- Beranda
- Stories from the Heart
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
...
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...
Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
adriantz dan 133 lainnya memberi reputasi
128
2.1M
8K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
juraganpengki
#571
Sebuah Kesepakatan...
TESS..
Bahu gw terasa kejatuhan beberapa tetes cairan yang gw yakin adalah darah, tapi anehnya tidak ada rasa sakit yang berasal dari leher gw.. Begitu gw membuka mata, gw cukup terkejut melihat sosok Raja Jin sudah berada persis di samping gw sambil menatap tajam, dan dengan telapak tangan kanan nya yang telah tertembus Kujang Emas, tepat di atas kulit leher gw..
Sebuah senyuman konyol tersungging di wajah gw, manakala melihat kedua mata Raja Jin melotot.. Tiba-tiba..
PLETAKK!!!
ADUHH!!...
Belakang kepala gw terasa cukup sakit saat di pukul oleh tangan kiri Raja Jin.. Dengan sedikit kasar, beliau merebut Kujang Emas dari genggaman tangan gw, dan mencabut ujung benda itu dari telapak tangannya yang berlumuran darah hitam..
“Bocah Tengik! Berapa kali lagi aku harus menyelamatkan mu” Maki Raja Jin ke arah gw yang masih mengelus-elus bagian belakang kepala..
Sementara, kedua mata gw kembali terbelalak begitu melihat keanehan di telapak tangan kanan Raja Jin.. Darah hitam yang sedari tadi merembes keluar dari luka tusuk di telapak tangan beliau, perlahan seperti terhisap masuk ke dalam luka tusuk kembali.. Kemudian luka tersebut lambat laun merapat dengan sendirinya dan telapak tangan Raja Jin pun kembali pulih seperti sedia kala..
“Eyang, aku mohon ampuni Dewi Arum Kesuma.. Gadis itu tidak sepenuhnya bersalah.. Aku lah yang lebih pantas untuk di salahkan, Eyang” Pinta gw sekali lagi dan masih disambut dengan tatapan nanar Raja Jin..
Beberapa saat kemudian, sosok laki-laki muda berambut panjang sepinggang itu kembali melayang ke tempat awal ia berdiri, lalu melempar pandangan ke arah Dewi Arum Kesuma dan Penguasa Laut Utara..
“Baiklah kali ini aku ampuni kesalahan puteri mu, Ratu Laut Utara.. Tapi sebagai gantinya, kau harus membantu ku saat ku pinta, karena ada satu hal genting yang harus kembali ku selesaikan dengan bantuan mu.. Dalam waktu dekat, aku akan kembali untuk bertemu dengan mu” Ucap Raja Jin yang seketika membuat lega hati gw..
Penguasa Laut Utara nampak tertegun sesaat, mendengar perkataan Raja Jin.. Lalu sebuah senyuman manis dan anggukan kepala beliau berikan sebagai tanda kesanggupan untuk memenuhi permintaan laki-laki berjubah merah itu..
“Dengan senang hati.. Jika kau mau, aku pun bersedia mengulang kisah kita dimasa silam yang terpaksa terhenti, Raja Jin” Jawab Penguasa Laut Utara sambil menatap Raja Jin dengan penuh arti..
Gw bisa melihat jelas raut wajah Raja Jin sempat tersipu setelah mendengar ucapan Penguasa Laut Utara, yang mulai memainkan rambut panjang nan hitamnya, layaknya seorang gadis yang sedang mencoba menarik perhatian laki-laki tampan dihadapannya itu.. Raja Jin sendiri terdengar berdehem satu kali, lalu melempar pandangannya ke arah gw..
“Dan kau, Bocah Tengik! Jangan ulangi tindakan bodoh seperti tadi lagi.. Aku tidak segan-segan menghukum mu jika hal itu terulang kembali.. Nanti, aku juga akan menemui mu untuk menjelaskan semua” Ucap Raja Jin dengan suara tegas ke arah gw..
Gw sendiri hanya tersenyum sambil menganggukan kepala dan sesekali masih mengusap-usap bagian belakang kepala, yang sedikit masih menyisakan rasa nyeri akibat pukulan tangan kiri sosok yang saat ini masih menatap tajam ke arah gw..
“Setelah kepergian ku, aku minta kau kembalikan keturunan ku ke tempatnya semula, Cah Ayu” Perintah Raja Jin ke Dewi Arum Kesuma dengan tatapan tak lagi menyorot tajam..
Jin Penjaga Gerbang Laut Utara itu terlihat menganggukan kepala nya sambil tersenyum kecil, lalu melirik gw.. Sebuah kedipan mata genit sengaja gw berikan ke arah Dewi Arum Kesuma dan seketika membuat Jin cantik itu tersipu..
“Baiklah, aku undur diri sekarang.. Sampai bertemu dilain waktu Ratu Laut Utara” Ucap Raja Jin ke arah sosok yang sepertinya pernah membuat kisah tersendiri dimasa silam..
Penguasa Laut Utara hanya menjawab dengan anggukan kepala dan senyuman yang membuat wajahnya terlihat semakin cantik..
JEGEEERRR!!!
Tiba-tiba, sebuah petir besar melesat dan menyambar sosok Raja Jin dari angkasa yang masih diliputi awan gelap.. Kedua mata gw membesar mana kala melihat sosok berpakaian hitam yang ditutupi jubah merah bertabur batu permata halus itu lenyap, bersamaan dengan sambaran petir tadi..
“Cah Ayu, segeralah kembalikan pemuda itu ke tempatnya berasal.. Dan temuilah Ibunda di istana, sekembalinya kau darisana.. Ada beberapa hal yang ingin Ibunda sampaikan kepada mu..” Ucap Penguasa Laut Utara yang langsung disambut dengan anggukan kepala Dewi Arum Kesuma..
Salah satu puteri dari Kerajaan Laut Utara itu kembali menganggukan kepala dengan wajah tertunduk, sesudah mendengar perintah Kanjeng Ibu nya.. Disisi lain, sosok cantik Penguasa Kerajaan Laut Utara tersebut nampak melempar senyuman ke arah gw, lalu mulai merentangkan kedua tangan..
Perlahan-lahan, segulungan angin sepoy-sepoy menerpa kami membawa harumnya aroma tubuh Penguasa Laut Utara yang rambut dan selendangnya nampak bergerak-gerak tersapu angin laut.. Suara gemuruh ombak terdengar bersahutan seiring sosok Ratu Laut Utara yang lambat laun mulai turun bersama ombak yang menumpu tubuhnya..
Hamparan awan yang sudah kembali berwarna putih dan biru, selepas kepergian Raja Jin, nampak terbelah kembali, seakan memberi jalan untuk Penguasa Laut Utara, lalu mulai perlahan menutup kembali setelah sosok cantik itu lenyap dari pandangan kami..
“Siapkan diri mu, Kakang.. Aku akan mengantarkan mu kembali ke Makam Ayah mu” Ucap Dewi Arum Kesuma sambil mengulurkan tangan kanannya..
Dengan sedikit konyol, gw sengaja menggaruk-garuk bagian dalam telapak tangan Dewi Arum Kesuma menggunakan ujung jari telunjuk..
“Jangan macam-macam, Kakang” Gertaknya yang membuat gw tertawa kecil, lalu mulai memejamkan kedua mata..
Setelah tiba kembali di makam Ayah, suasana sudah sedikit temaram.. Gw melirik jam tangan yang menunjukkan pukul 6 sore.. Temaramnya suasana menjadi pertanda bahwa hari sudah menjelang magrib..
Tak mau mengulur waktu, gw mengajak Dewi Arum Kesuma untuk berjalan mendekati mobil yang masih terparkir rapi diluar pagar makam.. Persis di sebelah kanan kendaraan peninggalan Almarhum Ayah, Dewi Arum Kesuma nampak mengibaskan ujung selendang kuningnya ke arah mobil.. Selarik sinar tipis berwarna kuning keluar dari kibasan benda yang terselip dipinggang ramping Jin cantik itu..
“Aku tak bisa berlama-lama disini.. Aku harus segera kembali ke Kerajaan ku, Kakang” Ucap Dewi Arum Kesuma dengan menatap gw penuh arti..
Dengan cepat, gw langsung memegang kedua tangan Jin Penjaga Gerbang Kerajaan Laut Utara itu, dan membuat wajahnya merona..
“Arum Kesuma, terima kasih atas segalanya.. Aku tidak akan melupakan pengalaman bersama mu hari ini” Ucap gw ke arah Dewi Arum Kesuma, lalu mengecup lembut punggung tangan kanan Jin cantik itu..
Untuk sesaat, Wajah Dewi Arum Kesuma tertunduk tak mampu menatap pandangan mata gw..
“Sudahlah, Kakang.. Jangan membuat perasaan ku semakin remuk.. Kau tahu aku mencintai mu, tapi aku pun sadar akan perbedaan garis takdir antara kita.. Aku mohon, jangan buat aku kembali mengharapkan mu, Kakang” Kata Puteri Penguasa Laut Utara masih dengan wajah tertunduk..
Gw tersenyum mendengar kalimat yang dituturkannya barusan.. Dalam hati gw merasa iba melihat permainan takdir yang berlaku atas nya.. Mengubur cinta untuk seseorang yang tak mungkin dimiliki, memang pasti akan terasa sangat menyakitkan..
“Baik, Arum Kesuma.. Mulai hari ini, aku berjanji untuk tidak membuat mu merasa seperti yang kau takutkan.. Tapi, aku benar-benar berterimakasih atas bantuan mu.. Aku pamit sekarang, Arum Kesuma” Jawab gw seraya melepas genggaman tangan dari tangannya..
Wajah Dewi Arum Kesuma terlihat terangkat saat gw mulai memasukkan kunci mobil.. Sebuah senyuman gw sunggingkan untuknya, sebelum masuk ke dalam kendaraan peninggalan Ayah..
Sosok Jin cantik Penjaga Gerbang Kerajaan Laut Utara nampak menatap gw dengan pandangan mata penuh arti.. Kemudian, perlahan-lahan sosoknya menghilang bersamaan dengan sapuan angin dingin dari arah makam..
“Seandainya kau bukan dari golongan Jin, mungkin aku bisa jatuh cinta pada mu Dewi Arum Kesuma” Ucap gw lirih..
Dengan perlahan, gw mulai melajukan kendaraan keluar dari area pemakaman yang suasana mistisnya mulai terasa, karena matahari sudah rela untuk digantikan sinarnya sebentar lagi oleh rembulan..
Jalan yang gw tempuh menuju rumah cukup lancar, karena volume kendaraan tidak terlalu memadati.. Kurang lebih lima belas menit kemudian, mobil peninggalan Ayah yang gw kendarai sudah tiba di depan pagar rumah.. Gw sempat terkejut melihat sebuah mobil bermerk Hond* Ja** hitam milik Ayu, sudah terparkir di depan pekarangan..
Gw mulai turun dari mobil dan membuka pintu pagar yang sempat tertutup.. Kebiasaan Ibu memang selalu menutup pagar saat magrib menjelang, apalagi karena ada kendaraan yang terparkir di halaman.. Setelah masuk kembali ke dalam mobil, dengan kecepatan jauh lebih lambat, gw memasukkan mobil ke dalam halaman dan terus ke garasi..
Pandangan mata gw sempat menatap mobil Hond* Ja** hitam yang benar milik Ayu.. Benak gw mulai memikirkan darimana gadis itu tahu alamat gw dan untuk keperluan apa dia berkunjung kesini..
“Asslammualaikum” Ucap gw memberi salam dari luar dan langsung dijawab oleh suara dua orang wanita..
Perlahan, gw mendengar suara langkah kaki dari dalam saat gw duduk di atas bangku di teras untuk membuka sepatu kerja.. Ternyata Ibu yang keluar.. Dengan sopan, gw mencium punggung tangan kanan Ibu, dan anehnya beliau malah mencium kening gw setelah memeluk kepala ini..
“Kamu yang sabar ya, Bang.. Ibu yakin, kamu pasti akan dapat kerja yang jauh lebih baik” Bisik Ibu, lalu mencium pipi gw dengan lembut..
Gw tersenyum mendengar kalimat Ibu yang terasa seperti curahan air di tandusnya hati gw..
“Abang minta maaf ga bisa banggain Ibu” Kata gw dengan menatap wajah Ibu lekat-lekat..
“Ssshhh.. Kamu salah, Bang.. Ibu selalu bangga sama kamu.. Ga pernah sekali pun Ibu merasa kamu gagal.. Yang Ibu tahu, kamu anak yang kuat.. Sudah, sekarang Ibu mau kamu bangkit.. Lalu temui gadis yang bernama Ayu di dalam.. Sudah hampir tiga jam dia nunggu kamu pulang” Jawab Ibu dengan memegang kedua bahu gw..
dodolgarut134 dan 16 lainnya memberi reputasi
17