Kaskus

Story

agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.

Ilustrasi Ronggo Geni

Diary 2 Dunia

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Diary 2 Dunia

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.

Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi

Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.

Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.

Silahkan di nikmati

Quote:





Spoiler for ILUSTRASI:

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
heartbeat6661Avatar border
silamputamanAvatar border
User telah dihapus
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
#1639
PART 65

Sesuai yang di sepakati tadi siang, selepas isya aku pun berangkat menuju rumahnya Om Erwin.. Namun karena Bang David ingin ikut juga,, aku pun terlebih dahulu mampir ke kediaman nya..


Quote:




Berbekal kendaraan milik ayah Arman, kami bertiga pun berangkat menuju rumah Mbak Novita.. Sementara motor ku sendiri, ku tinggal di rumah bang David..

Tadinya aku mau naek motor saja biar nanti dari rumah saudara nya Om Erwin bisa langsung pulang ke rumah ku sendiri.. Namun bunda jasmine bersikeras kalau aku harus ikut Stella serta bang David naek mobil.. Akhirnya aku pun mengalah dan berangkat bertiga dengan satu mobil..

Perjalanan ke rumah mbak Novita pun lebih singkat.. Maklum hujan rintik rintik turun malam itu.. Jadi mungkin orang malas keluar rumah karena cuaca nya dingin..


Quote:





Suasana pun kembali hening dan kini bang David lebih fokus pada mobil yang di kemudikan nya.. Karena jaket yang ku pakai ku berikan ke Stella,, aku pun sedikit merasakan hawa dingin yang begitu menusuk tulang.. Aneh,, padahal baru jam setengah 8 lewat,, namun kenapa bisa sedingin ini udara nya...?

Kami pun akhirnya sampai juga di kediaman mbak Novita.. Tampak Om Erwin dan istrinya telah harap harap cemas menunggu di teras depan rumahnya..


Quote:




Agar lebih efisien,, Om Erwin pun menawarkan agar memakai mobil nya saja untuk ke rumah saudara nya.. Sebab kalau memakai mobil sendiri sendiri, takutnya malah nyasar dan gak sampai sampai..

Aku pun setuju saja,, dan berbekal payung pemberian Tante Ani,, kami pun berlari ke garasi milik Om Erwin yang ada di lain bangunan..


Quote:




Setelah semua masuk ke dalam mobil, Om Erwin pun lekas menyalakan mesin mobil dan memaju nya menuju rumah saudara nya.. Reyhan sebenarnya ingin ikut juga,, namun karena masih kecil, Om Erwin tak mengizinkan nya.. Takut terjadi apa-apa nantinya dengan putra Bungsu nya tersebut.. Alhasil dia pun di tinggal di rumah dengan asisten rumah tangga..

Sepanjang perjalanan, hujan masih saja rintik rintik mengguyur.. Mungkin karena sudah memasuki akhir bulan desember... Soalnya menurut kepercayaan orang jawa,, desember itu artinya gedhe gedhe ne sumber.. Namun hal itu tidak berlaku sekarang.. Sebab hujan bisa mengguyur sepanjang tahun..


Quote:




Aku bertanya seperti itu karena seperti ada mata yang mengawasi perjalanan kami.. Hal ini mulai ku rasakan saat keluar dari area rumah Om Erwin..

Ntah apa tujuannya.. Namun aku yakin bukan niat yang baik.. Sebab dari tadi bulu kuduk ku merinding merasakan hawa dingin yang amat sangat.. Sementara Stella dan mbak Novita hanya kedinginan karena hujan gerimis yang turun..


Quote:




Setelah mengambil payung yang di ada di belakang, aku pun turun terlebih dahulu di susul bang David kemudian..

Aneh... Tak ada bekas orang atau benda tertabrak oleh mobil Om Erwin.. Namun jelas jelas tadi terdengar keras mobil menghantam sesuatu.. Aku pun clingak clinguk melihat area sekitar.. Ntah kenapa bulu kuduk ku kembali berdiri manakala dengan seksama menyaksikan area tempat mobil Om Erwin berhenti..

Sebuah area persawahan yang terhampar luas dengan rumah penduduk yang jarang, terlihat di samping kanan dan kiri kami..

ALLLAHUUU AKBAR...

Bulu kuduk ku makin menjadi manakala melihat sebuah gubuk yg berada beberapa meter di belakang kami.. Sebuah bayangan hitam besar dengan bulu yang amat sangat lebat sedang duduk mematung.. Matanya yang merah menyala menatap tajam ke arah ku.. Sambil sesekali dia tersenyum menyeringai hingga tampak lah gigi nya yang hitam dengan taring yang runcing..

Bang David seperti nya melihat juga apa yang saat ini ku lihat.. Sebab kini tangan nya dengan gemeteran sedang mencengkram erat lengan ku..


Quote:




Reflek,, aku pun mengeluarkan keris Chandra wisesa dari lengan kiri ku untuk menangkis serangan bayangan hitam tadi yang ternyata gendruwo setelah terlihat jelas dari dekat..

Serangan susulan pun ku berikan dengan memberikan sabetan di sekujur tubuh gendruwo tersebut. Dan ku akhiri dengan menendang tubuh makhluk tadi hingga menyebabkan nya terjungkal ke belakang.. Karena cuma jin lemah, gendruwo tadi pun langsung terkapar di tanah setelah menerima tendangan dari ku..


Quote:




Sosok gendruwo tadi pun perlahan lahan menghilang di tengah pekat nya malam..

Dan aku pun lantas berjalan kembali menuju mobil yang di kendarai Om Erwin.. Sebab aku yakin beliau khawatir karena diriku yang lama berada di luar walau hanya sekedar untuk mengecek keadaan..

Baju yang ku kenakan pun kini mulai basah karena terkena hujan hingga membuat tubuh ku semakin kedinginan..



Quote:




Om Erwin pun langsung memacu mobil nya kembali menuju rumah saudara nya.. Sebab tadi aku meminta agar mesin mobil nya jangan di matikan.. Karena bila terjadi sesuatu yang di luar kuasa ku,, mereka bisa tancap gas..

Setelah jin kiriman nya aku kalah kan,, perjalanan kami selanjutnya pun berjalan mulus.. Dan tanpa terasa kami sudah sampai di rumah saudara nya Om Erwin.. Sepertinya satpam rumah nya sudah hafal dengan mobil milik Om Erwin,, sebab begitu membunyikan klakson tanpa membuka kaca mobil,, pintu pagar langsung di buka oleh Security..


Quote:




Setelah memarkirkan mobil nya di teras rumah saudara nya, om Erwin kami berlima pun bergegas turun dari mobil ..

Untungnya mendekati kediaman Om Edwin, hujan berangsur angsur berhenti, jadi kami tidak perlu memakai payung lagi.. Sambil menahan hawa dingin di tubuh ku, dengan Om Erwin di posisi depan, aku pun dan yang lain berjalan beriringan menuju pintu utama..


Quote:

wakazsurya77
efti108
myusuffebria525
myusuffebria525 dan 14 lainnya memberi reputasi
15
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.