- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#1682
PART 66
Setelah agak lama berdiri dan ngobrol di depan pintu,, kami pun akhirnya di persilahkan masuk ke dalam oleh si empu nya rumah.. Sungguh bukan orang yang baik membiarkan tamu terlalu lama berdiri di luar..
Hal ini pun membuat Stella serta mbak Novita kelihatan makin bete malam itu.. Dan aku yakin kalau mbak Novita sama mbak Rissa ini kurang akur.. Sebab dulu waktu nolongin nadia,, mbak Rissa kan juga ikut.. Namun mbak Rissa serta mbak Novita seperti tak mengenal satu sama lain..
Mendengar instruksi dari ku,, mereka pun hanya mengangguk tanda setuju..
Di antar istri nya pak Edwin ,, saya bang David, Om Erwin serta Mbak rissa pun berjalan perlahan menuju kamar pak Edwin.. Hawa berat yang tadi ku rasakan di luar pun kini makin berat menerpa diriku hingga seperti kaki ini tak sanggup lagi untuk melangkah..
Namun dengan menguatkan hati,, akhirnya sampai juga aku di dalam kamar milik pak Edwin..
Astagfirullah... Aura gelap begitu menyelimuti ruangan ini.. Di atas kasur,, tubuh pak Edwin sedang terbaring dengan keadaan kurus kering.. Air mata bu Edwin pun kembali menetes manakala melihat keadaan suaminya..
Om Edwin dan Bang David pun hanya diam terbengong melihat perlakuan mbak rissa kepada ku.. Sempat bang David naik pitam, namun aku larang karena lawan nya hanyalah seorang wanita lemah yang sedang di rundung duka karena melihat keadaan orang yang di sayangi nya..
Sementara itu di atas tubuh pak Edwin yang terbaring,, sosok hitam yang sedari tadi terusik dengan kedatangan ku pun kini sedang menatap tajam ke arah ku.. Terdengar Sesekali dia mendengus pelan..
Dan sepertinya makhluk itu pun sudah tahu kalau kedatangan ku kesini untuk mengusir nya..
Setelah mendapat angin segar dari Nilam Sari kalau dia akan membantu ku,, aku pun langsung mengeluarkan jin hitam tadi dari tubuh pak Edwin.. Ku dekati tubuh pak Edwin perlahan lahan karena waspada jin yang ada di dalam tubuh nya bisa menyerang ku setiap saat..
Setelah sampai di tepi ranjang,, aku pun memegang ubun ubun pak Edwin seraya melafalkan sesuatu.. Tiba-tiba tubuh pak edwin pun meronta ronta dan berontak karena jin yang bersarang di dalam tubuh nya kepanasan..
Aku pun lantas meminta bang David serta Om Erwin untuk memegangi tubuh pak edwin.. Sedang bu edwin serta mbak rissa sendiri terlihat panik dari raut wajah nya..
Slappppp.... Seiring dengan asap hitam yang keluar dari ubun ubun pak edwin,, jin tersebut pun berhasil aku keluar kan dan aku melempar nya hingga tubuh nya membentur tembok kamar pak edwin.. Setelah berhasil mengeluarkan jin hitam tersebut,, aku pun meminta Nilam Sari untuk mengobati serta memberikan energi yang di miliki nya kepada pak edwin..
Sementara aku sendiri kini fokus menghadapi jin hitam yang sudah aku keluar kan..
Setelah sosok Nilam Sari pergi, aku pun meminta semua yang ada di ruangan itu agar keluar dan membiarkan pak edwin istirahat.. Ruangan yang tadi nya penuh aura gelap pun kini berganti dengan hangat nya udara dari ac yang terpasang di ruangan ini.. Ibu edwin dan mbak rissa sebenarnya penasaran bagaimana nasib kepala keluarga mereka,, namun aku bilang akan menjelaskan nya nanti saja di ruang tamu..
Om Erwin pun akhirnya setuju dengan usul dari ku.. Malah bu edwin akan mengundang anak anak yatim piatu untuk mengaji di rumahnya serta meminta doa mereka buat kesembuhan suaminya.. Dan aku pun setuju dengan inisiatif beliau..
Karena sudah malam, aku pun memberi tahu Om Erwin kalau sebaiknya kita segera pulang ke rumah .. Sebab aku lihat mbak Novita serta Stella sudah menguap dari tadi.. Tanda kalau mereka lelah serta mengantuk..
Bu Edwin serta mbak rissa pun mengantar kepergian kami sampai pagar depan rumah nya..
Pukul 21.30 kami sampai kembali di rumah Om Erwin.. Dan tak perlu lama lama, saya, Stella dan bang David pun pamit untuk pulang ke rumah.. Karena tidak membawa kendaraan sendiri diri,, perjalanan pun makin lama karena mesti oper oper mobil..
Saat perjalanan kembali ke rumah bang David,, Stella sudah terlelap tidur di bangku belakang.. Aku dan bang David pun hanya tersenyum melihat kepolosan nya waktu tidur dari bangku depan..
Dan tak berapa lama, kami pun sampai di rumah ku.. Ya rumah ku.. Karena sudah larut malam, bang David ternyata langsung mengantarkan ke rumah.. Biar lah motor ku berada di rumah nya dan bisa saya ambil esok hari.. Aku pun mengucapkan banyak terima kasih karena bang David sudah repot repot mengantarkan ku..
Setelah menurunkan ku, bang David pun langsung memacu kembali mobil nya menembus jalanan malam,, sementara aku sendiri langsung masuk ke rumah dan menuju kamar untuk tidur.. Sempat sebelumnya berpapasan dengan bapak ku di pintu masuk dan beliau bertanya kenapa aku selalu pulang larut malam..
Setelah mendengar penjelasan dari ku, beliau pun mahfum dan mengingatkan kalau aku tidak boleh sombong serta takabur atas kelebihan yang ku miliki..
Quote:
Setelah agak lama berdiri dan ngobrol di depan pintu,, kami pun akhirnya di persilahkan masuk ke dalam oleh si empu nya rumah.. Sungguh bukan orang yang baik membiarkan tamu terlalu lama berdiri di luar..
Hal ini pun membuat Stella serta mbak Novita kelihatan makin bete malam itu.. Dan aku yakin kalau mbak Novita sama mbak Rissa ini kurang akur.. Sebab dulu waktu nolongin nadia,, mbak Rissa kan juga ikut.. Namun mbak Rissa serta mbak Novita seperti tak mengenal satu sama lain..
Quote:
Mendengar instruksi dari ku,, mereka pun hanya mengangguk tanda setuju..
Di antar istri nya pak Edwin ,, saya bang David, Om Erwin serta Mbak rissa pun berjalan perlahan menuju kamar pak Edwin.. Hawa berat yang tadi ku rasakan di luar pun kini makin berat menerpa diriku hingga seperti kaki ini tak sanggup lagi untuk melangkah..
Namun dengan menguatkan hati,, akhirnya sampai juga aku di dalam kamar milik pak Edwin..
Astagfirullah... Aura gelap begitu menyelimuti ruangan ini.. Di atas kasur,, tubuh pak Edwin sedang terbaring dengan keadaan kurus kering.. Air mata bu Edwin pun kembali menetes manakala melihat keadaan suaminya..
Quote:
Om Edwin dan Bang David pun hanya diam terbengong melihat perlakuan mbak rissa kepada ku.. Sempat bang David naik pitam, namun aku larang karena lawan nya hanyalah seorang wanita lemah yang sedang di rundung duka karena melihat keadaan orang yang di sayangi nya..
Sementara itu di atas tubuh pak Edwin yang terbaring,, sosok hitam yang sedari tadi terusik dengan kedatangan ku pun kini sedang menatap tajam ke arah ku.. Terdengar Sesekali dia mendengus pelan..
Dan sepertinya makhluk itu pun sudah tahu kalau kedatangan ku kesini untuk mengusir nya..
Quote:
Setelah mendapat angin segar dari Nilam Sari kalau dia akan membantu ku,, aku pun langsung mengeluarkan jin hitam tadi dari tubuh pak Edwin.. Ku dekati tubuh pak Edwin perlahan lahan karena waspada jin yang ada di dalam tubuh nya bisa menyerang ku setiap saat..
Setelah sampai di tepi ranjang,, aku pun memegang ubun ubun pak Edwin seraya melafalkan sesuatu.. Tiba-tiba tubuh pak edwin pun meronta ronta dan berontak karena jin yang bersarang di dalam tubuh nya kepanasan..
Aku pun lantas meminta bang David serta Om Erwin untuk memegangi tubuh pak edwin.. Sedang bu edwin serta mbak rissa sendiri terlihat panik dari raut wajah nya..
Slappppp.... Seiring dengan asap hitam yang keluar dari ubun ubun pak edwin,, jin tersebut pun berhasil aku keluar kan dan aku melempar nya hingga tubuh nya membentur tembok kamar pak edwin.. Setelah berhasil mengeluarkan jin hitam tersebut,, aku pun meminta Nilam Sari untuk mengobati serta memberikan energi yang di miliki nya kepada pak edwin..
Sementara aku sendiri kini fokus menghadapi jin hitam yang sudah aku keluar kan..
Quote:
Setelah sosok Nilam Sari pergi, aku pun meminta semua yang ada di ruangan itu agar keluar dan membiarkan pak edwin istirahat.. Ruangan yang tadi nya penuh aura gelap pun kini berganti dengan hangat nya udara dari ac yang terpasang di ruangan ini.. Ibu edwin dan mbak rissa sebenarnya penasaran bagaimana nasib kepala keluarga mereka,, namun aku bilang akan menjelaskan nya nanti saja di ruang tamu..
Quote:
Om Erwin pun akhirnya setuju dengan usul dari ku.. Malah bu edwin akan mengundang anak anak yatim piatu untuk mengaji di rumahnya serta meminta doa mereka buat kesembuhan suaminya.. Dan aku pun setuju dengan inisiatif beliau..
Karena sudah malam, aku pun memberi tahu Om Erwin kalau sebaiknya kita segera pulang ke rumah .. Sebab aku lihat mbak Novita serta Stella sudah menguap dari tadi.. Tanda kalau mereka lelah serta mengantuk..
Bu Edwin serta mbak rissa pun mengantar kepergian kami sampai pagar depan rumah nya..
Quote:
Pukul 21.30 kami sampai kembali di rumah Om Erwin.. Dan tak perlu lama lama, saya, Stella dan bang David pun pamit untuk pulang ke rumah.. Karena tidak membawa kendaraan sendiri diri,, perjalanan pun makin lama karena mesti oper oper mobil..
Saat perjalanan kembali ke rumah bang David,, Stella sudah terlelap tidur di bangku belakang.. Aku dan bang David pun hanya tersenyum melihat kepolosan nya waktu tidur dari bangku depan..
Dan tak berapa lama, kami pun sampai di rumah ku.. Ya rumah ku.. Karena sudah larut malam, bang David ternyata langsung mengantarkan ke rumah.. Biar lah motor ku berada di rumah nya dan bisa saya ambil esok hari.. Aku pun mengucapkan banyak terima kasih karena bang David sudah repot repot mengantarkan ku..
Setelah menurunkan ku, bang David pun langsung memacu kembali mobil nya menembus jalanan malam,, sementara aku sendiri langsung masuk ke rumah dan menuju kamar untuk tidur.. Sempat sebelumnya berpapasan dengan bapak ku di pintu masuk dan beliau bertanya kenapa aku selalu pulang larut malam..
Setelah mendengar penjelasan dari ku, beliau pun mahfum dan mengingatkan kalau aku tidak boleh sombong serta takabur atas kelebihan yang ku miliki..
myusuffebria525 dan 16 lainnya memberi reputasi
17


