- Beranda
- Heart to Heart
Ingin Putus Dari Cewek Yg Udah Pernah Ditiduri
...
TS
izthykiyen
Ingin Putus Dari Cewek Yg Udah Pernah Ditiduri
Update:
Tadi malam setelah aq ngobrol berdua dari hati ke hati sesama cewek dengan ceweknya sodaraku ini, kami sudah mencapai kesepakatan. Hasil kesepakatan kami ini nggak perlu aq publish ya. Intinya kami akhirnya sudah punya solusi untuk masalah dia sama sodaraku. Semuanya baik2 saja.
--------------------------------------------------------
Halo Kaskuser semua. Aq mau minta saran dari teman-teman kaskuser soal masalah yg dialami sodaraku.
Begini, pertama-tama aq bilang dulu ya kalo sodaraku ini memang salah. Aq sama sekali nggak membenarkan perbuatannya. Tetapi demi masa depan dia dan demi keluarga kami, aq menginginkan yg terbaik buat sodaraku ini.
Sodaraku ini cowok umur 22th dan sudah bekerja. Dia menjalin hubungan dengan seorang cewek 21th yg juga bekerja. Mereka berdua sama-sama muslim. Mereka pacaran sekitar 3thnan. Belakangan ini hubungan mereka semakin buruk dan sodaraku ini ingin putus dari ceweknya. Masalahnya, sodaraku ini sudah tidurin ceweknya dan tentu saja sebagai cewek waras yg mau jaga martabatnya, dia nggak mau putus dari sodaraku ini.
Alasan putusnya, karena si cewek ini tabiatnya kasar, suka maki-maki sodaraku dan menjelek-jelekan keluarga kami. Ditambah lagi dia nggak rajin ibadah. Memang anaknya berjilbab, tapi ga pernah ibadah. Trus kalo diingatkan, nggak mau dengar. Cuek saja sama nasihat sodaraku ini.
Awalnya sodaraku selalu mengalah, dia pikir dia bisa ngerubah ceweknya jadi lebih baik. Tapi semakin lama, tingkah ceweknya semakin menjadi-jadi. Yg terakhir sampai bikin sodaraku naik pitam itu karena dia menghina keluarga kami yg menurutku juga keterlaluan sekali. Sodaraku sempat putus kontak sama dia dan si cewek ini begitu gigih ingin kembali sama sodaraku.
Akhirnya sodaraku ini ngasih syarat. Dia mau baikan lagi asalkan si cewek udah hafal bacaan2 sholat. Karena emang si cewek ga pernah sholat. Ini juga pasti sulit diterima keluarga kami. Sodaraku itu ngasih waktu sebulan buat dia hafalin itu. Tapi si cewek malah ngancam mau bunuh diri karena sodaraku bilang kalo dalam sebulan belum bisa sholat, dia mau putus.
Alasan sodaraku bikin syarat seperti itu karena dia ingin memperbaiki pondasi agama si cewe biar tabiatnya berubah. Memperbaiki akhlaknya supaya bisa bersikap lebih sopan dan soleha.
Selama ini aq juga nggak tau kalo sodaraku ini sudah melakukan terlalu jauh sama ceweknya. Barusan waktu dia ngasih tau jujur aq kaget dan kecewa banget sama dia. Tapi mau gimana lagi, dia tetap sodaraku kan.
Menurutku hubungan mereka memang ga bagus lagi buat dipertahankan karena si cewek nggak ada niat maupun usaha untuk berubah dan sodaraku ini orangnya tempramental. Kalau dipaksakan, mereka ga akan bahagia.
Aku sempat nasehatin sodaraku kalau dia harus bertanggung jawab. Tapi sodaraku bilang kalau dia menikahi ceweknya dengan terpaksa, pernikahan mereka ga bakal tahan lama karena dalam setahun dia akan ceraikan ceweknya itu.
Aku belum sempat bicara dengan orang tua kami karena posisi mereka di kampung. Baru sempat bicara sama bibi dan menurut beliau sodaraku ini nggak sepenuhnya salah.
Menurutnya, keluarga kami ga bakal bisa terima ceweknya itu, dan kalo sodaraku terpaksa nikah sama ceweknya itu, maka akan kelihatan buruk di mata keluarga satu sama lain.
Soal masalah udah ditidurin, menurut beliau karena dilakukan suka sama suka, tanpa paksaan dan dilakukan berulang kali (yg cewek juga minta) trus dilakukan di rumah si cewek saat keluarga si cewek ga ada (cewek yg mengundang) soal virgin enggaknya, sodaraku bilang ga tau karena pertama kali mereka melakukannya di dalam air.
Nah, yg aq mau tanyakan itu...
Gimana pendapat kaskuser tentang masalah yg dialami sodaraku ini?
Apakah sodaraku ini harus menikahi cewek itu atau benar2 putus?
Kalau putus, cara apa yg baik dilakukan agar si cewek mau putus tanpa bunuh diri?
Bagaimana sebaiknya sodaraku membela dirinya di hadapan keluarga ceweknya nanti?
Segitu aja yg mau aq tanyakan. Tolong kasih masukan karena aq ga tau mau curhat ato nanya sama sapa lagi.
Edit nambahin ini:
Yg mikir kalo sodaraku ini bejatlah, bajinganlah, munafiklah...
Tadi malam setelah aq ngobrol berdua dari hati ke hati sesama cewek dengan ceweknya sodaraku ini, kami sudah mencapai kesepakatan. Hasil kesepakatan kami ini nggak perlu aq publish ya. Intinya kami akhirnya sudah punya solusi untuk masalah dia sama sodaraku. Semuanya baik2 saja.
--------------------------------------------------------
Halo Kaskuser semua. Aq mau minta saran dari teman-teman kaskuser soal masalah yg dialami sodaraku.
Begini, pertama-tama aq bilang dulu ya kalo sodaraku ini memang salah. Aq sama sekali nggak membenarkan perbuatannya. Tetapi demi masa depan dia dan demi keluarga kami, aq menginginkan yg terbaik buat sodaraku ini.
Sodaraku ini cowok umur 22th dan sudah bekerja. Dia menjalin hubungan dengan seorang cewek 21th yg juga bekerja. Mereka berdua sama-sama muslim. Mereka pacaran sekitar 3thnan. Belakangan ini hubungan mereka semakin buruk dan sodaraku ini ingin putus dari ceweknya. Masalahnya, sodaraku ini sudah tidurin ceweknya dan tentu saja sebagai cewek waras yg mau jaga martabatnya, dia nggak mau putus dari sodaraku ini.
Alasan putusnya, karena si cewek ini tabiatnya kasar, suka maki-maki sodaraku dan menjelek-jelekan keluarga kami. Ditambah lagi dia nggak rajin ibadah. Memang anaknya berjilbab, tapi ga pernah ibadah. Trus kalo diingatkan, nggak mau dengar. Cuek saja sama nasihat sodaraku ini.
Awalnya sodaraku selalu mengalah, dia pikir dia bisa ngerubah ceweknya jadi lebih baik. Tapi semakin lama, tingkah ceweknya semakin menjadi-jadi. Yg terakhir sampai bikin sodaraku naik pitam itu karena dia menghina keluarga kami yg menurutku juga keterlaluan sekali. Sodaraku sempat putus kontak sama dia dan si cewek ini begitu gigih ingin kembali sama sodaraku.
Akhirnya sodaraku ini ngasih syarat. Dia mau baikan lagi asalkan si cewek udah hafal bacaan2 sholat. Karena emang si cewek ga pernah sholat. Ini juga pasti sulit diterima keluarga kami. Sodaraku itu ngasih waktu sebulan buat dia hafalin itu. Tapi si cewek malah ngancam mau bunuh diri karena sodaraku bilang kalo dalam sebulan belum bisa sholat, dia mau putus.
Alasan sodaraku bikin syarat seperti itu karena dia ingin memperbaiki pondasi agama si cewe biar tabiatnya berubah. Memperbaiki akhlaknya supaya bisa bersikap lebih sopan dan soleha.
Selama ini aq juga nggak tau kalo sodaraku ini sudah melakukan terlalu jauh sama ceweknya. Barusan waktu dia ngasih tau jujur aq kaget dan kecewa banget sama dia. Tapi mau gimana lagi, dia tetap sodaraku kan.
Menurutku hubungan mereka memang ga bagus lagi buat dipertahankan karena si cewek nggak ada niat maupun usaha untuk berubah dan sodaraku ini orangnya tempramental. Kalau dipaksakan, mereka ga akan bahagia.
Aku sempat nasehatin sodaraku kalau dia harus bertanggung jawab. Tapi sodaraku bilang kalau dia menikahi ceweknya dengan terpaksa, pernikahan mereka ga bakal tahan lama karena dalam setahun dia akan ceraikan ceweknya itu.
Aku belum sempat bicara dengan orang tua kami karena posisi mereka di kampung. Baru sempat bicara sama bibi dan menurut beliau sodaraku ini nggak sepenuhnya salah.
Menurutnya, keluarga kami ga bakal bisa terima ceweknya itu, dan kalo sodaraku terpaksa nikah sama ceweknya itu, maka akan kelihatan buruk di mata keluarga satu sama lain.
Soal masalah udah ditidurin, menurut beliau karena dilakukan suka sama suka, tanpa paksaan dan dilakukan berulang kali (yg cewek juga minta) trus dilakukan di rumah si cewek saat keluarga si cewek ga ada (cewek yg mengundang) soal virgin enggaknya, sodaraku bilang ga tau karena pertama kali mereka melakukannya di dalam air.
Nah, yg aq mau tanyakan itu...
Gimana pendapat kaskuser tentang masalah yg dialami sodaraku ini?
Apakah sodaraku ini harus menikahi cewek itu atau benar2 putus?
Kalau putus, cara apa yg baik dilakukan agar si cewek mau putus tanpa bunuh diri?
Bagaimana sebaiknya sodaraku membela dirinya di hadapan keluarga ceweknya nanti?
Segitu aja yg mau aq tanyakan. Tolong kasih masukan karena aq ga tau mau curhat ato nanya sama sapa lagi.
Edit nambahin ini:
Yg mikir kalo sodaraku ini bejatlah, bajinganlah, munafiklah...
Quote:
Diubah oleh izthykiyen 09-01-2018 12:32
delia.adel memberi reputasi
2
18.5K
122
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Heart to Heart
23KThread•39.7KAnggota
Tampilkan semua post
gentongb
#91
Quote:
loh kok bawa2 gw -,-
" emang diri lu udah bener kah?" wtf kata2 kaya gitu.
ada sebagian orang yang emang ga bisa dengan cara baik2, harus dipermalukan baru dia sadar kalau itu salah, nah inilah contoh tanggapan masyarakat.
Ditambah lagi dia nggak rajin ibadah. Memang anaknya berjilbab, tapi ga pernah ibadah. Trus kalo diingatkan, nggak mau dengar. Cuek saja sama nasihat sodaraku ini.
3 tahun, pastilah taulah semua ini.n wait kenapa bisa sampe emel kalau niatan awalnya "merubah' toh jadi sama2 buruk keduanya. Klo emng ts rajin ibadah khilafnya paling sekali lah ini udah berkali2.
Pasangan itu cerimanan dari TS,.
Pacaran ga ada paksaan tapi pas nikah harus dengan terpaksa...haha
Dan kenapa keluarga TS ga bisa Nerima ini cewe? Bukan niat awal pacaran merubah? Tuntutan kearah yang benar menurut agama, itu baru keren.
Gw sih ga permasalahin emelnya, yang gw sesalkan itu syarat dari TS, ngasih syarat loh, bukan di tuntun. Mbok yah kalau bisa di kasih tau, ajak sholat bareng ( di masjid loh ya) , ajak puasa bareng, ajak yang berbau2 agama. Bukan sepihak kasih syarat emang lamaran kerja.
Oke saran dari gw
1. Tuntun ini cewe kearah yang TS mau, kalau TS mau dia sholat tuntun, kalau TS mau dia bisa baca Quran Tuntun. Kalau TS tempramen kurang kurangi. Yang jelas jangan kasih syarat tanpa ada tuntunan.
2. Kalau dia bertahan dengan tuntunan TS, udah bisa sholat, puasa dsb nikahin.
3. Kalau dia ga bisa bertahan, bakala pergi sendiri nantinya.
---------
Tapi sodaraku bilang kalau dia menikahi ceweknya dengan terpaksa, pernikahan mereka ga bakal tahan lama karena dalam setahun dia akan ceraikan ceweknya itu.
Well, terpaksanya kenapa? Di tuntut dari pihak cewe?
-------
Edit nambahin ini:
Yg mikir kalo sodaraku ini bejatlah, bajinganlah, munafiklah...
Lu minta saran orang banyak, wajar persepsi orang banyak.
0
Tutup