- Beranda
- Stories from the Heart
MAMAT SANG PENGGALI KUBUR
...
TS
ladyclair
MAMAT SANG PENGGALI KUBUR
MAMAT SANG PENGGALI KUBUR

Cover Picture By. Google
Life Corner

Hi gansis, perkenalkan nama ane Mamat bin Jaelani bin Sipur, ane seorang penggali kubur, jika lama gak ada orang yang mati, ane bekerja sampingan menjadi kuli bangunan. Sebenarnya pekerjaan kuli bangunan itu bukan cita-cita ane gan, karena cita-cita ane dulu menjadi insinyur, tapi apa daya karena himpitan ekonomi, sekolah saja hanya sampai kelas 3 SD, cita-cita menjadi insinyur tidak tercapai. tapi masih beruntung karena pekerjanan ane ini masih ada kaitannya dengan insinyur gan, yaahh... mirip-mirip tentang pembangunanlah gan.
Jadi inget dulu ketika kakek ane, sipur ngomong, “Jika ada yang bisa menarik sendok semen ini, maka dia akan mewarisi kekuatanku.” Hampir mirip-mirip cerita Legendaris King Arthur gan, bedanya yang nacep adalah sendok semen bukan pedang, dan secara gak sengaja ketika ane masih kecil mencoba menarik sendok semen tersebut, dan ternyata dengan kekuatan magis, ane bisa dengan mudah menarik sendok semen itu gan, seketika kedua orang tua ane menangis gan, bukan menangis haru, melainkan menangis sedih karena ane bakalan bekerja kayak kakek ane sebagai kuli bangunan.
Karena menjadi kepala keluarga, ane harus menjadi tukang penggali kubur untuk menafkahi kedua istri ane ida dan laila, dan keempat anak ane yang bukan buatan dari ane, karena ane menikahi kedua istri ane itu dalam keadaan janda yang masing-masing sudah mempunyai dua anak dari pernikahan sebelumnya, ibarat sebuah lagu jawa “Angge-angge orong-orong, ora melu gawe melu momong.”
Sebenarnya menjadi kuli bangunan itu sangat menyenangkan gan, selain sehat, dan badan berotot jadi agan sekalian tidak perlu ketempat gym, karena jika salah masuk ketempat gym agan bakalan di gangbang dengan gerombolan maho. Enaknya menjadi kuli bangunan tidak hanya digaji dan diberi makan saja, tapi juga diberi sebungkus rokok. Btw pekerjaan mana yang mau ngasih rokok tiap hari selain kuli bangunan? Hehe... gak ada kan? Makanya gan mulailah sekarang agan bercita-cita seperti ane ini.
Quote:

Cover Picture By. Google
Quote:
HT


Quote:
Life Corner

Quote:
Hi gansis, perkenalkan nama ane Mamat bin Jaelani bin Sipur, ane seorang penggali kubur, jika lama gak ada orang yang mati, ane bekerja sampingan menjadi kuli bangunan. Sebenarnya pekerjaan kuli bangunan itu bukan cita-cita ane gan, karena cita-cita ane dulu menjadi insinyur, tapi apa daya karena himpitan ekonomi, sekolah saja hanya sampai kelas 3 SD, cita-cita menjadi insinyur tidak tercapai. tapi masih beruntung karena pekerjanan ane ini masih ada kaitannya dengan insinyur gan, yaahh... mirip-mirip tentang pembangunanlah gan.
Jadi inget dulu ketika kakek ane, sipur ngomong, “Jika ada yang bisa menarik sendok semen ini, maka dia akan mewarisi kekuatanku.” Hampir mirip-mirip cerita Legendaris King Arthur gan, bedanya yang nacep adalah sendok semen bukan pedang, dan secara gak sengaja ketika ane masih kecil mencoba menarik sendok semen tersebut, dan ternyata dengan kekuatan magis, ane bisa dengan mudah menarik sendok semen itu gan, seketika kedua orang tua ane menangis gan, bukan menangis haru, melainkan menangis sedih karena ane bakalan bekerja kayak kakek ane sebagai kuli bangunan.
Karena menjadi kepala keluarga, ane harus menjadi tukang penggali kubur untuk menafkahi kedua istri ane ida dan laila, dan keempat anak ane yang bukan buatan dari ane, karena ane menikahi kedua istri ane itu dalam keadaan janda yang masing-masing sudah mempunyai dua anak dari pernikahan sebelumnya, ibarat sebuah lagu jawa “Angge-angge orong-orong, ora melu gawe melu momong.”
Sebenarnya menjadi kuli bangunan itu sangat menyenangkan gan, selain sehat, dan badan berotot jadi agan sekalian tidak perlu ketempat gym, karena jika salah masuk ketempat gym agan bakalan di gangbang dengan gerombolan maho. Enaknya menjadi kuli bangunan tidak hanya digaji dan diberi makan saja, tapi juga diberi sebungkus rokok. Btw pekerjaan mana yang mau ngasih rokok tiap hari selain kuli bangunan? Hehe... gak ada kan? Makanya gan mulailah sekarang agan bercita-cita seperti ane ini.
Sekali lagi maaf gan jika tulisan ane sedikit mengaduk-mengaduk emosi pembaca, layaknya ane mengaduk-aduk semen bercampur pasir. Karena ane hanya lulusan SD kelas 3.
Inilah kisah ane “MAMAT SANG PENGGALI KUBUR”
UPDATE
PART.1 KEMATIAN SI NUR
PART.1.1 KEMATIAN SI NUR
PART.1.2 KEMATIAN SI NUR
PART.1.3 KEMATIAN SI NUR
PART. 1.4 KEMATIAN SI NUR
PART. 1.5 KEMATIAN SI NUR
PART. 1.6 KEMATIAN SI NUR
PART. 2 JEM PUTIH IRENG NGGRAWUL (JIN PUTIH HITAM BREWOKAN)
PART. 2. 1 JEM PUTIH IRENG NGGRAWUL (JIN PUTIH HITAM BREWOKAN)
Diubah oleh ladyclair 19-01-2018 00:05
indrag057 dan 6 lainnya memberi reputasi
5
61.2K
Kutip
199
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ladyclair
#123
Quote:
PART. 1.6 KEMATIAN SI NUR
Malam kembali menghampiri didesa ane, kejadian demi kejadian tentang arwah si nur yang gentayangan di kampung membuat resah warga gan, malam menjadi sepi, jaenab tidak membuka warungnya lagi karena trauma, ane sendiri juga malas keluar, karena jaenab yang biasa ane andalkan ngutang tidak membuka warungnya.
Malam itu teror kembali menghantui warga gan, kali ini yang dialami kejadian tersebut adalah paiman, darno dan jabrik. Kebetulan ketiga orang tersebut dipilih oleh warga desa menjadi hansip dikampung ane gan, ketiga orang tersebut bertugas mengamankan desa dimalam hari.
Paiman, darno dan jabrik yang sedang berkumpul dipos kampling,
“Man, untung nih kita nongkrong sambil ngobrol dibayarin.” Ucap jabrik
“Lo jangan gitu brik, gue ini terpaksa demi angsuran motor yang sudah nunggak dua bulan.” Jawab paiman
“Emang kenapa terpaksa man?” Tanya darno
“Lo gak tau, bini gue kesepian dirumah?” Jawab paiman
“Bener juga yah man.” Ucap darno sambil garuk-garuk kepala
“Ohh... Gini aja brik, gimana kalau kita bagi-bagi tugas saja, kalian keliling sementara gue jagain pos.” Ucap paiman
“Enggak ah.. bareng-bareng saja man.” Ucap darno
“Iyah man, ngapain pakai dijaga-jaga segala, lagian di pos kagak ada yang bisa dimaling man, kecuali kalau di pos ada TV, kulkas, yah kita jagain man.” Ucap jabrik
“Ya udah, ayo kita keliling sekarang, siapa tahu ada duit jatuh.” Ucap jabrik
“Dasar mata duitan.” Ucap jabrik
Dengan lampu senter yang dibawa paiman akhirnya mereka berjalan keliling desa, mereka tidak melihat siapapun warga yang beraktifitas malam itu gan, malam itu tampak sepi, lampu dipinggir jalan juga tidak banyak dikampung ane gan, mereka tidak mau memberikan lampu untuk menerangi jalan desa dikarenakan naiknya Tarif Dasar Listrik.
Ketika ketiga orang tersebut berjalan diareal sawah, jabrik melihat sesosok bayangan putih dari kejauhan, sosok tersebut terlihat diantara rumah dan berjalan meninggalkan jabrik dan teman-temannya.
“Man... Darno... kalian lihat itu siapa yang malam-malam berkeliaran?” Tanya jabrik
“Mana brik?” Jawab mereka berdua kembali bertanya
“Itu...” Jawab jabrik
“Lo senterin coba! Kali aja maling.” Ucap paiman
Jabrik mencoba menyinari sosok tersebut dengan senter yang ia pegang,
“Mana nih... kok gak nyala.” Ucap jabrik
Senter di ketuk-ketuk oleh jabrik
“Ah lama banget lo brik, ayo brik coba lagi, ntr keburu minggat orangnya, jika maling beneran dan gak ketangkep kita bisa dipotong gajinya brik.” Ucap darno
“Nahh bisa kan.” Ucap jabrik sambil memegang senter
Lantas jabrik mencoba menyenter kearah sosok tersebut, dan ternyata sosok tersebut sudah hilang gan
“Udah gak ada.” Ucap jabrik heran
“Ayo coba kita kesana siapa tahu dia maling!” Ajak darno
Mereka mencoba mengikuti dimana sosok tersebut lari gan, dan setelah disebuah kebon deket kuburan gan, ketiga orang yang mengikuti itu lantas mendengar tangisan gan, tangisan itu mereka cari.
“Hiks... Hiks.. Hiks...” Tangis rintihan seorag wanita
“EH brik, lo denger kagak ada cewek nangis?” Tanya paiman
“Iya man, tapi dimana nih? Apa jangan-jangan itu tangisan cewek tadi man?” jawab jabrik kembali bertanya
“Wah, ini pasti cewek yang tadi, gue yakin nih mau diPHPin ama cowoknya, atau jangan-jangan korban rudapaksaan brik?” Ucap darno
“Brik kalau nih cewek korban PHP lo bisa gaet ceweknya brik, kali aja dia jatuh cinta ama lo brik karena udah nolongin.” Ucap paiman
“Bisa aja, tapi boleh juga tuh.” Ucap jabrik ngarep
Akhirnya mereka bertiga sibuk mencari sosok tersebut gan, karena mereka fokus dengan suara tersebut, langkah mereka tak terasa menuju ke arah kuburan gan,
“Kayaknya suara makin dekat nih.” Ucap paiman
“Iyah bener ucapan lo man.” Ucap darno
Sementara jabrik menyinari tempat sekitar yang gelap dengan lampu senternya.
Ketika berjalan menuju kuburan kaki jabrik tersandung batu nisan dikuburan gan
“Breegg... Njir apaan nih?” tanya jabrik yang tersandung batu nisan
“Sialan masuk kesini kita man.” Tambahnya
“Emangnya kenapa sih?” Tanya paiman
“Gue pernah kemarin malam liat cewek disini man sama bang mamat, kita cari cewek tersebut lantas ceweknya menghilang man.” Ucapnya
“Dah gak usah takut lo, ingat ini tugas lo brik jadi hansip.” Ucap paiman
“Man, kayaknya suaranya dari sini deh.” Ucap darno
“Iya nih disekitar sini.” Jawab darno
Mereka konsentrasi dengan tempat sekitar gan, hingga akhirnya kepala jabrik melihat keatas, dan ternyata sosok penampakan wanita tergantung dibawah pohon membuat dirinya langsung tepar pingsan ditempat gan.
“Yaelah nih anak malah tidur sih?” Ucap darno
“Brik, bangun lo!” Ucap darno
“Njir nih anak, pantesan kagak laku-laku dapet cewek, suruh kerja aja tidur kayak gini.” Ucap paiman
Darno dan paiman belum tahu kalau diatas dia berdiri ada sosok penampakan wanita yang tergantung, sosok penampakan si nur yang tewas gantung diri disana gan, karena paiman dan darno tidak melihat sosok penampakan tersebut lantas mereka berdua tidak melanjutkan pencarian gan, dan mencoba membawa jabrik yang masih tergeletak pingsan.
“Ayo man, dibawa aja, jabrik kayaknya susah dibangunin!” Ucap darno
“Ya udah.” Ucap paiman singkat
“Nih anak banyakan dosa kali dar, krempeng kek gini tapi badannya berat banget.” Ucap paiman
“Ya udah tinggalin aja disini.” Ucap darno
Jabrik akhirnya dibaringkan diatas kuburan yang dikijing, yang sudah dibangun atasnya dengan keramik, agar tidurnya nyenyak.
“Udah man, baringin disini aja, dia nyaman banget pasti tidur disini daripada tidur dirumah, disini keramikan cuy.” Ucap darno
“Bener kata lo dar, dia kan tidurnya di tikar bulukan.” Ucap paiman
Paiman dan darno akhirnya meninggalkan jabrik sendirian yang pingsan ditengah kuburan gan, mereka langsung menuju ke pos kampling untuk tidur malam itu.
“Man, ntar kalau jabrik nanya kita pura-pura aja cari dia. Terus kalau dia ngomong tidur dikuburan kita ngomong aja kalo jabrik dipindahin ama jin.” Ucap darno
“Ide brilian lo dar. Ya udah kita tidur aja dar.” Ucap paiman
Malam kembali menghampiri didesa ane, kejadian demi kejadian tentang arwah si nur yang gentayangan di kampung membuat resah warga gan, malam menjadi sepi, jaenab tidak membuka warungnya lagi karena trauma, ane sendiri juga malas keluar, karena jaenab yang biasa ane andalkan ngutang tidak membuka warungnya.
Malam itu teror kembali menghantui warga gan, kali ini yang dialami kejadian tersebut adalah paiman, darno dan jabrik. Kebetulan ketiga orang tersebut dipilih oleh warga desa menjadi hansip dikampung ane gan, ketiga orang tersebut bertugas mengamankan desa dimalam hari.
Paiman, darno dan jabrik yang sedang berkumpul dipos kampling,
“Man, untung nih kita nongkrong sambil ngobrol dibayarin.” Ucap jabrik
“Lo jangan gitu brik, gue ini terpaksa demi angsuran motor yang sudah nunggak dua bulan.” Jawab paiman
“Emang kenapa terpaksa man?” Tanya darno
“Lo gak tau, bini gue kesepian dirumah?” Jawab paiman
“Bener juga yah man.” Ucap darno sambil garuk-garuk kepala
“Ohh... Gini aja brik, gimana kalau kita bagi-bagi tugas saja, kalian keliling sementara gue jagain pos.” Ucap paiman
“Enggak ah.. bareng-bareng saja man.” Ucap darno
“Iyah man, ngapain pakai dijaga-jaga segala, lagian di pos kagak ada yang bisa dimaling man, kecuali kalau di pos ada TV, kulkas, yah kita jagain man.” Ucap jabrik
“Ya udah, ayo kita keliling sekarang, siapa tahu ada duit jatuh.” Ucap jabrik
“Dasar mata duitan.” Ucap jabrik
Dengan lampu senter yang dibawa paiman akhirnya mereka berjalan keliling desa, mereka tidak melihat siapapun warga yang beraktifitas malam itu gan, malam itu tampak sepi, lampu dipinggir jalan juga tidak banyak dikampung ane gan, mereka tidak mau memberikan lampu untuk menerangi jalan desa dikarenakan naiknya Tarif Dasar Listrik.
Ketika ketiga orang tersebut berjalan diareal sawah, jabrik melihat sesosok bayangan putih dari kejauhan, sosok tersebut terlihat diantara rumah dan berjalan meninggalkan jabrik dan teman-temannya.
“Man... Darno... kalian lihat itu siapa yang malam-malam berkeliaran?” Tanya jabrik
“Mana brik?” Jawab mereka berdua kembali bertanya
“Itu...” Jawab jabrik
“Lo senterin coba! Kali aja maling.” Ucap paiman
Jabrik mencoba menyinari sosok tersebut dengan senter yang ia pegang,
“Mana nih... kok gak nyala.” Ucap jabrik
Senter di ketuk-ketuk oleh jabrik
“Ah lama banget lo brik, ayo brik coba lagi, ntr keburu minggat orangnya, jika maling beneran dan gak ketangkep kita bisa dipotong gajinya brik.” Ucap darno
“Nahh bisa kan.” Ucap jabrik sambil memegang senter
Lantas jabrik mencoba menyenter kearah sosok tersebut, dan ternyata sosok tersebut sudah hilang gan
“Udah gak ada.” Ucap jabrik heran
“Ayo coba kita kesana siapa tahu dia maling!” Ajak darno
Mereka mencoba mengikuti dimana sosok tersebut lari gan, dan setelah disebuah kebon deket kuburan gan, ketiga orang yang mengikuti itu lantas mendengar tangisan gan, tangisan itu mereka cari.
“Hiks... Hiks.. Hiks...” Tangis rintihan seorag wanita
“EH brik, lo denger kagak ada cewek nangis?” Tanya paiman
“Iya man, tapi dimana nih? Apa jangan-jangan itu tangisan cewek tadi man?” jawab jabrik kembali bertanya
“Wah, ini pasti cewek yang tadi, gue yakin nih mau diPHPin ama cowoknya, atau jangan-jangan korban rudapaksaan brik?” Ucap darno
“Brik kalau nih cewek korban PHP lo bisa gaet ceweknya brik, kali aja dia jatuh cinta ama lo brik karena udah nolongin.” Ucap paiman
“Bisa aja, tapi boleh juga tuh.” Ucap jabrik ngarep
Akhirnya mereka bertiga sibuk mencari sosok tersebut gan, karena mereka fokus dengan suara tersebut, langkah mereka tak terasa menuju ke arah kuburan gan,
“Kayaknya suara makin dekat nih.” Ucap paiman
“Iyah bener ucapan lo man.” Ucap darno
Sementara jabrik menyinari tempat sekitar yang gelap dengan lampu senternya.
Ketika berjalan menuju kuburan kaki jabrik tersandung batu nisan dikuburan gan
“Breegg... Njir apaan nih?” tanya jabrik yang tersandung batu nisan
“Sialan masuk kesini kita man.” Tambahnya
“Emangnya kenapa sih?” Tanya paiman
“Gue pernah kemarin malam liat cewek disini man sama bang mamat, kita cari cewek tersebut lantas ceweknya menghilang man.” Ucapnya
“Dah gak usah takut lo, ingat ini tugas lo brik jadi hansip.” Ucap paiman
“Man, kayaknya suaranya dari sini deh.” Ucap darno
“Iya nih disekitar sini.” Jawab darno
Mereka konsentrasi dengan tempat sekitar gan, hingga akhirnya kepala jabrik melihat keatas, dan ternyata sosok penampakan wanita tergantung dibawah pohon membuat dirinya langsung tepar pingsan ditempat gan.
“Yaelah nih anak malah tidur sih?” Ucap darno
“Brik, bangun lo!” Ucap darno
“Njir nih anak, pantesan kagak laku-laku dapet cewek, suruh kerja aja tidur kayak gini.” Ucap paiman
Darno dan paiman belum tahu kalau diatas dia berdiri ada sosok penampakan wanita yang tergantung, sosok penampakan si nur yang tewas gantung diri disana gan, karena paiman dan darno tidak melihat sosok penampakan tersebut lantas mereka berdua tidak melanjutkan pencarian gan, dan mencoba membawa jabrik yang masih tergeletak pingsan.
“Ayo man, dibawa aja, jabrik kayaknya susah dibangunin!” Ucap darno
“Ya udah.” Ucap paiman singkat
“Nih anak banyakan dosa kali dar, krempeng kek gini tapi badannya berat banget.” Ucap paiman
“Ya udah tinggalin aja disini.” Ucap darno
Jabrik akhirnya dibaringkan diatas kuburan yang dikijing, yang sudah dibangun atasnya dengan keramik, agar tidurnya nyenyak.
“Udah man, baringin disini aja, dia nyaman banget pasti tidur disini daripada tidur dirumah, disini keramikan cuy.” Ucap darno
“Bener kata lo dar, dia kan tidurnya di tikar bulukan.” Ucap paiman
Paiman dan darno akhirnya meninggalkan jabrik sendirian yang pingsan ditengah kuburan gan, mereka langsung menuju ke pos kampling untuk tidur malam itu.
“Man, ntar kalau jabrik nanya kita pura-pura aja cari dia. Terus kalau dia ngomong tidur dikuburan kita ngomong aja kalo jabrik dipindahin ama jin.” Ucap darno
“Ide brilian lo dar. Ya udah kita tidur aja dar.” Ucap paiman
Diubah oleh ladyclair 08-01-2018 00:07
tantinial26 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Kutip
Balas