- Beranda
- Stories from the Heart
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
...
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...
Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
iskrim dan 132 lainnya memberi reputasi
127
2.1M
8K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
juraganpengki
#399
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Selepas pulang dari rumah Ridho, gw sempat diberondong banyak pertanyaan dari Ibu terkait kemana pergi nya gw selama hampir setengah hari.. Terkecuali masalah dengan Anggie dan pingsannya gw di depan rumah gadis itu, semua gw ceritakan ke Ibu..
Beliau sih tidak marah, hanya mengingatkan bahwa kondisi gw masih belum cukup stabil untuk berlama-lama di luar.. Terlebih tadi sempat hujan sangat lebat, Ibu khawatir gw akan terkena hujan dan jatuh sakit..
Ibu juga sempat memberikan Hp gw yang tertinggal di meja makan, tepat sebelum gw pergi ke rumah Anggie.. Beliau bilang tadi Pak Rudi sempat beberapa kali menelpon dan meminta gw untuk masuk kerja besok pagi, karena ada hal penting yang akan di bicarakan.. Gw juga melihat ada beberapa pesan dari teman sekelas gw di kampus.. Mereka menanyakan kabar gw yang hampir seminggu tidak masuk..
Di dalam kamar, untuk sejenak gw coba mencari pesan lain yang mungkin terlewat oleh pandangan mata gw.. Dalam hati, gw berharap ada satu pesan saja dari Anggie.. Biasa nya jam segini, kami sudah asiik ber’video call’ meski hanya sekedar membahas sesuatu yang tidak terlalu penting..
Tapi kali ini nihil! Tidak ada satu pun pesan dari gadis itu yang diterima di Hp gw.. Dengan perasaan diliputi kebingungan, gw menimang-nimang gadget sambil menatap kosong ke arah Photo kami berdua yang cukup besar terpampang di dinding kamar..
“Kamu kenapa sih, Yank.. Cuma karena masalah sepele, bisa bikin kamu sampai sebegitu benci nya ke aku?” Tanya gw lirih pada Photo Anggie yang tersenyum sangat manis..
Tiba-tiba, gw teringat kejadian di masa lalu, saat Anggie juga berubah drastis sikapnya ke gw, karena terkena pengaruh Ilmu Pelet dari dukun suruhan Papahnya sendiri.. Tak mau lagi bertanya-tanya, gw langsung memanggil Sekar lewat batin.. Biar nanti Jin Penjaga gw itu yang menerawang Anggie dengan kesaktiannya, untuk memastikan apakah dugaan gw benar atau tidak..
Tak beberapa lama, bau harum bunga kenanga tercium memenuhi seisi kamar gw, bersamaan dengan munculnya sosok cantik bermahkota layaknya puteri kerajaan masa silam..
“Kemana sajakah diri mu, Sekar?” Tanya gw yang memang penasaran kemana pergi nya Jin Penjaga gw itu selama beberapa hari yang lalu..
Sekar nampak membalas pertanyaan gw hanya dengan tersenyum dingin.. Reaksi nya sempat membuat perasaan gw sedikit tidak enak hati melihatnya.. Jin wanita yang pertama kali membuka mata batin sekaligus kemampuan gaib yang gw miliki itu, terlihat melayang ke arah jendela kamar gw yang sudah tertutup..
Perlahan, ia melepaskan kunci jendela dan membuka ventilasi utama di kamar gw itu cukup lebar.. Seketika, udara malam yang dingin selepas hujan, menerobos masuk ke dalam kamar membawa bau khas tanah basah..
Gw segera mengambil remote AC dan mematikan alat pendingin tersebut.. Lalu, gw mengambil sebatang rokok dari dalam bungkusnya yang ada di atas meja belajar, kemudian duduk di pinggir nya, persis satu langkah di belakang sosok Sekar yang nampak sedang asyik memandangi gelapnya suasana malam di luar rumah..
Satu hisapan asap rokok yang sudah gw nyalakan, sedikit mengobati rasa tidak enak hati yang sempat muncul melihat reaksi dingin dari Sekar.. Entah mengapa sikapnya tidak sehangat seperti biasa..
“Aku tahu yang kau ingin tanyakan bukanlah tentang diriku, Kang Mas” Kata Sekar yang membuat gw langsung menoleh ke arahnya..
Sosok Jin wanita berambut hitam panjang sepinggul itu, membalikkan tubuhnya hingga menghadap kembali ke arah gw, lalu menyimpulkan sebuah senyuman yang menurut gw menyiratkan suatu keterpaksaan..
“Kekasih mu sedang tidak dalam penagruh Ilmu hitam apapun, Kang Mas.. Apapun yang ia lakukan dan lisan kan, adalah atas kehendak dirinya sendiri” Lanjut Sekar seraya menatap kosong ke arah photo gw dan Anggie..
Gw yang mendengar kalimat Sekar barusan, sedikit terkejut namun sangat berusaha menutupinya dari Jin wanita itu.. Satu tarikan nafas gw ambil dalam-dalam dan gw keluarkan perlahan.. Lalu kembali menyelipkan ujung filter rokok di sela bibir dan menghisapnya..
“Kau belum menjawab pertanyaan ku yang pertama?” Tanya gw kembali mengingatkan Sekar, dengan pandangan mata tertunduk menatap ke lantai..
Menantu Ki Suta tersebut terdengar tertawa kecil untuk beberapa saat, kemudian kembali menatap ke arah pekatnya malam dari balik jendela..
“Kang Mas, ada yang harus aku beritahukan padamu.. Tapi, bisakah kau panggil dahulu Bayu Barata, karena apa yang akan aku sampaikan adalah hasil keputusan kami bersama” Ucapan Sekar barusan membuat gw menoleh kembali ke arahnya yang masih membelakangi..
Kebingungan kembali menyergap benak ini.. Apa sebenarnya yang ingin dia sampaikan sampai-sampai gw harus memanggil juga Bayu Barata, atas permintaan Sekar sendiri..
“Sudahlah, Kang Mas.. Jangan terlalu banyak bertanya dalam hati.. Aku hanya akan menjawab pertanyaan mu yang pertama kali, itu pun jika kau bersedia memanggil Bayu Barata terlebih dahulu” Kata Sekar seraya membalikkan tubuhnya kembali ke arah gw..
Sesaat, gw terdiam sambil menatap wajah istrinya Jagat Tirta itu dalam-dalam.. Tapi, Sekar malah menundukkan wajahnya seperti tidak ingin lebih lama lagi gw pandangi.. Dalam hati, gw mulai menyebut nama asli Bayu Barata, karena tidak sabar lagi untuk mendengar jawaban Sekar..
Suara auman harimau untuk beberapa detik terdengar di kedua telinga gw.. Kedua indera penglihatan ini langsung menoleh ke arah sisi barat kamar tidur, dimana sosok Bayu Barata sudah muncul dengan penampilan khas nya yang gagah..
“Bayu Barata sudah hadir.. Sekarang, jawablah pertanyaan ku, Sekar..” Ucap gw sambil membalas senyuman hangat Bayu Barata..
Sekar sendiri nampak melirik sekejap ke arah sosok Jin laki-laki yang lebih dianggapnya sebagai seorang sahabat.. Gw sempat melihat ada raut kesedihan yang mendadak tergurat dari wajah Bayu Barata, bersamaan dengan anggukan kepala nya ke Sekar.. Sementara, Sekar sendiri melayang mendekat ke arah Bayu Barata..
Entah mengapa, perasaan tidak enak dalam hati gw yang sedari tadi sudah muncul semakin menguat, melihat sikap aneh yang di tampilkan dari kedua Jin Penjaga itu..
“Kang Mas, sebelumnya aku memohon maaf dan ampun karena hal yang akan aku sampaikan akan membuat mu kecewa bahkan marah” Ucap Sekar yang memancing rasa penasaran gw semakin membumbung tinggi..
Gw langsung membuang puntung rokok yang masih menyala keluar jendela, lalu menatap Sekar dan Bayu Barata secara bergantian dengan penuh tanda tanya..
“Aku dan juga Bayu Barata diberikan perintah agar melepaskan ikatan sumpah kami untuk selalu menyertai mu, Kang Mas” Kata Sekar dengan wajah tertunduk..
Gw yang tidak mengerti akan ucapannya barusan, langsung berdiri dari atas meja belajar dan berjalan ke arah Sekar dan Bayu Barata..
“Apa maksud mu, Sekar?” Tanya gw dengan wajah di penuhi gurat pertanyaan..
“Kami tidak akan lagi menjadi Jin Penjaga mu, Raden”Jawab Bayu Barata yang membuat gw seketika membelalakkan kedua mata..
Tapi, tak lama kemudian gw malah tertawa cukup keras, sampai akhirnya sadar dan menutup mulut sendiri, khawatir suara gw akan terdengar oleh Ibu.. Maklum lah, sekarang sudah hampir tengah malam, dan gw ga mau ibu sampai berfikir aneh tentang gw.. Setelah merasa cukup geli mendengar guyonan Sekar, gw kembali hendak menyalakan sebatang rokok lagi..
“Mengapa kau mentertawakan kalimat ku, Kang Mas? Aku tidak sedang membuat candaan” Tanya Sekar setelah melirik bingung ke arah Bayu Barata..
Gw menunda memantikkan korek gas untuk membakar ujung rokok berwarna putih, lalu menatap serius ke arah kedua jin penjaga.. Sejenak, gw mencoba mencari celah kebohongan dari sorot mata Bayu Barata dan Sekar.. Tapi, dari kedua bola mata bening kedua jin tersebut malah tersirat sebuah kejujuran..
“Jadi, yang barusan kau ucapkan itu benar adanya, Sekar? Dan kalian berdua akan meninggalkan ku?” Tanya gw dengan wajah masih menyiratkan keterkejutan amat sangat..
Baik Sekar dan Bayu Barata sama-sama saling memandang untuk beberapa saat, lalu menjawab pertanyaan gw dengan anggukan kepala.. Bayu Barata yang nampak lebih tegar, memandang gw dengan tatapan sendu dipenuhi penyesalan.. Di lain pihak, Sekar langsung berbalik badan.. Gw sempat melihat airmata di kedua indera penglihatan Jin wanita itu sudah mengalir, sebelum wajahnya berganti dengan punggung..
“Ga mungkin! Kalian pasti sedang berusaha memperolok ku.. kalian pasti bercanda, iya kan, Sekar, Bayu?” Tanya gw lagi sambil berkali-kali menggeleng-gelengkan kepala, berusaha menolak kebenaran..
Bayu Barata hanya bisa menundukkan wajahnya tak sanggup menahan tatapan mata gw yang semakin menusuk relung hati.. Sekar sendiri terlihat punggungnya bergerak-gerak dari arah belakang, bersamaan dengan suara isak tangis yang mulai terdengar.. Tiba-tiba, Jin Penjaga gw yang pertama itu, memutar tubuhnya hingga kembali menghadap gw..
“Apakah aku ada berbuat salah pada kalian? Apa ada ucapan atau tindakan ku yang telah menyakiti hati kalian berdua, Bayu, Sekar?” Tanya gw dengan kedua mata mulai terasa pedih..
Gw tertegun melihat wajah Sekar sudah dibanjiri airmata.. Seulas senyuman getir tersungging dari wajahnya yang membuat perasaan gw mulai remuk..
“Maafkan aku, Kang Mas” Ucap Sekar singkat, setelah itu sosok nya dengan cepat menghilang di balik dinding kamar..
“SEKARR!!!” Gw seketika berteriak sambil berlari ke arah tembok sebelah kanan, dimana Jin wanita itu lenyap..
Berkali-kali, gw meraba-raba tembok kosong dengan kedua mata mulai di banjiri airnya, sambil memanggil nama Sekar berulang kali..
“Bayu! Aku mohon kau juga jangan tinggalkan aku” Pinta gw dengan memelas, seraya berjalan lemah mendekat ke arah Jin pemberian Ki Sabdo itu..
Secepat kilat, Bayu Barata melayang dan memeluk gw dengan sangat erat.. Entah mengapa airmata gw terus mengalir tak mau berhenti, mendapat pelukan hangat dari seorang saudara yang sepertinya juga akan berniat segera pergi..
“Maafkan kami, Raden.. Semua memang harus kami lakukan.. Sekali lagi, maaf kan aku, Raden” Ucap Bayu Barata dengan suara terdengar mulai samar di telinga gw, seiring pelukannya yang terasa semakin mengendur, lalu terlepas bersamaan dengan lenyapnya sosok gagah Bayu Barata..
“BAYUU!!!” Kembali gw berteriak kencang dengan tubuh jatuh berlutut di atas lantai..
Selepas pulang dari rumah Ridho, gw sempat diberondong banyak pertanyaan dari Ibu terkait kemana pergi nya gw selama hampir setengah hari.. Terkecuali masalah dengan Anggie dan pingsannya gw di depan rumah gadis itu, semua gw ceritakan ke Ibu..
Beliau sih tidak marah, hanya mengingatkan bahwa kondisi gw masih belum cukup stabil untuk berlama-lama di luar.. Terlebih tadi sempat hujan sangat lebat, Ibu khawatir gw akan terkena hujan dan jatuh sakit..
Ibu juga sempat memberikan Hp gw yang tertinggal di meja makan, tepat sebelum gw pergi ke rumah Anggie.. Beliau bilang tadi Pak Rudi sempat beberapa kali menelpon dan meminta gw untuk masuk kerja besok pagi, karena ada hal penting yang akan di bicarakan.. Gw juga melihat ada beberapa pesan dari teman sekelas gw di kampus.. Mereka menanyakan kabar gw yang hampir seminggu tidak masuk..
Di dalam kamar, untuk sejenak gw coba mencari pesan lain yang mungkin terlewat oleh pandangan mata gw.. Dalam hati, gw berharap ada satu pesan saja dari Anggie.. Biasa nya jam segini, kami sudah asiik ber’video call’ meski hanya sekedar membahas sesuatu yang tidak terlalu penting..
Tapi kali ini nihil! Tidak ada satu pun pesan dari gadis itu yang diterima di Hp gw.. Dengan perasaan diliputi kebingungan, gw menimang-nimang gadget sambil menatap kosong ke arah Photo kami berdua yang cukup besar terpampang di dinding kamar..
“Kamu kenapa sih, Yank.. Cuma karena masalah sepele, bisa bikin kamu sampai sebegitu benci nya ke aku?” Tanya gw lirih pada Photo Anggie yang tersenyum sangat manis..
Tiba-tiba, gw teringat kejadian di masa lalu, saat Anggie juga berubah drastis sikapnya ke gw, karena terkena pengaruh Ilmu Pelet dari dukun suruhan Papahnya sendiri.. Tak mau lagi bertanya-tanya, gw langsung memanggil Sekar lewat batin.. Biar nanti Jin Penjaga gw itu yang menerawang Anggie dengan kesaktiannya, untuk memastikan apakah dugaan gw benar atau tidak..
Tak beberapa lama, bau harum bunga kenanga tercium memenuhi seisi kamar gw, bersamaan dengan munculnya sosok cantik bermahkota layaknya puteri kerajaan masa silam..
“Kemana sajakah diri mu, Sekar?” Tanya gw yang memang penasaran kemana pergi nya Jin Penjaga gw itu selama beberapa hari yang lalu..
Sekar nampak membalas pertanyaan gw hanya dengan tersenyum dingin.. Reaksi nya sempat membuat perasaan gw sedikit tidak enak hati melihatnya.. Jin wanita yang pertama kali membuka mata batin sekaligus kemampuan gaib yang gw miliki itu, terlihat melayang ke arah jendela kamar gw yang sudah tertutup..
Perlahan, ia melepaskan kunci jendela dan membuka ventilasi utama di kamar gw itu cukup lebar.. Seketika, udara malam yang dingin selepas hujan, menerobos masuk ke dalam kamar membawa bau khas tanah basah..
Gw segera mengambil remote AC dan mematikan alat pendingin tersebut.. Lalu, gw mengambil sebatang rokok dari dalam bungkusnya yang ada di atas meja belajar, kemudian duduk di pinggir nya, persis satu langkah di belakang sosok Sekar yang nampak sedang asyik memandangi gelapnya suasana malam di luar rumah..
Satu hisapan asap rokok yang sudah gw nyalakan, sedikit mengobati rasa tidak enak hati yang sempat muncul melihat reaksi dingin dari Sekar.. Entah mengapa sikapnya tidak sehangat seperti biasa..
“Aku tahu yang kau ingin tanyakan bukanlah tentang diriku, Kang Mas” Kata Sekar yang membuat gw langsung menoleh ke arahnya..
Sosok Jin wanita berambut hitam panjang sepinggul itu, membalikkan tubuhnya hingga menghadap kembali ke arah gw, lalu menyimpulkan sebuah senyuman yang menurut gw menyiratkan suatu keterpaksaan..
“Kekasih mu sedang tidak dalam penagruh Ilmu hitam apapun, Kang Mas.. Apapun yang ia lakukan dan lisan kan, adalah atas kehendak dirinya sendiri” Lanjut Sekar seraya menatap kosong ke arah photo gw dan Anggie..
Gw yang mendengar kalimat Sekar barusan, sedikit terkejut namun sangat berusaha menutupinya dari Jin wanita itu.. Satu tarikan nafas gw ambil dalam-dalam dan gw keluarkan perlahan.. Lalu kembali menyelipkan ujung filter rokok di sela bibir dan menghisapnya..
“Kau belum menjawab pertanyaan ku yang pertama?” Tanya gw kembali mengingatkan Sekar, dengan pandangan mata tertunduk menatap ke lantai..
Menantu Ki Suta tersebut terdengar tertawa kecil untuk beberapa saat, kemudian kembali menatap ke arah pekatnya malam dari balik jendela..
“Kang Mas, ada yang harus aku beritahukan padamu.. Tapi, bisakah kau panggil dahulu Bayu Barata, karena apa yang akan aku sampaikan adalah hasil keputusan kami bersama” Ucapan Sekar barusan membuat gw menoleh kembali ke arahnya yang masih membelakangi..
Kebingungan kembali menyergap benak ini.. Apa sebenarnya yang ingin dia sampaikan sampai-sampai gw harus memanggil juga Bayu Barata, atas permintaan Sekar sendiri..
“Sudahlah, Kang Mas.. Jangan terlalu banyak bertanya dalam hati.. Aku hanya akan menjawab pertanyaan mu yang pertama kali, itu pun jika kau bersedia memanggil Bayu Barata terlebih dahulu” Kata Sekar seraya membalikkan tubuhnya kembali ke arah gw..
Sesaat, gw terdiam sambil menatap wajah istrinya Jagat Tirta itu dalam-dalam.. Tapi, Sekar malah menundukkan wajahnya seperti tidak ingin lebih lama lagi gw pandangi.. Dalam hati, gw mulai menyebut nama asli Bayu Barata, karena tidak sabar lagi untuk mendengar jawaban Sekar..
Suara auman harimau untuk beberapa detik terdengar di kedua telinga gw.. Kedua indera penglihatan ini langsung menoleh ke arah sisi barat kamar tidur, dimana sosok Bayu Barata sudah muncul dengan penampilan khas nya yang gagah..
“Bayu Barata sudah hadir.. Sekarang, jawablah pertanyaan ku, Sekar..” Ucap gw sambil membalas senyuman hangat Bayu Barata..
Sekar sendiri nampak melirik sekejap ke arah sosok Jin laki-laki yang lebih dianggapnya sebagai seorang sahabat.. Gw sempat melihat ada raut kesedihan yang mendadak tergurat dari wajah Bayu Barata, bersamaan dengan anggukan kepala nya ke Sekar.. Sementara, Sekar sendiri melayang mendekat ke arah Bayu Barata..
Entah mengapa, perasaan tidak enak dalam hati gw yang sedari tadi sudah muncul semakin menguat, melihat sikap aneh yang di tampilkan dari kedua Jin Penjaga itu..
“Kang Mas, sebelumnya aku memohon maaf dan ampun karena hal yang akan aku sampaikan akan membuat mu kecewa bahkan marah” Ucap Sekar yang memancing rasa penasaran gw semakin membumbung tinggi..
Gw langsung membuang puntung rokok yang masih menyala keluar jendela, lalu menatap Sekar dan Bayu Barata secara bergantian dengan penuh tanda tanya..
“Aku dan juga Bayu Barata diberikan perintah agar melepaskan ikatan sumpah kami untuk selalu menyertai mu, Kang Mas” Kata Sekar dengan wajah tertunduk..
Gw yang tidak mengerti akan ucapannya barusan, langsung berdiri dari atas meja belajar dan berjalan ke arah Sekar dan Bayu Barata..
“Apa maksud mu, Sekar?” Tanya gw dengan wajah di penuhi gurat pertanyaan..
“Kami tidak akan lagi menjadi Jin Penjaga mu, Raden”Jawab Bayu Barata yang membuat gw seketika membelalakkan kedua mata..
Tapi, tak lama kemudian gw malah tertawa cukup keras, sampai akhirnya sadar dan menutup mulut sendiri, khawatir suara gw akan terdengar oleh Ibu.. Maklum lah, sekarang sudah hampir tengah malam, dan gw ga mau ibu sampai berfikir aneh tentang gw.. Setelah merasa cukup geli mendengar guyonan Sekar, gw kembali hendak menyalakan sebatang rokok lagi..
“Mengapa kau mentertawakan kalimat ku, Kang Mas? Aku tidak sedang membuat candaan” Tanya Sekar setelah melirik bingung ke arah Bayu Barata..
Gw menunda memantikkan korek gas untuk membakar ujung rokok berwarna putih, lalu menatap serius ke arah kedua jin penjaga.. Sejenak, gw mencoba mencari celah kebohongan dari sorot mata Bayu Barata dan Sekar.. Tapi, dari kedua bola mata bening kedua jin tersebut malah tersirat sebuah kejujuran..
“Jadi, yang barusan kau ucapkan itu benar adanya, Sekar? Dan kalian berdua akan meninggalkan ku?” Tanya gw dengan wajah masih menyiratkan keterkejutan amat sangat..
Baik Sekar dan Bayu Barata sama-sama saling memandang untuk beberapa saat, lalu menjawab pertanyaan gw dengan anggukan kepala.. Bayu Barata yang nampak lebih tegar, memandang gw dengan tatapan sendu dipenuhi penyesalan.. Di lain pihak, Sekar langsung berbalik badan.. Gw sempat melihat airmata di kedua indera penglihatan Jin wanita itu sudah mengalir, sebelum wajahnya berganti dengan punggung..
“Ga mungkin! Kalian pasti sedang berusaha memperolok ku.. kalian pasti bercanda, iya kan, Sekar, Bayu?” Tanya gw lagi sambil berkali-kali menggeleng-gelengkan kepala, berusaha menolak kebenaran..
Bayu Barata hanya bisa menundukkan wajahnya tak sanggup menahan tatapan mata gw yang semakin menusuk relung hati.. Sekar sendiri terlihat punggungnya bergerak-gerak dari arah belakang, bersamaan dengan suara isak tangis yang mulai terdengar.. Tiba-tiba, Jin Penjaga gw yang pertama itu, memutar tubuhnya hingga kembali menghadap gw..
“Apakah aku ada berbuat salah pada kalian? Apa ada ucapan atau tindakan ku yang telah menyakiti hati kalian berdua, Bayu, Sekar?” Tanya gw dengan kedua mata mulai terasa pedih..
Gw tertegun melihat wajah Sekar sudah dibanjiri airmata.. Seulas senyuman getir tersungging dari wajahnya yang membuat perasaan gw mulai remuk..
“Maafkan aku, Kang Mas” Ucap Sekar singkat, setelah itu sosok nya dengan cepat menghilang di balik dinding kamar..
“SEKARR!!!” Gw seketika berteriak sambil berlari ke arah tembok sebelah kanan, dimana Jin wanita itu lenyap..
Berkali-kali, gw meraba-raba tembok kosong dengan kedua mata mulai di banjiri airnya, sambil memanggil nama Sekar berulang kali..
“Bayu! Aku mohon kau juga jangan tinggalkan aku” Pinta gw dengan memelas, seraya berjalan lemah mendekat ke arah Jin pemberian Ki Sabdo itu..
Secepat kilat, Bayu Barata melayang dan memeluk gw dengan sangat erat.. Entah mengapa airmata gw terus mengalir tak mau berhenti, mendapat pelukan hangat dari seorang saudara yang sepertinya juga akan berniat segera pergi..
“Maafkan kami, Raden.. Semua memang harus kami lakukan.. Sekali lagi, maaf kan aku, Raden” Ucap Bayu Barata dengan suara terdengar mulai samar di telinga gw, seiring pelukannya yang terasa semakin mengendur, lalu terlepas bersamaan dengan lenyapnya sosok gagah Bayu Barata..
“BAYUU!!!” Kembali gw berteriak kencang dengan tubuh jatuh berlutut di atas lantai..
dodolgarut134 dan 19 lainnya memberi reputasi
20