- Beranda
- Stories from the Heart
MEREKA selalu bersama kita
...
TS
rafi2713
MEREKA selalu bersama kita
HALLO AGAN/SISTA KASKUSER, SELAMAT DATANG.....!!!!
ini adalah cerita pengalaman ane sendiri, dimana cerita ini adalah cerita horror tentang seorang anak yang bisa melihat "MEREKA" yang biasa kalian sebut Hantu di kehidupan sehari harinya.
Monggo digelar tikernya dipasang tendanya, dan disiapin cendolnya..karena cerita ini dijamin gabakalan kentang dan pasti seru karena ini pengalaman asli...
INDEKS CERITA
PROLOG
PART 1 (keseharian disekolah)
PART 2 (MEREKA yang disekolahku)
PART 3 (Tour Horror Ep 1)
PART 4 (Tour Horror Ep 2)
PART 5 (Tour Horror Ep 3)
PART 6 (tour Horror Ep 4)
PART 7 (Tour Horror Ep 5)
PART 8 (Tour Horror Ep 6)
PART 9 (Tour Horror Ep 7)
-PROLOG
Nama gue Rizal Anwar, temen gua biasa manggil gua Ijal..... ini cerita mengenai pengalaman gue sebagai orang yg sering disebut “INDIGO”, kemampuan istimewa ini gue dapetin ketika gua berusia sekitar 6 tahunan.....
Banyak pengalaman yang bisa dibilang kadang seneng, serem, serem banget bahkan sampe membawa penyakit untuk gua sendiri. Gua lahir dikeluarga yang memang kurang mempercayai hal hal seperti itu, tapi hanya sebatas percaya, kecuali kaka sepupu gua yang namanya Ahsan. Kedua ortu gua adalah orang berpendidikan yang notabennya sulit percaya akan hal seperti itu.
Salah satu pengalaman yang masih gua inget adalah ketika gua lagi demam tinggi, ya biasalah anak kecil klo sakit dikit, ujung ujungnya pasti ga jauh dari demam....... waktu itu gue dtng ke rumah sakit kecil yg ad di daerah cilincing, well namanya juga rumah sakit kecil, poisisinya juga didalam gang yg bisa dibilang sepi penduduk.....
Gua inget bgt klo gue dtng ke rumah sakit itu sekitar jam 7 malam, suasana rumah sakit juga lebih rame dari biasanya. Sekitar jam set 9 malam gua udh selesai berobat, disaat bokap gue ngeluarin motor dari parkiran, tepat depan rumah sakit itu ad rumah besar yg halamannya itu gelap bgt dengan ditumbuhinya berbagai macam tanaman rambat yg ada ditemboknya, gue gatau rumah itu kosong atau ada penghuninya, tapi gua yakin rumah itu ad penghuninya karena ada 1 lampu di dalam yg menyala dan keliatan dari jendela. Saat itu gua ga berpikir macem macem, Cuma pengen istirahat dirumah karena sakit, tapi ketika gua ingin injekin kaki gua ke pedal motor, gua melihat sesuatu yang besar, hitam, dan juga benar atau engganya gua lihat klo dia itu lagi melambaikan tangannya ke arah gua seakan akan ‘DADAH’ ke gua, akhirnya gua coba ngasih tau ke nyokap gua, dan nyokap gua ngasih tau ke bokap, dan mereka bilang klo disana ga ada apa apa, tapi gua yakin banget kalo mereka itu percaya dengan gua, karena keliatan dari muka dan tingkah mereka yang tiba tiba ingin cepat cepat pergi dari situ.
Next ane upload besok ya gan
Jangn lupa cendolnya atuh gan, biar ane makin semangat bikinnya....!!!
Diubah oleh rafi2713 02-03-2018 19:00
padasw dan anasabila memberi reputasi
2
9.6K
43
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rafi2713
#13
PART 2
“MEREKA yang disekolahku”
2 hari kemudian gua melanjutkan sekolah seperti hari hari biasa, dan berhubung gua salah satu anggota OSIS yang notabennya klo pulang sekolah lebih lama dari murid lainnya, gua sering keliling gedung sekolah klo udah jam pulang untuk memastikan tidak ada siswa yang berbuat hal aneh. Tapi, bukan siswa yang berbuat hal aneh lah yang sering gua liat, malahan “mereka”lah yang sering gua liat bahkan di sore hari.
Di bagian samping gedung sekolah tepatnya tempat pusat air/gentong air yang warnanya oranye itu ada bapak bapak yang sering berdiri mematung dan memperhatikan setiap orang yang lewat, entah apa yang ia lakukan. DI bagian bawah tangga mushola ada anak anak kecil yang sering berlarian, tapi keliatannya mereka ga berbahaya, cuma kadang iseng aja suka mindahin sendal klo ada murid yang lagi sendiri di musholla.
Di bagian tangga samping yang sering dikunci ada sosok perempuan yang sering bernyanyi dengan suara anehnya sambil meyisir rambutnya yang selalu kusut berantakan. Di bagian kantin sekolah ada sosok perempuan yang sering menertawakan murid murid yang bisa dibilang tampan, well mungkin “dia” ini centil dan kemarin sempet juga ada penunggu baru yaitu ibu ibu tanpa tangan, dan dibagian yang paling gua malesin adalah di daerah perpustakaan, disitu sering terlihat anak cowo seumuran gua sekitar 14 tahunan. Ia bisa dibilang sedikit nakal atau iseng, banyak siswa yang mengadu tentang gangguan yang mereka alami ketika berada di perpustakaan sendirian, adanya buku yang jatoh sendiri, ketukan meja, dan suara ketikan keyboard.
Sosok anak ini bisa dibilang ga enak untuk diliat, karena setengah wajahnya seperti hangus terbakar, warnanya hitam ke merah merahan dengan balutan darah yang menetes dan tubuhnya yang agak bungkuk membuat gua sering males untuk ngeliat dia, karena baunya itu amis, anyir, dan bau hangus, gua yang sering melihat sosok seperti itu aja kadang eneg dan mual apalagi temen temen gua yang normal, yaaa gejala paling kecil minimal pingsan lah hehe.
Berbeda dengan yang diperpustakaan, penunggu yang berada dikamar mandi cowo lantai dasar adalah wanita yang suka mengintip, well soalnya kemarin satpam sekolah pernah ngobrol bareng gua dan dia ngobrolin hal itu ke gua, gua sedikit ga percaya akan cerita dia karena gua pikir ga mungkin “mereka” akan seberani itu menggangu manusia, karena bagi mereka untuk manampakan wujudnya saja butuh energi yang besar. Karena rasa ga percaya itu, gua akhirnya penasaran dan mencoba membuktikannya, gua masuk kamar mandinya dan mulai menunggu “ia” untuk muncul, setelah lama gua menunggu akhirnya gua pancing dengan sedikit senandung siulan dengan nada khas yang bisa menyebabkan munculnya “mereka”, (nah bagi agan para pembaca cerita ini yang suka bersiul, hati hati yah karena ada beberapa nada yang “mereka” suka dan bahkan mereka bisa datang ke tempat agan sekarang, JANGAN LIAT BELAKANG SEKARANG, mungkin “mereka” udah ada dibelakang agan hehe)
Setelah gua bersiul, akhirnya apa yang dikatakan satpam itu benar adanya, sesosok kepala wanita melongok nengok kearah gua dari atas tembok yang memisahkan antar kamar mandi. Memang mukanya bisa dibilang enak untuk diliat, tapi mau bagaimanapun wujudnya gua tetep kaget karena diliatin terus terusan ampe gua keluar kamar mandi (ketika ane nulis naskah ini ane merinding sendiri gan wkwk, kepikiran lagi soalnya).
“ternyata banyak juga yah disekolah ini,hmm... gua harus membiaskan diri nih.” Gumam gua dalam hati.
Entah darimana datangnya pikiran gua untuk berinteraksi dengan mereka yang ada disekolah ini, tiba tiba langkah gua menuju dibagian samping gedung sekolah dimana disitu ada sesosok bapak bapak yang sering ngeliatin orang yang lewat, akhirnya gua duduk ddidekat bapak bapak itu dengan alibi main handphone biar kalo ada yang lewat dan ngeliat gua, dia bakal ngira klo gua lagi main handphone. Cara berbicara dengan “mereka” itu berbeda dengan berbicara dengan manusia normalnya.
“Bapak udh lama yanh disini?.” Tanya gua penasaran.
“Hmm.....” Respon bapak itu.
“Bapak asli sini atau dari luar?.” Tanya gua lagi.
“Siinniii.....” Jawabnya dengan suara paruh seperti suara perokok.
“Kenapa bapak sering melihat orang orang yang suka lewat sini?.” Tanya gua makin pensaran.
“Mereka kadang berbuat yang aneeehh....saya tidak suka itu”. Jelas bapak itu.
“Aneh, sperti apa pak?.” Gua penasaran.
“Mereka kadang suka merokok ditempat ini, padahal usia mereka belum cukup, dan yang paling saya benci ketika ada sekelompok orang yang menyakiti satu orang, itu tidak adil....!!!.” Jelas bapak itu dengan nada kemarahan.
“Baik pak, makasih yah atas obrolan kita, saya merasa sangat berterima kasih kepada anda.” Gua sudahi obrolan itu.
“Tunggu....inget dik, para teman saya disini tahu kalau kamu punya kemampuan ini, kamu jangan sampai lengahhh.” Jelas ia.
Next upload besok ya gan, semoga naskah part 3 udh kelar...
Jangan lupa cendolnya gan, biar makin asik, makin tegang, makin enak dibikin tenda...
“MEREKA yang disekolahku”
2 hari kemudian gua melanjutkan sekolah seperti hari hari biasa, dan berhubung gua salah satu anggota OSIS yang notabennya klo pulang sekolah lebih lama dari murid lainnya, gua sering keliling gedung sekolah klo udah jam pulang untuk memastikan tidak ada siswa yang berbuat hal aneh. Tapi, bukan siswa yang berbuat hal aneh lah yang sering gua liat, malahan “mereka”lah yang sering gua liat bahkan di sore hari.
Di bagian samping gedung sekolah tepatnya tempat pusat air/gentong air yang warnanya oranye itu ada bapak bapak yang sering berdiri mematung dan memperhatikan setiap orang yang lewat, entah apa yang ia lakukan. DI bagian bawah tangga mushola ada anak anak kecil yang sering berlarian, tapi keliatannya mereka ga berbahaya, cuma kadang iseng aja suka mindahin sendal klo ada murid yang lagi sendiri di musholla.
Di bagian tangga samping yang sering dikunci ada sosok perempuan yang sering bernyanyi dengan suara anehnya sambil meyisir rambutnya yang selalu kusut berantakan. Di bagian kantin sekolah ada sosok perempuan yang sering menertawakan murid murid yang bisa dibilang tampan, well mungkin “dia” ini centil dan kemarin sempet juga ada penunggu baru yaitu ibu ibu tanpa tangan, dan dibagian yang paling gua malesin adalah di daerah perpustakaan, disitu sering terlihat anak cowo seumuran gua sekitar 14 tahunan. Ia bisa dibilang sedikit nakal atau iseng, banyak siswa yang mengadu tentang gangguan yang mereka alami ketika berada di perpustakaan sendirian, adanya buku yang jatoh sendiri, ketukan meja, dan suara ketikan keyboard.
Sosok anak ini bisa dibilang ga enak untuk diliat, karena setengah wajahnya seperti hangus terbakar, warnanya hitam ke merah merahan dengan balutan darah yang menetes dan tubuhnya yang agak bungkuk membuat gua sering males untuk ngeliat dia, karena baunya itu amis, anyir, dan bau hangus, gua yang sering melihat sosok seperti itu aja kadang eneg dan mual apalagi temen temen gua yang normal, yaaa gejala paling kecil minimal pingsan lah hehe.
Berbeda dengan yang diperpustakaan, penunggu yang berada dikamar mandi cowo lantai dasar adalah wanita yang suka mengintip, well soalnya kemarin satpam sekolah pernah ngobrol bareng gua dan dia ngobrolin hal itu ke gua, gua sedikit ga percaya akan cerita dia karena gua pikir ga mungkin “mereka” akan seberani itu menggangu manusia, karena bagi mereka untuk manampakan wujudnya saja butuh energi yang besar. Karena rasa ga percaya itu, gua akhirnya penasaran dan mencoba membuktikannya, gua masuk kamar mandinya dan mulai menunggu “ia” untuk muncul, setelah lama gua menunggu akhirnya gua pancing dengan sedikit senandung siulan dengan nada khas yang bisa menyebabkan munculnya “mereka”, (nah bagi agan para pembaca cerita ini yang suka bersiul, hati hati yah karena ada beberapa nada yang “mereka” suka dan bahkan mereka bisa datang ke tempat agan sekarang, JANGAN LIAT BELAKANG SEKARANG, mungkin “mereka” udah ada dibelakang agan hehe)
Setelah gua bersiul, akhirnya apa yang dikatakan satpam itu benar adanya, sesosok kepala wanita melongok nengok kearah gua dari atas tembok yang memisahkan antar kamar mandi. Memang mukanya bisa dibilang enak untuk diliat, tapi mau bagaimanapun wujudnya gua tetep kaget karena diliatin terus terusan ampe gua keluar kamar mandi (ketika ane nulis naskah ini ane merinding sendiri gan wkwk, kepikiran lagi soalnya).
“ternyata banyak juga yah disekolah ini,hmm... gua harus membiaskan diri nih.” Gumam gua dalam hati.
Entah darimana datangnya pikiran gua untuk berinteraksi dengan mereka yang ada disekolah ini, tiba tiba langkah gua menuju dibagian samping gedung sekolah dimana disitu ada sesosok bapak bapak yang sering ngeliatin orang yang lewat, akhirnya gua duduk ddidekat bapak bapak itu dengan alibi main handphone biar kalo ada yang lewat dan ngeliat gua, dia bakal ngira klo gua lagi main handphone. Cara berbicara dengan “mereka” itu berbeda dengan berbicara dengan manusia normalnya.
“Bapak udh lama yanh disini?.” Tanya gua penasaran.
“Hmm.....” Respon bapak itu.
“Bapak asli sini atau dari luar?.” Tanya gua lagi.
“Siinniii.....” Jawabnya dengan suara paruh seperti suara perokok.
“Kenapa bapak sering melihat orang orang yang suka lewat sini?.” Tanya gua makin pensaran.
“Mereka kadang berbuat yang aneeehh....saya tidak suka itu”. Jelas bapak itu.
“Aneh, sperti apa pak?.” Gua penasaran.
“Mereka kadang suka merokok ditempat ini, padahal usia mereka belum cukup, dan yang paling saya benci ketika ada sekelompok orang yang menyakiti satu orang, itu tidak adil....!!!.” Jelas bapak itu dengan nada kemarahan.
“Baik pak, makasih yah atas obrolan kita, saya merasa sangat berterima kasih kepada anda.” Gua sudahi obrolan itu.
“Tunggu....inget dik, para teman saya disini tahu kalau kamu punya kemampuan ini, kamu jangan sampai lengahhh.” Jelas ia.
Next upload besok ya gan, semoga naskah part 3 udh kelar...
Jangan lupa cendolnya gan, biar makin asik, makin tegang, makin enak dibikin tenda...
padasw memberi reputasi
1