku. Tapi kalo kmu sibuk, ngga usah aja ya Wa.
Sip. Makasi ya.
Sama2***
Malam harinya anak2 pada ngumpul di kamarku. Awalnya Rara yg datang ke kamar. Tumben nih anak tiba2 berkunjung, sendirian lagi, biasanya pasti bergerombol datang dengan yg lain.
“mbak…lg ngapain?” dia melongok di pintu kamarku. Aku yg lagi asik baringan sambil mainan game di ponselku agak kaget liat dia sudah berdiri aja di ambang pintu kamarku
“eh, Ra, masuk, ngga ngapain kok lagi main game nih di hp,” sahutku mempersilakan dia masuk.
“Yang lain mana?” tanyaku melihatnya datang sendirian.
“lagi pada di kamar mbak, bosen aku, jadi coba main ke sini hehehe…” kulihat dia mengedarkan pandangannya kesekeliling kamarku.
“Ra?” panggilku ketika dia memandang bengong kepojok kamarku yg dekat dengan pintu.
“eh…iya mba?” dia tersenyum menoleh ke arahku
“kenapa Ra?” tanyaku bergantian memandangnya dan pojokan kamarku yg sedari td di liat Rara.
“kamar mbak enak, adem, lega banget,”ujarnya tersenyum
“hehe mungkin karena langsung berhadapan dengan balkon jadi sirkulasi udaranya bagus.”
“haaiii!!!!” tiba2 suara cempreng Pretty mengagetkan kami.
“disini kamu Ra, di cariin,” katanya ke Rara, lalu ikutan duduk di atas kasurku. “eh, main kartu yuk, mau ngga?” ajaknya
“boleh2,” sahut Rara semangat
“tapi Mbak Dy ngga apa2 kan? Nanti sakit lagi?” tanya Pretty
“ngga lah Pet. Udah sembuh aku, lagian kan cuma main kartu aja.”
“jangan salah mba kita bakalan main sampai larut, pokoknya all out, “ ujarnya lebay sambil nyengir lebar.
“apaan sih kamu Pet!” Rara melempar bantalku ke wajah Pretty yg kena telak di wajahnya
“aduuh Raa....rese!” pretty memasang wajah manyun yg dibuat2, “ntar ya aku ambilin kartunya dulu.”
Dengan cepat dia menyambar bantal yg di lempara Rara tadi dan balas melemparnya ke Rara, dan kini tepat menghantam kepala Rara, dengan tertawa puas Pretty lgs ngacir keluar kamarku diiringi teriakan umpatan2 dari Rara.
Ngga sampai 5 menit dia sudah kembali dan mengajak Nadya dan Aisyah turut serta. Jadilah malam itu kami main kartu di balkon kamarku. Main kartu remi lho ya, yg menang dapat kesempatan mencoret muka yg kalah sekehendak hati. Dan yg paling banyak coreten malam itu si Pretty, runner up nya aku, lalu ada Rara. Lumayanlah hiburan murah meriah buat isi waktu luang.
*****
Sore itu ketika aku dan anak2 baru pulang dari pelatihan, ART ibu kost datang ke kamarku dan memberikan sebuah paket kepadaku. Dari Dewa. Aku buka perlahan tiap2 bungkusannya. Sampai akhirnya menyisakan sebuah kotak kecil kuning berhias pita putih, kubuka, ada selembar kertas yg dilipat, kubuka dan kubaca.
Say, aku orang yg ngga terlalu pintar memilih barang, jadi aku pilihkan ini seperti apa yg lagi ngetrend dan sering kulihat di pakai sama cewek2 di Singapura, kalau kamu ngga suka, atau ngerasa ngga cocok dan norak, ngga usah kamu pakai, di simpan saja ya.
Dewa
Aku beralih ke isi kotaknya, isinya perhiasan seperti emas putih, ada sebuah kalung dengan pendant berbentuk tube kecil berhias permata disekitarnya dan rantai kalungnya masuk ke dalam lubang tube nya sehingga pendant tergantung sempurna, selain itu ada 2 pendant lagi satu berbentuk kepala mickey mouse dengan tempelan permata dikedua telinganya lengkap dengan sepasang giwang dengan bentuk yg sama, dan yg satu lagi pendant berbentuk seperti jangkar dengan sebuah permata ditengah2 pengaitnya.
Ini kali pertama ada orang yg ngasi aku perhiasan seperti ini. Bahkan kedua orang tuaku pun ngga pernah. Senang? Nggak!! Sama sekali tidak, malah aku takut. Segera kuraih ponselku, dan mengirim pesan ke Dewa.
Wa, ini apa2an kamu ngasi aku perhiasan kayak gini?Mana banyak bgt
Ngga ada balasan cukup lama, jadi kurapikan dan simpan paketnya.
Aku masih menunggu balasan dari Dewa, sampai malam semakin larut, barulah dia lgs menelponku
“Dyan…sorry baru bisa tlp,” ujarnya begitu mendengar suaraku.
“itu maksud kamu kirimin aku perhiasan segitu banyaknya buat apa?” tanyaku to the point
“ngga ada maksud apa2, kan aku janji bawain kamu oleh2, nah itu oleh2nya. Kamu ngga suka?”
“bukan ngga suka, itu pasti mahal bgt, aku kan bukan siapa2 buat kamu, ngapain di beliin yg kayak gitu, akunya yg ngga enak sama kamu,”
Dia terdiam, lama ngga menjawabku.
“Wa? Dewa? Hallo?” aku pikir sambungannya yg jelek. Lama tidak ada sahutan dari Dewa, sampai aku mendengar helaan nafasnya
“jangan ngomong gitu Dy, kamu mau terima ngga?” suaranya terdengar serius.
Aku jadi takut dia tersinggung dikira aku ngga menghargai pemberiannya
“aku terima, aku hargai kamu, makasi banyak ya, tapi kamu ngga harus ngasi banyak gitu, Wa.”
“Dy,deket kost ada warnet?”
dia malah balik nanya tanpa merespon perkataanku
“ada kayaknya, di blok sebelah, kenapa?”
“jauh dr kost?”
“ngga, 5 menit lah jalan kaki, cuma warnetnya gabung sama game online, jadi berisik bgt.”
“kapan2 chat yuk, aku juga mau kirimin kamu email.”
“oh iya, kapan?”
“nanti aku kabari lagi ya.”
“iya deh.”
“ya udah dulu, kamu tidur ya udah malem bgt.”
“iya. Makasi ya Wa,”
“sama2 Dy.”
Sore ini sepulang dari pelatihan, aku langsung mandi, tadi siang Dewa sms aku ngajakin chat sore ini. Sekitar jam setengah 7 malam aku sudah di warnet. Seperti yg aku bilang warnet ini gabung sama game online jadi berisik bgt. Sebenernya ngga nyaman bgt sih, tapi ya apa boleh buat aku ngga tau lagi warnet deket2 sini.
Seperti ritualku sebelumnya kalau buka internet yg pertama kali ku cek pasti email. Tapi sebelumnya aku aktifkan statusku di YM. Ada beberapa email yg masuk. 2 dari Namy dan satu lagi sepertinya dari Dewa.
Aku buka email dari Namy dulu. Emailnya yg pertama hanya cerita2 seputaran kampus pasca aku tinggalkan, dan keluh kesahnya dia yg akan menghadapi sidang skripsi. Syukurlah dia dah maju sidang.
Lalu email ke dua isinya foto2 dia dan beberapa temen kuliahku sewaktu usai sidang skripsi dan pas yudisium. Syukurlah mereka semua sudah berhasil menanggalkan status mahasiswa mereka.
Lalu aku buka email yg kupikir dari Dewa, dan ternyata bener itu memang dari Dewa. Kubuka emailnya…
Say, aku ngga mau kamu bilang kalau kamu bukan siapa2, kesannya kamu sudah ngga mau kenal sama aku lagi, sorry ya say, aku anti sama kata2 itu, jangan diulangi lagi ya. Semua manusia diciptakan untuk mencari teman dan saudara say, jika orang sudah saling kenal dan saling menyapa dengan apapun alasannya sudah kuanggap sebagai teman dan saudara walau dimana pun berada dan siapa pun orangnya. Itu adalah prinsip hidupku say, aku sudah nggak bisa merubahnya.
Dewa B
Aku menghela nafas, tuh kan bener dia tersinggung karena ucapanku kemarin malam. Duh, salah omong lagi. Ya udah minta maaf aja lah. Baru aku akan membalas emailnya. Sebuah chat masuk.
DW : Dy…sudah online ya, udah lama?
A : Iya Wa, ngga kok baru aja ini
Wa, aku minta maaf ya...aku udah baca email kamu. Maksudku sama sekali tidak seperti anggapan kamu
DW : Iya, iya…aku tahu. Udah ngga usah di bahas lg ya. Oya, kemarin dulu kamu pernah ke T* kan sama temen2?
A : Iya, pernah. Kesasar kita di sana, bingung jalan keluarnya di mana hahaha norak yah
DW : Hehehe iya lah kalo pertama kali ke sana emang bikin bingung
A : Eh, kamu kok tahu sih aku ke sana? Perasaan aku ngga ada cerita2 deh
Aku yakin bgt ngga ada cerita sama Dewa karena waktu itu dia jarang sms atau telpon.
DW : Tahulah, orang aku liat kamu kok
Hah, liat aku? gimana dia bisa tahu aku, tahu wajahku, kan belum pernah ketemuan, aku jg ngga pernah nunjukkin fotoku ke dia?
A : Gimana kamu bisa tahu itu aku Wa? Kita kan belum pernah ketemu sebelumnya
DW : Hehehe tahu aja. Kamu pake baju kaos biru, lengan panjang yg kamu gulung sebatas siku, trus pake celana jeans hitam panjangnya dibawah lututlah kira2, trus rambutmu kamu kuncir ekor kuda gitu, kulit kamu ngga terlalu putih tapi ngga terlalu coklat juga, tinggi kamu sekitar 165-167 kayaknya, dan proporsional sih menurutku
Aku melongo membaca chatnya. Aku bingung, asli bingung, gimana dia bisa tahu sampai sedetail itu dan semuanya bener??
A : Gimana kamu bisa tahu??? Aku kan ngga pernah liatin foto atau apa pun ke kamu. Kamu juga tau detail pakaianku, tahu dari mana Wa?
DW : Ya pokoknya aku tahu. Benerkan yg aku bilang?
A : Iya, bener bgt…tapi, kalau kamu tahu itu aku, kenapa kamu ngga nyapa aku waktu itu? Trus kamu liat aku di mananya?
DW : Aku ngga enak nyapa soalnya kamu bergerombol gitu bareng temen2 kamu. Aku ngga inget pasti dimananya, aku sempet lho senggolan sama kamu
Hah, senggolan?? Emang pernah ya? Duh aku ngga inget bgt…
makin lama makin weird nih!
A : Ngga inget aku Wa
DW : Ya udah ngga usah diinget
A : Ngga bisa…aku masih heran kok bisa kamu tahu itu aku
DW : Iya pokoknya tahu hehehe….dy, kamu balik kost sekarang ya
A: Lho kenapa?
DW : Jangan lama2 di warnet apalagi sendirian. Kamu udah makan? Cari makan dulu sana
Kok kesannya dia ngusir ya… ya sudahlah, emang udah laper juga sih
A : Iya, kalau gitu aku cari makan aja dulu
DW : Hati2 ya
A : Iya Wa, makasi.
Semaleman aku terus memikirkan apa yg dibilang Dewa di chatnya itu. Aku masih bingung gimana dia bisa tahu sedetail itu tentangku.
Beberapa kali pun aku ingat2, aku ngerasa memang ngga pernah ngasi liat fotoku ke dia. Pake cam juga ngga pernah. Seberapa keras pun aku mengingat hasilnya ya tetap sama.
Apa mungkin dia pernah ke kostan diam2 ya trus nanya2 ke anak2 di kostan tentang aku? Kemungkinan yg paling mungkin.
Tapi kalau melihat kesibukannya, kayanya ngga mungkin deh dia ngelakuin hal konyol seperti itu.
Tapi gimana dia bisa tahu aku?
Diubah oleh drupadi5 16-01-2018 15:02
0